Tokoh NU dan Muhammadiyah Berkumpul Saling Sharing Jaga Perdamaian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Hukama Muslimin (MHM) memberi kesempatan kepada ratusan pengunjung Islamic Boof Fair (IBF) untuk belajar dari Muhammadiyah dan NU dalam mewujudkan perdamaian. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini pada 4 Februari 2024 menerima Zayerd Award for Human Fraternity atas peran dan kontribusinya, termasuk dalam mendorong perdamaian. Acara ini dikemas dengan Talk Show bertajuk ‘Peran Lembaga Keagamaan dalam Mendukung Perdamaian Dunia, Belajar dari Pengalaman NU dan Muhammadiyah. Hadir sebagai narasumber: Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed (Sekretaris Umum Muhammadiyah), KH Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), dan Prof Dr M Quraish Shihab, MA (Anggota dan Pendiri MHM). Sebagai moderator, Ustadz M Arifin, MA. Baik Prof Mu’ti maupun KH Uil Abshar, keduanya mengapresiasi inisiatif MHM memberi kesempatan Muhamamdiyah dan NU berbagi pengalaman dalam mendukung kedamaian. Sebagai pembicara pertama, Prof Mu’ti memaparkan pengalaman dan kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung perdamaian di berbagai negara. Misalnya, di kawasan Thailand Selatan (masyarakat Pattani) dan Filiphina (Bangsa Moro). Muahmmadiyah berusaha agar di sana terbentuk kedamaian sehingga masyarakatnya terbebas dari ketakutan, antara lain dengan adanya jaminan bahwa identitas mereka tidak hilang, jaminan kebebasan mereka untuk menjalankan ibadah, dan jaminan kedaulatan atas identitas mereka. “Muhammadiyah juga terlibat dalam proses perdamaian di Afrika Tengah, bekerja sama dengan lembaga Katolik di Italia,” ungkap Prof Mu’ti. Menurut Prof Mu’ti, Muhammadiyah bersama mitra lembaga dunia secara rutin, setiap dua tahun sekali, juga menggelar forum perdamaian dunia. Forum ini terus berusaha menyuarakan semangat dan solusi perdamaian. Sehingga, tercipta ruang dialog yang lebih tulus dalam menciptakan perdamiaan. “Untuk Palestina, Muhammadiyah mendirikan dua sekolah untuk pengungsi Palestina. Namanya, sekolah Muhammadiyah, seluruh muridnya warga Palestina. Muhammadiyah juga mendirikan sekolah dan layanan kesehatan untuk pengungsi Rohingnya,” sebut Prof. Mu’ti. Dalam konteks Indonesia, lanjut Prof Mu’ti, upaya Muhammadiyah dalam menciptakan perdamaian dilakukan dengan membangun generasi cinta damai. Muhammadiyah juga mengembangkan amal usaha yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, serta melakukan layanan pendidikan kesehatan, dan layanan sosial lainnya. “Jika ormas Islam tidak terlibat dalam proses ini, saya kira Indonesia tidak akan bisa menjadi negara yang aman dan damai, dan bahkan masyarakatnya bahagia walaupun secara ekonomi sebagian dari mereka tidak beruntung,” tegasnya. Ditambahkan nya, ini bisa tercipta karena ada peran ormas sosial keagaman yang secara sukarela ikut bertanggung jawab dalam membangun kesejahteraan masyarakat dan membentuk masyarakat yang rukun. Sementara itu Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dalam paparannya menekankan bahwa salah satu isu tentang perdamaian yang paling urgen adalah perdamaian dalam negeri. Menurutnya, selalu menjaga perdamaian di Indonesia dan perdamaian dalam tubuh umat Islam adalah tantangan terbesar yang harus dijawab dengan baik. Menurut KH Ulil, kunci sukses transisi politik di Indonesia, dari era otoriter menuju era terbuka dan demokratis, salah satunya karena sumbangan kelompok Islam, baik NU, Muhammadiyah, Persis, Jamiatul Khair, Nahdlatul Wathan, Mathlaul Anwar, Al-Wasliyah, dan lainnya. Kesuksesan dan kestabilan negara ini terjadi kerena peran umat Islam di Indonesia. Kyai Ulil lalu berbagi pengalaman kunjungannya ke Pakistan. Menurutnya, kondisi politik di negara muslim di kawasan anak benua India, baik Pakistan maupun Bangladesh, kurang menggembirakan, antara lain karena terjadinya ketidakstabilan politik dan kehidupan sosial. “Kita bersyukur, Indonesia sekarang menikmati kestabilan, hubungan sosial yang cukup damai. Ini semua dalam pandangan NU, jelas ada kaitan dan kontribusi umat Islam,” paparnya. Lantas, dari mana kontribisi umat Islam dalam membangun kedamaian dan kestabilan sosial? Pertama, terkait model pemahaman keagamaan yang dikembangkan ormas Islam di Indonesia. Menurutnya. pemahaman keagamaan yang dikembangkan umat Islam di Indonesia itu mendukung perdamaian, bukan pemahaman keagaman yang memicu konflik atau pertengkatan dalam tubuh umat Islam sendiri ataupun antara umat Islam dan umat lain.

