Putra Mahkota Arab Gelar Pertemuan Darurat

Riyadh — 1miliarsantri.net : Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh untuk membahas eskalasi militer yang sedang berlangsung di Gaza dan sekitarnya. Hal ini dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA) pada hari Selasa. Selama pertemuan tersebut, MBS menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk terlibat dengan pihak internasional dan regional guna membantu meredakan situasi. Dia juga menekankan dukungan Kerajaan bagi rakyat Palestina dalam upaya mereka mendapatkan hak-hak yang sah, kehidupan yang bermartabat, serta perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Menurut SPA, diskusi ini dihadiri oleh pejabat tinggi Saudi, termasuk Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman dan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan. Hadir pula Kepala Intelijen Umum Khalid bin Ali al-Humaidan, serta Duta Besar Saudi untuk Yordania dan Duta Besar non-residen untuk Palestina, Naif bin Bandar al-Sudairi. Dari pihak Palestina, pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hussein al-Sheikh, Kepala Intelijen Umum Majid Faraj, Penasihat Diplomatik Dr. Majdi al-Khalidi, dan Duta Besar Palestina untuk Arab Saudi Bassem al-Agha. (dul)

Read More

UIN Gus Dur Kembangkan Bank Sampah dan Budi Daya Magot

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tim Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) memberikan pendampingan pada pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi di Kampung Moderasi Beragama binaannya, Desa Kutorojo, Pekalongan. LP2M UIN Gus Dur Bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Pekalongan, mengembangkan program bank sampah, sekaligus budidaya magot. Hal ini juga disinergikan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Gus Dur. Penguatan program bersama warga Kampung Moderasi diisi oleh Nur Wahyu Kuningsih selaku Ketua Kawasan Permukiman Dinas Perkim LH, serta Harosi, mahasiswa peserta KKN ke-82 UIN Gus Dur. Nur Wahyu menyampaikan Teknik Pembentukan dan Pengelolaan Bank Sampah, mulai dari aspek administrasi, strategi pengelolaan, dan seterusnya. Sementara Harosi, menyampaikan teknik pengelolaan sampah, terkait budidaya magot yang dihasilkan dari sampah organik. “Ini merupakan tahapan lamnjutan dari pembentukan relawan bank sampah, serta praktek pemilahan sampah,” terang Harosi. Kepala Desa Kutorojo Dul Ajat mengatakan, sampah merupakan persoalan lingkungan yang sudah meresahkan di Kutorojo. Program pengelolaan sampah merupakan sesuatu yang mendesak, terlebih karena ada program pengembangan wisata Goa Macan. Karenanya, dia mengaku sangat mendukung program ini. “Lebih dari itu, magot yang dihasilkan dari sampah organik, dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan sebagai salah satu usaha BUMDES,” sebutnya. Kepala Pusat Moderasi Beragama Nanang menambahkan, sampah yang awalnya menjadi beban, merusak lingkungan, kini dapat disulap menjadi berkah jika dikelola. Sampah non organik seperti kertas, plastik, logam, dan kardus dapat dijual dan menghasilkan uang. Sampah organik menghasilkan magot (belatung).

Read More

Siapa yang Mendapat Kedudukan Terhormat di Hari Kiamat?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada keutamaan bagi seseorang yang mencintai orang lain karena Allah. Dia akan diganjar kedudukan terhormat di hari kiamat. Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam bersabda: الْمُتَحَابُّونَ فِي اللَّهِ عَلَى كَرَاسِيَّ مِنْ يَاقُوتٍ حَوْلَ الْعَرْشِ “Orang-orang yang saling mencinta karena Alloh, mereka berada pada kursi-kursi Yaqut (permata) di sekitar ‘Arsy.” Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah I menjelaskan, di antara orang yang mendapat kedudukan terhormat kelak di hari kiamat adalah orang-orang yang saling mencintai di antara mereka karena Allah. Dan, bukan karena hal lainnya. “Karena pada dasarnya rasa cinta itu berasal dari Allah, maka cintailah saudara kita, istri kita dan anak kita karena Allah,” tulis Buya Alfis.

Read More

3 Guru Besar UGM Terbitkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meluncurkan 12 buku seri kuliner yang ditulis oleh tiga Guru Besar. Ketiga orang Guru Besar yang berasal dari FTP tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, dan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Peluncuran buku seri kuliner diharapkan tidak hanya memperkaya kajian dunia akademik tetapi juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di tingkat nasional dan internasional. Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani mengatakan peluncuran 12 buku menambah dari 3 buku seri kuliner yang sudah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya buku ini sebagai milestone atau tonggak sejarah penting bagi dunia pangan di Indonesia. “Saya kira ini adalah karya monumental yang menjadi saksi sejarah warisan kuliner Indonesia. Buku ini tidak hanya meluncurkan satu karya, tetapi 15 karya monumental yang menyimpan kekayaan tradisi dan budaya kuliner Indonesia,” terang Eni Harmayani setelah peluncuran Buku Pesona Cita Rasa Indonesia, Kamis (29/8/2024) di auditorium Kamarijani Soenjoto FTP UGM. Prof. Murdijati Gardjito mengatakan kekayaan kuliner Indonesia patut diapresiasi melalui pendokumentasian lewat publikasi buku. Ia menjelaskan bahwa buku pertama dalam seri ini membahas makanan pokok yang memberikan asupan gizi terbesar dalam tubuh. Buku seri pertama berhasil mencatat ada 208 jenis resep makanan pokok di Indonesia yang tidak hanya berbahan dasar beras, tetapi juga jagung, pisang, labu kuning, sagu, dan bahan-bahan lainnya. “Keanekaragaman pangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan keterbatasan bahan pangan, karena pilihan makanan pokok kita sangat beragam,” jelasnya. William Wirjaatmadja Wongso, selaku konsultan gastronomi dan konsultan kuliner Indonesia, menyatakan bahwa karya-karya keanekaragaman pangan dan kuliner ini adalah sebuah mahakarya tentang budaya kuliner Indonesia secara akademis. Menurutnya penting untuk penerjemahan buku ini agar dunia internasional dapat memahami betapa kayanya kuliner nusantara. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan dalam mendidik praktisi budaya kuliner di Indonesia, terutama di tingkat SMK. “Kita lemah dalam pendidikan praktisi budaya kuliner. Sangat jarang kita menemukan juru masak Indonesia yang menguasai masakan tradisional, sehingga buku-buku ini harus dimiliki oleh sekolah-sekolah SMK agar generasi muda dapat belajar dan memahami keragaman kuliner Indonesia,” tambahnya. Prof. Dr. Dra. Marwanti, M.Pd., salah satu pembahas lainnya yang merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Vokasi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta, menguraikan bahwa makanan memiliki berbagai macam fungsi, baik dalam aspek fisiologi, kesehatan, sosial, budaya, politik, diplomasi, maupun pengembangan pariwisata. “Buku ini tidak hanya menawarkan resep, tetapi juga cerita dan makna mendalam bagi masing-masing daerah di Indonesia. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti, sehingga buku ini asik dan membuat pembaca hanyut dalam cerita sejarah makanan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Read More

Sejarah Gresik dari dulu Hingga Kini

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kabupaten Gresik, merupakan kota yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Perannya sebagai pusat perdagangan maritim sejak abad ke-11 menjadikan Gresik salah satu kota tertua di Jawa dengan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan Islam di Nusantara. Gresik pada Masa Lalu: Pusat Perdagangan Maritim Pelabuhan Internasional: Sejak abad ke-11, Gresik telah menjadi pelabuhan internasional yang ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negara seperti Cina, Arab, India, dan Persia. Letaknya yang strategis di muara Bengawan Solo membuatnya menjadi titik pertemuan jalur perdagangan yang menghubungkan Jawa dengan wilayah lain di Nusantara bahkan hingga ke luar negeri. Komoditas Perdagangan: Komoditas yang diperdagangkan di Gresik sangat beragam, mulai dari rempah-rempah, hasil pertanian, hingga barang-barang mewah. Kemakmuran Gresik sebagai kota perdagangan menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat perekonomian di Jawa.Peran Gresik dalam Penyebaran Islam. Kedatangan Maulana Malik Ibrahim: Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Gresik adalah kedatangan Maulana Malik Ibrahim, seorang ulama besar yang berasal dari Persia. Beliau dianggap sebagai salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Pusat Penyebaran Islam: Dengan kedatangan Maulana Malik Ibrahim, Gresik menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Beliau mendirikan pesantren dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar. Kerajaan Giri Kedaton: Setelah wafatnya Maulana Malik Ibrahim, muridnya, Sunan Giri, mendirikan Kerajaan Giri Kedaton. Kerajaan ini menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Timur dan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan budaya dan peradaban di Nusantara. Gresik pada Masa Kolonial

Read More

Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas kembali batal

Gaza — 1miliarsantri.net : Tidak adanya kesepakatan pada hari Ahad (25/8/2024) lalu dalam pembicaraan gencatan senjata Gaza yang berlangsung di Kairo, Mesir. Hamas maupun Israel tidak menyetujui beberapa kompromi yang diajukan oleh mediator. Kondisi ini menimbulkan keraguan atas peluang keberhasilan dalam upaya terbaru yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 10 bulan di Gaza, Palestina. Namun, seorang pejabat senior AS menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “konstruktif” dengan mengatakan bahwa pembicaraan tersebut dilakukan dengan semangat dari semua pihak untuk mencapai kesepakatan yang final dan dapat dilaksanakan. “Proses tersebut akan terus berlanjut selama beberapa hari mendatang melalui kelompok kerja untuk lebih lanjut membahas masalah dan rincian yang tersisa,” terang pejabat senior AS yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan bahwa timnya akan tetap berada di Kairo, dikutip dari laman Times Live, Kamis (29/8/2024). Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan telah gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri kampanye militer Israel yang menghancurkan di Gaza. Juga gagal membebaskan para sandera yang tersisa yang ditawan oleh Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel. Berbicara pada konferensi pers di Halifax, Kanada, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan Washington berusaha keras di Kairo untuk mengamankan gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan. Poin-poin penting yang menjadi perdebatan dalam pembicaraan yang sedang berlangsung yang dimediasi oleh AS, Mesir, dan Qatar termasuk keberadaan Israel di Koridor Philadelphia, hamparan tanah sempit sepanjang 14,5 km di sepanjang perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Para mediator mengajukan sejumlah alternatif terhadap keberadaan pasukan Israel di Koridor Philadelphia dan Koridor Netzarim yang melintasi bagian tengah Jalur Gaza, tetapi tidak ada yang diterima oleh para pihak, kata sumber-sumber Mesir. Israel juga menyatakan keberatan terhadap beberapa tahanan Palestina yang dituntut Hamas untuk dibebaskan, dan Israel menuntut mereka keluar dari Gaza jika dibebaskan, kata sumber-sumber tersebut menambahkan. Telah terjadi banyak perundingan antara tim dari Israel, AS, dan Mesir sejak Kamis pekan lalu untuk mempersempit kesenjangan yang tersisa, kata pejabat senior AS, sebagai persiapan untuk Sabtu, ketika Qatar dan Mesir bertemu dengan perwakilan senior Hamas untuk membahas proposal tersebut secara terperinci.

