UAH : Istighfar, Kunci Surga yang Sering Terlupakan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah ceramah yang menyentuh hati, Ustad Adi Hidayat mengungkapkan rahasia amalan yang jarang dibicarakan namun memiliki kekuatan luar biasa dalam kehidupan seorang muslim. Amalan tersebut adalah istighfar, yang tidak hanya membuka pintu cinta dan ridha Allah SWT, tetapi juga memberikan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ustad Adi Hidayat yang biasa disebut UAH ini menekankan bahwa istighfar memiliki peran penting dalam membentuk hubungan yang kuat antara hamba dan Sang Pencipta. “Istighfar bukan hanya dapat mengantarkan kita kepada cinta Allah SWT, pada keridhaan Allah SWT, pada rahmat dan surganya Allah SWT, tetapi juga memberikan beragam kemudahan dalam berkehidupan,” terang Ustad Adi Hidayat, Rabu (11/9/2024). Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa amalan istighfar memiliki dampak yang nyata dalam kehidupan duniawi. Mulai dari kelancaran rezeki, kedamaian hati, ketenangan jiwa, hingga berbagai keringanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, istighfar dipercaya dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan. Pentingnya istighfar dalam kehidupan seorang muslim sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10-12, yang artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” Ayat tersebut menggambarkan bagaimana istighfar dapat membuka pintu keberkahan dan kemudahan dalam hidup. Ustad Adi Hidayat menegaskan bahwa amalan ini seringkali terlupakan, padahal memiliki keutamaan yang begitu besar. “Teman-teman, amalan itu adalah istighfar, amalan itu adalah istighfar,” tegas Ustad Adi Hidayat, mengingatkan akan pentingnya menjadikan istighfar sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, istighfar tidak hanya sebatas memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Lebih dari itu, istighfar merupakan bentuk pengakuan akan kelemahan diri sebagai manusia dan penegasan akan kebesaran Allah SWT. Dengan melakukan istighfar secara konsisten, seorang muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritualnya dan memperkuat hubungannya dengan Allah SWT.

Read More

Fungsi Pakaian Menutup Aurat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia untuk menutupi auratnya. Allah SWT dalam Alquran telah menjelaskan berbagai fungsi dari pakaian. Anggota Komisi Fatwa MUI, DR Faizah Ali Syibromalisi mengatakan, perihal pakaian dalam Alquran tidak terlepas dari apa yang dilakukan Nabi Adam AS dan pasangannya sesaat setelah melanggar perintah Allah SWT untuk tidak mendekati pohon larangan. Setelah tipu daya setan berhasil membujuk agar keduanya mencicipi pohon larangan tersebut, sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf ayat 22: فَدَلّٰىهُمَا بِغُرُورٍۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْاٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِۗ وَنَادٰىهُمَا رَبُّهُمَآ اَلَمْ اَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَقُلْ لَّكُمَآ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ Artinya: “Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka. “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” “Ayat di atas mengisyaratkan bahwa Adam dan pasangannya segera menutupi auratnya dengan daun. Namun tidak sekadar menutupi aurat mereka dengan selembar daun,” katanya. Meski begitu, sambungnya, jika melihat redaksi ayat di atas dipahami bahwa aurat sementara yang mereka gunakan adalah daun diatas daun sebagaimana dipahami dari kata yakhshifaani diatas. Hal tersebut mereka lakukan agar aurat mereka benar-benar tertutup. “Ayat ini menunjukkan bahwa menutup aurat adalah merupakan fitrah manusia yang diaktualkan oleh Adam dan istrinya,” ujarnya. Dia mengatakan, hal itu terjadi pada saat kesadaran mereka muncul bahwa memakan buah larangan telah menelanjangi aurat mereka. Dia menambahkan, apa yang dilakukan Adam, nenek moyang kita dinilai sebagai usaha manusia -secara spontan dan dengan ilham dari Allah- menutupi auratnya, adalah awal dari lahirnya budaya menutup aurat atau berpakaian. Pakaian juga memiliki tiga fungsi. Pertama, menutup aurat. Kedua, sebagai hiasan. Ketiga, pakaian ketakwaan. Hal ini sebagaimana dalam QS Al-A’raf ayat 26: يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” Selain itu, kata dosen UIN Jakarta ini, ada juga ayat yang mengisyaratkan fungsi pakaian sebagai pemelihara manusia dari sengatan panas dan dingin serta membentengi manusia dari hal-hal yang bisa mengganggu ketentramannya. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS An-Nahl ayat 81:

