Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim li an-Nisa’, Penjelasan Terlengkap tentang Wanita dalam Alquran
Surabaya — 1miliarsantri.net : Buku karya Syekh Imad Zaki al-Barudi, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim li an-Nisa’, telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Edisi Indonesia terbit dengan judul, Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap tentang Wanita dalam Alquran.
Melalui buku ini, Syekh Imad Zaki menerangkan bagaimana Islam menelaah persoalan perempuan secara moderat. Tidak mengekang, tetapi tidak pula membiarkan terlalu bebas. Dalam salah satu pembahasan, penulisnya mengemukakan beberapa perkara tentang kesamaan antara kaum perempuan dan pria. Di antaranya, asal muasal penciptaan.
Selain itu, antara perempuan dan lelaki juga menerima kewajiban dan ganjaran yang sama. Begitu pula dengan kemerdekaan dalam melakukan usaha. Apa yang dimaknai sebagai kesetaraan gender, menurut Islam, dapat dikaji melalui buku tersebut.
Pada bab pendahuluan, Syekh Imad Zaki mengutip suatu sabda yang sahih dari Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud. Artinya, “Sesungguhnya, perempuan itu adalah saudara sekandung laki-laki.” Menurut sang penulis, Nabi SAW menerangkan, antara kaum Adam dan kaum Hawa diikat persaudaraan.
Oleh karena itu, pada dasarnya, apa-apa yang ditetapkan sebagai hukum bagi kaum pria juga berlaku sepenuhnya bagi kaum perempuan. Hal itu dengan perkecualian, yakni bila ada keterangan dari nas-nas syariat yang menerangkan kekhususan. Maka dari itu, teks-teks nas itulah yang menjadi pengecualian dalam hadis tersebut.
Alquran telah memberikan porsi yang tepat dan seimbang mengenai hak-hak kaum perempuan. Selain itu, pedoman umat Islam ini juga membicarakan kesamaan antara perempuan dan pria di hadapan Allah. Misalnya, terkait perolehan pahala dari amal-amal saleh selama hidup di dunia.
Allah SWT berfirman dalam surah an-Nahl ayat 97, yang artinya, “Barangsiapa yang mengerja kan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Sebagai contoh, sang penulis menafsirkan ayat ke-195 dari surah Ali Imran. Ayat itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut. “Maka, Tuhan me reka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya, Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.
Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”
Menurut Syekh Imad Zaki, ayat di atas menjelaskan ihwal ada persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam konsep tentang ganjaran dan siksa. Di dalam buku ini, masih banyak ayat-ayat lain yang menunjukkan hal serupa.
Penerjemah buku ini, Samson Rahman, menjelaskan, Alquran membawa revolusi paling besar dalam pemberian martabat paling terhormat kepada wanita. Menurut dia, perempuan dalam pandangan agama Islam merupakan sosok terhormat dengan hak-hak istimewa.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