Read More

Unesa Career Fair 2024 Jembatani Alumni dengan Mitra Usaha dan Industri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Subdirektorat Karier dan Alumni, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (Mawal) menggelar Career Fair 2024 bertajuk “Find the Best Company Where You Belong” di lapangan rektorat kampus 2 Lidah Wetan, Senin-Selasa, 26-27 Agustus 2024. Kegiatan ini menghadirkan sekitar dua ribu lebih peserta dengan menggandeng 36 perusahaan. Menurut Kasubdit Layanan Karier dan Alumni, Muhammad Farid Ilhamuddin, career fair ini sudah yang kali keduanya dilakukan secara offline di UNESA. “Career fair ini merupakan bagian dari pekan raya mahasiswa,” ucapnya. Melalui kegiatan ini, Subdirektorat Karier dan Alumni, bermaksud memfasilitasi alumni agar bisa memiliki peluang besar untuk bekerja dan membangun karir di perusahaan. “Mitra-mitra perusahaan di kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi alumni untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan menyenangkan. Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, alumni dapat diprioritaskan dan diterima di perusahaan yang diinginkan,” beber dosen bimbingan dan konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) itu. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo, menjelaskan bahwa seiring berkembangnya teknologi, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin kompetitif. Karena itu, UNESA selalu melakukan restrukturisasi kurikulum agar sesuai dengan perkembangan zaman, lulusannya pun sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Laju perkembangan teknologi sangat pesat, jika dulu orang mendengarkan musik lewat piring hitam, sekarang sudah sedikit bahkan jarang sekali ditemukan, jaman sekarang orang-orang mendengarkan musik lewat smartphone. “Dari sini dapat dipelajari bahwa pandangan konvensional juga berubah, demikian juga perguruan tinggi, jika pandangannya tetap konvensional, maka akan sulit untuk mengikuti perkembangan digital,” ucapnya. UNESA, lanjutnya, berkomitmen untuk mencetak lulusan yang memiliki value, skill dan keterampilan, hal ini karena orang-orang yang memiliki keterampilan lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada orang yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Kemampuan akademik hanya akan mengantarkan ke tahap wawancara, yang menentukan diterimanya atau tidak adalah skillnya.

Read More

Banyak Anak Putus Sekolah karena Masuk Pesantren, Kok Bisa?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Faktor budaya menjadi salah satu penyebab tingginya anak putus sekolah di Cianjur, Jawa Barat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut, jika orang tua tidak bisa menyekolahkan anaknya, mereka akan memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren. “Budaya yang berkembang di Cianjur itu orang tua ketika tidak mampu memasukkan anaknya ke sekolah formal, mereka kemudian memasukkan anak ke ponpes (pondok pesantren), sementara di ponpes ya sebenarnya dia (anak) bersekolah, belajar ilmu agama, kitab kuning, Alquran, hadits, fikih,” terang Anggota KPAI Aris Adi Leksono, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/8/2024). Meski bagi persoalannya sebagian pondok pesantren salafiyah tidak terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga para santrinya menjadi anak putus sekolah. “Ponpes ini kadang tidak menyelenggarakan pendidikan formal, sehingga anak di pesantren murni belajar tentang salafiyah, ilmu agama dan mereka di situ tidak terdaftar dalam dapodik, sehingga mereka terdata sebagai anak yang putus sekolah,” tambah Aris Adi Leksono. Faktor lain tingginya anak putus sekolah di Cianjur karena anak-anak lebih memilih bekerja membantu orang tua. Anak-anak juga mengalami perundungan di sekolah sehingga memilih untuk tidak sekolah. “Jarak sekolah terutama SMP yang terlalu jauh yakni 8 kilometer dari tempat tinggal, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan,” lanjutnya.

