Abdullah bin Salam Pendeta Yahudi Yang Akhirnya Masuk Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Abdullah bin Salam merupakan seorang pendeta Yahudi yang tinggal di Madinah di masa kehidupan Rasulullah SAW. Sebagai seorang pemimpin agama Yahudi, ia sangat mengetahui betul isi kandungan dalam kitab Taurat. Di dalam Taurat isinya sangat terperinci bahwa kelak akan diutus seorang Nabi terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW yang akan hijrah ke Madinah. Di hari awal-awal Nabi sampai di Madinah, Abdullah segera menemui Nabi SAW untuk mengetahui secara langsung dan menguji Muhammad bahwa beliau benar-benar seorang nabi terakhir yang disebutkan dalam Taurat. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhasil dijawab dengan tegas dan lugas oleh Nabi SAW, Abdullah bin Salam akhirnya bersyahadat dan memeluk Islam. Namun, dia khawatir dengan pengikutnya, karena Abdullah bin Salam mengetahui betul watak dan tabiat umat Yahudi yang suka berkhianat. Abdullah mengatakan, “‘Ya Rasulullah, kaum yahudi ini kaum pendusta, yahudi memberikan kesaksian itu sendiri, tentang sifatnya yang suka bohong, ‘maka rahasiakan masuk Islamku ini, tapi panggil mereka semua ya Rasulullah, lalu tanyakan kepada mereka tentang kedudukanku, baru kemudian sampaikan bahwa aku sudah masuk Islam.” Setelah itu, para pemimpin agama Yahudi dikumpulkan di hadapan Rasulullah di masjid di Madinah. Sedangkan Abdullah bersembunyi di balik dinding tipis masjid. Dalam persembunyian itu, Abdullah mendengarkan bagaimana respons umatnya ketika Nabi Muhammad mengajak mereka agar beriman kepada Allah SWT. “Wahai yahudi, bertakwalah kamu kepada Allah, kamu tahu saya utusan Allah,” ujar Nabi Muhammad SAW. Yahudi adalah umat yang paling mengetahui tentang ciri-ciri Nabi Muhammad, laiknya seorang ibu yang langsung mengenali anaknya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 146 “allazina aatainahumul-kitaaba ya’rifuunahuu kamaa ya’rifuuna abnaa ahum.” “Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab (taurat dan injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.” Yahudi mengetahui betul bahwa Muhammad adalah seorang Nabi, dan bahwa apa yang dibawa Nabi Muhammad itu benar karena mereka telah mengenal Nabi Muhammad dari Taurat. Bahkan tiga suku ini, Qainuqa, Nadhir, dan Quroidzoh hijrah ke Madinah karena tahu Madinah adalah tempatnya hijrah Nabi terakhir (Muhammad SAW). “Mereka tahu betul bahwa ini Nabi muhammad, saking dirincikan betul dalam Taurat, kata Nabi SAW, ‘kalian orang yang paling mengenalku, kalian tahu saya utusan Allah, berimanlah,’ tetapi secara serentak mereka mengatakan tidak mau beriman,” ujar Abdullah bin Salam waktu itu. Lalu Nabi SAW bertanya, “bagaimana pendapat kalian tentang Abdullah bin Salam?” Mereka mengatakan, ‘Oh dia ulama kami, dia orang paling saleh di antara kami, dia pemimpin kami, dia tuan kami dan anak tuan kami, maksudnya dia dan ayahnya, dua-duanya terhormat di sisi kami.’

