Penyebab Perang Armagedon dan Jalannya Perang
Jakarta — 1miliarsantri.net : Perang Armagedon, atau Perang Akhir Zaman, merupakan peristiwa besar yang disebutkan dalam berbagai tradisi agama, termasuk dalam Islam. Dalam konteks Islam, perang ini sering dikaitkan dengan akhir zaman dan tanda-tanda kiamat.
Konflik Israel dengan beberapa negara semakin mengarah kepada perang akhir zaman ini. Karena, Perang Armageddon menyeret semua negara ke dalam dua poros, yaitu poros kaum kafir yang dipimpin oleh Dajjal dan poros kaum Muslimin yang dipimpin oleh Al Mahdi bersama Isa Al Masih.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi, hingga dua kelompok berperang. Pembunuhan besar-besaran akan berlangsung dan mereka berperang dengan tuntutan yang sama.” (HR Bukhari dan Muslim)
Beberapa tahun terakhir ini Israel mulai banyak bermusuhan dengan berbagai negara di dunia. Baru-baru ini hubungan Israel dan Lebanon memanas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun berupaya mencegah perang keduanya pasca serangan ke Majdal Shams, kota di Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel pada Sabtu (27/7/2024).
Tidak hanya bersitegang dengan Lebanon, hubungan Israel dengan Turki juga kembali memanas menyusul rencana Presiden Recep Tayyip Erdogan “menginvasi” negara Zionis itu demi membela Palestina di Jalur Gaza.
Armageddon sendiri merupakan sebuah nama gunung di Palestina/Israel. Arti Armageddon berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti ‘gunung’, dan Mageddon (Magiddo) adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah utara.
Lalu apa sebenarnya penyebab perang Armagedon ini? Dan seperti apa jalannya Perang al-malhamah kubra ini?
Penyebab Perang Armagedon:
- Kemorosotan Moral
Salah satu yang menjadi penyebab Perang Armagedon adalah kemerosotan moral. Hadis-hadis menyebutkan bahwa tanda-tanda akhir zaman termasuk merosotnya moral dan akhlak manusia. Banyak orang akan meninggalkan ajaran agama dan melakukan kejahatan serta kemaksiatan.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


