Kunci Bahagia Rumah Tangga ala Buya Yahya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam era di mana media sosial kerap memicu perbandingan gaya hidup, termasuk dalam rumah tangga, seorang ulama terkemuka angkat bicara. Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren LPD Al Bahjah di Cirebon, menyoroti pentingnya menjaga ucapan terkait rezeki dalam kehidupan berumah tangga. Melalui ceramah yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah, Buya Yahya menyentuh isu sensitif yang sering menjadi akar perselisihan pasangan: persepsi tentang rezeki. Dengan tegas, beliau mengingatkan bahaya menganggap pasangan sebagai penghalang rezeki. “Menuduh pasangan menghalangi rezeki bukan hanya menyakiti hati, tapi juga mencerminkan ketidakpahaman tentang hakikat rezeki dari Allah,” ungkap Buya Yahya dalam ceramahnya. Fenomena membandingkan kondisi ekonomi antara pernikahan pertama dan kedua juga tak luput dari perhatian Buya Yahya. Beliau menekankan bahwa praktik ini dapat meracuni hubungan dan menciptakan ketegangan yang tidak perlu.

Read More

Deretan Kasus Pencabulan Nodai Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 diiringi dengan perpindahan jabatan menteri agama RI yang dilantik pada 21 Oktober 2024. Menteri agama yang baru akan menghadapi pekerjaan rumah yang tidak sedikit terlebih mengenai dunia pesantren. Belakangan ini, publik kerap disuguhi kasus pencabulan, kekerasan seksual hingga perundungan di pesantren. Ketua RMI NU DKI Jakarta KH. Rakhmad Zaelani Kiki, pun berharap menteri agama yang baru bisa berlaku tegas dan menyeluruh untuk menjaga martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dan benteng moral bangsa. Kiai Kiki mengatakan, menag baru harus berani memberikan sanksi yang tegas, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan tindakan amoral seperti pencabulan. “Menteri Agama yang baru harus tegas dalam memberikan sanksi administratif dengan mencabut izin operasional bagi pesantren yang memiliki kasus pencabulan terhadap santri yang dilakukan oleh pemimpin atau pengasuh pesantren,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (20/10/2024). Kiai Kiki yang juga merupakan pembina pesantren ramah anak menambahkan, pesantren dengan pengasuh yang terlibat dalam tindakan amoral seperti pencabulan tidak layak lagi disebut pesantren.

Read More

Siapa Firaunnya Umat Rasulullah SAW?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dakwah Rasulullah SAW selalu menghadapi pelbagai rintangan dan ancaman dari penguasa musyrik Makkah. Beberapa dari mereka menyerang langsung Nabi Muhammad SAW. Tidak sedikit pula yang menyiksa kaum Muslimin, terutama dari kalangan yang lemah seperti anak-anak, perempuan, dan budak. Di antara mereka adalah seorang pria yang berjulukan “Firaun-nya umat Islam.” Dialah Abu Jahal alias Amr bin Hisyam. Pernah Abu Jahal berseru kepada kaumnya, “Wahai sekalian orang-orang Quraisy! Sesungguhnya Muhammad tidak akan mau berhenti dari mencela agama kita (menyembah berhala), mencaci-maki nenek moyang kita, dan membodoh-bodohkan sesembahan kita. Oleh karena itu, aku benar-benar bersumpah demi Allah. Au besok akan menghadang dia dengan membawa batu terbesar. Kalau dia (Muhammad SAW) bersujud dalam shalatnya di depan Ka’bah, maka aku akan pecahkan kepalanya dengan batu itu!” Fitnah Abu Jahal terhadap Nabi SAW sedemikian besar. Seperti tampak dari sumpahnya, sesungguhnya dia beriman kepada eksistensi Allah SWT. Hanya saja, dia sebagaimana kaum musyrikin umumnya, menganggap penyembahan terhadap Allah mesti diperantarai berhala-berhala. Padahal, syariat tauhid tidak membenarkan hal itu. Kebenciannya terhadap Islam antara lain karena sifat egaliter yang dibawa ajaran tauhid. Semua orang sama kedudukannya di dalam agama Islam. Yang membedakan hanyalah ketakwaan terhadap Allah SWT. Sementara, Abu Jahal menikmati kedudukannya sebagai pemuka Quraisy. Selain itu, toh Abu Jahal sehari-hari menjual berhala kepada penduduk Makkah. Bila sampai Islam tersebar luas, maka orang-orang akan meninggalkan penyembahan terhadap berhala. Jika itu terjadi, siapa lagi yang akan membeli berhala miliknya? Bisnisnya akan gulung tikar. Pernah suatu ketika, Abu Jahal diamanati mengurus seorang anak yatim. Namun, belakangan dia memakan harta si anak itu tanpa persetujuannya. Bahkan, anak yatim ini lantas diusirnya dari rumah. Tidak ada tempat mengadu selain Rasulullah SAW. Maka Nabi SAW bersama anak yatim itu menemui Abu Jahal. Beliau meminta agar harta milik si anak dikembalikan.