Read More

Banyak Mahasiswa Program Dokter Spesialis Ingin Bunuh Diri

Semarang — 1miliarsantri.net : Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa banyak peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ingin melakukan bunuh diri. Budi menyoroti praktik perundungan di lingkungan PPDS. “Kita juga pernah kan melakukan skrining mental terhadap para PPDS ini dan banyak kan memang yang ingin bunuh diri. Jadi, ini sudah fenomena yang besar yang terjadi,” ungkap Menkes kepada 1miliarsantri.net, Rabu (21/8/2024). Menkes merespons kasus kematian seorang peserta PPDS Fakultas Kedokteran Undip Semarang yang diduga bunuh diri akibat mengalami perundungan. Oleh karena itu, Menkes meminta semua pihak agar menghentikan praktik perundungan, termasuk pada profesi dokter. Menurutnya, perundungan dapat mengakibatkan hidup seseorang jadi tertekan. “Di sini saya mengajak sebenarnya semua sektor agar kita hentikan, kita putuskan kebiasaan ini. Karena ini adalah kebiasaan buruk berdampak buruk di profesi yang sangat mulia kedokteran. Bayangkan kalau dokter-dokter ini sejak muda sudah dididik seperti itu, hidupnya ditekan,” sambungnya. Menkes pun membandingkan kasus perundungan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) beberapa waktu lalu dengan kasus perundungan yang terjadi terhadap peserta PPDS saat ini. Menurutnya, kasus di IPDN lebih kepada tekanan fisik, sedangkan yang dialami peserta PPDS itu lebih kepada tekanan mental. “Teman-teman dengar IPDN kan? Dulu ada yang sampai meninggal kan? Terjadi di sana kan? Ya ini mirip. Kalau disana mungkin lebih ke tekanan fisik, ini ke tekanan mental,” kata Menkes. Ia mengatakan masih banyak cara yang jauh lebih mendidik untuk menciptakan tenaga kerja yang Tangguh tanpa harus melakukan perundungan. “Jadi, kita kan banyak profesornya nih, banyak guru besarnya. Harusnya banyak kok cara-cara mendidik untuk menciptakan manusia-manusia tangguh, bukan hanya kedokteran di TNI, di Polri, Pilot ada banyak profesi yang diminta memiliki ketangguhan mental yang berbeda tanpa buli, tanpa menyebabkan orang depresi, tanpa menyebabkan orang ke-trigger untuk bunuh diri,” papar Menkes. Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia guna mengusut kasus tersebut. “Kita kali ini sedang mengirim audit karena ini sudah ada kematian, juga kita juga bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang bunuh diri ini,” lanjut Menkes. Sebelumnya, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Undip Semarang meninggal dunia diduga bunuh diri di tempat indekosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kematian korban berinisial AR yang ditemukan pada Senin (12/8/2024) lalu tersebut diduga berkaitan dengan perundungan di tempatnya menempuh pendidikan. Polrestabes Semarang mendalami dugaan perundungan yang dialami AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang meninggal dunia akibat bunuh diri. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena di Semarang mengatakan, polisi menjadwalkan pemanggilan rekan kerja korban untuk dimintai keterangan. Selain itu, lanjut dia, polisi juga akan berkoordinasi dengan internal Undip Semarang dalam pengungkapan kasus tersebut. Berkaitan dengan buku harian korban yang berisi tentang kondisinya selama menempuh pendidikan dokter spesialis, ia menyebut buku tersebut tidak bisa diasumsikan berkaitan dengan dugaan perundungan.