Read More

Makna Pengulangan Ayat dalam Surat Ar Rahmaan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Alquran adalah pedoman universal bagi seluruh manusia. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menakjubkan dari segi isinya, melainkan juga bahasa yang digunakannya. Banyak ulama dan ahli sejarah sepakat, Kalamullah ini merupakan puncak paripurna penggunaan bahasa Arab. Di antara sisi keindahan Alquran ialah pengulangan kata-kata yang sama. Hal ini dijumpai dalam surah ar-Rahmaan. Menurut Prof Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir al-Munir, surah ini dinamai ar-Rahman lantaran dibuka dengan salah satu dari nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna), yaitu ar-Rahmaan–‘Zat Yang Mahapengasih.’ Bahkan, makna ar-Rahmaan “lebih kuat” daripada kata ar-Rahiim, ‘Yang Mahapenyayang.’ Dikatakan demikian, lanjut az-Zuhaili, sebab ar-Rahmaan bermakna ‘Dia Yang mengaruniai nikmat-nikmat besar dan kepada semua makhluk.’ Adapun ar-Rahiim bermakna ‘Dia Yang memberi nikmat-nikmat kecil dan pemberian itu adalah pemberian yang khusus kepada kaum Mukminin.’ Dalam surah ar-Rahmaan, terdapat pengulangan (tikrar) yakni ayat berikut. فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Ini diulang sebanyak 31 kali dalam surah tersebut. Arti dari ayat ini adalah, ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?’ Ungkapan pertanyaan retoris ini ditujukan kepada bangsa jin dan manusia. Dalam surah ar-Rahman, Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang banyak sekali, yang Dia limpahkan kepada jin dan manusia. Itu agar mereka bersyukur dan tidak kufur. Banyaknya nikmat yang Allah limpahkan itu menunjukkan kekuasaan dan rahmat-Nya. Dia sudah sepantasnya dijadikan sebagai satu-satunya yang berhak disembah.

Read More

Reaksi Nabi Saat Anak Pejabat yang Berbuat Jahat Lolos dari Hukuman

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya menyampaikan bahwa yang membinasakan orang-orang terdahulu adalah hukum yang tidak ditegakkan dengan adil. Maksudnya, jika pejabat yang berkuasa dan anaknya melanggar hukum tidak dihukum, tapi jika rakyat biasa yang melanggar hukum maka hukum ditegakan dengan tegas. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقَالُوا وَمَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا Aisyah Radhyalahu anha berkata bahwa orang-orang Quraisy mengkhawatirkan keadaan (nasib) wanita dari bani Makhzumiyyah yang (kedapatan) mencuri. Mereka berkata siapa yang bisa bicara kepada Rasulullah SAW? Mereka menjawab bahwa tidak ada yang berani kecuali Usamah bin Zaid yang dicintai Rasulullah SAW. Maka Usamah bin Zaid berkata kepada Rasulullah SAW. Tetapi Rasulullah SAW bertanya, “Apakah engkau memberi syafaat (pertolongan) berkaitan dengan hukum Allah?” Rasulullah SAW pun berdiri dan berkhutbah, “Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) di antara mereka yang mencuri, maka mereka biarkan (tidak dihukum). Namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa), maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.” (HR Imam Bukhari). Demikian disampaikan Rasulullah Muhammad SAW kepada umat manusia. Hadits tersebut menyindir orang berkuasa dan memiliki kedudukan yang tinggi, jika berbuat salah cenderung dibiarkan atau tidak dihukum. Sebaliknya, jika orang lemah atau rakyat biasa yang berbuat maka hukum ditegakkan. Rasulullah SAW dalam sabdanya menegaskan bahwa jika anaknya yakni Fatimah berbuat salah, pasti Rasulullah SAW yang akan menghukumnya langsung dengan tegas. Hal ini menggambarkan bahwa Rasulullah SAW adalah pemimpin yang sangat adil. Tidak serta merta karena Fatimah anak dari Rasulullah SAW maka Fatimah dibebaskan walau bersalah.

