Tewas nya Haniyeh Memicu Kemarahan Ayatollah Ali Khamenei

Teheran — 1miliarsantri.net : Terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam sebuah ledakan di kediamannya di Teheran, Iran pada Rabu (31/7/2024) lalu, sepertinya sangat membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei marah hingga ia menyiapkan suatu serangan balasan serius kepada Israel. Meski hingga kini pihak Israel belum secara langsung mengaku bertanggung jawab atas kematian Haniyeh, Khamenei telah mengeluarkan pernyataan menyasar rezim zionis di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu. Jika merujuk pada pernyataan terakhir Khamenei saat merespons kematian Haniyeh, ia tidak menggunakan diksi “hukuman” seperti sebelumnya kala Iran melancarkan serangan drone pada April lalu sebagai balasan atas dibomnya kantor konsulat Iran di Suriah. Kini, Khamanei menggunakan frasa yang lebih tegas, yakni jika diartikan maknanya sebagai “darah dibalas darah”. Pernyataan Khamenei keluar beberapa jam setelah Haniyeh terbunuh pada Rabu (31/7/2024) dini hari waktu Teheran. Khamenei memberikan instruksi kepada tiga pejabat dan dua anggota IRGC untuk menyerang Israel dalam rapat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Khamenei, yang memiliki kewenangan tertinggi termasuk dalam mendeklarasikan perang dan sekaligus komandan angkatan bersenjata Iran, telah menginstruksikan para komandan IRGC untuk menyiapkan rencana baik untuk melancarkan serangan dan bertahan jika peperangan nantinya meluas. Dalam pernyataan kepada publik setelah kematian Haniyeh, Khamenei memberikan isyarat bahwa Iran akan melancarkan serangan secara langsung, sambil mengatakan, “Kita melihat pembalasan atas darahnya (Haniyeh) adalah kewajiban,” karena pembunuhan terjadi di wilayah Republik Islam Iran. Khamenei menyanjung Haniyeh sebagai “seorang pemimpin yang berani dan pejuang Palestina yang khas,” sambil menambahkan, bahwa front pejuang saat ini tengah berduka. Haniyeh bersama pemimpin Jihad Islam Ziad Nakhaleh sempat bertemu langsung dengan Khamenei saat menyaksikan pengucapan sumpah Pezeshkian sebagai Presiden Iran pada Selasa (30/7/2024). Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeed Iravani menegaskan, pada Rabu (31/7/2024) juga menegaskan, bahwa negaranya akan membalas pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran. “Republik Islam Iran memiliki hak yang melekat untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional untuk menanggapi tindakan teroris dan kriminal ini secara tegas ketika dianggap perlu dan tepat,” kata Iravani kepada Dewan Keamanan PBB. Iravani menyebut kematian Haniyeh “hasil dari tindakan terorisme agresif oleh rezim pendudukan Zionis Israel”. Dia menggambarkan serangan itu sebagai kelanjutan dari kegiatan teroris dan sabotase yang dilancarkan Israel di kawasan. Iravani juga menegaskan kembali “komitmen Iran untuk menegakkan hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Perdamaian di kawasan itu hanya dapat dicapai dengan menghormati prinsip-prinsip tersebut, katanya. Dia menuduh Israel mengambil sikap agresif terhadap semua negara di kawasan itu. Iravani menyebut “para pemimpin rezim (Israel) yang kasar dan suka berperang” tidak menghormati prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Amerika Serikat, menurutnya, juga memikul tanggung jawab karena merupakan “sekutu strategis dan pendukung utama rezim Israel.” Dia mendesak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi kejahatan keji tersebut. “Selama hampir 10 bulan, negara-negara tertentu, khususnya AS, telah melindungi Israel dari tanggung jawab apa pun atas pembantaian di Gaza dan kegiatan jahat di kawasan itu,” ujarnya. Iravani menuduh negara-negara tersebut tidak hanya menghalangi hak Palestina untuk membela diri secara sah tetapi juga berusaha melegitimasi pembantaian dan genosida Israel terhadap rakyat Palestina, yang mengarah pada salah tafsir konsep pembelaan diri. Iravani mendesak Dewan Keamanan untuk segera mengambil tindakan guna meminta pertanggungjawaban Israel atas serangan tersebut, termasuk sanksi dan tindakan lain guna mencegah rezim Zionis itu terus melancarkan serangan berbahaya. Feda Abdelhady, wakil duta besar Palestina untuk PBB, mengatakan warga sipil Palestina dilanda ketakutan, penderitaan, dan kerugian yang meningkat setiap hari akibat kekuatan pendudukan Israel. Abdelhady menekankan, bahwa para pemimpin Palestina mengutuk keras pembunuhan Haniyeh dan bahwa keadaan berkabung telah dideklarasikan di Palestina. Iravani mengatakan bahwa Israel lebih menyukai “kekerasan dan teror” daripada penghormatan pada hukum internasional, diplomasi dan kehidupan manusia. Utusan Palestina tersebut mengatakan tidak ada anak, perempuan, pria, atau bayi yang bisa lolos dari penargetan oleh tentara pendudukan Israel dan milisi pemukim Israel. Dia mengingatkan bahwa para pejabat Israel merasa yakin tidak akan dihukum atas kejahatan-kejahatan yang mereka perbuat. Abdelhady mendesak masyarakat internasional untuk menghadapi kenyataan tersebut dan mengakhiri kejahatan serta serangan ini. “Israel tidak memiliki hak untuk mengeklaim pembenaran atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan ini,” tegasnya. Pada Kamis (1/8/2024), pemimpin kelompok Houthi Yaman, Sayyed Abdul Malik al-Houthi mengatakan, pembunuhan Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel telah meningkatkan pertempuran ke lingkup yang lebih luas yang konsekuensinya akan berat bagi Tel Aviv. “Kejahatan menargetkan Haniyeh akan menjadi motivasi yang lebih besar untuk menghukum musuh kriminal,” kata al-Houthi dalam pernyataan yang dipublikasikan saluran TV Al-Masirah. Pada 20 Juli, Israel melancarkan serangan udara terhadap tangki bahan bakar dan pembangkit listrik di pelabuhan Al Hudaydah di Yaman barat sebagai tanggapan atas tewasnya seorang warga Israel dalam serangan pesawat nirawak Houthi di Tel Aviv pada 19 Juli. Lalu, pada Rabu pagi, kelompok perlawanan Palestina Hamas mengumumkan pembunuhan Haniyeh dalam “serangan udara Zionis yang berbahaya” di kediamannya di ibu kota Iran, Teheran, setelah ia menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian. “Kami tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun, dengan izin Allah dan bekerja sama dengan saudara-saudara kami di Poros Perlawanan dalam membalaskan dendam para martir dan semua martir serta ketidakadilan yang diderita rakyat Palestina,” ucap al-Houthi. Israel yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas. Setidaknya 39.445 warga Palestina telah tewas sejak saat itu, sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 91.000 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. (hip) Baca juga :

Read More

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua PWNU Jatim

Surabaya — 1miliarsantri.net : KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim masa khidmat 2024-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jatim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/8/2024) lalu. Gus Kikin terpilih sebagai Ketua PWNU Jatim bersamaan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-125 Pesantren Tebuireng pada Sabtu (3/8/2024). Pesantren Tebuireng berdiri pada 3 Agustus 1899. Harlah ke-125 Pesantren Tebuireng ini mengusung tema 125 Tahun Pesantren Tebuireng Merawat Islam Ahlussunnah wa Al-Jamaah yang Rahmatan lil ‘Alamin. Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini ditetapkan pada Sidang Pleno V Konferwil NU Jatim dipimpin H Amin Said Husni selaku Wakil Ketua Umum PBNU. Ia didampingi oleh Gus Aizuddin Abdurrahman selaku Ketua PBNU. “Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz ditetapkan sebagai Ketua PWNU Jatim masa khidmat 2024-2029,” urai H Amin Said Husni. (har) Baca juga :

Read More

MUI : Haram Hukum nya Memakai Dana Bipih

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia VIII Nomor 09/Ijtima’Ulama/VIII/2024 menyampaikan keputusannya mengharamkan penggunaan hasil investasi setoran awal biaya haji (Bipih) untuk membiayai penyelenggaraan haji jamaah lain. Merespons hal itu, anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan, Amri Yusuf menegaskan BPKH selama ini telah melaksanakan pengelolaan keuangan haji berdasarkan akad wakalah sebagai landasan syariah dari jamaah yang memercayakan pengelolaan keuangan hajinya kepada BPKH. “BPKH akan tetap patuh terhadap peraturan perundangan yang menyatakan dana haji dikelola dengan prinsip syariah sesuai Pasal 2 UU No. 34 Tahun 2014,” terang Amri di Jakarta, Selasa (7/8/2024). Pihaknya mengajak semua pihak untuk mempelajari fatwa MUI tersebut dengan teliti agar memperoleh pemahaman yang menyeluruh untuk mencegah terjadinya multitafsir. Implementasi Fatwa MUI tersebut akan dibahas bersama pemerintah dan DPR, untuk merumuskan skema Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang selaras dengan Fatwa MUI, sambil tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta tidak memberatkan jamaah yang akan berangkat pada tahun 2025 dan selanjutnya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2018, Pasal 37 Ayat 5, pembagian proporsi penggunaan nilai manfaat atau hasil investasi setoran awal harus mendapatkan persetujuan DPR. “BPKH tengah merancang skema untuk mengurangi proporsi subsidi nilai manfaat dalam BPIH secara gradual, dan memberikan prosentase nilai manfaat yang lebih besar kepada jemaah tunggu agar tercapai skema self financing,” lanjut Amri Yusuf. Sebelumnya, MUI menerbirkan fatwa haram terkait dana investasi haji. MUI mengharamkan hasil investasi setoran awal Bipih calon jamaah haji untuk membiayai penyelenggaraan haji jamaah lain. Hal ini termaktub dalam Fatwa MUI nomor 09/Ijatima Ulama/VIII/2024 tentang Hukum Memanfaatkan Hasil Investasi Setoran Awal Bipih Calon Jamaah Haji untuk Membiayai Penyelenggaraan Haji Jamaah Lain. “Hukum memanfaatkan hasil investasi setoran awal BIPIH calon jamaah haji untuk membiayai penyelenggaraan haji jemaah lain adalah haram,” dikutip dari buku ‘Konsensus Ulama Fatwa’ yang diterbitkan MUI. (wink) Baca juga :

Read More

Pemkab Bekasi Adakan Lomba Kampung Bersih

Bekasi — 1miliarsantri.net : Masyarakat Bekasi menyambut baik adanya kegiatan perlombaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Salah satu lomba itu adalah penataan dan kebersihan kampung di lingkungan warga. Kegiatan yang bertema: “Kampung Bersih Kampung Berani” ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-74 dan Hari Kemerdekaan RI ke-79, tahun 2024. Salah satu wilayah perumahan yang menyambut kegiatan ini dengan antusias adalah Perumahan Tridaya Indah I, Desa Tridaya Sakti, Tambun Selatan. Di Wilayah RT.05 / RW.09, Perumahan tersebut, warga bergotong-royong membersihkan, merapikan dan menghias lingkungan RT dengan berbagai atribut indah berwarna-warni. Juga tidak ketinggalan pemasangan bendera merah-putih di setiap rumah. Terlihat kondisi lingkungan memang tertata baik dan cukup bersih. Tempat sampah difungsikan sedemikian rupa sehingga memudahkan warga untuk membuang sampah. Ketua RT. 05 / RW.09, H. Supatrem, SE mengatakan, bahwa kegiatan kerja bakti untuk pembersihan lingkungan sebenarnya sudah rutin dilakukan oleh warga, baik laki-laki maupun perempuan. “Event perlombaan kebersihan ini, tentu lebih memacu semangat untuk menata lingkungan supaya lebih sehat, indah, dan nyaman ditempati” terang H. Supatrem, SE. PJ. Bupati Bekasi, DR. H. Dani Ramdan, MT, telah mengumumkan kegiatan perlombaan ini dengan cara menyebar spanduk ke seluruh desa di wilayah Kabupaten Bekasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi makin berani. (zid) Baca juga :

Read More

Penyebab Perang Armagedon dan Jalannya Perang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perang Armagedon, atau Perang Akhir Zaman, merupakan peristiwa besar yang disebutkan dalam berbagai tradisi agama, termasuk dalam Islam. Dalam konteks Islam, perang ini sering dikaitkan dengan akhir zaman dan tanda-tanda kiamat. Konflik Israel dengan beberapa negara semakin mengarah kepada perang akhir zaman ini. Karena, Perang Armageddon menyeret semua negara ke dalam dua poros, yaitu poros kaum kafir yang dipimpin oleh Dajjal dan poros kaum Muslimin yang dipimpin oleh Al Mahdi bersama Isa Al Masih. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi, hingga dua kelompok berperang. Pembunuhan besar-besaran akan berlangsung dan mereka berperang dengan tuntutan yang sama.” (HR Bukhari dan Muslim) Beberapa tahun terakhir ini Israel mulai banyak bermusuhan dengan berbagai negara di dunia. Baru-baru ini hubungan Israel dan Lebanon memanas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun berupaya mencegah perang keduanya pasca serangan ke Majdal Shams, kota di Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel pada Sabtu (27/7/2024). Tidak hanya bersitegang dengan Lebanon, hubungan Israel dengan Turki juga kembali memanas menyusul rencana Presiden Recep Tayyip Erdogan “menginvasi” negara Zionis itu demi membela Palestina di Jalur Gaza. Armageddon sendiri merupakan sebuah nama gunung di Palestina/Israel. Arti Armageddon berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti ‘gunung’, dan Mageddon (Magiddo) adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah utara. Lalu apa sebenarnya penyebab perang Armagedon ini? Dan seperti apa jalannya Perang al-malhamah kubra ini? Penyebab Perang Armagedon: Salah satu yang menjadi penyebab Perang Armagedon adalah kemerosotan moral. Hadis-hadis menyebutkan bahwa tanda-tanda akhir zaman termasuk merosotnya moral dan akhlak manusia. Banyak orang akan meninggalkan ajaran agama dan melakukan kejahatan serta kemaksiatan. Munculnya pemimpin-pemimpin yang tidak adil dan tirani juga disebut sebagai penyebab perang ini. Mereka akan menindas rakyat dan menimbulkan kekacauan. Hal ini mulai tampak dengan kejamnya para pemimpin dunia, khususnya pemimpin Israel. Umat manusia akan terpecah belah dan terjadi banyak pertentangan serta konflik antar bangsa dan kelompok. Jalannya Perang Armagedon Dalam hadis-hadis Islam, munculnya Imam Mahdi merupakan salah satu tanda besar akhir zaman. Imam Mahdi akan datang sebagai pemimpin yang adil dan memimpin umat Islam dalam perjuangan melawan kezaliman. Rasulullah bersabda: “Umat tidak akan rusak, yang aku ada di awalnya, Isa ibn Maryam berada di akhirnya, dan al-Mahdi pada pertengahannya (sebelum akhir). Dajjal adalah sosok yang sangat ditakuti dalam Islam, digambarkan sebagai penipu besar yang akan menyesatkan banyak orang. Kedatangannya akan menandai dimulainya masa fitnah dan ujian besar bagi umat manusia. Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dinyatakan bahwa Dajjal itu adalah seorang Yahudi. إنه يهودي وإنه لا يولد له ولد وإنه لا يدخل المدينة ولا مكة “Sesungguhnya ia adalah seorang Yahudi. Sesungguhnya ia tidak punya keturunan. Sesungguhnya ia tidak bisa masuk di Madinah, dan tidak masuk Makkah.” Pertempuran besar antara “golongan putih” yang dipimpin oleh Imam Mahdi melawan “golongan hitam” yang dipimpin oleh Dajjal. Perang ini akan melibatkan banyak bangsa dan berlangsung dalam skala besar. Dalam Islam, Nabi Isa akan turun kembali ke bumi untuk membantu Imam Mahdi dalam melawan Dajjal. Kedatangan Nabi Isa akan menjadi penentu kemenangan pasukan kebaikan. Al-Hakim dalam al-Mustadrak ‘ala as-Shahihayn mentakhrij dari Abi Hurairah, hadits marfu’: إن روح الله عيسى نازل فيكم فإذا رأيتموه فاعرفوه فإنه رجل مربوع إلى الحمرة والبياض، عليه ثوبان ممصران كأن رأسه يقطر وإن لم يصبه بلل ، فيدق الصليب ويقتل الخنزير ويضع الجزية ويدعو الناس إلى الإسلام ، فيهلك الله في زمانه المسيح الدجال. ويقع الأمنة على الأرض فذكر الحديث . وفيه: فيمكث أربعين سنة ثم يتوفى ويصلي عليه المسلمون Artinya: “Sesungguhnya Ruhullah Isa (akan) turun di tengah-tengah kalian (umat Nabi Muhammad di akhir zaman). Ketika kalian melihatnya (Ruhullah Isa), maka kenalilah ia, yang seorang (berwarna kulit) putih kemerahan, dan mengenakan dua baju, seakan kepalanya meneteskan air dan basah. Kemudian Allah menghancurkan Dajjal (pembohong besar yang mengaku nabi dan mengaku sebagai Allah), pada zamannya. Ia (Ruhullah Isa) tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian diwafatkan dan dishalati kaum muslimin.” Akhirnya, pasukan Muslim akan menang dalam perang besar ini, Dajjal akan dikalahkan, dan kedamaian akan kembali di muka bumi untuk sementara waktu sebelum datangnya hari kiamat yang sebenarnya. Beberapa hadis lain yang menggambarkan Perang Armagedon dan tanda-tanda akhir zaman, antara lain sebagai berikut: Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW Bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka. Sehingga, bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu, kemudian batu atau kayu itu berkata, ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi.” Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW juga bersabda, “Kalian akan diperangi oleh bangsa Yahudi. Lalu, kalian diberi kemenangan atas mereka, sampai-sampai batu pun akan berbicara, ‘Hai muslim, ini seorang Yahudi di balikku, bunuhlah ia!’” Itulah penyebab dan gambaran jalannya perang Armagedon. Namun, perlu dicatat bahwa pemahaman tentang Perang Armagedon dan tanda-tanda akhir zaman ini beragam dan dipengaruhi oleh interpretasi dari berbagai ulama dan tradisi Islam. (jeha) Baca juga :