Read More

Berikut 20 Sifat Mustahil Bagi Allah Yang Wajib Kita Ketahui Sebagai Musli

Surabaya — 1miliarsantri.net : Seorang muslim yang beriman kepada Allah artinya ia meyakini bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah. Hal itu berdasarkan sifat wajib Allah Wahdaniyyah yang berarti Maha Esa, tunggal, dan tidak ada yang menandinginya.Namun, ada sifat mustahil bagi Allah yang wajib juga kita ketahui sebagai seorang muslim yang bertakwa kepadanya. Sifat Mustahil adalah, sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Berikut ini 20 sifat mustahil bagi Allah. Sebagai umat Islam tentunya kita meyakini tidak mungkin alam semesta ini ada jika Allah tidak ada, artinya Allah mustahil Allah bersifat Adam. Allah berfirman mengenai ciptaannya dapat dilihat dari Surah An-Nahl ayat 3 خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ Latin: Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq, ta’ālā ‘ammā yusyrikụn Artinya: Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan. Sebab itu Allah mustahil bersifat Huduts, karena Allah yang terdahulu dan menciptakan seluruh alam semesta, terkait hal itu ada padat surah Al Hadid Ayat 3. هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ Latin: Huwal-awwalu wal-ākhiru waẓ-ẓāhiru wal-bāṭin, wa huwa bikulli syai`in ‘alīm Artinya: Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah itu kekal, dialah yang tidak mempunyai permulaan dan juga tidak ada akhir. Kita harus meyakini bahwa Allah akan ada selama-lamanya, sebab itulah Allah mustahil bersifat fana. Pada firman Allah di surah Ar-Rahman juga bisa kita lihat bahwa Allah bersifat kekal atau baqa dan berlawanan dari sifat fana. وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ Arab-Latin: Wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām Artinya: Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Tentunya sifat ini kebalikan dari sifat wajib Allah yaitu mukhalafatu lil hawaditsi (berbeda dari makhluk ciptaannya). Akan hal itu makna dari sifat ini sangat berkebalikan dari sifat Allah yang tidaklah serupa dengan manusia. Sebab Allah, tak dapat diserupai dan tidak menyerupai makhluk ciptaan-Nya. Mengenai hal itu, kita bisa melihat pada firman Allah di surah Al Ikhlas ayat 4. وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ Arab-Latin: Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad Artinya: Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia Kita mengetahui bahwa Allah lah yang berkuasa di seluruh alam semesta ini sebab karena Allah yang menciptakan makhluk dan alam semesta, sebab itulah tidak mungkin Allah mempunyai sifat Ajzun atau tidak berkuasa atau lemah. إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Arab-Latin: Innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr Artinya: Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Dalam berkehendak Allah tidaklah terpaksa. Dia yang maha mampu dan mempunyai segalanya serta berkuasa untuk berkehendak. Hal itu ada pada firmannya di surah Al-Buruj ayat 16 فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ Latin: Fa”ālul limā yurīd Artinya: Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Read More