Read More

Lima Tips Agar Tidak Lupa Mengingat Allah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mengajarkan anak untuk selalu mengingat Allah adalah langkah penting dalam membentuk kepribadian mereka yang saleh dan taat. Jadi melalui artikel ini, kita akan membahas beberapa tips bermanfaat yang akan membuat kita tidak lupakan Allah. Dan hal ini bisa diajarkan kepada anak-anak Anda. Kiat-kiat ini juga ditujukan kepada siapapun yang telah terjerumus dalam kehidupan duniawi agar mereka senantiasa terhubung dengan Allah SWT dan senantiasa memfokuskan pikirannya kepada Allah SWT. Berikut lima tips agar Anda dan anak Anda tidak lupa mengingat Allah: Menjaga pelaksanaan shalat wajib tepat waktu merupakan salah satu cara agar kita selalu ingat terhadap Allah SWT. Dalam Alquran, Allah berfirman: Baca Juga : Sayyidina Ali bin Abi Thalib: Balasan Orang yang Bersedekahحَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ Artinya: “Peliharalah semua sholat (fardu) dan salat Wustha. Berdirilah karena Allah (dalam sholat) dengan khusyuk. (QS Al-Baqarah [2]:238)

Read More

Cicak Masuk Rumah? Ini Pesan Spiritual dari Ustaz Adi Hidayat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Banyak orang merasa terganggu dengan kehadiran cicak di rumah mereka. Namun, seorang ulama terkemuka, Ustadz Adi Hidayat, melihat fenomena ini dari sudut pandang yang berbeda. Dalam ceramahnya yang viral di media sosial, beliau mengajak umat Islam untuk memaknai keberadaan cicak sebagai bentuk ujian dan hikmah dari Allah SWT. “Setiap makhluk ciptaan Allah memiliki tujuan,” tukas Ustadz Adi Hidayat. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran cicak di rumah bisa dilihat dari tiga perspektif utama.

Read More

Anak Bisa Lakukan Amalan untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai anak pastinya ingin terus berbakti kepada kedua orangtua. Rasa ingin membahagiakan orangtua semasa hidupnya, bahkan melakukan amalan untuk orangtua yang sudah meninggal. Tujuan utama dari melakukan amalan tersebut adalah menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi kedua orangtua yang telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda, “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim: 1631). Dari hadist di atas maka bisa dimaknai bahwa amal-amal tersebut tetap dapat menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi orang yang sudah meninggal, terutama melalui doa dan kebaikan seorang anak yang shalih.

Read More

UAH : Kunci Emas Menjadi Pribadi Istimewa di Hadapan Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah kajian ceramah yang menyentuh hati, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan rahasia menjadi orang penting sekaligus baik di mata Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan. UAH memulai ceramahnya dengan menjelaskan makna kata “naba” dalam Al-Quran, yang berarti berita penting. Beliau menghubungkan kata ini dengan peran para nabi sebagai pembawa berita penting dari Allah. “Nabi senyum, senyumnya nabi itu penting. Sehingga ketika kita meniru, kita menjadi orang penting,” ujar Ustaz Adi Hidayat dikutip dari akun instagramnya, Minggu (13/10/2024). Beliau melanjutkan bahwa setiap aspek kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, baik yang sederhana maupun kompleks, memiliki nilai penting yang patut diteladani. Mulai dari cara berjalan hingga perannya sebagai suami, ayah, pekerja, dan pemimpin.