Read More

Produk Buah dan Sayur lokal Saudi Banjiri Pasar

Riyadh — 1miliarsantri.net : Perkembangan pertanian di Arab Saudi makin menyenangkan. Banyak buah dan sayur bisa diproduksi sendiri secara lokal. Ini karena tanah Arab mulai berhasil diolah dengan menggunakan teknologi modern, sehingga tanahnya kini bisa lebih subur dan bisa untuk mengembangkan industri pertanian. Sebagai buktinya saat ini pasar Arab Saudi dipenuhi dengan 11 jenis buah-buahan segar yang ditanam secara lokal, berkat kampanye pemerintah untuk swasembada produksi pangan, menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Air dan Pertanian. Produk-produk tersebut meliputi buah ara, kurma, anggur, delima, pisang, melon, semangka, pepaya, jambu biji, buah jeruk dan apel, kata kementerian itu dalam sebuah laporan yang dimuat oleh Saudi Press Agency baru-baru ini. “Kelimpahan ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menyediakan produk pertanian segar kepada masyarakat, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030,” kata pernyataan yang dikeluarkan selama kampanye “Musim Panen” MEWA baru-baru ini. Kementerian menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan produksi buah-buahan dan sayuran lokal, dan menumbuhkan lingkungan pertanian berkelanjutan yang berkontribusi untuk memenuhi tujuan Visi Saudi 2030. “Melalui program dukungan petani dan meningkatnya penggunaan teknologi pertanian modern, kementerian bertujuan untuk menyediakan buah-buahan berkualitas tinggi kepada warga dan penduduk, meningkatkan kesehatan masyarakat dan menawarkan pilihan makanan yang lebih sehat,” kata pernyataan itu.

Read More

Mengenang WR Soepratman, Sang Pahlawan dengan Biola

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia, lagu “Indonesia Raya” pasti berkumandang. Inilah karya dari seorang pejuang bangsa, Wage Rudolf Soepratman atau yang biasa dikenal dengan sebutan WR Soepratman. Ia lahir pada 19 Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Pada tahun 1914, WR Soepratman diasuh oleh kakak iparnya yang bernama WM van Eldik alias Sastromihardjo, di Mataram. Di sana, ia belajar memetik gitar dan menggesek biola. Pada 1919, WR Soepratman diangkat menjadi guru. Dalam masa itu, ia juga mendirikan grup band jazz, Black and White, di Makasar. Untuk itu, ia berada di bawah bimbingan sang kakak ipar. Setelah tahun 1924, WR Soepratman hijrah ke Surabaya (Jawa Timur) dan Bandung (Jawa Barat). Di sana, dirinya mulai terjun ke dunia jurnalistik, yakni sebagai wartawan Surat Kabar Kaoem Moeda. Saat bekerja untuk koran Sin Po, WR Soepratman rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan kebangsaan Indonesia di gedung Pertemuan Gang Kenari, Jakarta. Dari sanalah, ia mulai tergugah untuk menggubah lagu “Indonesia Raya” pada 1928. Semula, WR Soepratman menciptakan lagu tersebut dengan judul “Indones, Indones, Merdeka, Merdeka.” Saat karyanya mulai beredar, alhasil dirinya dikejar-kejar polisi intel Hindia Belanda. Kongres Pemuda II di Jakarta berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Hasilnya adalah teks dan ikrar Sumpah Pemuda. Yang istimewa bagi WR Soepratman, karyanya itu diakui sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Dalam kongres itu pula, dinyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan iringan gesekan biola WR Soepratman sendiri. Sebuah momen yang tak akan dilupakannya. Rezim kolonial merepresi kaum pergerakan. “Indonesia Raya” pun dilarang. Keadaan berubah sejak pasukan Jepang datang dan mengusir Belanda dari Nusantara. Sejak 1944, lagu itu kembali boleh dinyanyikan.

Read More

Ciri Orang yang Celaka dengan Shalatnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Shalat lima waktu adalah ibadah fardhu bagi setiap Muslim. Saat melaksanakan ibadah shalat, hendaknya setiap Muslim melakukannya dengan kesungguhan hati, yaitu hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Pendakwah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyebut shalat sebagai shalat ada dzikir yang paling lengkap. “Shalat itu adalah dzikir yang paling lengkap. Mulai dari takbir, tahmid, tahlil, tasbih, ada Al-Fatihah, ada ayat-ayat Qur’an, ada doa di antara dua sujud, ada tasbih sambil ruku’, tasbih sambil sujud, ada shalawat, ada salam. Lengkap sekali. Maka kalau kita ingin menjadi ahli dzikir yang baik, perbaiki shalat,” kata Aa Gym dalam tausiyah “Orang yang Celaka dengan Shalatnya”, dilihat di chanel Aagym Official, Rabu (21/8/2024). Namun, di balik keutamaan ibadah shalat, Aa Gym mengingatkan ada 6 ciri orang yang shalatnya celaka dan merugi. “Ciri orang yang shalatnya celaka, rugi. Satu, dia merasa berat untuk shalat. Shalat dianggap beban, jadi mau melaksanakan shalat itu berat tidak gembira, tidak sukacita. Ini ciri orang yang jelek dalam shalatnya,” lanjutnya. Tanda kedua dari orang yang celaka dalam shalatnya adalah riya atau suka pamer. Kata Aa Gym, tipe orang seperti ini senang bila shalatnya diketahui orang lain. “Kalau ada orang lain tahu dia shalat, dia gembira dan agak semangat. Tapi kalau tidak ada yang tahu, dia malas. Dan dia (orang riya) kecenderungan shalatnya untuk dipamerkan,” jelas Aa Gym. Kemudian, dai berdarah Sunda ini menyebut orang yang suka menunda waktu shalat termasuk yang merugi. Padahal, lanjut Aa Gym, Allah SWT menyukai orang yang menyegerakan shalat atau mengerjakannya di awal waktu. “Keempat, cepat shalatnya. Tidak ada tuma’ninah. Jadi baca Alfatihahnya, dari takbirnya saja sudah kelihatan,” terang Aa Gym.

Read More

10 Universitas Islam Swasta Terbaik di Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai calon mahasiswa, memilih perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam menentukan masa depan akademis. Universitas Islam Swasta (UIS) menawarkan alternatif yang tak kalah kompetitif dibandingkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). UIS memberikan kualitas pendidikan yang tinggi, fasilitas memadai, serta lingkungan akademik yang mendukung pengembangan diri baik dalam aspek akademis maupun spiritual. Universitas Islam Swasta memiliki keunikan tersendiri dengan integrasi antara pendidikan umum dan nilai-nilai Islami. Meski statusnya swasta, standar yang diterapkan sejalan dengan ketentuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Hal ini menjadikan UIS sebagai pilihan yang layak bagi mereka yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan dasar keagamaan yang kuat. Berikut Daftar 10 Universitas Islam Swasta Terbaik di Indonesia : Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sebagai UIS terbaik di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berada di bawah naungan organisasi Islam Muhammadiyah. Kampus ini menawarkan berbagai program studi dari berbagai fakultas, seperti Teknik, Pertanian, Psikologi, Kedokteran, dan Program Pascasarjana. UMM dikenal dengan kualitas akademisnya serta lingkungan yang mendukung pengembangan karakter Islami. Universitas Islam Indonesia (UII) Universitas Islam Indonesia (UII) yang terletak di Yogyakarta, menduduki peringkat kedua dalam daftar ini. UII memiliki akreditasi A dan menawarkan delapan fakultas yang beragam, dari Hukum hingga Ekonomi. UII dikenal sebagai salah satu pionir dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia dengan fokus pada integritas akademik dan moral. Universitas Islam Malang (Unisma) Universitas Islam Malang, atau Unisma, menempati urutan ketiga. Berdiri sejak tahun 1981, Unisma lahir dari inisiatif para tokoh Islam yang berkomitmen terhadap pendidikan. Kampus ini menawarkan berbagai fakultas yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman, menjadikannya salah satu UIS paling dihormati di Indonesia. Universitas Muslim Indonesia Makassar