Terbaru Diluncurkannya Tafsir Al-Mishbah Dalam Bentuk Aplikasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang tentang pengajaran Al-Qur’an. Ulama di Indonesia terus berupaya mengajarkan Al-Qur’an melalui tafsir, bahkan sejak abad ke-17. Salah satu tafsir yang cukup dikenal masyarakat Indonesia adalah “Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (MQS), yang telah diakui oleh para ulama di dalam dan luar negeri. Setelah hadir dalam bentuk buku dan audio visual di program televisi, dengan penuh rasa syukur, Selasa (31/10/2023) Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) meluncurkan Aplikasi Tafsir Al-Mishbah yang dirancang untuk membuat ajaran Al-Qur’an lebih mudah diakses seluruh lapisan masyarakat pada era digitalisasi yang pesat. Tafsir Al-Mishbah memiliki gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna oleh segenap kalangan, dan menjadi salah satu karya tafsir paling komprehensif dalam mengulas setiap ayat Al-Qur’an, yang disertai dengan contoh konkret dan relevan dengan realitas sosial serta budaya Indonesia. Hal ini pun diturunkan ke dalam bentuk aplikasinya. “Dengan hadirnya Aplikasi Tafsir Al-Mishbah sebagai manifestasi dari Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), semoga dapat menjadikan Al-Qur’an lebih dekat dan mudah diakses oleh publik. “Ini merupakan langkah penting untuk memperluas kesempatan dan keterjangkauan bagi masyarakat untuk memahami makna setiap ayat dalam Al-Qur’an dengan lebih mudah dan fleksibel, di mana pun dan kapan pun,” menurut Nasywa Shihab, Direktur Utama Penerbit Lentera Hati, sebagai penerbit buku Tafsir Al-Mishbah. Sesuai dengan arti dari kata Al-Mishbah yaitu pelita yang dapat memberi penerangan bagi yang berada dalam kegelapan. Hal itu sejalan dengan motivasi dari sang penulis dan pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, Prof. Quraish Shihab, ketika membuat Tafsir Al-Misbah. “Harapannya, Tafsir Al-Mishbah dalam bentuk aplikasi ini dapat terus memberi kemudahan bagi umat Islam di mana pun, khususnya Indonesia, untuk mendapatkan pemahaman yang utuh dari setiap ayat dalam Al-Quran serta membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam pemikiran masyarakat sehingga mereka dapat konsisten menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam menjalankan kehidupan,” ujarnya. Tafsir Al-Mishbah dengan berbagai keunggulannya, menjadikannya sebuah karya tafsir yang sangat istimewa. Ini juga tertuang dalam fitur yang terdapat dalam aplikasi ini. Melalui aplikasi ini, umat Muslim di Indonesia tidak hanya dapat mempelajari makna dari setiap ayat dalam Al-Qur’an di mana pun mereka berada, namun juga mendapat kemudahan dalam mencari pembahasan tertentu yang mengarahkan pada tafsir ayat sesuai dengan topik. “Sehingga target pengguna seperti masyarakat umum yang baru mulai belajar tentang Al-Qur’an, ataupun para akademisi yang mencari referensi, bisa mendapatkan jawaban atau arahan dengan cepat,” jelas Arkka Dhiratara, CEO Hukum Online yang juga Tech. Advisor Tafsir Al-Mishbah Apps.

Read More

Masjid Al Aqsa Merupakan Saksi Peristiwa Perjalanan Isra Mi’raj

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Palestina memiliki fadhilah yang besar dalam Islam. Salah satunya, Masjid Al-Aqsa merupakan saksi atas peristiwa perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَاررَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (QS Al Isra ayat 1) Ulama Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, Masjid Al-Aqsa adalah tempatnya para nabi dari zaman Nabi Ibrahim AS. Karena hal inilah, para nabi itu berkumpul di Masjid Al-Aqsa, lalu Nabi Muhammad SAW mengimami mereka dalam sholat. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin termulia dan terdepan. Hal tersebut disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: لَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِي عَنْ مَسْرَاايَ فَسَأَلَتْنِي عَنْ أَشْيَاءَ مِنْ بَيْتِ اللْمَقْدِسِ لَمْ أُثْبِتْهَا فَكُرِبْتُ كُرْبَةً مَا كُرِبْتُ مِثْلَهُ قَطُّ قَالَ فَرَفَعَهُ اللَّهُ لِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ مَا يَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ إِلَّا أَنْبَأْتُهُمْ بِهِ وَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي جَمَاعَةٍ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَإِذَا مُوسَى قَائِمٌ يُصَلِّي فَإِذَا رَجُلٌ ضَرْبٌ جَعْدٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ وَإِذَا عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ وَإِذَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّللَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَشْبَهُ النَّاسِ بِهِ صَصَاحِبُكُمْ يَعْنِي نَفْسَهُ فَحَانَتْ الصَّلَاةُ فَأَمَمْتُهُمْ فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْ الصَّلَاةِ قَالَ قَائِلٌ يَا مُحَمَّدُ هَذَا مَالِكٌ صَاحِبُ النَّارِ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَبَدَأَنِي بِالسَّلَامِ “Aku telah melihat diriku sendiri dalam sebuah mimpi ketika di hijr, orang-orang quraisy bertanya kepadaku mengenai perjalanan malamku (pada waktu Isra dan Miraj). Mereka menanyakan beberapa hal mengenai Baitul Maqdis yang belum aku ketahui dengan pasti sehingga aku pun merasakan kesusahan yang sama sekali belum pernah aku rasakan sebelumnya.”

