Nasihat Istri yang Menguatkan Dakwah Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW adalah contoh teladan dalam memimpin keluarga dan istri-istri beliau. Rasulullah SAW juga menunjukkan bagaimana perlunya mendengar pendapat dari istri. Beliau tidak menolak mendengarkan pendapat mereka. Rasulullah SAW biasa meminta pendapat istri-istrinya mengenai beberapa perkara agama dan urusan kenegaraan. Salah satu kisahnya adalah ketika Rasulullah SAW mengikuti pendapat istrinya, Ummu Salamah, dalam konteks ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu beliau Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk melakukan beberapa hal, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang melakukannya. Berikut ini penggalan dari hadits panjang yang menceritakan tentang hal tersebut, sebagaimana diriwayatkan dari Miswar bin Makhramah RA. قالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لأصْحَابِهِ: قُومُوا فَانْحَرُوا ثُمَّ احْلِقُوا، قالَ: فَوَاللَّهِ ما قَامَ منهمْ رَجُلٌ حتَّى قالَ ذلكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَلَمَّا لَمْ يَقُمْ منهمْ أحَدٌ دَخَلَ علَى أُمِّ سَلَمَةَ، فَذَكَرَ لَهَا ما لَقِيَ مِنَ النَّاسِ، فَقالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: يا نَبِيَّ اللَّهِ، أتُحِبُّ ذلكَ؟ اخْرُجْ ثُمَّ لا تُكَلِّمْ أحَدًا منهمْ كَلِمَةً، حتَّى تَنْحَرَ بُدْنَكَ، وتَدْعُوَ حَالِقَكَ فَيَحْلِقَكَ، فَخَرَجَ فَلَمْ يُكَلِّمْ أحَدًا منهمْ حتَّى فَعَلَ ذلكَ؛ نَحَرَ بُدْنَهُ، ودَعَا حَالِقَهُ فَحَلَقَهُ، فَلَمَّا رَأَوْا ذلكَ قَامُوا، فَنَحَرُوا، وجَعَلَ بَعْضُهُمْ يَحْلِقُ بَعْضًا Setelah Rasulullah SAW menyelesaikan perjanjian Hudaibiyah, beliau Rasulullah SAW menyerukan sahabat-sahabatnya, “Bangunlah dan sembelihlah kurban-kurban kalian, lalu cukur rambut kalian.” Demi Allah, tidak ada satu pun sahabat Rasulullah SAW yang berdiri untuk mengikuti perintah tersebut. Walaupun perintah itu diulang tiga kali. Setelah terlihat tidak ada satu pun yang menunaikan perintah, Rasulullah SAW masuk ke tenda Ummu Salamah dan menceritakan apa yang telah beliau hadapi dari orang-orang.

Read More

Bacaan Dzikir Yang Dicintai Allah dan Rasul Nya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Terdapat kalimat yang begitu dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. “Kalimat yang paling mulia sesudah Alquran adalah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Banyak dalil yang menjelaskan keistimewaan empat kalimat tersebut,” kata Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc.,MA melalui pesan Telegram. Ustadz Abdullah menjelaskan, di antara fadilahnya empat kalimat istimewa tersebut ialah: “Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat. Subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah dan Allahu akbar. Tidak masalah engkau memulainya dari manapun”. HR. Muslim dari Samurah bin Jundub. “Aku bisa mengucapkan subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah dan Allahu akbar, lebih kucintai dibandingkan dunia seisinya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Read More

Hati Yang Lapang dan Bersih, Akan Mendatangkan Banyak Kebaikan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Hati yang bersih akan mendatangkan kebaikan bagi seorang hamba. Untuk itu muslim dapat memanjatkan doa untuk hati yang bersih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti dikutip dari pesan Telegram Silsilah sahihah, Berikut doa untuk Hati yang bersih, Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa: اللهمَّ آتِ نفسي تَقْواها وزكِّها فأنت خيرُ من زكَّاها أنت ولِيُّها ومولاها Allohumma ati nafsi taqwaha wa zakkiha fa-anta khoyru man zakkaha anta waliyyuha wa maulaha “Ya Allah datangkanlah ketakwakan kepada hatiku. Bersihkanlah hatiku, karena engkau adalah Dzat yang paling kuasa untuk membersihkannya. Engkaulah yang menguasainya dan yang memilikinya” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam kitab As Sunnah [319], dihasankan oleh Al Albani. Doa ini juga bagian dari doa yang panjang dalam hadis riwayat Muslim (2650) dari Imran bin Hushain radhiallahu’anhu).

Read More

Cara Menjaga Lidah Kita Agar Terhindar dari Keburukan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Lidah adalah berkah dari Allah sebagai alat komunikasi yang hebat. Hewan tidak dapat berbicara, sedangkan manusia bisa. Lalu, bagaimana cara menunjukkan rasa syukur atas lidah Anda? Yakni dengan menggunakan lidah dengan cara yang benar. Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menjaga apa yang ada di antara dua rahangnya, maka aku akan menjamin surga baginya.” (HR. Bukhari). Lidah memang anugerah besar bagi manusia. Namun, banyak manusia terjerumus ke dalam keburukan karena salah menggunakan lidah untuk berbicara. Khawlah b. Yahya, pendiri SISTERS’ PROJECT dan penulis buku How to Live by the Names of Allah, mencontohkan satu dosa besar yang dihasilan oleh kejahatan lidah, yakni menggunjing. Nabi Muhammad pernah bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian apa itu menggunjing?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: “Menyebutkan tentang saudaramu apa yang ia benci.” Mereka berkata: “Bagaimana jika apa yang kami katakan tentang saudara kami itu benar?” Beliau bersabda: Jika ada pada dirinya apa yang kalian katakan tentangnya, maka itu adalah ghibah (menggunjing), dan jika kalian mengatakan tentangnya apa yang tidak benar, maka kalian telah memfitnahnya. (HR. Muslim) Allah berfirman dalam Al-Quran: “Janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.” (QS Al hujurat: 12) 4 Tips Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Buruk MenggunjingKhawlah membagikan empat tips cara mengatasi kebiasaan menggunjing. Pertama, ingatlah hukuman Allah dan renungkanlah ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang perkataan buruk. Kedua, takutlah bahwa kesalahan Anda akan terungkap. Rasulullah bersabda: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lidah kalian, namun keimanan belum masuk ke dalam hati kalian. Janganlah kalian menggunjingkan kaum Muslimin, dan janganlah kalian mengikuti aib-aib mereka. Karena barangsiapa yang mengikuti aib orang lain, maka Allah akan membuka aibnya, dan barangsiapa yang dibukakan aibnya oleh Allah, maka Allah akan mempermalukannya di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Abu Dawud) Ketiga, ketahuilah bahwa Anda memberikan pahala kepada orang lain jika Anda menggunjingkan mereka. Seorang pria datang kepada Hasan al-Bashri dan mengatakan bahwa ia telah mendengar bahwa Hasan al-Bashri telah menggunjingnya. Mendengar hal ini, ia berkata: “Siapakah kamu sehingga aku memberikan pahala kepadamu?” Dikatakan pula: “Seandainya aku menggunjing, aku akan menggunjing kedua orang tuaku, karena mereka yang paling berhak mendapatkan pahala dariku!”

Read More

Aa Gym : Kunci Sejati Untuk Mencapai Kebahagiaan adalah Iman yang Kuat dan Amal Saleh.

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Banyak orang mengira kunci kebahagiaan dalam hidup terletak pada harta atau jabatan tinggi. Namun, sejatinya dua hal tersebut bukanlah kunci dari sebuah kebahagiaan hidup. Pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyebut kunci sejati untuk mencapai kebahagiaan adalah iman yang kuat dan amal saleh. “Apa seseorang dengan sedikit uang bisa bahagia? Bisa. Kalau imannya kuat dan kesibukannya dijadikan amal saleh, Allah yang membahagiakannya,” terang pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini dalam kajiannya, dikutip Junat (10/11/2023). “Selama dia yakin Allah adalah penguasa rezeki,” sambungnya. Allah adalah pemilik langit dan bumi yang tidak pernah mengabaikan hamba-Nya. Aa Gym menekankan bahwa yang terpenting dalam hidup ini yaitu disukai oleh Allah SWT dengan meningkatkan iman dan amal saleh. “Yang terpenting dalam hidup ini adalah kita disukai oleh Allah. Tidak penting dalam hidup ini kita mencari pujian dan kesukaan dari orang lain,” jelas Aa Gym.