Read More

Gus Baha Ungkap Kunci Produktivitas Maksimal bagi Profesional Muslim

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam dunia yang semakin kompetitif, banyak orang menghadapi dilema antara memenuhi tuntutan pekerjaan dan melaksanakan kewajiban ibadah. KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab disapa Gus Baha, baru-baru ini memberikan pandangan mencerahkan tentang masalah ini dalam sebuah ceramah yang menarik perhatian publik. Gus Baha mengangkat kisah Abdul Qasim Al Junidi, seorang tokoh spiritual yang pernah ditanya tentang pilihan antara bekerja dan sholat berjamaah. Dalam situasi di mana majikan tidak mengizinkan untuk sholat berjamaah, Al Junidi menekankan pentingnya memastikan nafkah untuk keluarga. “Jangan sampai kita mengabaikan tanggung jawab kepada istri dan anak hanya karena berfokus pada ibadah semata,” ungkap Gus Baha, menyoroti perlunya keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual. Ia menegaskan bahwa meskipun sholat berjamaah penting, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab mencari nafkah.

Read More

Amerika Biang Kerok Perang Gaza dan Lebanon

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua MUI Dr.KH. Anwar Abbas menyatakan, akibat serangan dan tindakan biadab yang dilakukan israel 42 ribu jiwa telah melayang di Gaza Palestina dan sekitar 1.200 orang lainnya di libanon. “Di Gaza palestina ada sekitar 97.303 orang dan di libanon sekitar 9.384 orang. Angka-angka ini tentu akan terus merangkak naik melihat situasi di kedua wilayah tersebut belum juga kunjung kondusif,” terang Kiai Abbas. Dijelaskan, kejadian biadab itu tentu tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan keterlibatan negara-negara sekutu israel seperti amerika serikat, inggeris dan perancis kareba tanpa bantuan keuangan dan senjata dari ketiga negara tersebut terutama Amerika, maka Israel tentu tidak akan bisa berbuat banyak.

Read More

Ini Tata Cara Sholat Berjamaah Bagi Muslimah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam sholat, terdapat keutamaan yang berbeda antara lelaki dan perempuan sesuai dengan aturan Islam. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait hukum wanita ikut sholat berjamaah di masjid bersama laki-laki. Meski demikian, ulama sepakat melarang wanita melantunkan iqamah saat ada laki-laki dalam jamaah shalat, merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan, “Wanita tidak perlu adzan dan iqamat.” Namun, keabsahan hadits tersebut menjadi perdebatan di kalangan ahli hadits, karena tidak mencantumkan perawi atau derajat kekuatannya. Untuk hukum perempuan pergi ke masjid, Mazhab Hanafiyah melarang wanita muda atau perawan untuk pergi ke masjid karena dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah, sementara wanita tua dibolehkan. Mazhab Asy-Syafi’iyah menyatakan wanita cantik dimakruhkan pergi ke masjid, sementara yang tidak menarik seperti wanita tua diperbolehkan asalkan memenuhi syarat tertentu. Berbeda dengan itu, Mazhab Adz-Dzahiriyah lebih menganjurkan wanita ikut shalat berjamaah di masjid untuk mendapatkan pahala 27 derajat dari shalat berjamaah.”Gerakan dan bacaan shalat wanita pada dasarnya sama dengan laki-laki, kecuali jika ada dalil khusus yang mengaturnya,” tulis Ustadzah Aini Aryani L.c, dalam buku Fiqih Sholat Jamaah Wanita. Dalam hal takbiratul ihram, Mazhab Al-Hanafiyah membolehkan wanita mengangkat tangan sebatas puncaknya, sementara dalam Mazhab Al-Hanabilah terdapat dua riwayat: satu tidak menganjurkan mengangkat tangan dan melebarkan lengan, sementara riwayat lain membolehkan wanita mengangkat tangan berdasarkan contoh Ummu Darda’ dan Hafshah binti Sirin.

Read More