Sosok Pencipta Sholawat Badar

Surabaya — 1miliarsantri.net : KH M Ali Manshur menerima tanda jasa dan kehormatan dari pemerintah. Pencipta Shalawat Badar ini menerima penghargaan bersama 60 tokoh lain dalam rangka HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Siapa sebenarnya KH M Ali Manshur? Kiai ini dilahirkan pada 23 Maret 1921. Nasabnya masih menyambung ke Kiai Shidiq Jember. Kalau dari jalur ibu asli orang Tuban. Menurut putra kedua Kiai Ali, Kiai Syakir Ali, abahnya terkenal haus ilmu. Dia belajar dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri hingga Pesantren Tebuireng Jombang. Kiai Syakir mengisahkan, waktu kecil Kiai Ali belajar di Tuban. Setelah itu Kiai Ali ingin belajar ke Termas namun ia hanya punya modal sepeda onthel dan nasi jagung. Akhirnya dari Tuban ke Tremas, ia naik onthel dan bekal nasi jagung. Selama di pesantren Kiai Ali menerima jasa ojek ke pasar dan hasilnya untuk membeli kitab. “Kiai Ali suka ilmu Arrudh (Ilmu Sya’ir), dan belajar ilmu ini di Lirboyo. Ia sering diajak diskusi pengasuh masalah Arrudh. Menurut Gus Dur, Kiai Ali juga pernah belajar di Tebuireng,” ujarnya. Seusai nyantri, Kiai Ali kembali ke Tuban dan aktif berorganisasi di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Ia juga aktif sebagai seorang pegawai di bawah Kementerian Agama. Tepatnya, menjadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan hingga promosi menjadi Kepala Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat kabupaten. Pada tahun 1955, Kiai Ali terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Partai NU Cabang Bali. Pada 1962, ia memutuskan pindah ke Banyuwangi dan dipercaya menjadi Ketua Cabang NU Banyuwangi.Selama di Banyuwangi inilah, Kiai Ali melahirkan karya fenomenal Shalawat Badar . Ada kisah yang sangat menyita perhatian sesaat sebelum Kiai Ali menulis Shalawat Badar. Kiai Ali bermimpi didatangi orang berjubah putih yang diduga para ahli perang badar. Dalam keputusan Muktamar ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta, Shalawat Badar dikukuhkan menjadi Mars Nahdlatul Ulama (NU). Keputusan ini ditegaskan kembali oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat ketua PBNU pada Muktamar ke-30 di Lirboyo Kediri. Pada Harlah ke-91 NU, Kiai Ali juga dianugerahi tanda jasa Bintang Kebudayaan atas karyanya ini. Diketahui, Shalawat Badar dikarang sekitar tahun 1960-an. Salawat Badar sudah menjadi syair wajib bagi nahdliyin. Hampir setiap kegiatan NU, shalawat ini dilantunkan. Bahkan sudah merambah ke genre musik pop yang dipopulerkan oleh beberapa grup band dan penyanyi religi. Tak hanya di Indonesia, Shalawat Badar juga dikenal di berbagai belahan negara Islam di dunia. “Awalnya banyak yang tidak tahu siapa penulis Shalawat Badar sebelum Gus Dur menyebutkan Kiai Ali sebagai pengarangnya. Saat itu Gus Dur takut Shalawat Badar diakui orang luar. Gus Dur minta saya bawakan data penguat bila Kiai Ali memang penulis Shalawat Badar ke Jakarta,” papar Kiai Syakir.