Read More

Kandungan dan Keistimewaan Surat Al Baqarah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Surat Al-Baqarah, surat terpanjang dalam Al-Qur’an, menyimpan keindahan yang tak terbatas. Dengan 286 ayat yang sarat makna, surat ini menjadi lentera bagi umat Islam dalam mengarungi kehidupan. Bukan sekadar rangkaian kata, Al-Baqarah adalah panduan hidup yang mencakup aspek keimanan, hukum, dan etika sosial. Keistimewaan Al-Baqarah terletak pada kemampuannya menyentuh jiwa. Setiap ayatnya bagaikan air sejuk yang menenangkan hati yang gelisah. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin tak menentu, surat ini hadir sebagai oase spiritual, memberikan kesejukan dan kedamaian bagi mereka yang merenunginya. Salah satu mutiara terindah dalam Al-Baqarah adalah Ayat Kursi. Ayat 255 ini merupakan manifestasi keagungan Allah SWT. Membacanya seolah membuka pintu ke alam semesta, di mana kita diingatkan akan kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi. Ayat Kursi bukan sekadar bacaan, melainkan benteng kokoh yang memberikan rasa aman dan perlindungan bagi pembacanya. Al-Baqarah juga mengajarkan kita tentang kekuatan kesabaran dan shalat. Di era serba instan ini, kesabaran seringkali terlupakan. Namun, surat ini mengingatkan bahwa sabar dan shalat adalah dua senjata ampuh dalam menghadapi badai kehidupan. Dengan bersabar, kita dilatih untuk menghadapi masalah dengan kepala dingin. Sementara shalat menjadi jembatan komunikasi langsung dengan Sang Pencipta, tempat kita bisa mencurahkan segala keluh kesah. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail dalam Al-Baqarah mengajarkan kita tentang makna ketaatan yang sesungguhnya. Ketika Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan putranya, ia tidak ragu-ragu. Begitu pula Ismail, yang dengan ikhlas menerima takdirnya. Kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan teladan abadi tentang kepasrahan total kepada Allah SWT. Al-Baqarah juga menegaskan pentingnya mengikuti petunjuk Allah. Di zaman di mana banyak orang tersesat dalam pencarian makna hidup, surat ini hadir sebagai kompas yang tak pernah salah arah. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah panduan hidup sempurna bagi mereka yang bertakwa. Keindahan Al-Baqarah tidak hanya terletak pada panjangnya ayat, tetapi juga pada kedalaman maknanya. Setiap kata seolah memiliki kekuatan magis yang mampu mengubah hati yang keras menjadi lembut. Surat ini mengajarkan kita untuk selalu introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan yang terpenting, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah dunia yang semakin kompleks, Al-Baqarah hadir sebagai penyejuk jiwa. Ia mengingatkan kita akan fitrah manusia sebagai hamba Allah. Melalui ayat-ayatnya, kita diajak untuk kembali ke jalan yang lurus, meninggalkan segala bentuk kesesatan dan kemunafikan.