Read More

Kewajiban Setiap Muslim Mengamalkan Al Qur’an Dalam Kehidupan Sehari-hari

Surabaya — 1miliarsantri.net : Alquran adalah kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah. Beriman kepada Alquran mempunyai konsekuensi yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim. Pertama, membaca dan menghafalkan Alquran. Membaca Alquran adalah langkah awal seseorang berinteraksi dengan Alquran. Nabi SAW memerintahkan agar kita senantiasa membacanya, sebagaimana tertuang dalam sabda-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (HR Muslim). Allah SWT menjadikan amalan membaca Alquran termasuk salah satu yang bernilai ibadah. Allah SWT memberikan pahala dalam membaca Alquran bukan per surat atau per ayat, akan tetapi pahalanya per huruf dari Alquran yang dibaca. Nabi SAW bersabda, “Aku tidak mengatakan ‘alif lam mim’ itu satu huruf. Akan tetapi alif adalah satu huruf, lam adalah satu huruf, dan mim adalah satu huruf.” (HR Tirmidzi). Kedua, mentadabburi dan mempelajarinya. Alquran itu direnungkan atau tadabburi. Tadabbur ini penting karena dengan tadabbur, seorang Muslim akan bisa mengambil pelajaran-pelajaran penting hingga Alquran bisa diamalkan isinya. Allah SWT berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS Shad [38]: 29). Ketiga, mengajarkan Alquran. Alquran merupakan sebaik-baik ilmu. Barangsiapa yang menyebarluaskan dan mengajarkannya kepada orang lain, maka ia berhak mendapatkan balasan yang terus mengalir tiada henti.

Read More

Bagaimana Malaikat dan Setan Datang di Hati Manusia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau yang dikenal Imam Al-Ghazali dalam buku Minhajul Abidin menjelaskan bahwa Allah Ta’ala telah menempatkan pada hati anak Adam (manusia) malaikat yang disebut Mulhim, ajakan atau bisikan malaikat itu disebut dengan ilham. Sebagai pesaingnya, Allah SWT menguasakan setan yang bernama Waswasah yang mengajak manusia kepada keburukan, yang disebut dengan sikap was-was. Malaikat Mulhim mengajak manusia kepada kebaikan, sedang setan yang disebut Waswasah mengajak kepada keburukan. Imam Al-Ghazali menyampaikan bahwa guru kami menjelaskan setan itu adakalanya mengajak manusia kepada kebaikan dengan tujuan untuk menjerumuskan mereka yang terperangkap itu kepada keburukan. Contohnya, setan mengajak seorang hamba untuk melakukan sesuatu yang dipandang utama. Padahal tujuan setan yang sesungguhnya yaitu menghalangi manusia dari jalan yang utama yang sebenarnya. Contoh lainnya, setan mengajak seseorang kepada kebaikan, tapi sebenarnya tujuan setan untuk menyeret orang itu kepada dosa yang lebih besar, yang kebaikannya tidak mencukupi untuk menghapus keburukan atau doa yang dilakukannya itu. Seperti perbuatan ‘ujub mengagumi amal sendiri dan lain sebagainya. Menurut sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Jika dilahirkan seorang bayi anak Adam (manusia), Allah Ta’ala menyertainya dengan satu malaikat dan satu setan. Maka setan tersebut menempel pada telinga hati sebelah kiri, sedang malaikat menempel pada telinga hati sebelah kanan. Keduanya sama-sama membisikkan ajakannya.”

Read More

Ini dia Hakim Pertama di Palestina yang Juga Sahabat Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ada satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi qadi atau hakim pertama di Palestina waktu itu yakni Ubadah bin Shamit, namanya. Sebelumnya, dia adalah sahabat Nabi yang ikut dalam pembebasan wilayah Mesir. Ubadah punya peran yang strategis dalam proses pembebasan itu. Ia juga termasuk penentang keras terhadap pemerintahan Muawiyah, ketika Muawiyah memimpin Syam sebagai gubernur. Muawiyah pernah berkata kepada Ubadah, “Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu berkuasa atas satu wilayah pun untuk selama-lamanya.” Kemudian Umar bin Khattab membela Ubadah. Kemudian Umar mengirim surat kepada Muawiyah, yang berisi, “Tidak ada kekuasaanmu atas Ubadah bin Shamit.” Ubadah adalah salah satu di antara lima sahabat dari kalangan Anshar yang hafal Alquran pada masa Nabi Muhammad SAW. Dia juga pernah mendapat tugas dari Umar bin Khattab untuk menjadi guru yang mengajarkan agama kepada penduduk Syam bersama Abu Darda dan Muadz bin Jabal. Ubadah bin Shamit memiliki nama lengkap Ubadah bin Shamit bin Qais al-Anshari al-Khazraj. Dia biasa dipanggil dengan Abu Walid. Berwajah tampan dan berpostur tubuh tinggi serta besar. Wafat di Ramallah, Palestina pada 24 Hijriah. Ubadah meriwayatkan 181 hadits. Salah satunya adalah hadits bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak sah sholat kecuali bagi siapa yang membaca Al-Fatihah.” (HR Bukhari)

