Sholat Jumat Perdana di Masjid Al Ijtihaad: Panggilan Iman dari Rawa Sapi, Saatnya Menjadi Saksi Lahirnya Rumah Allah

Jatimulya, Kabupaten Bekasi — 1miliarsantri.net | Di tengah denyut kehidupan warga Kampung Rawa Sapi, Jatimulya, sebuah momentum penuh berkah tengah menanti kehadiran kaum muslimin. Masjid Al Ijtihaad akan menggelar Sholat Jumat Perdana pada Jumat, 5 Juni 2026 / 18 Zulhijjah 1447H, sebuah peristiwa religius yang bukan sekadar ibadah rutin, melainkan tonggak sejarah lahirnya syiar Islam di rumah Allah yang sedang bertumbuh. Masjid yang berlokasi di Gg. H. Asmat 2, RT 01/RW 10, Kp. Rawa Sapi – Jatimulya ini mengundang seluruh jamaah untuk hadir, merasakan suasana khusyuk, sekaligus menjadi bagian dari sejarah pertama dikumandangkannya khutbah Jumat di Masjid Al Ijtihaad. Momen perdana selalu menyimpan makna mendalam—sebuah langkah awal menuju hadirnya pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan persaudaraan umat. Sholat Jumat perdana ini insyaAllah akan dipimpin oleh KH. Muhammad Tasnim Muhsin, Pimpinan Majelis Darul Hawi, sebagai imam dan khotib. Kehadiran beliau diharapkan membawa tausiyah yang menyejukkan hati, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangkitkan semangat berjamaah di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar menghadiri ibadah, jamaah juga diajak menyaksikan sebuah perjuangan besar: pembangunan rumah Allah yang masih membutuhkan uluran tangan umat. Berdirinya masjid megah ini adalah hasil gotong royong, doa, tenaga, dan sedekah para dermawan. Namun perjuangan belum usai. Masih ada proses pembangunan dan penyempurnaan fasilitas agar Masjid Al Ijtihaad dapat menjadi pusat kemaslahatan umat yang nyaman, layak, dan penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi pengingat bahwa setiap bantuan—sekecil apa pun—untuk pembangunan masjid adalah investasi akhirat yang tak pernah merugi.

Read More

Rahasia Besar Ibadah Kurban: Dalil Al-Qur’an dan Hadits Tentang Menyembelih Hewan Kurban dalam Islam

“Dalil menyembelih hewan kurban dalam Islam sesuai dengan Al-Qur’an, hadits Nabi, hukum kurban, hikmah Iduladha, serta makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS.” Jakarta – 1miliarsantri.net | Hari Raya Idul Adha bukan sekadar tradisi tahunan umat Islam. Di balik penyembelihan hewan kurban terdapat nilai tauhid, keikhlasan, kepedulian sosial, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ibadah kurban menjadi salah satu syiar Islam yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW. Kurban atau qurban berasal dari kata qaruba yang berarti dekat. Dalam syariat Islam, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada hari Iduladha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dasar Disyariatkannya Kurban dalam Al-Qur’an Allah SWT secara jelas memerintahkan ibadah kurban dalam Al-Qur’an. Salah satu ayat yang paling populer adalah Surah Al-Kautsar ayat 1-2: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ۝ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 1-2) Ayat ini menjadi dalil utama bahwa menyembelih hewan kurban merupakan ibadah yang diperintahkan Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat-Nya. Selain itu, Allah SWT juga berfirman: وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.”(QS. Al-Hajj: 34) Ayat ini menjelaskan bahwa ibadah kurban telah disyariatkan sejak umat-umat terdahulu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Kemudian dalam Surah Al-Hajj ayat 36 Allah SWT berfirman: “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai bagian dari syiar Allah…”(QS. Al-Hajj: 36) Ayat tersebut menegaskan bahwa hewan kurban termasuk syiar Islam yang memiliki nilai ibadah besar di sisi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Hadits Rasulullah SAW Tentang Kurban Selain Al-Qur’an, banyak hadits Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar ibadah kurban. Rasulullah SAW sendiri melaksanakan kurban dan menganjurkannya kepada umat Islam. Dari Anas bin Malik RA: “Nabi SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas yang berwarna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya sendiri sambil membaca basmalah dan takbir.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memberikan teladan langsung dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Hadits tersebut menunjukkan besarnya keutamaan ibadah kurban bagi umat Islam yang mampu. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Makna Pengorbanan

Read More