Tewas nya Haniyeh Memicu Kemarahan Ayatollah Ali Khamenei

Dengarkan Artikel Ini

Teheran — 1miliarsantri.net : Terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam sebuah ledakan di kediamannya di Teheran, Iran pada Rabu (31/7/2024) lalu, sepertinya sangat membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei marah hingga ia menyiapkan suatu serangan balasan serius kepada Israel. Meski hingga kini pihak Israel belum secara langsung mengaku bertanggung jawab atas kematian Haniyeh, Khamenei telah mengeluarkan pernyataan menyasar rezim zionis di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu.

Jika merujuk pada pernyataan terakhir Khamenei saat merespons kematian Haniyeh, ia tidak menggunakan diksi “hukuman” seperti sebelumnya kala Iran melancarkan serangan drone pada April lalu sebagai balasan atas dibomnya kantor konsulat Iran di Suriah. Kini, Khamanei menggunakan frasa yang lebih tegas, yakni jika diartikan maknanya sebagai “darah dibalas darah”.

Pernyataan Khamenei keluar beberapa jam setelah Haniyeh terbunuh pada Rabu (31/7/2024) dini hari waktu Teheran. Khamenei memberikan instruksi kepada tiga pejabat dan dua anggota IRGC untuk menyerang Israel dalam rapat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Khamenei, yang memiliki kewenangan tertinggi termasuk dalam mendeklarasikan perang dan sekaligus komandan angkatan bersenjata Iran, telah menginstruksikan para komandan IRGC untuk menyiapkan rencana baik untuk melancarkan serangan dan bertahan jika peperangan nantinya meluas. Dalam pernyataan kepada publik setelah kematian Haniyeh, Khamenei memberikan isyarat bahwa Iran akan melancarkan serangan secara langsung, sambil mengatakan, “Kita melihat pembalasan atas darahnya (Haniyeh) adalah kewajiban,” karena pembunuhan terjadi di wilayah Republik Islam Iran.

Khamenei menyanjung Haniyeh sebagai “seorang pemimpin yang berani dan pejuang Palestina yang khas,” sambil menambahkan, bahwa front pejuang saat ini tengah berduka.

Haniyeh bersama pemimpin Jihad Islam Ziad Nakhaleh sempat bertemu langsung dengan Khamenei saat menyaksikan pengucapan sumpah Pezeshkian sebagai Presiden Iran pada Selasa (30/7/2024).

Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeed Iravani menegaskan, pada Rabu (31/7/2024) juga menegaskan, bahwa negaranya akan membalas pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran.

“Republik Islam Iran memiliki hak yang melekat untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional untuk menanggapi tindakan teroris dan kriminal ini secara tegas ketika dianggap perlu dan tepat,” kata Iravani kepada Dewan Keamanan PBB.

Iravani menyebut kematian Haniyeh “hasil dari tindakan terorisme agresif oleh rezim pendudukan Zionis Israel”. Dia menggambarkan serangan itu sebagai kelanjutan dari kegiatan teroris dan sabotase yang dilancarkan Israel di kawasan.

Iravani juga menegaskan kembali “komitmen Iran untuk menegakkan hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Perdamaian di kawasan itu hanya dapat dicapai dengan menghormati prinsip-prinsip tersebut, katanya. Dia menuduh Israel mengambil sikap agresif terhadap semua negara di kawasan itu.

Iravani menyebut “para pemimpin rezim (Israel) yang kasar dan suka berperang” tidak menghormati prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Amerika Serikat, menurutnya, juga memikul tanggung jawab karena merupakan “sekutu strategis dan pendukung utama rezim Israel.”

Dia mendesak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi kejahatan keji tersebut.

“Selama hampir 10 bulan, negara-negara tertentu, khususnya AS, telah melindungi Israel dari tanggung jawab apa pun atas pembantaian di Gaza dan kegiatan jahat di kawasan itu,” ujarnya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca