3 Cara Ikhtiar Nabi Muhammad Menyembuhkan Penyakit

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan beberapa tips untuk menyembuhkan sakit yang diderita seseorang. Doa ini juga bisa diterapkan pada anak atau anggota keluarga yang lain. Berikut ini sejumlah cara menyembuhkan anak yang sakit berdasarkan hadits Rasulullah Muhammad SAW. Cara Pertama Hadits riwayat Aisyah RA, yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa memohon perlindungan kepada Allah SWT untuk anggota keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya (di atas bagian yang sakit). Lalu beliau SAW membaca doa berikut ini: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشفه وأنتَ الشَّافِي لا شِفَاءَ إلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا Latin:

Read More

Gus Baha: Tahlilan Bukan Hanya Tradisi Lokal

Rembang — 1miliarsantri.net : Tradisi tahlilan, yang sering dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia saat ada orang meninggal, ternyata memiliki dukungan dari ulama-ulama besar. Hal ini diungkapkan oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, seorang ulama terkenal dari Rembang, Jawa Tengah. Tahlilan sendiri adalah kegiatan berkumpul untuk membaca doa-doa dan ayat Al-Qur’an untuk orang yang telah meninggal. Biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu setelah kematian, seperti hari ke-3, ke-7, dan ke-40. Banyak orang yang menganggap tahlilan hanya sebagai tradisi lokal Indonesia. Namun, Gus Baha menegaskan bahwa praktik ini sebenarnya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

Read More

Dampak Perundungan Dalam Kesehatan Mental

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kata perundungan atau disebut juga bullying dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah mengganggu; menjahili terus-terusan; membuat susah; menyakiti orang lain baik fisik maupun psikisnya berbentuk kekerasan verbal, sosial, dan fisik terus menerus dan dari waktu ke waktu, seperti pemanggilan nama individu dengan julukan tertentu. Dampak dari perundungan itu—kini telah banyak meresahkan dan masalah di berbagai sektor masyarakat, terutama psikologis, dimana perundungan mempengaruhi kesehatan mental dan kejiwaan korban. Anehnya dalam perkembangan kasus – kasus perundungan saat ini telah merambah ke ranah daring karena kemajuan teknologi, sehingga menjadikan korban mengalami pelecehan di ranah publik dan mengganggu normalitas kehidupan sehari – hari. Berangkat dari fenomena dan realitas itu, penulis ingin menguraikan bagaimana perundungan mempengaruhi kesehatan mental korban, termasuk kecemasan, depresi, dan trauma jangka panjang, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan kognitif dan keberhasilan akademis. Di kasus perundungan dinamika kekuasaan memainkan peran penting selama ini. Dominasi atau bahaya terhadap korban dibangun dengan memanfaatkan kekuatan fisik, sosial, atau psikologis. Dampaknya korban sering merasa terjebak dalam situasi di luar kendali mereka, yang menyebabkan ketakutan dan ketidakberdayaan yang nyata. Sebuah survei yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menemukan bahwa individu yang dirundung sering kali mengalami penurunan harga diri dan perasaan rendah diri. Biasanya, mereka mulai berpikir bahwa jika sesuatu terus-menerus terjadi pada mereka, itu berarti mereka tidak layak untuk dihormati dan dicintai. Hal ini menyebabkan meningkatnya isolasi sosial dan menurunnya kesejahteraan mental mereka. Menjadi pelaku perundungan dapat menimbulkan rasa malu dan takut pada korbannya. Mereka mungkin suatu hari menjadi orang-orang yang dibicarakan di media karena menjadi pelaku perundungan, tetapi sekarang, sebagai remaja atau orang dewasa, mereka membela diri mereka sendiri setelah mengalami banyak kejadian penindasan secara emosional dan mental selama masa kecil mereka. Sebaliknya, individu tersebut memendam pengalaman tersebut dan percaya bahwa mereka berhak mendapatkannya atau sering kali merasa tidak berdaya untuk melawan. Perasaan tidak berdaya ini berdampak kuat pada kesejahteraan mental individu yang mengalami pelecehan. Informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud mengungkapkan bahwa perundungan di lingkungan sekolah sering kali menyebabkan korban merasa tidak aman dan enggan untuk masuk sekolah, sehingga mengakibatkan stres dan kecemasan.

Read More

Prof Quraish Shihab : Allah Belum Menolong Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pakar tafsir Al-Qur’an Prof Quraish Shihab menjelaskan mengapa Allah belum menolong Palestina dalam konflik dengan Israel. Menurutnya, sesuatu akan berjalan sesuai keinginan Allah dan memiliki waktu serta syarat tertentu. “Jangan menunggu terbitnya fajar saat gelapnya malam. Anda mau mata hari terbit jam 12 malam? Semua ada waktunya. Boleh jadi ada syaratnya. Negara Arab saja tidak kompak,” urainya kepada 1miliarsantri.net, Jumat (27/9/2024). Prof Quraish Shihab menambahkan, Allah telah menjelaskan tentang kerusakan yang dilakukan Israel dalam surat Al-Isra. Disebutkan Bani Israil akan merusak bumi dua kali dan akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.