Read More

Seni Lebon di Desa Wisata Selasari Pangandaran

Pangandaran — 1miliarsantri.net : Desa Wisata Selasari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Desa Selasari menurut data sekunder dari RPJMDes telah ada sejak jaman penjajahan Jepang. Daerah yang berada pada ketinggian 200-500 mdpl ini memiliki luas wilayah lebih kurang 2.292.500 hektare (ha). Desa Wisata Selasari menawarkan wisata menjelajah desa dan sungai yang menyenangkan, seperti body rafting dan river tubing. Selain itu ada pula wisata alam seperti Bukit Pepedan Hills dan Goa Sutrareregan. Selain menawarkan wisata menjelajah sungan dan wisata alam, Desa Wisata Selasari juga menawarkan wisata seni dan budaya, yaitu Kesenian Lebon. Lebon atau yang saat ini dikenal dengan Kesenian Lebon mulai ada pada abad ke-17, yaitu sekitar tahun 1951-1952 dan mulai berkembang di Pangandaran sekitar tahun 1950-an. Lebon yang memiliki arti kubur/dikubur, pada zaman dahulu merupakan satu adat atau tradisi yang sering digunakan untuk menyelesaikan suaru permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan jalan kekeluargaan atau musyawarah, seperti permasalahan sengketa lahan atau sengketa wilayah. Permasalahan-permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan cara pertarungan antara jawara dari tiap wilayah tersebut sampai mati. Adapun tempat dan waktu pertandingan akan dirundingan terlebih dahulu antar kedua utusan bobotoh dari tiap wilayah tersebut dengan dipimpin oleh sesepuh atau pimpinan daerah setempat. Sebelum memulai pertandingan biasanya setiap kubu akan melakukan ritual pemberangkatan dengan membakar kemenyan. Selain itu juga menyiapkan sesaji dan do’a bersama untuk keselamatan para jawara dan bobotoh yang akan yang akan ikut ke tempat pertandingan. Selain itu, para jawara juga akan diberikan doa khusus dengan jampi-jampi dan sebagainya untuk keselamatan mereka. Dalam pertandingan Lebon, jawara yang kalah dalam pertandingan akan langsung dikuburkan di tempat pertandingan oleh bobotohnya. Maka dari itu, setiap pertandingan Lebon, para bobotoh akan membawa peralatan untuk menguburkan jawaranya jikalau gugur dalam pertandingan. Peralatan yang dibawa antara lain: kain kafan, pacul, dan sekop. Selain peralatan untuk mengubur jawaranya yang gugur, para bbotoh juga membawa bunyi-bunyian untuk memberi semangat kepada jawaranya yang sedang bertanding.

Read More

Rasulullah SAW Sangat Merindukan Umatnya Akhir Zaman

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat menyayangi umatnya. Meski mereka yang hidup pada masa setelah beliau wafat. Lantas bagaimana Nabi Muhammad SAW mengenali mereka? Sejumlah riwayat menjelaskan tentang hal ini. Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, menukilkan riwayat dari Abdullah bin Abi Auwfa RA, bahwa Rasulullah SAW pernah besabda: ﺇﻧﻰ ﻟﻣﺸﺘﺎﻕ ﺇﻟﻰ ﺇﺧﻮاﻧﻰ ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻟﺴﻨﺎ ﺇﺧﻮاﻧﻚ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺃﻧﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺑﻰ ﺇﺧﻮاﻧﻰ ﻗﻮﻡ ﺁﻣﻨﻮا ﺑﻰ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﻭﻧﻰ “Sungguh aku rindu pada saudara- saudaraku”. Umar berkata “Bukankah kami saudaramu?” Nabi menjawab: “Bukan. Kalian adalah Sahabatku. Saudaraku adalah orang-orang yang iman kepadaku tapi tidak pernah melihatku.” Lantas bagaimana Rasulullah SAW akan mengenali umatnya yang tidak pernah bertemu selama ratusan tahun, terhalang ruang dan waktu? Allah SWT telah menjadikan orang-orang beriman memiliki sifat dan karakteristik yang membedakan mereka dari orang lain di akhirat, dan yang dengannya Nabi (SAW) akan mengenali para pengikutnya di Hari Kiamat, seperti efek wudhu, yang merupakan cahaya yang terlihat pada organ wudhu. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ فَقَالُوا كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah mendatangi pekuburan lalu bersabda, “Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian, “Sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita.”

Read More