Read More

Rasulullah Pernah Menjadi Makmum Masbuk

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peristiwa ini terjadi ketika Makkah sudah dibebaskan dari kekuasaan musyrik (Fathu Makkah). Kabar kemenangan Rasulullah SAW dan umat Islam menggemparkan hingga ke luar Jazirah Arab. Di utara, penguasa Romawi sudah bersiap-siap menyerang Madinah. Kabar itu sampai kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau bertolak ke Tabuk (sekira perbatasan Arab-wilayah kekuasaan Romawi) dengan ditemani 40 ribu orang prajurit Muslimin. Kabar itu sampai kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau bertolak ke Tabuk (sekira perbatasan Arab-wilayah kekuasaan Romawi) dengan ditemani 40 ribu orang prajurit Muslimin. Belum sampai di tempat tujuan, langit menunjukkan tanda-tanda masuk waktu subuh. Rasulullah SAW pun menyuruh segenap kaum Muslimin yang menyertainya untuk singggah. Mereka pun bersiap melaksanakan shalat subuh berjamaah. Namun, Rasulullah SAW tiba-tiba berkeinginan buang hajat. Beliau pun pergi ke suatu tempat dengan didampingi al-Mughirah bin Syu’bah, yang bertugas membawa bejana berisi air. Sahabat ini lantas berdiri agak jauh dari tempat Rasulullah SAW buang hajat. Setelah itu, Rasulullah SAW keluar. Al-Mughirah dengan sigap menuangkan lagi dengan bejana air untuk beliau berwudhu. Para sahabat yang sudah bershaf-shaf tidak tahu bahwa Nabi SAW sedang buang hajat. Mereka pun menunggu dalam waktu yang cukup lama. Salah seorang dari mereka lantas menghampiri Abdurrahman bin ‘Auf, untuk memintanya menjadi imam Shalat Subuh. Karena pertimbangan waktu subuh yang menuju hampir habis, Maka Ibnu Auf pun setuju. Dia lantas mengimami shalat subuh seluruh pasukan Muslimin. Ketika itulah datang Rasulullah SAW bersama al-Mughirah. Beliau hanya mendapat satu rakaat dari shalat subuh berjamaah itu. Begitu Abdurrahman bin mengucapkan salam, Rasulullah SAW pun bangkit, yakni untuk meneruskan satu rakaat yang tersisa. Para sahabat yang melihat beliau terkejut, tetapi tetap berusaha tenang. Ya, mereka tidak menyangka bahwa Nabi SAW menjadi makmum yang masbuk. Sambil menunggu beliau selesai shalat, mereka pun menggumamkan tasbih dan doa. Usai shalat, Rasulullah SAW menghadap kepada jamaah sekalian. “Benar apa yang dilakukan oleh kalian tadi,” kata beliau. Maknanya, Nabi SAW meridhai bahwa kaum Muslimin shalat jamaah di awal waktu, tidak mesti menanti kedatangan beliau SAW yang sedang ada hajat. Di dalam Ensiklopedia Shalat Menurut Alquran dan As Sunnah karangan Dr Said bin Ali bin Wahf al- Qahthani, dijelaskan bahwa masbuk berarti orang yang tertinggal mengerjakan shalat. Masbuk harus mengerjakan beberapa bagian shalat yang masih tersisa jika sang imam sudah mengucapkan salam tanpa memberikan tambahan. (yan) Baca juga :