Read More

Waspada dan Kenali Gejala Hepatitis Kepada Anak

Surabaya — 1miliarsantri.net : Hepatitis merupakan kondisi peradangan pada hati yang bisa timbul dari berbagai faktor, seperti infeksi virus, bakteri, protozoa, maupun non-infeksi. Di kalangan anak-anak, hepatitis biasanya tidak terlalu berbahaya dan seringkali gejalanya ringan atau bahkan tidak nampak. Menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. dr. Bagus Setyoboedi, Sp.A(K), perhatian terhadap kesehatan organ hati sangatlah penting. Hati merupakan organ yang berperan dalam berbagai fungsi krusial tubuh. “Sel hati adalah sel yang punya tanggung jawab penuh dalam mendukung fungsi hati. Kalau hati terganggu, maka fungsi hati juga akan mengalami gangguan,” jelasnya. Bagus menekankan pentingnya mewaspadai hepatitis B pada anak, yang dapat menular dari ibu ke bayi dan berpotensi menjadi kronis. Jika hepatitis B menjadi kronis, hal ini dapat berkembang menjadi sirosis hati atau bahkan mutasi yang lebih berbahaya. Beberapa gejala klinis yang dapat dikenali pada anak-anak dengan hepatitis meliputi warna kuning pada sklera (bagian putih mata), mual, perut kembung, anoreksia, dan nyeri perut. Gejala lain yang juga sering muncul adalah perubahan warna urine menjadi pekat seperti teh. Meskipun hepatitis pada anak sering kali tidak memerlukan pengobatan khusus. Dokter Bagus menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat serta pemenuhan asupan nutrisi dan multivitamin untuk menjaga kesehatan anak. Hal ini penting untuk menghindari komplikasi serius yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Read More

AS Optimis Perundingan Damai Gaza Berlanjut

Gaza — 1miliarsantri.net : Departemen Luar Negeri AS menyatakan pada Senin lalu bahwa mereka berharap perundingan damai Gaza akan terus berlangsung sesuai rencana. Meski Hamas sempat meragukan keikutsertaannya dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis, AS tetap optimis bahwa kesepakatan gencatan senjata masih mungkin tercapai. Sebelumnya, kelompok militan Palestina Hamas meminta para mediator untuk mengajukan rencana berdasarkan pembicaraan sebelumnya, alih-alih terlibat dalam negosiasi baru untuk kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Pekan lalu, para pemimpin AS, Mesir, dan Qatar mendesak Israel dan Hamas untuk bertemu dalam perundingan pada 15 Agustus di Kairo atau Doha. Tujuannya adalah untuk menuntaskan kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera. Juru bicara wakil Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, dalam jumpa pers rutin menegaskan bahwa AS yakin pembicaraan akan terus berlanjut. Mereka akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, dan kesepakatan masih mungkin dicapai. “Kami sangat berharap pembicaraan akan terus berlanjut, sebagaimana mestinya. Semua negosiator harus kembali ke meja perundingan dan menyelesaikan kesepakatan ini,” tutur Patel. Patel enggan berkomentar apakah perundingan akan tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Hamas atau apakah Washington sedang bekerja sama dengan mitra regional untuk memastikan partisipasi mereka.

Read More

Para Tokoh Wanita Mengkritik Keras PP 28 Tahun 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terus menuai kritik dan kecaman. Pasalnya, peraturann pemerintah ini mengatur penyediaan alat krontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja. Setelah kalangan dewan di DPR RI, kini para Ustadzah pun mengecam hal serupa. Hj. Imas Masruroh, Mubalighah Aswaja dari Cirebon menyatakan, menolak tegas PP 28/2024 karena berpotensi merusak besar merusak generasi muda kita. “Pemerintah harus segera merevisi PP tersebut. Jangan sampai generasi muda kita menjadi ‘korban’ dari terbitnya PP 28/2024 itu,” urainya kepada 1miliarsantri.net, Rabu (14/8/2024). Mubalighah Aswaja dari Palembang bahkan secara tegas menolak PP 28/2024 karena menjadi legalitas seks bebas dan aborsi. Begitu juga Hj. Padliyati Siregar dari Sumatera Selatan, juga tak kalah tegas meminta kepada pemerintah untuk mecabut PP tsb. Sementara pengasuh ponpes Darus Syifa’ dari Lombok Nusa Tenggara Barat Ustadzah Hj Nikmah juga menolak PP 28/2024. Ia sangat khawatir remaja akan terdorong melakukan seks bebas dengan adanya fasilitas alat kontrasepsi yang dengan mudah bisa diakses padahal seharusnya alat kontrasepsi tersebut hanya untuk pasutri. Ustadzah Fatimatuz Zuhro pimpinan daerah Wanita Islam Lombok Timur juga menolak dan menentang PP 28/2024 karena akan memfasilitasi seks bebas dengan penyediaan alat kontrasepsi. Remaja yang saat ini sudah bergaul bebas, ucap dia, akan makin bebas dan rusak dengan PP tersebut. “Jika remaja kita saat ini rusak bagaimana nasib Bangka kita ke depan. Karena itu meminta pemerintah mencabut PP tersebut. Jika tidak dicabut, maka tinggal tunggu adzab Allah di dunia dengan menyebarnya HIV/Aids dan kerusakan. Lainnya serta adzab akhirat jauh lebih pedih lagi,” tukasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal mengkritik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Read More

