3 Cara Ikhtiar Nabi Muhammad Menyembuhkan Penyakit

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan beberapa tips untuk menyembuhkan sakit yang diderita seseorang. Doa ini juga bisa diterapkan pada anak atau anggota keluarga yang lain. Berikut ini sejumlah cara menyembuhkan anak yang sakit berdasarkan hadits Rasulullah Muhammad SAW. Cara Pertama Hadits riwayat Aisyah RA, yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa memohon perlindungan kepada Allah SWT untuk anggota keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya (di atas bagian yang sakit). Lalu beliau SAW membaca doa berikut ini: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشفه وأنتَ الشَّافِي لا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا Latin: Allahumma robbinnaas adzhibil ba’sa wasyfihi wa anta asy- syaafii laa syifaa a illa syifaa uka syifaa an la yughoodiru saqoman Terjemahan: “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” Cara Kedua Cara ini adalah untuk menyembuhkan bagian tubuh yang sakit dengan meletakkan tangan di area yang sakit. Adapun langkah pertama, yaitu meletakkan tangan di area yang sakit, kemudian ucapkan bismillah tiga kali, lalu ucapkan doa di bawah ini sebanyak tujuh kali: أعُوذُ باللهِ وَقُدْرَتِهِ مِن شَرّ ما أَجِدُ وَأَحَاذِرُ

Read More

Gus Baha: Tahlilan Bukan Hanya Tradisi Lokal

Rembang — 1miliarsantri.net : Tradisi tahlilan, yang sering dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia saat ada orang meninggal, ternyata memiliki dukungan dari ulama-ulama besar. Hal ini diungkapkan oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, seorang ulama terkenal dari Rembang, Jawa Tengah. Tahlilan sendiri adalah kegiatan berkumpul untuk membaca doa-doa dan ayat Al-Qur’an untuk orang yang telah meninggal. Biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu setelah kematian, seperti hari ke-3, ke-7, dan ke-40. Banyak orang yang menganggap tahlilan hanya sebagai tradisi lokal Indonesia. Namun, Gus Baha menegaskan bahwa praktik ini sebenarnya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. “Yang membolehkan hadiah Yasin, Fatihah, Tahlil ke mayit itu adalah orang sekaliber Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim,” jelas Gus Baha dalam ceramahnya. Ia menyebutkan dua nama ulama terkenal yang mendukung praktik tahlilan: Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Kedua ulama ini dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam sejarah Islam. Pernyataan Gus Baha ini penting karena memberikan legitimasi terhadap praktik tahlilan yang sudah lama dilakukan di Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa tradisi lokal bisa sejalan dengan pemikiran Islam global. Lebih lanjut, hal ini membuka wawasan bahwa ulama-ulama besar pun mendukung praktik yang sering dianggap hanya sebagai “tradisi lokal”.

Read More

Dampak Perundungan Dalam Kesehatan Mental

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kata perundungan atau disebut juga bullying dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah mengganggu; menjahili terus-terusan; membuat susah; menyakiti orang lain baik fisik maupun psikisnya berbentuk kekerasan verbal, sosial, dan fisik terus menerus dan dari waktu ke waktu, seperti pemanggilan nama individu dengan julukan tertentu. Dampak dari perundungan itu—kini telah banyak meresahkan dan masalah di berbagai sektor masyarakat, terutama psikologis, dimana perundungan mempengaruhi kesehatan mental dan kejiwaan korban. Anehnya dalam perkembangan kasus – kasus perundungan saat ini telah merambah ke ranah daring karena kemajuan teknologi, sehingga menjadikan korban mengalami pelecehan di ranah publik dan mengganggu normalitas kehidupan sehari – hari. Berangkat dari fenomena dan realitas itu, penulis ingin menguraikan bagaimana perundungan mempengaruhi kesehatan mental korban, termasuk kecemasan, depresi, dan trauma jangka panjang, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan kognitif dan keberhasilan akademis. Di kasus perundungan dinamika kekuasaan memainkan peran penting selama ini. Dominasi atau bahaya terhadap korban dibangun dengan memanfaatkan kekuatan fisik, sosial, atau psikologis. Dampaknya korban sering merasa terjebak dalam situasi di luar kendali mereka, yang menyebabkan ketakutan dan ketidakberdayaan yang nyata. Sebuah survei yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menemukan bahwa individu yang dirundung sering kali mengalami penurunan harga diri dan perasaan rendah diri. Biasanya, mereka mulai berpikir bahwa jika sesuatu terus-menerus terjadi pada mereka, itu berarti mereka tidak layak untuk dihormati dan dicintai. Hal ini menyebabkan meningkatnya isolasi sosial dan menurunnya kesejahteraan mental mereka. Menjadi pelaku perundungan dapat menimbulkan rasa malu dan takut pada korbannya. Mereka mungkin suatu hari menjadi orang-orang yang dibicarakan di media karena menjadi pelaku perundungan, tetapi sekarang, sebagai remaja atau orang dewasa, mereka membela diri mereka sendiri setelah mengalami banyak kejadian penindasan secara emosional dan mental selama masa kecil mereka. Sebaliknya, individu tersebut memendam pengalaman tersebut dan percaya bahwa mereka berhak mendapatkannya atau sering kali merasa tidak berdaya untuk melawan. Perasaan tidak berdaya ini berdampak kuat pada kesejahteraan mental individu yang mengalami pelecehan. Informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud mengungkapkan bahwa perundungan di lingkungan sekolah sering kali menyebabkan korban merasa tidak aman dan enggan untuk masuk sekolah, sehingga mengakibatkan stres dan kecemasan. Perundungan merupakan masalah yang meluas di berbagai sektor masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dan lingkungan sosial remaja. Perundungan dapat terjadi secara fisik, verbal, atau psikologis. Lebih jauh lagi, perundungan telah merambah ke ranah daring karena kemajuan teknologi. Meskipun korban perundungan mungkin memperlihatkan luka fisik, luka emosional mereka tetap tidak terlihat. Esai ini akan membahas bagaimana perundungan mempengaruhi kesehatan mental korban, termasuk kecemasan, depresi, dan trauma jangka panjang, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan kognitif dan keberhasilan akademis. Kemudian salah satu akibat psikologis yang sering terjadi akibat perundungan adalah gangguan kecemasan. Orang yang sering menjadi korban perundungan sering mengalami kecemasan sosial, gangguan kecemasan umum, atau bahkan serangan panik. Ketakutan konstan menjadi target perundungan dapat menyebabkan korban menjadi sangat hati-hati terhadap lingkungan sosial mereka, yang pada akhirnya mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Menurut Yayasan SEJIWA, yang menitikberatkan pada pencegahan perundungan di Indonesia, banyak korban perundungan mengalami kecemasan berlebih yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial, termasuk di luar lingkungan sekolah. Korban seringkali menghindari situasi sosial yang dianggap berpotensi risiko untuk menghindari pengalaman bullying yang berulang-ulang. Selain kecemasan, depresi juga merupakan dampak umum dari bullying. Individu yang menjadi korban bullying sering kali mengalami perasaan putus asa, kurangnya motivasi, dan ketidaktertarikan pada tugas-tugas rutin mereka. Depresi ditandai dengan tanda-tanda seperti perubahan kebiasaan makan, gangguan tidur, kelelahan yang luar biasa, dan rasa putus asa yang mendalam. Sebuah penelitian oleh Yayasan Lentera Anak menunjukkan bahwa menjadi korban bullying selama masa kanak-kanak atau remaja dapat menyebabkan depresi jangka panjang di masa dewasa. Korban yang tidak memiliki dukungan yang tepat mungkin kesulitan untuk mengatasi trauma dan mungkin menanggung beban emosional untuk waktu yang lama. Perundungan tidak hanya berdampak pada korban dalam jangka pendek, tetapi juga berdampak jangka panjang pada kesehatan mental mereka. Berbagai penelitian yang dilakukan di Indonesia telah menunjukkan bahwa individu yang pernah mengalami perundungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan stres pascatrauma.

Read More

Prof Quraish Shihab : Allah Belum Menolong Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pakar tafsir Al-Qur’an Prof Quraish Shihab menjelaskan mengapa Allah belum menolong Palestina dalam konflik dengan Israel. Menurutnya, sesuatu akan berjalan sesuai keinginan Allah dan memiliki waktu serta syarat tertentu. “Jangan menunggu terbitnya fajar saat gelapnya malam. Anda mau mata hari terbit jam 12 malam? Semua ada waktunya. Boleh jadi ada syaratnya. Negara Arab saja tidak kompak,” urainya kepada 1miliarsantri.net, Jumat (27/9/2024). Prof Quraish Shihab menambahkan, Allah telah menjelaskan tentang kerusakan yang dilakukan Israel dalam surat Al-Isra. Disebutkan Bani Israil akan merusak bumi dua kali dan akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Ini ada dalam ayat 4-8 Surat Al-Isra. Khususnya ayat 4 yang artinya: “Sesungguhnya kalian akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kalian pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” “Soal Palestina, Tuhan telah berjanji. Pasti kalian akan melakukan kerusakan dua kali. Satu sudah berlalu,” kata Prof Quraish. Dikatakan, para ulama tafsir berkeyakinan bahwa kerusakan pertama telah dilakukan Israel di zaman dulu. Sedangkan kerusakan kedua, adalah yang terjadi saat ini dengan pendudukan Zionis atas tanah Palestina.

Read More

Rumus Agar Allah SWT Ijabah Segala Hajat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mengangkat tangan saat memohon hajat dikabulkan oleh Allah SWT adalah salah satu adab dalam berdoa. Banyak hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengangkat tangan saat berdoa. Imam As-Suyuthi dalam Tadribur Rawi mengatakan, “Ada sekitar seratus hadits dari Rasulullah SAW yang menunjukkan bahwa beliau mengangkat tangan saat berdoa, di antaranya adalah hadits dari Ibnu Umar. Dikisahkan dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah mengangkat kedua tangan beliau, lalu beliau berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung pada-Mu atas apa yang diperbuat oleh Khalid (Shahih Bukhari 7/189 secara mu’allaq). Juga hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Diceritakan dari Anas, dari Rasulullah, bahwasanya beliau mengangkat tangan beliau sehingga aku melihat warna putih pada kedua ketiaknya (Shahih Bukhari no. 6341). Sementara tata cara mengangkat tangan saat berdoa yang sesuai tuntunan Nabi, mengutip buku “Jangan Lelah Berdoa” karya Nasrudin Abd. Rohim, disebutkan sebagai berikut. Ibnu Abbas ra meriwayatkan dengan sanad yang sahih, “Berdoa untuk meminta sesuatu adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sejajar dengan pundak, adapun kalau saat beristighfar maka engkau mengisyaratkan dengan satu jari, adapun kalau meminta sesuatu dalam keadaan sangat kepepet, maka angkat semua tanganmu ke atas. Pendakwah muda Ustad Irfan Rizki Haas menyebut, berdoa dengan mengangkat tangan merupakan rumus agar semua hajat yang diminta dikabulkan oleh Allah SWT. “Kalau kita mau doa kita mudah Allah ijabah, salah satu rumusnya angkat tangan ketika berdoa. Sebagaimana nabi ajarkan, siapa yang mengangkat tangan waktu dia lagi berdoa maka kata nabi, Allah malu kalau dia menurunkan tangannya lalu Allah belum ijabah semua doa-doanya,” kata Ustad Irfan Rizki dalam kajian majelis ilmu.

