Fungsi Pakaian Menutup Aurat

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia untuk menutupi auratnya. Allah SWT dalam Alquran telah menjelaskan berbagai fungsi dari pakaian.

Anggota Komisi Fatwa MUI, DR Faizah Ali Syibromalisi mengatakan, perihal pakaian dalam Alquran tidak terlepas dari apa yang dilakukan Nabi Adam AS dan pasangannya sesaat setelah melanggar perintah Allah SWT untuk tidak mendekati pohon larangan.

Setelah tipu daya setan berhasil membujuk agar keduanya mencicipi pohon larangan tersebut, sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf ayat 22:

فَدَلّٰىهُمَا بِغُرُورٍۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْاٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِۗ وَنَادٰىهُمَا رَبُّهُمَآ اَلَمْ اَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَقُلْ لَّكُمَآ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya: “Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka.

“Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

“Ayat di atas mengisyaratkan bahwa Adam dan pasangannya segera menutupi auratnya dengan daun. Namun tidak sekadar menutupi aurat mereka dengan selembar daun,” katanya.

Meski begitu, sambungnya, jika melihat redaksi ayat di atas dipahami bahwa aurat sementara yang mereka gunakan adalah daun diatas daun sebagaimana dipahami dari kata yakhshifaani diatas. Hal tersebut mereka lakukan agar aurat mereka benar-benar tertutup.

“Ayat ini menunjukkan bahwa menutup aurat adalah merupakan fitrah manusia yang diaktualkan oleh Adam dan istrinya,” ujarnya.

Dia mengatakan, hal itu terjadi pada saat kesadaran mereka muncul bahwa memakan buah larangan telah menelanjangi aurat mereka.

Dia menambahkan, apa yang dilakukan Adam, nenek moyang kita dinilai sebagai usaha manusia -secara spontan dan dengan ilham dari Allah- menutupi auratnya, adalah awal dari lahirnya budaya menutup aurat atau berpakaian.

Pakaian juga memiliki tiga fungsi. Pertama, menutup aurat. Kedua, sebagai hiasan. Ketiga, pakaian ketakwaan. Hal ini sebagaimana dalam QS Al-A’raf ayat 26:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Selain itu, kata dosen UIN Jakarta ini, ada juga ayat yang mengisyaratkan fungsi pakaian sebagai pemelihara manusia dari sengatan panas dan dingin serta membentengi manusia dari hal-hal yang bisa mengganggu ketentramannya.

Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS An-Nahl ayat 81:


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca