Al-Aqsa di Ambang Kehancuran

Gaza — 1miliarsantri.net : Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengecam pernyataan kepala otoritas keamanan Israel Itamar Ben-Gvir mengenai pembangunan sinagoge di dalam lokasi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, serta menyatakan bahwa pernyataan pejabat Zionis itu sangat kontraproduktif. “Pernyataan semacam ini sangat kontraproduktif. Mereka berisiko memperburuk situasi yang sudah sangat tegang,” terang juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (27/8/2024). Menyoroti sensitivitas seputar status tempat-tempat suci di Yerusalem, Dujarric mengatakan bahwa ada status quo yang disepakati oleh pihak terkait mengenai tempat-tempat suci di Yerusalem yang harus dihormati oleh semua pihak. Dujarric mendesak agar perjanjian tersebut dipatuhi, baik dalam tindakan maupun pernyataan publik, untuk menghindari meningkatnya ketegangan lebih lanjut. Ben-Gvir klaim Yahudi berhak berdoa di Masjid Al-Aqsa dan mengatakan bahwa dia akan membangun sinagoge di titik konflik tersebut. Ucapan Ben-Gvir merupakan pertama kali kepala otoritas keamanan Israel berbicara terbuka mengenai pembangunan sinagoga di dalam Masjid Al-Aqsa. Hal itu sejalan dengan perilakunya beberapa bulan terakhir yang telah berulang kali menyerukan agar umat Yahudi dapat beribadah di tempat tersebut. Seruan Ben-Gvir muncul di tengah serangan berulang ke dalam kompleks tersebut oleh pemukim ilegal Israel di bawah perlindungan kepolisian Israel.

Read More

Pengurus PCINU Malaysia Resmi Dilantik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia masa khidmat 2024-2026 resmi dilantik di Dewan Melor Garden, Lot 1676, Jalan Abim Seksyen 8, Bandar Baru Bangi, Kajang, Selangor, Malaysia, Sabtu (24/8/2024) lalu. Pelantikan ini dilakukan oleh Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali. Kiai Moqsith menegaskan pentingnya kesiapan para pengurus PCINU dalam melayani dan mengurus warga NU yang berada di Malaysia. “Pengurus PCINU harus siap sedia membantu dan mengurusi warga NU di Malaysia. Jangan sampai pengurus PCINU malah menjadi urusan NU,” tegasnya. Struktural PCINU Malaysia 2024-2026 dipimpin oleh Kiai Abdul Bari sebagai Rais Syuriyah dan H Muhammad Hakim sebagai Ketua Tanfidziyah. Baca Juga PCINU Malaysia Inginkan Pemisahan Tegas Fungsi Syuriyah dan Tanfidziyah Dalam sambutannya, Kiai Abdul Bari menyoroti pentingnya keragaman dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan-perbedaan dalam organisasi, apalagi PCINU, merupakan sunnatullah dan rahmat Allah. Perbedaan itu laksana bangunan, ada dinding, tiang, dan sebagainya, tapi dengan perbedaan tersebut lahirlah sebuah bangunan yang indah dan kokoh. Oleh sebab itu, ia menekankan kepada pengurus agar bertanggung jawab memainkan peranannya di masing-masing posisi. “Kami berharap PCINU Malaysia ke depan memiliki tanggung jawab sebagai the right man on the right place, dengan sadar posisi dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada masing-masing. Banom, lembaga, dan PCINU harus saling berperan memberikan citra baik NU di Malaysia,” terang Kiai Abdul Bari.

Read More

UM Surabaya Siap Tuan Rumah Silaturahmi Nasional Dai Komunitas se-Indonesia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) bakal menjadi tuan rumah silaturrahmi nasional Dai Komunitas se-Indonesia pada akhir September 2024 mendatang di bawah naungan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rencana kegiatan tersebut disampaikan oleh LDK PP Muhammadiyah di UM Surabaya di gedung At Tauhid Tower lantai 12. Rombongan LDK PP diwakili oleh Ketua LDK PP, Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag., didampingi oleh Sekretaris, Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd., Bendahara, Mufid Habib Musthofa, M.Si., dan Wakil Bendahara, Kamarul Zaman, S.E. Mereka menyampaikan permohonan agar UM Surabaya bersedia menjadi tuan rumah Silatnas sesuai rekomendasi dari PP. Dalam pertemuan tersebut, disambut hangat oleh pimpinan UM Surabaya diantaranya; Dr. M. Ridlwan, M.Pd. (Wakil Rektor 1 Bidang Akademik), Dr. Endah Hendarwati, S.E., M.Pd. (Wakil Rektor 2 Bidang Keuangan dan Sarana Prasarana), Dr. Ma’ruf Sya’ban, S.T., S.E., M.Ak. (Wakil Rektor 3 Bidang Inovasi, Sumber Daya Manusia, Kemahasiswaan dan Alumni), dan Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. (Wakil Rektor 4 Bidang Kerja Sama, Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan Digitalisasi). Dr. M. Ridlwan, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa UM Surabaya menyetujui kesanggupanya sebagai bapak asuh dai 3T dan akan memasukkan rencana tersebut pada anggaran tahun depan. “Masuk anggaran 2024-2025, dan besok akan ada raker. InsyaAllah akan dibahas saat raker baik pelaksanaan Silatnas maupun bapak asuh dai komunitas daerah 3T. Mudah-mudahan jika 1000 dai ini terwujud, bisa menjadi amal jariyah kita dan semakin mengembangkan syiar dakwah Muhammadiyah,” tuturnya.

Read More

Ketika Malaikat Memandikan Jenazah Hanzhalah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Hanzhalah bin Abi Amir bin Malik Al-Anshari meninggal dalam perang Uhud. Ia adalah syuhada yang dalam sejarah Islam terkenal sebagai sahabat Nabi SAW yang dimandikan langsung oleh malaikat. Hingga kemudian kalangan sahabat memberinya julukan Hanzhalah Al-Ghasil atau Ghasil Al-Malaikah (orang yang dimandikan Malaikat). Karena julukan itu juga orang-orang lalu memanggil keturunannya dengan Banu Ghasil Al-Malaikah. Dikutip dari buku “40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karomah” karya Abdul Wadud Kasyful Humam, Hanzhalah bin Abi Amir merupakan anak seorang pendeta Yastrib, Abu Amir bin Shaify. Ia adalah salah satu petinggi suku Aus yang sangat benci dan memusuhi Islam. Pada masa jahiliah, ia mendapat julukan Abu Amir Ar-Rahib, namun kemudian diganti oleh Rasulullah saw., dengan julukan Abu Amir Al-Fasiq. Julukan tersebut Rasulullah berikan karena dulunya dia adalah scorang pendeta (rahib) yang mengakui akan datangnya seorang Nabi dan berpegang pada agama hanif. Tapi, ketika Muhammad sudah menjalankan risalah kenabiannya, ia justru membenci dan memusuhinya. Bahkan, dalam perang Uhud ia berada di garda depan bersama pasukan Quraisy untuk memerangi Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Pada waktu pembukaan kota Makkah, Abu Amir pergi ke Romawi menemui raja Heraklius hingga akhirnya meninggal dunia pada 9 H. Tidak lama kemudian, anak Hanzhalah masuk Islam dan menjadi muslim yang baik. Bahkan ia pernah meminta izin Rasulullah untuk membunuh ayahnya, tetapi beliau tidak mengizinkan. Setelah memeluk Islam, Hanzhalah menikahi Jamilah binti Abdullah bin Ubay bin Salul, satu hari sebelum terjadinya Perang Uhud. Malam harinya, ia meminta izin kepada Rasulullah saw untuk bermalam bersama istrinya. Nabi saw mengizinkan Hanzhalah untuk bersama dengan istri yang baru saja dinikahinya itu. Setelah melaksanakan salat Subuh, ia ingin secepatnya bergabung dengan pasukan Nabi ke Uhud. Namun sebelum berangkat, ia sempat bersenggama terlebih dahulu dengan istrinya. Tiba-tiba, ia mendengar seruan untuk berjihad, maka ia segera keluar memenuhi seruan itu dalam kondisi masih junub, belum sempat mandi besar. Dalam peperangan itu, Abdullah bin Zubair memberikan kesaksian bahwa Hanzhalah berduel dengan Abu Sufyan bin Harb. Ketika Abu Sufyan hampir dikalahkan oleh Hanzhalah, dengan pedangnya yang siap menghunus dan merobek leher Abu Sufyan, namun Abu Sya’ub atau Syadad bin Al-Aswad melihat hal itu.

Read More

Daftar 10 Kota Terbengkalai dengan Arsitektur Sangat Indah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hampir di seluruh dunia, kota-kota yang ramai dan kota-kota metropolitan yang semarak telah ditinggalkan begitu saja, beberapa di antaranya tampak sepi dalam semalam. Kota-kota terbengkalai ini, yang dulunya merupakan komunitas yang semarak, kini menawarkan sekilas masa lalu—dan situs-situs bersejarah seperti itu merupakan surga bagi fotografer sekaligus pengalaman yang menghantui bagi wisatawan potensial. Baik terletak di hutan lebat atau gurun tandus, kota-kota ini menanggung bekas luka waktu, memamerkan kecerdikan manusia sambil mengingatkan kita tentang keniscayaan pembusukan. Namun, dalam keadaan rusaknya, tempat-tempat ini memiliki kekuatan untuk memikat dan meresahkan kita secara setara. Di bawah ini, kami menjelajahi 10 kota terbengkalai paling menakjubkan di seluruh dunia, masing-masing menceritakan kisah indahnya yang menghantui. Kota Tua Al-‘Ula, Madinah, Arab Saudi Terletak di padang pasir yang disinari matahari di barat laut Arab Saudi, Kota Tua Al-‘Ula yang penuh teka-teki dicirikan oleh gang-gangnya yang berliku dan rumah-rumah bata lumpur kuno. Kota yang dulunya ramai ini, perhentian penting di Rute Dupa lebih dari 2.000 tahun yang lalu, berkembang sebagai surga bagi para pedagang dan peziarah. Itu terjadi, sampai modernisasi yang diantar pada tahun 80-an memikat penduduk kota itu. Tertarik ke rumah-rumah baru dengan fasilitas yang lebih baik, mereka meninggalkan kota yang membeku dalam waktu, rumah-rumahnya yang kosong dan jalan-jalan sempit menjadi pengingat komunitas yang dulu ramai. Saat ini, berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengubah permata bersejarah ini menjadi tujuan wisata, termasuk mengubah 30 rumah bata lumpur menjadi Dar Tantora The House Hotel yang baru. Al Jazira Al Hamra, Ras Al Khaimah, UAE Hanya 90 menit di utara Dubai, di emirat Ras Al Khaimah, terdapat Al Jazira Al Hamra, kota hantu yang berakar dari awal abad ke-14. Dulunya merupakan desa nelayan dan perdagangan mutiara yang berkembang pesat, tempat ini sekarang dibatasi oleh rumah-rumah dari batu karang dan bata lumpur yang runtuh, masjid-masjid yang sunyi, dan pasar-pasar yang terbengkalai. Lukisan ini menggambarkan kehidupan yang jelas sebelum ledakan minyak, yang menyebabkan penduduk desa meninggalkan kota pada tahun 1960-an, meninggalkan potret kehidupan tradisional Emirat yang terpelihara dengan sempurna. Villa Epecuén, Imereti, Argentina Pada tahun 1985, Villa Epecuén lenyap di bawah air danau yang meluap di wilayah Imereti, Argentina. Kota resor tepi danau yang dulunya berkembang pesat itu langsung tenggelam di bawah air sedalam 33 kaki. Selama lebih dari dua dekade, jalan-jalan dan bangunannya terpelihara dalam keheningan bawah air, baru muncul dari kegelapan pada awal tahun 2000-an, ketika air di sekitarnya mulai surut. Kini, kota itu berdiri sebagai bukti nyata dari interaksi antara ambisi manusia dan kekuatan alam yang tak kenal lelah. Tskaltubo, Georgia Terkenal karena mata air mineralnya yang menyembuhkan dan sanatorium mewah era Soviet, Tskaltubo kini terletak dengan tenang di tengah lanskap Georgia yang hijau. Kota ini pernah menarik pengunjung yang mencari kesehatan dan kesenangan, aula-aulanya yang mewah menjadi bukti status kota ini sebagai tujuan resor kesehatan utama. Namun, runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an mengakhiri masa keemasan Tskaltubo secara tiba-tiba. Dengan pergolakan ekonomi datanglah pengabaian, dan sanatorium serta pemandian yang dulunya glamor menjadi rusak. Saat ini, arsitektur megah Tskaltubo berdiri sebagai bukti kejayaannya yang memudar—lengkungan yang menyapu, motif dekoratif, dan mural yang memudar semuanya mengingatkan pada keindahannya yang dulu menyentuh hati. Al-Madam, Sharjah, UEA Di lanskap gurun Sharjah terdapat Al-Madam, sebuah kenangan yang menghantui tentang komunitas gurun yang pernah berkembang pesat. Didirikan pada tahun 1970-an, Al-Madam dirancang sebagai upaya modernisasi pemerintah yang bertujuan untuk membentuk kembali lanskap selama penyatuan tujuh emirat. Dengan 12 rumah sederhana dan sebuah masjid di pusatnya, desa ini dulunya merupakan pusat kehidupan dan perdagangan Badui. Desa ini akhirnya ditelan pasir setelah ditinggalkan pada tahun 1990-an, meninggalkan sekumpulan rumah, toko, dan masjid yang setengah terkubur, yang dibuat dari lumpur dan batu bata—sebuah bukti arsitektur tradisional Emirat. Tianducheng, Shanghai, Tiongkok Tianducheng mungkin menyerupai Paris, tetapi jalanannya yang menyeramkan menceritakan kisah yang berbeda. Dibangun pada awal tahun 2000-an dengan rencana ambisius untuk meniru keanggunan dan pesona kota Prancis, kota replika ini kini membeku dalam waktu dan kosong. Jalan-jalan lebar dan bangunan-bangunan berwarna pastelnya tampak terbengkalai karena perhatian dan sumber daya dialihkan dari Tianducheng. Apa yang dimaksudkan sebagai pusat kehidupan perumahan dan komersial yang ramai kini telah direklamasi dengan lembut oleh alam, termasuk replika Menara Eiffel yang diperkecil.

Read More

Kisah Mencekam Pasukan Perdamaian PBB

Gaza — 1miliarsantri.net : Di perbatasan sepi antara Lebanon dan Israel, pasukan perdamaian PBB asal Spanyol telah lebih dari 10 bulan terjebak dalam zona perang. Beberapa anggota Pasukan Baret Biru terluka dalam baku tembak antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, yang juga menewaskan puluhan warga sipil Lebanon akibat perang antara Israel dan militan Palestina di Gaza. “Kadang kami harus berlindung karena tembakan… bahkan terkadang di dalam bunker,” papar Alvaro Gonzalez Gavalda, seorang anggota Pasukan Baret Biru di Pangkalan 964 Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL). Untuk mencapai pangkalan, jurnalis AFP yang dikawal konvoi UNIFIL melewati desa-desa yang hampir kosong. Hanya sesekali terlihat toko kelontong atau bengkel mobil yang masih buka di sepanjang jalan, di mana ladang-ladang telah hangus terbakar akibat pemboman. Pangkalan yang dikelilingi kawat berduri dan dilindungi tembok batu tebal ini tak jauh dari kota Khiam, tempat puluhan rumah hancur atau rusak, sekitar lima kilometer dari perbatasan. Di balik tembok perbatasan, kota Metula di Israel terlihat jelas. Kota ini juga telah dikosongkan dari penduduk, sama seperti komunitas lain di kedua sisi perbatasan. Dari menara pengawas, teropong membantu pasukan perdamaian melihat lebih jauh – ke Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel. Wilayah ini sering menjadi sasaran tembakan Hizbullah. Letnan Kolonel Jose Irisarri dari Spanyol mengatakan misi mereka, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701, adalah “mengawasi wilayah” dan membantu pemerintah serta angkatan bersenjata Lebanon membangun kendali di selatan Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel. Resolusi tersebut mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006. Resolusi itu menyerukan semua personel bersenjata untuk mundur ke utara Litani, kecuali pasukan keamanan negara Lebanon dan pasukan perdamaian PBB. Meskipun Hizbullah tidak memiliki kehadiran militer yang terlihat di wilayah perbatasan sejak saat itu, kelompok tersebut masih menguasai sebagian besar wilayah selatan. Ketika militan Hamas dari Jalur Gaza menyerang Israel pada 7 Oktober, memicu perang dengan Israel, Hizbullah membuka apa yang mereka sebut “front dukungan” sehari kemudian, meluncurkan roket dan tembakan lain dari Lebanon selatan ke posisi Israel. “Beberapa desa ini benar-benar kosong. Tidak ada yang tinggal di sana karena risiko dan serangan terus-menerus yang mereka alami,” kata Irisarri. Dewan Keamanan pertama kali membentuk UNIFIL pada tahun 1978 setelah Israel menginvasi Lebanon selatan. Misi mereka diperluas setelah perang 2006. Kini, dengan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas di mana Lebanon akan berada di garis depan, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan peran UNIFIL “lebih penting dari sebelumnya.” Kontingen Spanyol yang terdiri dari 650 tentara, yang ditempatkan di beberapa posisi, adalah bagian dari sekitar 10.000 pasukan dari 49 negara dalam misi tersebut. “Ini adalah satu-satunya saluran penghubung antara pihak Israel dan pihak Lebanon dengan semua komponennya, seperti Hizbullah,” kata Lacroix kepada AFP pada awal Agustus.

Read More

Muhammadiyah Bantu Perkuat Ekonomi Warga Wadas

Purworejo — 1miliarsantri.net : Di tengah konflik pertambangan yang melanda warga Desa Wadas, Purworejo, Muhammadiyah hadir dengan solusi kreatif melalui program Al-Maun Goes to Village (AGV). Inisiatif ini fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan berbasis komunitas. Perwakilan Muhammadiyah melakukan kunjungan silaturahmi ke Desa Wadas. Rombongan terdiri dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP), Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH), serta Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program AGV, yang telah berjalan sejak Mei 2024, memperkenalkan konsep inovatif bernama “Wadas Farm”. Inisiatif ini menitikberatkan pada budidaya kambing yang dikelola secara komunal, terutama oleh generasi muda setempat. Pendampingan komprehensif diberikan, mencakup pelatihan manajemen bisnis, konstruksi kandang, konsultasi kesehatan hewan, perencanaan pakan, hingga pengobatan ternak. David Effendi, Sekretaris LHKP PPM, menegaskan komitmen jangka panjang Muhammadiyah terhadap program ini. “Semoga program ini bisa lestari berapapun warganya yang masih bertahan memperjuangkan idealisme lingkungan hidup. Kami setia pada warga Wadas untuk tetap menemani sampai batas akhir,” ujarnya. Busyro Muqoddas, Ketua PP Muhammadiyah, dalam kunjungannya memberikan motivasi kepada warga. Ia menekankan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan terkait izin tambang, Muhammadiyah tetap berkomitmen mendampingi masyarakat tanpa memandang latar belakang..

Read More

Program Sekolah Bisnis Pesantren Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Bogor — 1miliarsantri.net : Serikat Ekonomi Pesantren menginisiasi Sekolah Bisnis Pesantren. Pembukaan program ini telah diresmikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said di Aula PP Al Kaukab, Bogor, Kamis (22/8/24) lalu. Hadir dalam pembukaan ini antara lain pengasuh Pesantren Al Kaukab Bogor KH Khoerul Huda Basyir, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren Ahmad Tazakka, Sustainibility Director PT. Donone Indonesia Karyanto Wibowo, Ketua RMI PCNU Bogor Kyai Abdul Basyit dan beberapa pejabat Bank OCBC Syariah. Basnang Said menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Bisnis Pesantren. Menurutnya, semangat dari program ini sejalan dengan program unggulan Menteri Agama, yaitu Kemandirian Pesantren. “Ini semangatnya sama ya dengan program unggulan kami, Kemandirian Pesantren,” terang Basnang kepada 1miliarsantri.net, Senin (26/8/2024). Basnang menambahkan, sekolah Bisnis Pesantren merupakan manifestasi salah satu fungsi pesantren menurut Undang-undang No 18 tahun 2019, yakni pemberdayaan masyarakat. “Sekolah Bisnis Pesantren ini sangat relevan dengan fungsi pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat,” imbuh Basnang Basnang berharap program ini dapat menyentuh ke daerah lain di luar Bogor. Sehingga, ekonomi pesantren semakin kuat. “Saya harap program ini bisa dikembangkan juga diluar Kabupaten Bogor bahkan hingga luar Jawa Barat,” tutur Basnang