Read More

Rumus Agar Allah SWT Ijabah Segala Hajat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mengangkat tangan saat memohon hajat dikabulkan oleh Allah SWT adalah salah satu adab dalam berdoa. Banyak hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengangkat tangan saat berdoa. Imam As-Suyuthi dalam Tadribur Rawi mengatakan, “Ada sekitar seratus hadits dari Rasulullah SAW yang menunjukkan bahwa beliau mengangkat tangan saat berdoa, di antaranya adalah hadits dari Ibnu Umar. Dikisahkan dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah mengangkat kedua tangan beliau, lalu beliau berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung pada-Mu atas apa yang diperbuat oleh Khalid (Shahih Bukhari 7/189 secara mu’allaq). Juga hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Diceritakan dari Anas, dari Rasulullah, bahwasanya beliau mengangkat tangan beliau sehingga aku melihat warna putih pada kedua ketiaknya (Shahih Bukhari no. 6341).

Read More

Rahasia Maulid Nabi yang Jarang Diketahui

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ustad Adi Hidayat (UAH) mengajak umat Islam untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam. Tokoh agama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menekankan bahwa Maulid bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak. “Peringatan Maulid seharusnya menjadi titik balik bagi setiap muslim untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujar UAH dalam video ceramahnya. Ia menambahkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui ritual-ritual tertentu. UAH menggarisbawahi pentingnya meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah, mulai dari akhlak hingga ajaran-ajaran beliau. “Cinta kepada Nabi bukan hanya ucapan di bibir, tapi harus tercermin dalam setiap tindakan kita,” tegasnya.

Read More

Buya Yahya Soroti Fenomena Gelar Spiritual dalam Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gelar “Pak Haji” telah lama menjadi simbol kehormatan di masyarakat Indonesia. Namun, fenomena pemberian gelar ini kepada mereka yang belum menunaikan ibadah haji memicu perdebatan. Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, baru-baru ini angkat bicara mengenai isu sensitif ini. Dalam ceramahnya yang viral di media sosial, Buya Yahya memaparkan dua pandangan berbeda terkait penggunaan gelar “Pak Haji”. Sebagian kalangan berpendapat bahwa gelar tersebut seharusnya eksklusif untuk mereka yang telah melaksanakan rukun Islam kelima ini. Alasannya, ibadah haji membutuhkan pengorbanan besar, baik dari segi materi maupun waktu tunggu yang panjang. “Ada yang merasa tidak adil jika orang yang belum berhaji dipanggil ‘Pak Haji’. Mereka yang sudah menunaikan ibadah haji telah mengeluarkan banyak biaya dan menunggu bertahun-tahun,” urai Buya Yahya, mengutip perspektif kelompok pertama. Di sisi lain, pandangan kedua lebih moderat. Mereka menganggap pemberian gelar “Pak Haji” kepada yang belum berhaji sebagai bentuk motivasi dan doa.

Read More

Kiat Agar Niat Sedekah Jauh dari Riya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi mereka yang bersedekah dengan ikhlas. Namun, dalam prosesnya bisa jadi muncul godaan riya, yaitu melakukan kebaikan agar dilihat atau dipuji orang lain. Riya adalah penyakit hati yang dapat menghapus pahala sedekah. Untuk menjaga agar niat sedekah tetap murni dan jauh dari riya, berikut adalah 6 kiat yang bisa dilakukan: Langkah pertama agar terhindar dari riya adalah dengan meluruskan niat sebelum melakukan sedekah. Niatkan sedekah semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan niat yang ikhlas, sedekah yang dilakukan akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT.

Read More

Mukjizat Rasulullah: Keajaiban dalam Kesederhanaan

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah pengajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyoroti keunikan mukjizat Rasulullah Muhammad SAW. Berbeda dengan para nabi terdahulu yang dianugerahi mukjizat luar biasa, Rasulullah justru diberkahi dengan keistimewaan yang lebih manusiawi. “Mukjizat Rasulullah bersifat basyariyah, artinya sangat manusiawi,” ungkap Gus Baha. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari umatnya.

Read More

Jawaban Rasulullah SAW Saat Ditanya tentang Kitab Taurat Nabi Musa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Syekh Allamah Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Banteni dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja menyampaikan ada banyak kitab-kitab yang diturunkan Allah. Tetapi wajib mengetahui empat kitab secara tafshil, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam, dan Alquran yang diturunkan kepada makhluk terbaik Rasulullah Muhammad SAW. Dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja diceritakan. Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apa itu lembaran-lembaran (kitab Taurat) Musa?” Rasulullah menjawab, “Lembaran-lembaran Musa mengandung nasihat-nasihat. Di antaranya adalah aku heran dengan orang yang meyakini adanya kematian, bagaimana bisa ia merasa senang-senang? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya neraka, bagaimana bisa ia tertawa-tawa?” “Aku heran dengan orang yang melihat dunia dan melihat bagaimana dunia mengontang-antingkan pengikutnya, bagaimana ia bisa merasa tenang-tenang saja mengejar dunia? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya qodar, bagaimana bisa ia tidak terima atau marah dengan keadaan nasibnya? Aku heran dengan orang yang meyakini adanya penghitungan amal (hisab), bagaimana bisa ia tidak beramal?”

Read More