Keistimewaan Nabi Idris AS

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah manusia pertama, Nabi Adam AS, lelaki yang diangkat oleh Allah SWT menjadi nabi ialah Idris ‘alaihi salam. Beliau konon hidup sekitar tahun 4.533 sampai dengan 4.188 sebelum Masehi. Usianya diperkirakan sekitar 345 tahun, ada pula yang menyebutkan usianya 308 tahun. Hal ini juga disebutkan oleh Ibn Katsir dalam Qishash al-Anbiya’ yang mengutip keterangan dari Ibnu Ishaq. Sebagai penunjang dakwah kenabian tersebut, Nabi Idris dibekali dengan sejumlah keistimewaan. Pertama, ia adalah manusia pertama yang pandai baca tulis dengan pena. Kepada Idris-lah Allah memberikan 30 lembaran-lembaran ajaran Tuhan, berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya. Kedua, Nabi Idris diberi bermacam-macam pengetahuan, antara lain, merancak (merawat) kuda, ilmu perbintangan (falak), sampai ilmu berhitung alias matematika. Ketiga, nama Nabi Idris sendiri berasal dari kata Darasa yang artinya belajar. Idris memang sangat rajin mengkaji ajaran Allah, yang diturunkan kepada Adam dan Nabi Syits. Bahkan, ajaran yang langsung kepada dirinya. Nabi Idris juga sangat tekun mengkaji fenomena alam semesta, yang semua merupakan ayat dan pertanda dari Tuhannya. Keempat, Nabi Idris ialah orang yang pertama pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang secara sederhana dan apa adanya untuk dijadikan penutup aurat. Idris yang haus akan ilmu pengetahuan sehari-hari memang disibukkan oleh berbagai persoalan. Namun, ia tetap selalu ingat kepada Tuhan. Dengan berbekal pengetahuan yang mencapai kelengkapan, kekuatan dan kehebatan yang mumpuni, Idris menjadi gagah berani tak takut mati, tak gentar kepada siapa saja, terutama dalam menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima, yang saat itu penuh dengan kesesatan.

Read More

Rasulullah SAW Berpesan tentang Apa yang Terjadi di Palestina Menjelang Kiamat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW telah memberi pesan soal apa yang akan terjadi di Palestina menjelang hari kiamat. Hal itu didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Hawalah Al Uzdi RA. Berikut ini bunyi haditsnya: نزلَ عليَّ عبدُ اللَّهِ بنُ حوالةَ الأزديُّ فقالَ لي: بعثَنا رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ لنغنمَ على أقدامنا فرجعنا، فلم نغنم شيئًا وعرفَ الجَهْدَ في وجوهنا فقامَ فينا فقالَ: اللَّهمَّ لا تَكِلْهُم إليَّ، فأضعفَ عنهم، ولا تَكِلْهُم إلى أنفسِهِم فيعجزوا عنها، ولا تَكِلْهُم إلى النَّاسِ فيستأثروا عليهم ثمَّ وضعَ يدَهُ على رأسي، أو قالَ: على هامَتي، ثمَّ قالَ: يا ابنَ حوالةَ، إذا رأيتَ الخلافةَ قد نزَلَت أرضَ المقدَّسةِ فقَد دنَتِ الزَّلازِلُ والبَلابلُ والأمُورُ العِظامُ، والسَّاعةُ يومَئذٍ أقرَبُ منَ النَّاسِ من يدي هذِهِ من رأسِكَ Abdullah bin Hawalah datang lalu berkata, “Rasulullah SAW mengutus kami untuk mendapatkan rampasan perang dengan berjalan kaki. Kemudian kami tidak mendapatkan sesuatu, dan beliau mengetahui kondisi berat pada wajah kami. Kemudian beliau berdiri dan berdoa: Allaahumma laa takilhum ilayya fa-adh’ufa ‘anhum, wa laa takilhum ilaa anfusihim faya’jizuu anhaa, wa laa takilhum ilan naasi fayasta`ruu ‘alaihim Terjemahan: Ya Allah, janganlah engkau serahkan mereka kepadaku sehingga aku lemah (tidak kuat) menanggung mereka, dan janganlah Engkau serahkan diri mereka kepada mereka sehingga mereka tidak mampu menanggung diri mereka. Dan janganlah Engkau serahkan mereka kepada orang-orang sehingga mereka mementingkan diri mereka atas diri mereka. Kemudian Rasulullah SAW meletakkan tanganku (tangan Abdullah bin Hawalah) di atas kepalaku. Lalu beliau bersabda, “Wahai putra Hawalah, apabila engkau melihat kekhalifahan telah turun di Tanah yang Suci (Palestina), maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar. Pada saat itu hari kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini ke kepalamu” (HR Abu Daud).