Read More

Rahasia Maulid Nabi yang Jarang Diketahui

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ustad Adi Hidayat (UAH) mengajak umat Islam untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam. Tokoh agama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menekankan bahwa Maulid bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak. “Peringatan Maulid seharusnya menjadi titik balik bagi setiap muslim untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujar UAH dalam video ceramahnya. Ia menambahkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui ritual-ritual tertentu. UAH menggarisbawahi pentingnya meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah, mulai dari akhlak hingga ajaran-ajaran beliau. “Cinta kepada Nabi bukan hanya ucapan di bibir, tapi harus tercermin dalam setiap tindakan kita,” tegasnya. Salah satu bentuk pengamalan yang dicontohkan UAH adalah puasa Senin, hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. “Rasulullah sendiri berpuasa pada hari Senin sebagai bentuk syukur atas hari kelahirannya. Ini bisa menjadi salah satu cara kita mengekspresikan rasa cinta dan syukur kita,” jelasnya. Lebih lanjut, UAH menyoroti bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah membawa perubahan besar bagi peradaban dunia. Ia menganalogikan kedatangan Nabi seperti cahaya yang menerangi kegelapan. “Tugas kita sebagai umat Islam adalah meneruskan misi Rasulullah untuk menyebarkan kebaikan dan mengurangi kemungkaran di muka bumi,” tambahnya.

Read More

Buya Yahya Soroti Fenomena Gelar Spiritual dalam Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gelar “Pak Haji” telah lama menjadi simbol kehormatan di masyarakat Indonesia. Namun, fenomena pemberian gelar ini kepada mereka yang belum menunaikan ibadah haji memicu perdebatan. Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, baru-baru ini angkat bicara mengenai isu sensitif ini. Dalam ceramahnya yang viral di media sosial, Buya Yahya memaparkan dua pandangan berbeda terkait penggunaan gelar “Pak Haji”. Sebagian kalangan berpendapat bahwa gelar tersebut seharusnya eksklusif untuk mereka yang telah melaksanakan rukun Islam kelima ini. Alasannya, ibadah haji membutuhkan pengorbanan besar, baik dari segi materi maupun waktu tunggu yang panjang. “Ada yang merasa tidak adil jika orang yang belum berhaji dipanggil ‘Pak Haji’. Mereka yang sudah menunaikan ibadah haji telah mengeluarkan banyak biaya dan menunggu bertahun-tahun,” urai Buya Yahya, mengutip perspektif kelompok pertama. Di sisi lain, pandangan kedua lebih moderat. Mereka menganggap pemberian gelar “Pak Haji” kepada yang belum berhaji sebagai bentuk motivasi dan doa. “Sebagian masyarakat memandang panggilan ini sebagai harapan agar seseorang bisa segera menunaikan ibadah haji,” tambah Buya Yahya. Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat umum. Buya Yahya mengisahkan kejadian unik di Cirebon, di mana seseorang yang mengenakan pakaian putih langsung diasumsikan telah berhaji. “Ini menunjukkan betapa kuatnya asosiasi antara penampilan dan gelar ‘haji’ di benak masyarakat,” ujarnya. Namun, Buya Yahya mengingatkan bahwa esensi ibadah haji bukan sekadar gelar.

Read More

Kiat Agar Niat Sedekah Jauh dari Riya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi mereka yang bersedekah dengan ikhlas. Namun, dalam prosesnya bisa jadi muncul godaan riya, yaitu melakukan kebaikan agar dilihat atau dipuji orang lain. Riya adalah penyakit hati yang dapat menghapus pahala sedekah. Untuk menjaga agar niat sedekah tetap murni dan jauh dari riya, berikut adalah 6 kiat yang bisa dilakukan: Langkah pertama agar terhindar dari riya adalah dengan meluruskan niat sebelum melakukan sedekah. Niatkan sedekah semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan niat yang ikhlas, sedekah yang dilakukan akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Salah satu cara terbaik untuk menghindari riya adalah dengan menyembunyikan sedekah. Tidak semua sedekah harus dilakukan secara terbuka atau diketahui orang lain. Allah SWT memuji mereka yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi dalam Al-Qur’an: “Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Baqarah: 271). Dengan bersedekah secara tersembunyi, kita terhindar dari godaan untuk ingin dipuji atau diperhatikan oleh orang lain. Keikhlasan dalam beribadah adalah hal yang sangat penting dan memerlukan bantuan dari Allah SWT. Salah satu cara agar niat sedekah jauh dari riya adalah dengan selalu berdoa memohon keikhlasan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan dari riya.

Read More

Mukjizat Rasulullah: Keajaiban dalam Kesederhanaan

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah pengajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyoroti keunikan mukjizat Rasulullah Muhammad SAW. Berbeda dengan para nabi terdahulu yang dianugerahi mukjizat luar biasa, Rasulullah justru diberkahi dengan keistimewaan yang lebih manusiawi. “Mukjizat Rasulullah bersifat basyariyah, artinya sangat manusiawi,” ungkap Gus Baha. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari umatnya. Gus Baha memaparkan bahwa Rasulullah mengalami berbagai kondisi yang dialami manusia pada umumnya. Mulai dari rasa lapar, haus, sakit, hingga emosi seperti sedih dan gembira. Bahkan dalam hal ibadah, Nabi Muhammad mencontohkan cara yang sederhana dan mudah ditiru. “Ketika hendak berkhutbah, Rasulullah cukup mengambil sebatang kayu di dekatnya sebagai mimbar. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat praktis dan sesuai dengan keseharian kita,” jelas Gus Baha. Lebih lanjut, ulama kelahiran Rembang ini menekankan bahwa kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan dakwah Rasulullah. “Agama ini menjadi lebih mudah diterima karena selaras dengan kehidupan sehari-hari umat,” tambahnya.

Read More

Jawaban Rasulullah SAW Saat Ditanya tentang Kitab Taurat Nabi Musa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Syekh Allamah Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Banteni dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja menyampaikan ada banyak kitab-kitab yang diturunkan Allah. Tetapi wajib mengetahui empat kitab secara tafshil, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam, dan Alquran yang diturunkan kepada makhluk terbaik Rasulullah Muhammad SAW. Dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja diceritakan. Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apa itu lembaran-lembaran (kitab Taurat) Musa?” Rasulullah menjawab, “Lembaran-lembaran Musa mengandung nasihat-nasihat. Di antaranya adalah aku heran dengan orang yang meyakini adanya kematian, bagaimana bisa ia merasa senang-senang? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya neraka, bagaimana bisa ia tertawa-tawa?” “Aku heran dengan orang yang melihat dunia dan melihat bagaimana dunia mengontang-antingkan pengikutnya, bagaimana ia bisa merasa tenang-tenang saja mengejar dunia? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya qodar, bagaimana bisa ia tidak terima atau marah dengan keadaan nasibnya? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya penghitungan amal (hisab), bagaimana bisa ia tidak beramal?” Syekh Nawawi al-Banteni dalam kitab yang ditulisnya menjelaskan bahwa di dalam Kitab Taurat disebutkan, Wahai anak cucu (Nabi) Adam, janganlah takut dengan kekuasaan seseorang selama kekuasaan-Ku masih tetap dan Kekuasaan-Ku akan selalu tetap serta tidak akan sirna selama-lamanya. Hai anak cucu Adam, Aku telah menciptakanmu agar kamu beribadah kepada-Ku. Oleh karena itu janganlah kamu bermain-main. Hai anak cucu Adam, janganlah kamu takut dengan rezeki yang sedikit selama gedung-gedung rezeki-Ku itu penuh dan banyak. Dan sesungguhnya gedung-gedung rezeki-Ku itu tidak akan sirna atau habis selama-lamanya.

Read More