Read More

Tunggu Kiamat Jika Urusan Diserahkan Bukan ke Ahlinya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ada banyak hadits tentang tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat. Hal yang umum diketahui tentang tanda kiamat ialah terjadinya huru-hara di akhir zaman dan pecahnya perang besar serta kemenangan umat Islam. Namun ada hal lain yang sebetulnya juga termasuk tanda kian dekatnya kiamat. Dasarnya ialah hadits riwayat Abu Hurairah RA yang tercantum dalam Shahih Bukhari. Berikut ini bunyi hadits lengkapnya: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ Terjemahan:Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, “Kapan datangnya hari kiamat?” Namun, Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, “Beliau mendengar perkataannya, akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu.” Dan ada pula sebagian yang berkata, “Beliau tidak mendengar perkataannya.” Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, “Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?” Orang (yang bertanya) itu berkata, “Saya, wahai Rasulullah!” Maka Nabi SAW bersabda, “Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu bertanya, “Bagaimana hilangnya amanah itu?” Nabi SAW bersabda, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” (HR. Bukhari) Dikutip dari Dorar, dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW sedang mengajarkan orang-orang ihwal perkara agama dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Nabi SAW menjelaskan kepada mereka tentang kebenaran dan memperjelas sesuatu yang bermanfaat bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat.

Read More

Doa Para Malaikat Penyangga Arsy, Khusus Untuk Mereka Yang Beriman

Surabaya — 1miliarsantri.net : Wajib hukumnya bagi setiap Muslim untuk memercayai adanya Arsy. Dalam Alquran, ada 21 kali penyebutan Arsy yang disandarkan kepada Allah SWT. Dalam Alquran surat Al Mu’min (Al Ghaafir) ayat 7 dijelaskan bahwa ada para malaikat yang bertugas menyangga Arsy. الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا… Artinya: “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) ….”” Dalam kitab Min Wahyi al-Quran karya Syekh Yasin Muhammad Yahya dijelaskan bahwa ada malaikat hamalatul Arsy (penyangga Arsy) dan ada malaikat yang berada di sekitar Arsy. Para malaikat itu selalu bertasbih mensucikan Allah SWT dan memohon ampunan untuk orang beriman. Malaikat ini memohon ampunan untuk orang yang beriman yang bertobat. Bila kaum beriman dimohonkan ampunan oleh malaikat hamalatul Arsy berarti derajat orang yang didoakan malaikat itu di atas rata-rata, jadi ketika orang tersebut betul-betul mendekatkan diri kepada Allah SWT, malaikatlah yang mendoakannya. Para malaikat juga memohon agar kaum beriman dijauhkan dari siksa neraka. Malaikat hamalatul Arsy dan yang berada di sekeliling Arsy juga memohon agar orang beriman dimasukan ke surga. Selain itu para malaikat juga memohon agar orang tua, istri, dan keturunan orang yang beriman mendapatkan kebaikan di akhirat. Para malaikat juga mendoakan kaum beriman agar terjaga dari keburukan yaitu dari akidah yang rusak dan dari perbuatan buruk. Para malaikat penyangga Arsy adalah para malaikat yang memiliki keutamaan dibanding malaikat lainnya. Bahkan dalam tafsir ar-Razi dijelaskan bahwa malaikat penyangga Arsy adalah malaikat yang paling utama. Sebab itu Allah SWT memerintahkan para malaikat menyampaikan salam sebagai penghormatan kepada malaikat hamalatul Arsy. Jumlah malaikat penyangga Arsy sebanyak 8 malaikat. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan Arsy dari permata hijau. Arsy memiliki tiang penyangga yang jaraknya ibarat burung yang sangat cepat perlu 80 ribu tahun untuk menempuhnya. Namun demikian keterangan tersebut sebatas simbolik untuk menggambarkan betapa luasnya Arsy dan Mahaagungnya kekuasaan Allah SWT. Selain para malaikat penyangga Arsy ada juga malaikat yang mengitari Arsy. Terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa ada sebanyak 70 ribu baris malaikat bertawaf mengelilingi Arsy dan bertahlil serta bertakbir.