Read More

Ali Ibnu Ridwan Seorang Astronom Muslim Legendaris Saksi Supernova 1006

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kairo, 17 Sya’ban 396 H/ 30 April 1006. Seorang remaja terkagum-kagum saat menatap langit malam di tanah kelahirannya. Pria yang saat itu berusia 18 tahun tersebut dicatat sebagai salah seorang saksi sejarah peristiwa astronomi yang amat dahsyat di awal abad XI: Supernova. Sebuah peristiwa meledaknya suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi sangat besar. Cahaya ledakan bintang itu dapat disaksikan penduduk bumi yang terbentang dari daratan Eropa hingga ke Cina. Bintang yang mengalami supernova memang akan tampak sangat cemerlang — mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut saat masih aktif. Supernova menandai berakhirnya riwayat sebuah bintang di galaksi. Fenomena Supernova yang terjadi 10 abad silam itu hingga kini masih bisa dilihat para astronom – berupa awan yang mengembang dari letusan bintang. Pengalaman melihat cahaya ledakan bintang di galaksi itu begitu membekas dalam diri remaja asal Kairo itu. Saat fenomena astronomi yang langka itu terjadi, sebenarnya Ibnu Ridhwan baru saja kuliah di sekolah kedokteran. Meski begitu, ia sudah memiliki hasrat untuk mempelajari astrologi. Pada masa itu, Mesir baru saja ditaklukan oleh Dinasti Fatimiyah. Dinasti yang saat itu dipimpin Khalifah Al-Hakim berpusat di kota Kairo. Sejak menyaksikan fenomena yang luar biasa itulah, remaja bernama Ali Ibnu Ridwan itu mencurahkan hidupnya untuk mempelajari astronomi dan astrologi. Berkat ketekunan dan dedikasinya yang sangat tinggi, Ibnu Ridhwan kemudian menjelma menjadi seorang astronom besar dan kesohor di abad XI. Salah satu mahakarya yang dihasilkannya adalah merekam peristiwa-peristiwa astronomi penting selama hidupnya. Para astronom dan sejarawan di zaman modern mendapatkan informasi tentang Supernova 1006 dari buku yang ditulisnya. Sejatinya, astronom dan astrolog yang sangat berpengaruh itu bernama lengkap Abu’l Hasan Ali Ibnu Ridhwan Al-Misri (998 – 1067). Para penulis di Barat menyebutnya dengan panggilan Haly atau Haly Abenrudian. Selain berprofesi astronom dan astrolog, Ibnu Ridhwan juga dikenal sebagai seorang dokter dan kritikus kedokteran Yunani terutama Galen. Kritiknya atas karya-karya Galen – seorang tabib dari Yunani kuno – ditulis dalam buku berjudul Ars Parva. Buah karyanya itu kemudian diterjemahkan oleh Gherard of Cremona ke dalam bahasa Latin. Observasi yang dilakukannya terkait fenomena Supernova 1006 dituliskannya dalam Ptolemy’s Tetrabiblos. Dalam buku yang dituliskannya itu, Ibnu Ridhwan menyatakan bahwa cahaya yang ditimbulkan oleh fenomena Supernova 1006 itu tiga kali lebih besar dari Planet Venus. Karyanya begitu berpengaruh di peradaban Barat hingga abad ke-16 M. Karyanya yang lain diterjemahkan ke dalam bahasa Latin De revolutionibus nativitatum (The Revolutions of Nativities) oleh Luca Gaurico dan dicetak di Venicia tahun 1524.