Read More

Bung Karno yang Memilih Proklamasi Tanggal 17 Agustus 1945

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bukan hanya peristiwa Pembebasan Makkah (Fath Makkah) yang terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya di kedelapan Hijriyah. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pun berlangsung pada bulan puasa. Momen yang amat bersejarah itu terjadi pada 17 Agustus 1945 M atau bertepatan dengan hari Jumat, pukul 10.00 WIB pada 9 Ramadhan 1364 H. Naskah teks proklamasi dituliskan oleh tangan Sukarno, dengan beberapa perbaikan kalimat atas usulan sejumlah tokoh lainnya, termasuk Ahmad Subardjo. Kemudian, hasil tulisan tangan itu diketik oleh Sayuti Melik. Setelah jadi, hasilnya ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta, keduanya atas nama bangsa Indonesia. Semua momen krusial ini dilakukan pada waktu jam makan sahur di bulan Ramadhan 1364 H. Mohammad Hatta menuturkan situasi malam itu di rumah Laksamada Tadashi Maeda, seorang Jepang yang bersimpati pada pergerakan nasionalisme Indonesia. Sang laksamana mempersilakan kediamannya dipakai oleh para tokoh Indonesia untuk mereka merumuskan teks Proklamasi RI. Beberapa jam sebelum Proklamasi Kemerdekaan, kondisi Bung Karno dan Bung Hatta sesungguhnya dalam keadaan lelah. Mereka baru tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, kedua bapak bangsa ini berada di Rengasdengklok, akibat diculik sejumlah pemuda yang memaksa mereka untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, yakni sebelum 17 Agustus 1945. Sebab, anak-anak muda ini- yang menurut Bung Karno dalam pengaruh Sutan Sjahrir, mengetahui bahwa Jepang telah menyerah terhadap Sekutu di Perang Dunia II. Para pemuda ini menganggap, jangan sampai Indonesia diserahkan lagi ke Belanda, sebagai salah satu negara Sekutu, dan akhirny kembali dijajah. Cerita bermula ketika Bung Karno- beserta anak dan istri dan juga Bung Hatta “diculik” ke Rengasdengklok oleh para pemuda revolusioner. Mereka berniat ingin menjauhkan Dwitunggal dari pengaruh Jepang. Jepang sudah kalah di PD II. Tidak ada gunanya lagi mengandalkan Nippon untuk mewujudkan Indonesia Merdeka. Demikian pemikiran mereka. Seperti diceritakan dalam buku autobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang disusun Cindy Adams, Sukarno lalu “diintimidasi” oleh para pemuda. Mereka mendesak sang bung besar, demikian sebutan dari mereka agar mengumumkan proklamasi RI sekarang juga: pada 16 Agustus 1945. Tentu saja, Bung Karno tidak bisa diintimidasi. Seorang pemuda, Wikana, sempat menyampaikan kata-kata yang menyinggung perasaan Bung Karno karena dirinya dianggap pengecut. Langsung saja suami Fatmawati itu naik pitam. “Mereka langsung diam, dan keheningan mencekam. Tak seorang pun tahu apa yang harus dilakukan. Tak ada yang bergerak. Mereka takut. Malu, Marah. Kecewa. Aku mengangkat kepala dan, dengan sengaja, aku menatap mereka. Aku menatap langsung ke wajah mereka sehingga mereka satu demi satu menjatuhkan pandangan mereka,” kata Sukarno menuturkan kejadian malam 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok itu, dalam buku autobiografi yang disusun Adams (hlm 253). “Aku duduk lagi. Butir-butir keringat menggantung di bibir atasku. Tak ada lagi yang menyebut Sukarno pengecut. Aku menangkap mata Farmawati di bagian lain dari kusen pintu. Mukanya kelihatan murung dan tegang. Ia menyaksikan semua kejadian itu dengan sungguh-sungguh,” sambung Bung Karno. Memecah keheningan, Sukarno lalu menyampaikan kepada mereka. Sewaktu para jenderal Nippon mengundang para tokoh bangsa Indonesia–termasuk dirinya ke Saigon pada 10 Agustus 1945. Ketika itulah, Bung Karno merenungi momen tepat untuk Proklamasi Indonesia Merdeka.