Read More

Israel Tangkap Imam Besar Masjid al-Aqsa

Yerussalem — 1miliarsantri.net : Pasukan pendudukan Israel menangkap Imam Masjid al-Aqsa, Ekrima Sabri, dari rumahnya setelah ia memuji pemimpin biro politik Hamas yang syahid, Ismail Haniyeh. Pasukan penjajah Israel menangkap Syeikh Ekrima Sabri di lingkungan Sawaneh, kota al-Tur, sebelah timur al-Quds yang terjajah. Syeikh Sabri ditangkap karena ia memberikan penghormatan kepada martir kepala politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, beberapa hari setelah ia dibunuh oleh pasukan penjajah Israel. Pada hari Jumat (2/8/2024), para pejabat Israel memulai kampanye penghasutan yang luas terhadap Syeikh Sabri. Kampanye ini dilakukan setelah ia menyampaikan khutbah terkait syahidnya Haniyeh. Syeikh Sabri memuji Haniyeh, berbicara tentang keutamaan para syuhada dan orang beriman. Khotbah tersebut disambut seruan takbir dari para jamaah. Selanjutnya, shalat ghaib dilakukan untuk Haniyeh, para sahabatnya, dan semua syuhada. Dalam khutbah Jumatnya, Syeikh Sabri menyatakan, “Masyarakat al-Quds dan sekitarnya, dari mimbar Masjid al-Aqsa yang diberkahi, menganggap Ismail Haniyeh sebagai syahid di hadapan Allah. padanya dan berilah dia tempat yang tertinggi di surga.” Sebagai tanggapan, polisi Israel memerintahkan penyelidikan terhadap Syeikh Sabri. “Menyusul teriakan salah satu khatib saat salat Jumat di al-Haram al-Sharif hari ini, polisi mulai memeriksa apakah ada kaitannya dengan penghasutan melalui koordinasi dengan otoritas terkait dan akan mengambil tindakan berdasarkan temuan tersebut,” ucap salah satu penduduk Israel. Shalat ghaib selepas sholat Jumat dilakukan bertepatan dengan prosesi yang diadakan di Masjid Mohammed Bin Abdul Wahab di Doha, Qatar, tempat Haniyeh dimakamkan di Lusail, dihadiri oleh banyak pejabat dan rakyat. Selama prosesi pemakaman, Khalil al-Hayya, wakil ketua Hamas, menyampaikan pidato yang menekankan bahwa kesyahidan Haniyeh akan memperkuat persatuan Dunia Islam dan Perlawanan dalam perjuangan pembebasan Palestina. Pembunuhan itu terjadi saat Haniyeh berkunjung ke Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, usai pertemuan dengan Sayyed Khamenei. Tak hanya di Masjid al-Aqsa khutbah berisi pujian bagi Haniyeh digaungkan. Masjid-masjid di berbagai belahan dunia, termasuk di Masjid Istiqlal di Jakarta juga melakukan hal serupa. Shalat ghaib di berbagai negara dljugavdilakukan untuk Haniyeh. (rip) Baca juga :