Read More

Sungai Nil adalah Sumber Air Utama Bagi Penduduk Mesir

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dikisahkan ketika Amr bin al-Ash bin Wa’il bin Hisyam menjabat sebagai gubernur Mesir pada masa Khulafaur Rasyidin, Sungai Nil adalah sumber air utama bagi penduduk Mesir. Sungai Nil adalah pendukung ekonomi penting yang mendukung sektor pertanian dan perikanan di Mesir. Kehidupan penduduk Mesir kala itu bergantung kepada Sungai Nil, dan dalam prosesnya muncullah tradisi memberikan tumbal gadis perawan untuk dipersembahkan kepada Sungai Nil. Amr bin al-Ash saat menjabat gubernur Mesir mengirimkan surat kepada Umar bin Khattab radhiyallahu anhu tentang tradisi penduduk Mesir, yaitu melemparkan tumbal berupa seorang gadis perawan ke Sungai Nil setiap tahun. Penduduk Mesir pernah berkata kepada Amr bin al-Ash, “Wahai Amir (pemimpin), sesungguhnya kami memiliki tradisi berkaitan dengan sungai, dan sungai ini tidak akan mengalir kecuali dengan (menjalankan) tradisi itu.” Amr bin al-Ash sang gubernur Mesir bertanya kepada mereka, “Tradisi apakah itu?” Penduduk Mesir menjawab, “Apabila telah berlalu 12 malam dari bulan ini, kami mengambil gadis perawan dari kedua orang tuanya. Kami mempercantik gadis perawan itu dengan perhiasan dan pakaian yang terbaik, lalu melemparkannya ke Sungai Nil sehingga air sungai pun kembali mengalir.” Amr bin al-Ash berkata, “Perbuatan itu tidak diperbolehkan dalam Islam, dan sesungguhnya Islam datang untuk meruntuhkan ajaran yang ada sebelumnya.” Akhirnya penduduk Sungai Nil pun memutuskan untuk menunggu (kemungkinan yang akan terjadi) selama beberapa bulan. Ternyata air Sungai Nil tetap tidak mengalir, baik sedikit maupun banyak, hingga mereka bermaksud pindah ke tempat lain.

Read More

Istiqomah Adalah Bentuk Kecintaan Kita Kepada Allah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketika kita merenungkan hadits mulia yang disampaikan oleh Rasulullah SAW : “Katakanlah ‘Aku beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah,” kita disajikan dengan inti dari identitas seorang Muslim yang sejati. Hadits ini mengajarkan bahwa istiqamah yang benar adalah kunci dalam Islam, dan hal ini mencakup tiga rukun yang esensial dalam kehidupan seorang Muslim. Pertama-tama, mari kita bahas istiqamah dengan lisan. Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk mengucapkan, “Aku beriman kepada Allah.” Ini adalah permulaan yang sangat penting. Dengan lisan, kita mengakui keimanan kita kepada Allah, Sang Pencipta, dan Sang Pengatur segala yang ada di alam semesta ini. Ini adalah fondasi dari keyakinan kita sebagai seorang Muslim. Namun, kita harus menyadari bahwa pengakuan semata dengan lisan tidak cukup. Hanya dengan mengucapkan kata-kata ini tanpa tindakan nyata, keimanan kita tidak akan benar-benar bersinar. Inilah mengapa kita perlu beralih ke rukun yang kedua, yaitu istiqamah dengan hati dan anggota badan. Rasulullah mengingatkan kita untuk “beristiqamah.” Ini mengisyaratkan kepada kita bahwa iman yang sejati memerlukan kesinambungan dan konsistensi dalam tindakan kita sehari-hari. Kita harus hidup sesuai dengan nilai-nilai iman kita. Ini mencakup perilaku, etika, dan tindakan kita terhadap sesama manusia dan alam semesta. Istiqamah dengan hati dan anggota badan adalah pengamalan nyata dari iman kita, yang terpancar dalam tindakan nyata yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, pengakuan dengan lisan dan amal perlu diikuti oleh yang ketiga, yaitu ketetapan dalam beriman kepada Allah. Ini adalah bentuk istiqamah yang paling agung. Ketika kita berbicara tentang beristiqamah di atas tauhid dalam mengenal Allah, ini berarti kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup kita. Tauhid adalah inti dari ajaran Islam, yaitu keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diharapkan. Oleh karena itu, istiqamah dalam tauhid adalah kunci untuk memahami dan menjalani agama Islam. Beribadah kepada Allah adalah manifestasi lain dari istiqamah ini. Kita harus menjalani ibadah kita dengan tekun, khusyuk, dan tulus kepada Allah semata. Ketika kita beribadah, kita harus menjadikan Allah sebagai fokus utama, tidak tergoyahkan oleh godaan atau gangguan dunia. Kita juga harus merasakan takut kepada Allah, sebuah bentuk hormat dan kesadaran akan kebesaran-Nya. Ini akan membimbing kita untuk menjauhi perbuatan dosa dan melaksanakan perintah-Nya dengan penuh ketakwaan. Mengagungkan Allah adalah wujud dari istiqamah dalam mengenal-Nya. Allah adalah Maha Suci dan Maha Agung, dan kita harus senantiasa merenungkan keagungan-Nya. Ini akan memperkuat rasa kagum dan penghormatan kita terhadap-Nya. Ketika kita mengagungkan Allah, kita akan merasa sangat bersyukur atas segala karunia yang diberikan-Nya kepada kita. Mengharapkan pahala-Nya adalah salah satu aspek lain dari istiqamah. Saat kita beriman dengan kuat kepada Allah dan beramal saleh, kita meyakini bahwa Allah akan memberikan pahala yang besar kepada kita di akhirat. Keyakinan ini adalah pendorong bagi kita untuk terus berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan buruk. Selain itu, berdoa kepada Allah adalah tindakan penting yang menunjukkan istiqamah kita dalam mengenal-Nya. Doa adalah sarana komunikasi langsung kita dengan Sang Pencipta. Kita harus senantiasa berdoa kepada Allah, memohon petunjuk, bimbingan, dan pertolongan-Nya dalam setiap langkah hidup kita. Bertawakal kepada Allah adalah bentuk kepercayaan yang dalam bahwa Allah adalah pelindung dan pemelihara sejati. Ketika kita bertawakal kepada-Nya, kita merelakan segala urusan kita kepada Allah dan meyakini bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita. Ini juga merupakan ungkapan nyata dari istiqamah. Terakhir, tetapi sangat penting, adalah menjauhi perbuatan syirik atau berpaling kepada selain Allah. Istiqamah dalam tauhid juga mencakup keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Kita tidak boleh menyekutukan-Nya dengan yang lain atau menggantikan-Nya dengan sesuatu atau seseorang yang lain. Hal ini adalah prinsip mendasar dalam Islam.

