Rahasia Besar Ibadah Kurban: Dalil Al-Qur’an dan Hadits Tentang Menyembelih Hewan Kurban dalam Islam
Ibadah kurban juga tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah Allah untuk menyembelih putranya, beliau menaati perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Namun Allah menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar.
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(QS. As-Saffat: 107)
Peristiwa ini menjadi simbol ketaatan total kepada Allah SWT dan menjadi asal mula syariat kurban yang dilaksanakan umat Islam hingga saat ini.
Hukum Menyembelih Hewan Kurban
Mayoritas ulama menyatakan hukum kurban adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. Namun sebagian ulama berpendapat hukumnya wajib bagi yang memiliki kecukupan harta.
Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan syariat yang sangat dianjurkan dan memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial.
Waktu Penyembelihan Hewan Kurban
Waktu penyembelihan kurban dimulai setelah salat Iduladha pada 10 Zulhijah hingga terbenam matahari tanggal 13 Zulhijah atau hari tasyrik terakhir.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka sembelihan itu hanya untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih setelah salat Id, maka sempurnalah ibadah kurbannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hikmah Ibadah Kurban
Ibadah kurban mengandung banyak hikmah, di antaranya:
- Menumbuhkan ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
- Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS.
- Mempererat solidaritas sosial melalui pembagian daging kepada fakir miskin.
- Mengajarkan nilai pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.
- Menjadi syiar Islam yang memperkuat ukhuwah umat.
Allah SWT menegaskan:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa inti ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati kepada Allah SWT.
Kurban Simbol Ketaatan, Ketakwaan, Keikhlasan dan Kepedulian Sosial dalam Islam
Menyembelih hewan kurban merupakan ibadah mulia yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Kurban bukan hanya ritual penyembelihan, tetapi simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam Islam.
Karena itu, umat Islam yang memiliki kemampuan hendaknya tidak meninggalkan ibadah agung ini. Dengan berkurban, seorang muslim tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama di hari raya Iduladha.***
Penulis dan Editor : Thamrin Humris
Sumber : Muihammadiyah, UMM, BAZNAS
Foto ilustrasi
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