Read More

Fatwa MUI Boikot Produk Afiliasi Israel Dinilai Berhasil

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ukhuwah, KH Arif Fahrudin mengungkapkan sejumlah data terkait aksi boikot terhadap produk-produk afiliasi Israel dalam Forum Ukhuwah Islamiyah yang digelar Komisi Ukhuwah MUI di Jakarta Barat, Rabu (31/7/2024) lalu. Menurutnya, aksi boikot yang telah dilakukan masyarakat Indonesia efektif. “Berdasarkan data, kita bisa melihat boikot yang dilakukan masyarakat jelas efektif, terbukti dengan tergerusnya penjualan sejumlah perusahaan yang diyakini terafiliasi dengan Israel,” terang Kiai Arif kepada 1miliarsantri.net, Senin (5/8/2024). Hasi survei lembaga riset pemasaran Compas.co.id sepanjang periode 19 Mei-15 Juni 2024 menyebutkan bahwa sales value 156 dari 206 brand yang diyakini terafiliasi Israel menurun, sebaliknya manufaktur dalam negeri justru meningkat. Total jumlah produk terjual (sales quantity) dari 206 merek terafiliasi Israel di Indonesia merosot tiga persen dibanding dua pekan sebelumnya, dan dari 6.884.802 jumlah produk terjual, turun ke angka 6.673.745 produk. MUI sendiri telah mengeluarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 83 Tahun 2023, yang kemudian disusul dengab Fatwa No. 14/Ijtima’ulama/VIII/2023. Dalam fatwa ini, MUI mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam untuk memprioritaskan produk dalam negeri dan memboikot produk Israel. Menurut Kiai Arif, fatwa MUI terbaru tersebut telah berhasil menggerakkan konsumen untuk beralih mengkonsumsi produk yang tidak terafiliasi Israel dan efeknya mendongkrak penjualan produk-produk dalam negeri. Berlanjutnya boikot produk terafiliasi Israel diharapkan akan menghasilkan efek yang lebih besar, apabila diiringi dengan penguatan produk nasional, yang bisa dilihat dengan peningkatan penjualan. Menurutnya, penguatan produk nasional akan memiliki banyak efek positif, karena meningkatnya konsumsi produk lokal akan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian dalam negeri, seiring juga dengan meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar internasional. “Ini artinya, konsumen dapat berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi,” sambung Kiai Arif. Dengan memprioritaskan produk lokal yang bebas dari afiliasi Israel, tambah dia, maka keuntungan mayoritasnya akan beredar di Indonesia, di mana para pengendali serta pemegang posisi-posisi kunci pada perusahaan adalah WNI, bukan orang asing. “Boikot harus tetap berlanjut, tidak boleh kendor,” tegasnya sambil mengingatkan bahwa konsumen Muslim harus mewaspadai manuver perusahaan asing terafiliasi Israel yang masih berusaha kuat membelokkan persepsi publik dengan berbagai cara, termasuk melakukan kampanye hitam atas produk lokal untuk mematahkan efektivitas gerakan boikot. Tidak hanya memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel, menurut Kiai Arif, masyarakat Indonesia hendaknya juga memboikot produk atau perusahaan multinasional asal Prancis. Pasalnya, Prancis telah mengabaikan hak asasi manusia, termasuk hak umat Islam untuk menjalankan ajaran agamanya dengan benar. Seperti diketahui, pada September tahun lalu, Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera, mengonfirmasi hijab dilarang untuk semua tim Prancis di Olimpiade yang sedang berlangsung sekarang, di bawah prinsip-prinsip sekularisme Prancis, yakni laicite. Kebijakan tersebut dikritik oleh Kantor HAM PBB dan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Sebelumnya, pada 2012, atlet sepakbola wanita Prancis juga dilarang memakai jilbab saat bertanding, perempuan juga dilarang memakai jilbab di sekolah sejak 2004. Tapi, masih membolehkan untuk umat lain pemakaian kalung salib, bintang David, dan tangan Fatima dan larangan niqab di tempat umum pada 2010. Prancis pun dikenal dengan sikapnya yang keras bahkan cenderung Islamofobia terhadap warga Muslim, seperti membiarkan penghinaan dengan karikatur yang mengejek Nabi Muhammad dengan dalih “kebebasan berekspresi”. Dikaitkan dengan mayoritas masyarakat Indonesia yang Muslim, menurut Kiai Arif, maka boikot juga bisa ditujukan ke perusahaan multinasional Prancis yang beroperasi dan meraup profit besar dari sekitar 270 juta rakyat Indonesia. “Pelarangan-pelarangan hak asasi seperti itu kan mengurangi hak asasi manusia yang sangat mendasar. Dan itu tidak boleh dilakukan. Maka dari itu, kalau sampai ada perusahaan yang jelas-jelas berasal dari kawasan atau negara manapun yang terlihat jelas melakukan pelanggaran HAM, apalagi pelanggaran hak dasar beragama, ya kita harus bersikap,” ungkap Kiai Arif. Artinya, kata dia, masyarakat Indonesia masih bisa menggunakan produk-produk lain yang bukan berasal dari negara yang Islamofobia. “Kenapa kita harus menjadi makmum kepada perusahaan yang berasal di negara yang Islamopobia? PBB sendiri sudah jelas, tegas, untuk melarang Islamopobia kan?” bebernya. Saat ditanya soal perusahaan multinasional asal Perancis yang saat ini beroperasi di Indonesia, Kiai Arif tidak menjawabnya secara gamblang. Dia hanya menyebutkan inisial perusahaannya. “Ya, yang sudah sangat jelas itu nanti bisa kita lihat lagi perusahaan-perusahaan yang dari sana. Oh iya, inisialnya DN. Ini perusahaan ya. Pokoknya itu salah satunya ya,” lanjut Kiai Arif. Jika perusahaan tersebut juga terafiliasi dengan Israel, kata dia, maka sudah jelas umat Islam harus menolaknya. “Tolak, jelas itu. Sudah sangat jelas pandangan MUI dengan fatwa nomor 83 tahun 2023 itu dan juga fatwa keputusan Ijtima Ulama tahun nomor 14 bahwa menolak segala yang terafiliasi dengan Israel,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kisah Abu Bakar Menjadi Ahli Surga