Read More

Pemerintah Arab Saudi Kecam Serangan Mematikan Israel di Sekolah Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam serangan Israel yang mematikan di kompleks sekolah Gaza yang menampung keluarga pengungsi. Kerajaan mengecam dengan keras tindakan pasukan pendudukan Israel yang menargetkan sekolah yang menampung pengungsi di Gaza. Hal tersebut diungkapkan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab, dimana serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 100 orang. Kementerian luar negeri Arab Saudi juga menekankan pentingnya mengakhiri “pembantaian massal” di Jalur Gaza yang sedang mengalami “bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang terus dilakukan oleh pendudukan Israel.” Pernyataan tersebut juga mengecam “kegagalan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran-pelanggaran ini.” Israel mengatakan kelompok militan Palestina berbaur di antara warga sipil Gaza, beroperasi dari dalam sekolah, rumah sakit, dan zona kemanusiaan yang ditunjuk – yang dibantah oleh Hamas dan sekutunya. Hamas mengatakan serangan tersebut adalah kejahatan mengerikan dan eskalasi serius. Izzat El-Reshiq, anggota kantor politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa di antara korban tewas tidak ada “satu pun kombatan.”

Read More

Ada Apa di Museum MACAN

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam rangka ikut memeriahkan dan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada 17 Agustus 2024, Museum MACAN Jakarta menghadirkan serangkaian program menarik. Menambah jam operasional, pihak museum menghadirkan “MACAN After Hours”, di mana museum dan area pamer akan dibuka hingga pukul 21:00. Pengunjung bisa mengikuti beragam program dan aktivitas menyenangkan seperti tur publik, permainan masa kecil, #MenaridiMACAN, atau self-photo studio. Terdapat pula promo harga tiket khusus pada 17-18 Agustus 2024, dengan jam operasional 10:00-21:00 (17 Agustus 2024) dan 10:00-18:00 (18 Agustus 2024). Pengunjung bisa mendapat harga tiket masuk spesial Rp 45 ribu dengan mengenakan baju merah dan/atau putih. Promo hanya berlaku untuk pembelian tiket di loket lantai dua Museum MACAN. Saat ini hingga Oktober 2024, di Museum MACAN berlangsung pameran survei tunggal perdana dari perupa Australia Patricia Piccinini yang berjudul “CARE”. Pada 17 Agustus, pengunjung Museum MACAN bisa mengikuti tur publik pameran seni “Patricia Piccinini: CARE”. Terdapat dua sesi tur yang dapat diikuti oleh pengunjung dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Sesi pertama pada 14:00-15:00 dan sesi kedua pada 19:00-20:00. Pameran seni “Patricia Piccinini: CARE” akan didampingi oleh tim kuratorial Museum MACAN. Tidak cuma pameran seni, ada beragam kegiatan seru yang bisa diikuti pengunjung pada 17 Agustus 2024. Berikut beberapa di antaranya: Merdeka! Special Mini Games berupa permainan jenga, suit, dan trivia quiz yang dapat diikuti oleh semua pengunjung secara gratis. Permainan yang berlangsung mulai pukul 14:00 ini berbentuk kompetisi berhadiah.

Read More

MUI : Melarang Anggota Paskibra Pakai Jilbab Lecehkan Konstitusi dan Agama Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bila benar pihak pemerintah melarang anggota Paskibra dalam kesempatan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN) memakai jilbab, maka berarti pemerintah telah melakukan tindak kekekerasan terhadap rakyatnya sendiri. Tindakan tersebut tentu jelas sangat kita sesalkan karena selain tidak menghormati HAM juga telah melecehkan konstitusi RI itu. Alasan konstitusi sudah dilecehkan sebab dalam pasal 29 ayat 1 dan 2 sudah jelas-jelas dikatakan bahwa (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Bagi perempuan Muslim atau Muslimah, memakai jilbab itu adalah ibadah. Karena itu, kalau ada orang yang melarang kaum perempuan yang beragama Islam memakai jilbab di negeri ini, maka hal demikian berarti yang bersangkutan sudah tidak menghormati konstitusi. Selain itu, pihak yang melarang perempuan Muslim di Indonesia memakai jilbab telah melecehkan ajaran agama Islam. Tentu saja hal tersebut tidak bisa diterima. Sebab, pihak yang melarang juga akan bisa memancing dan menimbulkan keresahan serta kegaduhan di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan umat Islam. (wink)

Read More