Read More

Tiga Peristiwa Besar di bulan Rabiul Awal

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bulan Rabiul Awal memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah Islam. Meskipun tidak memiliki ibadah khusus seperti bulan Zulhijah dan Ramadan, bulan ini memiliki sejumlah momen penting. Bulan ini menawarkan umat Muslim sebuah kesempatan yang berharga untuk merenungkan kembali peran sentral Rasulullah Muhammad SAW. Rabiul Awal merupakan bulan di mana beberapa peristiwa penting terjadi, menjadikannya sebagai salah satu bulan yang penuh makna dan pelajaran bagi umat Muslim. Pertama, yang paling dikenal adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan ini. Peristiwa kelahiran ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan awal dari sebuah era baru bagi umat manusia. Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, membawa risalah Ilahi yang menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya kebenaran. Kelahiran beliau di bulan Rabiul Awal menjadi simbol awal dari pencerahan spiritual yang menyebar ke seluruh penjuru dunia, mengubah peradaban dan memberikan panduan moral serta etika yang kuat kepada umat manusia. Kedua, bulan Rabiul Awal juga menjadi saksi dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini tidak hanya penting dalam konteks sejarah Islam, tetapi juga dalam pembentukan masyarakat Islam yang kuat dan berdaulat. Hijrah ini menandai perubahan besar, di mana Nabi Muhammad SAW memimpin umat Muslim untuk membangun komunitas yang berdasarkan keadilan, kesetaraan, dan ketakwaan. Banyak yang salah kaprah mengira bahwa hijrah terjadi pada bulan Muharram, tetapi buku-buku sejarah yang otoritatif seperti karya Ibn Hisyam, Ibn Ishaq, dan Al-Waqidi dengan jelas menyebutkan bahwa hijrah ini terjadi pada bulan Rabiul Awal. Ini adalah salah satu momen penting yang menandai dimulainya kalender Hijriyah, sebuah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Muslim hingga hari ini. Ketiga, Rabiul Awal juga membawa nuansa duka bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Muslim kehilangan sosok Nabi Muhammad SAW yang wafat pada tahun kesebelas Hijriyah.

Read More

Misteri Kalimat Alhamdulillah di Dalam Alquran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al-Fatihah disebut sebagai surah pembuka dari Alquran. Surah istimewa ini diletakkan pertama dalam Alquran dan menjelaskan pokok-pokok Alquran. Salah satu kalimat populer dalam Al-Fatihah yakni Alhamdulillah. Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah mengutip pandangan Al Biqai tentang kandungan makna Alhamdulillah dalam Surah Al Fatihah. Al Biqai memerinci dengan memberikan contoh ayat Alhamdulillah yang dibaca setelah basmalah pada Surah Al-Fatihah. Ada empat surat yang dimulai setelah basmalah dengan alhamdulillah. Setiap suratnya mengisyaratkan nikmat-nikmat Allah sesuai perurutannya. Berikut penjabaran Al Biqai mengenai empat surat yang dimaksud: Ayat ini mengisyaratkan nikmat wujud di dunia dan segala potensi yang dianugerahkan Allah di langit dan di bumi serta yang dapat diperoleh melalui gelap dan terang. Di sini yang diisyaratkan adalah nikmat-nikmat pemeliharaan Allah yang dianugerahkan-Nya secara aktual dalam kehidupan dunia ini, yang puncaknya adalah Alquran sekaligus penyebutannya mewakili nikmat-nikmat pemeliharaan yang lain. Ayat ini mengisyaratkan nikmat-nikmat Allah di akhirat kelak, yakni kehidupan baru, di mana manusia yang taat memperoleh kenikmatan abadi setelah seluruh makhluk mengalami kematian.

Read More

Gus Baha: Ingat Allah, Lupakan Masalah

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah kajian yang mencerahkan, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyampaikan pesan yang menggetarkan hati tentang keutamaan zikir dan mengingat Allah. Ulama kharismatik ini menekankan bahwa kesibukan dalam mengingat Allah, baik melalui Al-Quran maupun cara lainnya, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan sibuk meminta-minta kepada-Nya. “Orang yang sibuk ingat Allah, baik dengan quran maupun yang lain, pokoknya sibuk ingat Allah, sampai dia itu lupa meminta, itu akan Allah kasih di atas. Permintaan orang-orang yang minta, karena ingat Allah itu lebih mudah,” ujar Gus Baha. Gus Baha juga mengutip perkataan Sayyid Abdullah Al-Haddad, seorang ulama besar dari Yaman, yang menegaskan bahwa mengingat Allah itu lebih mudah dibandingkan mengingat nasib diri sendiri. Beliau menjelaskan bahwa Allah memiliki nama-nama yang indah (Asmaul Husna) dan sifat-sifat yang mulia, seperti Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). “Daripada anda ingat nasib anda, capek. Sepertinya pernah shalat lama, puasa lama, tapi maksiatnya juga lama,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa fokus pada diri sendiri seringkali membawa kelelahan spiritual. Beliau juga menyinggung tentang fenomena yang sering terjadi di masyarakat, di mana orang-orang kadang lebih antusias menghadiri acara hiburan dibandingkan acara keagamaan. “Maulid ya biasa datang 2 jam, tapi dangdutannya ya pernah 3 jam, ruwet ini,” tambahnya dengan nada yang mengundang introspeksi. Gus Baha menekankan bahwa mengingat diri sendiri seringkali membawa kerumitan, sementara mengingat Allah membawa ketenangan dan keberkahan. Beliau mengajak umat untuk senantiasa mengingat keagungan Allah melalui nama-nama dan sifat-Nya yang mulia.