Read More

Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim li an-Nisa’, Penjelasan Terlengkap tentang Wanita dalam Alquran

Surabaya — 1miliarsantri.net : Buku karya Syekh Imad Zaki al-Barudi, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim li an-Nisa’, telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Edisi Indonesia terbit dengan judul, Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap tentang Wanita dalam Alquran. Melalui buku ini, Syekh Imad Zaki menerangkan bagaimana Islam menelaah persoalan perempuan secara moderat. Tidak mengekang, tetapi tidak pula membiarkan terlalu bebas. Dalam salah satu pembahasan, penulisnya mengemukakan beberapa perkara tentang kesamaan antara kaum perempuan dan pria. Di antaranya, asal muasal penciptaan. Selain itu, antara perempuan dan lelaki juga menerima kewajiban dan ganjaran yang sama. Begitu pula dengan kemerdekaan dalam melakukan usaha. Apa yang dimaknai sebagai kesetaraan gender, menurut Islam, dapat dikaji melalui buku tersebut. Pada bab pendahuluan, Syekh Imad Zaki mengutip suatu sabda yang sahih dari Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud. Artinya, “Sesungguhnya, perempuan itu adalah saudara sekandung laki-laki.” Menurut sang penulis, Nabi SAW menerangkan, antara kaum Adam dan kaum Hawa diikat persaudaraan. Oleh karena itu, pada dasarnya, apa-apa yang ditetapkan sebagai hukum bagi kaum pria juga berlaku sepenuhnya bagi kaum perempuan. Hal itu dengan perkecualian, yakni bila ada keterangan dari nas-nas syariat yang menerangkan kekhususan. Maka dari itu, teks-teks nas itulah yang menjadi pengecualian dalam hadis tersebut. Alquran telah memberikan porsi yang tepat dan seimbang mengenai hak-hak kaum perempuan. Selain itu, pedoman umat Islam ini juga membicarakan kesamaan antara perempuan dan pria di hadapan Allah. Misalnya, terkait perolehan pahala dari amal-amal saleh selama hidup di dunia. Allah SWT berfirman dalam surah an-Nahl ayat 97, yang artinya, “Barangsiapa yang mengerja kan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Sebagai contoh, sang penulis menafsirkan ayat ke-195 dari surah Ali Imran. Ayat itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut. “Maka, Tuhan me reka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya, Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” Menurut Syekh Imad Zaki, ayat di atas menjelaskan ihwal ada persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam konsep tentang ganjaran dan siksa. Di dalam buku ini, masih banyak ayat-ayat lain yang menunjukkan hal serupa. Penerjemah buku ini, Samson Rahman, menjelaskan, Alquran membawa revolusi paling besar dalam pemberian martabat paling terhormat kepada wanita. Menurut dia, perempuan dalam pandangan agama Islam merupakan sosok terhormat dengan hak-hak istimewa.

Read More

Dampak Akibat Suka Mengghibah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ghibah dan namimah termasuk di antara sifat tercela yang harus dihindari agar selamat di dunia dan akhirat. Ghibah adalah membicarakan aib atau keburukan atau rahasia orang lain. Sedang Namimah adalah mengadu domba sehingga memicu konflik. Allah SWT telah berfirman dalam Alquran surat Al Hujurat ayat 12 tentang orang yang ghibah itu sama saja memakan bangkai. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Alquran surat Al Hujurat ayat 12) Sementara itu Rasulullah SAW bersabda: Setiap Muslim dengan Muslim lainnya adalah haram darahnya, haram hartanya, dan haram kehormatannya” (HR Muslim). Dalam kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Ghazali dijelaskan bahwa ghibah itu lebih dahsyat dari dosa zina. Orang yang berzina akan diampuni Allah SWT bila bersungguh-sungguh bertaubat. Sedangkan orang yang ghibah tidak akan mendapatkan ampunan Allah sebelum dia mendapatkan maaf dari orang lain yang dibicarakan aibnya. Selain orang yang ghibah itu menghanguskan seluruh kebaikan yang ada dalam dirinya. Artinya sifat ghibah dapat menghapuskan amal-amal kebaikan yang telah dilakukan. Oleh karenanya ghibah harus dihindari agar tidak menjadi orang yang bangkrut pahalanya karena habis di akhirat. Orang yang ghibah akan ditempatkan di neraka hingga habis semua dosa ghibah nya. Ghibah itu menceritakan tentang orang lain prihal sesuatu yang tidak disukai orang lain tersebut.

Read More