Read More

Kelemahan Setan Dijelaskan dalam Al-Qur’an Yakni Kekuatan Ketakwaan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Surat Al-Anfal Ayat 48 adalah salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menggambarkan kelemahan dan pengecutnya setan ketika ia berhadapan dengan kekuatan dan ketakutan kepada Allah. Ayat ini mengandung pelajaran penting tentang perlunya kita sebagai manusia untuk senantiasa berlindung dan berserah diri kepada Allah agar terhindar dari godaan setan. Pertama-tama, Surat Al-Anfal Ayat 48 menjelaskan tentang peristiwa pertempuran Badar, sebuah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam. Di sinilah setan mencoba untuk mempengaruhi kaum musyrikin dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan terkalahkan dan bahwa dirinya adalah penolong mereka. Setan mencoba untuk memanfaatkan kelemahan manusia, yaitu keragu-raguan dan kekhawatiran dalam menghadapi pertempuran yang sulit. Namun, ketika pertempuran benar-benar dimulai, setan dengan cepat berpaling dan berlepas diri dari kaum musyrikin. Ini menunjukkan bahwa setan sebenarnya adalah makhluk yang lemah dan pengecut. Apa yang dapat kita pelajari dari ayat ini adalah bahwa setan hanya dapat mempengaruhi manusia selama manusia itu sendiri membiarkannya. Ketika seseorang memiliki ketakwaan kepada Allah dan keimanan yang kuat, setan tidak dapat berbuat apa-apa terhadapnya. Ini adalah pelajaran penting tentang kekuatan iman dan ketakwaan yang dapat memberikan perlindungan dari godaan setan. Untuk berlindung dari godaan setan, ada beberapa langkah yang dapat kita ambil: Dengan menjaga ingatan kepada Allah dan membaca Al-Qur’an secara teratur, kita memperkuat ikatan spiritual kita dengan-Nya. Ini membantu kita tetap fokus pada nilai-nilai yang benar dan menjauhkan diri dari godaan setan. Mengerti dan memperkuat iman kita adalah kunci untuk menghadapi godaan setan. Semakin kokoh keyakinan kita, semakin sulit bagi setan untuk mempengaruhi kita. Ibadah adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Melaksanakan ibadah wajib seperti shalat dan puasa, serta melaksanakan ibadah sunnah, dapat membantu kita memperkuat hubungan spiritual kita dan menjauhkan diri dari godaan setan.

Read More

Berikut Nasihat Habib Umar Agar Terhindar Dari Kemaksiatan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ada sejumlah nasihat yang disampaikan oleh Habib Umar bin Hafidz agar seorang Muslim terlindungi dari segala bentuk maksiat. Juga supaya jiwa dan hati kita bersih, dan istiqomah di jalan ketaatan kepada Allah SWT. Disiarkan dalam tayangan di kanal Youtube Nabawi TV, Habib Umar bin Hafidz menyampaikan nasihat tersebut melalui penerjemahan bahasa yang dilakukan oleh Habib Jindan yang berada di sebelah Habib Umar bin Hafidz. Berikut ini nasihat Habib Umar bin Hafidz: Misi setan yang merupakan musuh Allah adalah menjebloskan seorang Muslim ke dalam kemaksiatan. Tapi ingatlah, karena setan musuh Allah, maka Allah membukakan pintu taubat seluas-luasnya untuk menggagalkan misi setan itu. Karena itu, ketika seseorang berkali-kali berbuat dosa, lalu bertaubat, kemudian berbuat dosa lagi, maka bertaubatlah berulang kali kepada Allah. “Sebanyak apapun kita terpuruk dalam kemaksiatan, maka perbanyak selalu taubat kita kepada Allah, sebagaimana musuh kita setan yang ingin menghinakan kita dengan maksiat kepada Allah, maka hinakan dan kecewakan setan dengan bertaubat lagi kepada Allah,” kata Habib Umar bin Hafidz. Jika ada orang yang memaki, maka yang dicaci itu cukup berkata kepada pencacinya, “Sungguh saya akan membuat kesal dalang yang memprovokasi engkau untuk mencaci saya.” Dalang yang dimaksud adalah setan. Cara membuat setan kesal dan kecewa yaitu dengan memaafkan orang yang mencaci tersebut, membersihkan hati kita, dan tetap menyayangi orang yang mencaci. Dengan cara ini, setan kecewa dan usahanya gagal.

Read More