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq Radhiyallahu Anhu adalah orang yang paling utama di antara seluruh manusia di dunia ini selain para nabi. Abu Bakar dipastikan termasuk ahli surga. Baginda Rasulullah SAW memberi kabar gembira bahwa Abu Bakar adalah ahli surga. Bahkan, dikatakan akan menjadi pimpinan kaum tua yang akan masuk surga. Semua pintu surga akan memanggil namanya dan menyampaikan kabar gembira kepadanya. Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang paling dahulu masuk surga di kalangan umatku adalah Abu Bakar.” Meskipun demikian, Abu Bakar juga berkata, “Alangkah bahagianya, jika aku menjadi sebatang pohon yang akhirnya ditebang.” Abu Bakar juga berkata, “Alangkah bahagianya, jika aku menjadi rumput yang dimakan hewan.” Kadangkala Abu Bakar juga berkata, “Alangkah bahagianya, jika aku menjadi sehelai bulu di badan seorang mukmin.” Suatu ketika, Abu Bakar pernah berada di dalam sebuah kebun dan melihat seekor burung yang sedang berkicau. Sambil menarik napas berat, Abu Bakar berkata, “Wahai burung, alangkah beruntungnya hidupmu. Kamu makan, minum, dan beterbangan di antara pepohonan, tetapi di akhirat tidak ada hisab bagimu. Alangkah bahagianya, jika Abu Bakar menjadi sepertimu” (dari kitab Tharikhul Khulafa). Sayyidina Rabi’ah Aslami Radhiyallahu anhu bercerita, “Suatu ketika pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan Abu Bakar. Dia berbicara kasar kepadaku sehingga aku tersinggung. Ketika dia menyadari kesalahannya, dia berkata kepadaku, ‘Ucapkanlah kata-kata kasar kepadaku sebagai balasan’. Namun, aku menolaknya.” Abu Bakar berkata lagi, “Kamu harus mengucapkannya. Jika tidak, akan aku adukan kepada Rasulullah SAW.” Sementara, Rabi’ah Aslami tetap tidak menjawab apa pun. Lalu, Abu Bakar bangun dan pergi meninggalkanku. Ketika itu, beberapa orang dari kabilahku (Banu Aslam) yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, “Orang ini aneh sekali. la sendiri yang bersalah dan ia sendiri yang mengadukannya kepada baginda Rasulullah SAW.” Rabi’ah Aslami berkata, “Tahukah kamu siapa dia? Dialah Abu Bakar. Jika ia marah kepadaku, tentu baginda Rasulullah SAW kekasih Allah SWT akan marah kepadaku, dan jika beliau marah, Allah SWT pun akan marah. Jika demikian, maka Rabi’ah dipastiakan binasa.” Kemudian aku pergi menemui Nabi Muhammad SAW dan menceritakan kejadian tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Sikapmu benar, memang sebaiknya kamu tidak membalasnya, tetapi katakanlah, ‘Semoga Allah SWT memaafkan kamu, wahai Abu Bakar’.” Kitab Kisah-Kisah Sahabat yang ditulis Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi diterbitkan Pustaka Ramadhan, menjelaskan, inilah contoh perasaan takut kepada Allah SWT. Hanya karena sepotong kalimat yang sepele, Abu Bakar demikian takut balasannya (di akhirat). Abu Bakar sangat cemas dan khawatir, sehingga ia sendiri yang minta dibalas, bahkan mengadukannya kepada Nabi Muhammad SAW agar Rabi’ah membalasnya. Pada hari ini, kita mudah untuk saling mencaci tanpa rasa khawatir sedikit pun akan balasan perbuatan kita kelak di akhirat atau hari hisab. (jeha) Baca juga :

Read More

Kisah Imam Malik dan Imam Syafii

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada ulama yang memegang pandangan bahwa rezeki datang dengan sendirinya. Dengan kata lain, seorang Muslim akan dikejar rezeki selama bertakwa kepada Allah SWT. Pendapat itulah yang dipegang oleh Imam Malik, salah satu imam mazhab dari empat mazhab yang populer. Imam Malik berpandangan, rezeki itu datang tanpa sebab, kecuali karena keimanan kepada Allah SWT. Dasar pendapat Imam Malik terkait datangnya rezeki ini adalah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA. Berikut haditsnya: عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا Diriwayatkan dari Abu Tamim Al Jaisyani, dia mendengar Umar berkata bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yang pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Ahmad) Pandangan Imam Malik itu terbukti dalam sebuah kisah yang terjadi antara dirinya dan Imam Syafii. Untuk diketahui, Imam Syafii memiliki pendapat sebagai berikut: لولا غدوها ورواحها ما رُزقت. أي أنه لا بد من السعي. “Jika bukan karena pergi dan pulangnya itu, tidak akan mendapat rezeki.” Artinya, Imam Syafii menekankan bahwa untuk mendapatkan rezeki maka perlu berupaya. Suatu kali, Imam Syafii yang merupakan murid dari Imam Malik, melihat seorang pria tua yang sedang membawa sekantong kurma muda yang tampak berat untuk dibawanya. Lalu Imam Syafii membantu pria tersebut dengan membawakan sekantong kurma itu. Setibanya di rumah pria tersebut, Imam Syafii diberikan oleh pria itu beberapa kurma sebagai imbalan atas bantuan yang telah diberikan. Imam Syafii senang karena dia telah membuktikan perkataannya. Bila dia tidak membantu membawakan sekantong kurma itu, tentu pria tersebut tidak akan memberinya imbalan berupa sejumlah kurma. Imam Syafii pun bergegas menemui gurunya, Imam Malik, dengan membawa kurma hasil pemberian dari pria yang telah dibantunya. Kemudian Imam Syafii menaruh kurma tersebut di tangan Imam Malik, dan mengisahkan apa yang sudah terjadi. Setelah itu Imam Malik tersenyum, mengambil kurma, lalu memakannya. Kemudian Imam Malik berkata kepada Imam Syafii: وأنت سقت إلى رزقي دون تعب مني! “Dan kamu membuatku memperoleh rezeki tanpa susah payah.” (yan) Baca juga :

Read More