Read More

Benarkah Indonesia tidak Dijajah Belanda 350 Tahun

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakta Indonesia tidak dijajah 350 tahun oleh Belanda terus digaungkan. Klaim bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun disebut datang dari pihak Belanda. Benarkah? Jadi Indonesia dijajah berapa tahun? Memakai logika ini, berarti Indonesia hanya dijajah lima tahun. Lho? Lalu, apa kata Bung Karno yang sudah ditangkap Belanda pada 1929? Bangsa Indonesia baru ada pada 17 Agustus 1945, lalu Belanda datang menumpang NICA hingga 1950. Jadi cuma pada masa itu Indonesia dijajah Belanda? Nanti dulu. Ada pula yang menyebut bangsa Indonesia sudah ada sejak 28 Oktober 1928 lewat Sumpah Pemuda. Bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia. Jadi, Indonesia baru dijajah Belanda sejak 1928. Benarkah? Lalu, kehadiran orang-orang Belanda sejak Kompeni menaklukkan Jayakarta pada Mei 1619 tidak disebut menjajah? Pihak-pihak yang menolak klaim Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun menyebut Kompeni datang bukan untuk menjajah, melainkan untuk berdagang. Wah sederhana sekali pemahamannya mengenai konsep penjajahan. KBBI yang memakai definisi sederhana menyebut, menjajah adalah menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dan sebagainya). Sedangkan kolonialisme, menuru KBBI: paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Jadi, benarkah, Kompeni hanya datang untuk berdagang? Kompeni (VOC) adalah perusahaan yang dibentuk dari enam perusahaan dagang di Belanda untuk menghilangkan persaingan yang ada di antara berbagai perusahaan. Pembentukan Kompeni difasilitasi oleh pengacara pemerintah. Kerajaan Belanda kemudian memberikan hak oktroi kepada Kompeni. Kerajaan melimpahkan kewenangannya kepada Kompeni. Maka, Kompeni bisa wewenang membentuk armada militer dan memerintah di negeri sasaran. Maka, di Indonesia Kompeni membentuk pemerintahan dan memiliki armada militer.

Read More

Penderitaan Warga Gaza Meningkat Akibat Serangan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Negosiator gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera kembali bertemu di Kairo pada Sabtu lalu. Mereka membahas proposal kompromi baru untuk menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas. Sementara itu, PBB melaporkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk, dengan kasus kekurangan gizi melonjak dan polio mulai ditemukan. Menurut otoritas kesehatan Palestina, serangan militer Israel di Gaza pada Sabtu telah menewaskan 50 orang. Korban pertempuran selama 48 jam terakhir masih tergeletak di jalanan tempat pertempuran berlanjut atau terjebak di bawah puing-puing. Dua sumber keamanan Mesir menyatakan delegasi Hamas tiba pada hari Sabtu untuk lebih dekat mengkaji proposal yang muncul dalam pembicaraan utama antara Israel dan negara-negara mediator yaitu Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, diperkirakan akan hadir dalam pembicaraan tersebut. Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan sejauh ini belum menghasilkan terobosan untuk mengakhiri kampanye militer Israel yang menghancurkan Gaza atau membebaskan sisa sandera yang ditawan Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang memicu perang. Sumber-sumber Mesir mengatakan proposal baru tersebut mencakup kompromi tentang poin-poin yang masih belum terselesaikan, seperti cara mengamankan area-area kunci dan pemulangan orang-orang ke Gaza utara. Namun, belum ada tanda-tanda terobosan pada poin-poin krusial, termasuk desakan Israel untuk tetap mengendalikan apa yang disebut Koridor Philadelphi, di perbatasan antara Gaza dan Mesir. Hamas menuduh Israel telah mengingkari hal-hal yang sebelumnya telah disepakati dalam pembicaraan, yang dibantah oleh Israel. Kelompok tersebut mengatakan Amerika Serikat tidak menjadi mediator dengan itikad baik. Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terlibat perselisihan dengan negosiator gencatan senjata Israel mengenai apakah pasukan Israel harus tetap berada di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Mesir, menurut seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Seorang pejabat Palestina yang familiar dengan upaya mediasi mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasil pembicaraan. “Hamas hadir untuk membahas hasil pembicaraan mediator dengan pejabat Israel dan apakah ada cukup indikasi perubahan sikap Netanyahu tentang mencapai kesepakatan,” kata pejabat tersebut. Melanjutkan perang akan memperburuk nasib 2,3 juta penduduk Gaza, yang hampir semuanya menjadi tunawisma di tenda-tenda atau penampungan di antara puing-puing, dengan kekurangan gizi merajalela dan penyakit menyebar, serta membahayakan nyawa sandera Israel yang tersisa.

Read More