Read More

Refleksi Kemerdekaan RI, 6 Tokoh Lintas Agama Berkumpul

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI, para tokoh lintas agama dari 6 agama berkumpul untuk refleksi kemerdekaan, Kamis (15/8/2024) lalu. Acara ini dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. M. Cholil Nafis. Para tokoh agama mengungkapkan pentingnya bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas karunia-Nya terhadap bangsa Indonesia. “Kita bersyukur sebagai bangsa Indonesia telah diberikan tanah air yang subur, air yang mencukupi, dan tanaman-tanaman pangan serta ternak yang berlimpah di atas bumi pertiwi ini,” kata Kyai Cholil mengawali pernyataannya. Ditambahkan nya, seluruh rakyat bersyukur diberikan hidup di sebuah negeri bernama Indonesia yang diberi kedamaian, penuh kegotongroyongan, kebersamaan dan saling pengertian, di tengah kenyataan bangsa ini bangsa yang majemuk dan penuh dengan keragaman. Menurutnya, dengan bersyukur, Insya Allah nikmat yang dirasakan ini akan semakin bertambah. Sebaliknya, kalau tidak mau bersyukur, dengan terus bertengkar, mempersoalkan hal-hal yang tidak prinsip, serta membesar-besarka perbedaan sebagai suatu masalah, maka akan terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak menyenangkan, tidak damai. Kiai Cholil mengajak mengedepankan persatuan dan kesatuan sebagai implementasi rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Read More

Trump Desak Netanyahu untuk Akhiri Perang Gaza

Washington — 1miliarsantri.net : Dalam pertemuan terakhir mereka di Juli, Donald Trump mengaku telah mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera mengakhiri perang di Gaza. Mantan presiden AS ini menyatakan, “Netanyahu tahu apa yang dia lakukan. Saya mendorongnya untuk menyelesaikan ini dengan cepat. Harus segera berakhir, tapi raih kemenangan Anda dan selesaikan. Pembunuhan harus dihentikan.” Trump merujuk pada pertemuan mereka di kediaman Mar-a-Lago pada akhir Juli lalu, saat Netanyahu berkunjung ke AS. Dalam kunjungan itu, Netanyahu juga bertemu dengan Presiden Joe Biden dan calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris. Kantor Netanyahu dan Trump sama-sama membantah laporan Axios yang menyebut mereka berbicara tentang gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera pada hari sebelumnya. “Berbeda dengan laporan media, PM Benjamin Netanyahu tidak berbicara dengan mantan Presiden Donald Trump kemarin,” ujar pernyataan dari kantor Netanyahu. Trump menambahkan, “Saya mungkin akan berbicara dengannya, tapi belum sejak saat itu.” Sebelumnya, Biden telah mengusulkan rencana gencatan senjata tiga tahap pada 31 Mei. Washington dan mediator regional telah berupaya mengatur kesepakatan gencatan senjata Gaza dengan pembebasan sandera, namun terus menghadapi berbagai hambatan. Laporan Axios mengutip dua sumber AS. Satu sumber menyebut panggilan Trump bertujuan mendorong Netanyahu menerima kesepakatan, tapi menekankan dia tidak tahu apakah ini yang benar-benar disampaikan mantan presiden tersebut.

Read More

Muhammadiyah Dorong Agrobisnis dan Kewirausahaan Santri

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah mengadakan workshop tiga hari di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Acara ini berfokus pada penyusunan panduan Pesantren Agrobisnis dan Entrepreneur, serta modul Risalah Islam Berkemajuan. Workshop juga bertujuan memperkuat program pengembangan ekonomi dan pendidikan di pesantren Muhammadiyah. Dalam pembukaan acara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, M. Djohar, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, diadakan nya workshop ini bertujuan untuk mengembangkan model pesantren Muhammadiyah yang berkemajuan serta memperkuat ekonomi pesantren melalui panduan agrobisnis dan kewirausahaan. “Kegiatan ini adalah sebuah inovasi baru, terutama di tengah berkembangnya pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Semoga workshop ini dapat menjadi arah baru menuju pesantren yang mandiri dan berkemajuan,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima 1miliarsantri.net, Senin (19/8/2024). Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah, Masykuri, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak UMP atas dukungannya. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari MoU yang telah disepakati dengan UMP, yang mencakup dua aspek: Pengembangan SDM Pesantren dan Pengembangan Pesantren Modern. “Workshop ini adalah bagian dari upaya pengembangan pesantren modern, dengan harapan agar panduan yang disusun dapat memperkuat kemandirian ekonomi pesantren Muhammadiyah,” tuturnya. Wakil Rektor III UMP, Ikhsan Mujahid, yang mewakili Rektor UMP, menyatakan kebanggaannya atas kerjasama yang terjalin. Ia juga berharap agar program pengembangan SDM di pesantren Muhammadiyah dapat segera dilaksanakan, termasuk program Training of Trainers (ToT) untuk ustadz-ustadzah dan calon mudir pesantren.

Read More