Read More

Kemenag Minta Semua Stasiun TV Ganti Adzan Via Running Text Selama Misa Akbar Paus

Jakarta — 1miliarsantri.net : Selama kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan imbauan agar stasiun televisi berkenan untuk menyiarkan adzan Magrib dalam bentuk running text ketika menayangkan secara langsung ibadah misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2024) esok. Hal itu sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika tertanggal 1 September 2024. Surat itu juga mengimbau agar seluruh televisi nasional menyiarkan secara langsung dan tidak terputus ibadah misa akbar yang dipimpin Paus Fransiskus besok. “Kementerian Agama menyarankan agar Misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 September 2024 pada pukul 17.00 s.d. 19.00 WIB disiarkan secara langsung dengan tidak terputus pada seluruh televisi nasional,” demikian bunyi surat yang ditandangani Dirjen Bimas Katolik Suparman dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin tersebut. Kemenag juga mengingatkan bahwa adzan Maghrib yang kemungkinan berlangsung di sela-sela ibadah misa akbar tersebut tetap disiarkan. Hanya saja, Kemenag mengimbau agar penyiaran adzan Maghrib dilakukan dengan cara running text atau teks berjalan yang muncul di layar televisi. “Sehubungan dengan hal tersebut, mohon kiranya penyiaran adzan Maghrib dapat dilakukan dengan running text,” demikian tertulis dalam surat tersebut. Imbauan itu keluar setelah Panitia Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus meminta agar Kemenag berkenan menjembatani komunikasi dengan organisasi keagamaan terkait penyiaran adzan Maghrib di pada saat ibadah misa akbar di GBK. Menteri Agama RI Yaqut Choil Qoumas yang turut menyambut langsung kedatangan Paus Fransiskus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (3/9/2024) siang, menyebut kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik itu harus dimaknai dengan keinginan untuk membangun perdamaian antarumat beragama. Oleh karena itu, Menag mengajak masyarakat Indonesia dapat menunjukkan persatuan dan kesatuan serta sikap saling memahami dan saling pengertian.

Read More

Buya Yahya : Kunci Surga di Genggaman mu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ulama terkemuka Indinesia, Buya Yahya, mengungkapkan tiga amalan sederhana namun penuh makna untuk berbakti kepada orang tua. Dalam ceramahnya yang menyentuh hati, beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua, bahkan setelah mereka tiada. Amalan pertama yang disampaikan adalah selalu menyertakan orang tua dalam doa. “Jangan berdoa panjang lebar tanpa mengingat bapak dan ibu,” ujar Buya Yahya. Beliau mengingatkan pentingnya mendoakan kebaikan dan ampunan Allah untuk orang tua sebagai bentuk bakti utama. Kedua, Buya Yahya mengajarkan untuk berbagi rezeki atas nama orang tua. “Jika engkau mendapatkan rezeki dari Allah, sisihkan sebagian. Niatkan untuk menggendong ibumu ke surga,” jelasnya. Beliau menyarankan untuk menyalurkan sebagian rezeki ke pesantren, masjid, atau membantu fakir miskin dengan niat berbakti kepada orang tua. Amalan ketiga adalah menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang dekat dengan orang tua. “Baik-baiklah dengan orang yang dibaiki oleh orang tuamu,” pesan Buya Yahya. Ini mencakup saudara kandung, kerabat, bahkan tetangga yang pernah dibaiki oleh orang tua semasa hidupnya. Buya Yahya menekankan bahwa ketiga amalan ini merupakan investasi akhirat yang tak ternilai. Dengan melaksanakannya, seorang anak tidak hanya berbakti kepada orang tua, tetapi juga membuka pintu surga untuk dirinya sendiri. Dalam dunia yang semakin sibuk, pesan Buya Yahya mengingatkan kita untuk tidak melupakan akar dan fondasi kehidupan kita. Berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Read More