Amalan Yang Paling Dicintai Allah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Amalan yang paling dicintai Allah Taala adalah engkau menyenangkan seorang Muslim, atau engkau mengatasi kesulitannya, atau engkau menghilangkan laparnya, atau engkau membayarkan utangnya” (HR. Thabrani). Karena menganggapnya sebagai saudara, seorang Muslim tidak akan rela membiarkannya nestapa. Ia tidak akan rela saudaranya mengalami kekurangan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan. Rasa ukhuwah Islamiyah-nya berlaku baik di dalam maupun luar negeri tempatnya berada. Ia pun tak akan tinggal diam menyaksikan saudara-saudara seimannya dalam kondisi nestapa. Sebagaimana yang terjadi di Palestina. Kepeduliannya pada rakyat di Bumi al-Quds akan bertambah. Hal itu diwujudkan dalam doa maupun perbuatan, seperti bersedekah. Ketika melihat saudara seiman sedang kesusahan, seorang Muslim hendaknya berupaya untuk menolong. Bahkan, inilah amalan yang sangat dicintai Allah SWT. “Takwa itu ada di sini (Nabi SAW menunjuk pada dadanya tiga kali). Seseorang itu cukup dianggap jahat bila ia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim yang satu terhadap Muslim yang lain itu haram mengganggu darahnya, hartanya, dan kehormatannya” (HR Muslim).

Read More

Beberapa Doa Saat Dilanda Musibah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap manusia pasti mendapatkan cobaan dalam hidupnya. Cobaan adalah bagian dari sunatullah yang menjadi sarana bagi kita untuk memperkuat keimanan, kesabaran, dan ketawakalan kepada Allah. Salah satu cara untuk menghadapi cobaan adalah dengan berdoa dan memperbanyak dzikir. Doa dan dzikir bisa memberikan ketenangan, keyakinan, dan kekuatan untuk tetap tabah serta tidak kehilangan harapan Saat hidup dilanda cobaan dan tantangan berat, doa bisa menjadi cara terbaik untuk memohon pertolongan dan ketenangan kepada Allah. Berikut beberapa doa yang mudah dikabulkan Allah saat gelombang cobaan menghanyutkan kehidupan kita. Kumpulan Doa Saat Menghadapi Cobaan Doa 1 Doa berikut adalah salah satu ayat Alquran yang dibacakan ketika seseorang menghadapi kesulitan apa pun dalam hidup: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ Hasbunallah wanikmal wakil Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baiknya pelindung. (QS Ali Imran [3]: 173) Doa 2 Bisa juga membaca doa ini ketika mendapatkan cobaan hidup. Berikut doa ini terdapat dalam hadits Shahih Bukhari nomor 7/158: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan. Wal ‘ajzi wal kasa, wal bukhli, wal jubni wa dhala’iddaini waghalabatir rijal. Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dan dari lilitan hutang dan penindasan.” Doa 3 Doa berikut adalah salah satu doa yang berasal dari hafits shahih Bukhari dan Muslim. Doa ini dapat dibaca saat menghadapi cobaan dalam hidup. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW ketika mengalami kesulitan, beliau mengucapkan: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَليمُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ Lailahaillahul ‘adzimul halim, Lailahaillahu rabbul arsyil ‘adzim, Lailahaillahul rabbussamawati, warabbul ardhi, warabbul arsyil karim Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung dan Maha Santun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai ‘arsy, yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai langit, Rabb yang menguasai bumi, dan Rabb yang menguasai ‘arsy, lagi Mahamulia”. (HR Bukhari dan Muslim) Doa 4 Berikut adalah doa menghadapi cobaan hidup di dalam hadits yang diriwatakan Abu Dawud dan Ahmad:

Read More

Islam Ajarkan Suami-Istri Jaga Rahasia Urusan Ranjang

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kehidupan rumah tangga adalah privasi yang hendaknya tidak diumbar ke siapa dan di mana pun. Ini adalah salah satu ajaran Islam yang sangat luhur. عن أبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْأَمَانَةِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amanat yang paling besar di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah seseorang yang bersetubuh dengan istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian dia (suami) menyebarkan rahasianya.” (HR Mulim). Hadits yang agung ini merupakan contoh lain dari pendidikan bagi pasangan suami istri untuk menjaga rahasia mereka. Suami menjaga rahasia istrinya dan demikian juga sebaliknya istri menjaga rahasia suaminya serta membangun rasa malu di antara keduanya. Hal yang demikian dapat menjaga rumah tangga syar’i dari sebab-sebab keretakannya. Tidak boleh bagi salah seorang dari suami istri untuk menceritakan kepada orang lain tentang apa yang terjadi di antara dirinya dan istrinya, terutama yang berkaitan dengan kondisi urusan ranjang dan yang berkaitan dengan hal tersebut. Imam Ibnu Hajar dalam Kitab Bulugh al-Maram fi Adillat al-Ahkam, menggunakan redaksi “Sesungguhnya manusia terburuk.” Sedangkan dalam Shahih Muslim memakai lafaz “Inna min asyarrinnas.” bisa jadi Ibnu Hajar meriwayatkannya dengan makna. Mungkin saja yang ini merujuk pada pendapat ulama nahwu bahwa tidak boleh menggunakan lafaz asyarrun atau akhyarun. Yang diperbolehkan adalah memakai lafaz khairun. Seperti penggunaannya pada kalimat huwa khairun minhu atau huwa syarrun minhu. Imam an-Nawawi mengitup perkataan Qadhi Iyyadh, hadits-hadits sahih ini diriwayatkan dengan memakai dua bentuk itu sekaligus, ini dalil bolehnya kedua bentuk itu dan masih dalam satu makna. Dalam kitab Shahih-nya, Imam Muslim menyebutkan riwayat lain juga dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

Read More

UAH : Terima Kasih Jokowi untuk Hari Santri

Jakarta — 1mikiarsantri.net : Ustadz Adi Hidayat atau yang biasa disebut UAH secara khusus menyampaikan pesan kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo setelah purna tugas menunaikan masa tugasnya dalam dua periode kepemimpinan. UAH menyampaikan ucapan terima kasih dan refleksi khusus bagi presiden yang telah menjabat selama 10 tahun tersebut. Dalam video yang ditujukan kepada Jokowi dan masyarakat Indonesia secara luas, Ustadz Adi Hidayat menyoroti perjalanan kepemimpinan Joko Widodo, pencapaian, dan tantangan yang telah dihadapi selama masa jabatannya. Ustadz Adi memulai dengan memuji kebesaran Allah SWT serta menyampaikan harapan, video ini menemui semua orang dalam keadaan sehat dan dimuliakan oleh Allah SWT. “Saya juga berharap agar setiap orang diberi kemampuan untuk menjalani aktivitas kehidupan dengan baik, serta dapat menghasilkan kreativitas yang bernilai dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa,” ujar UAH lewat chennel YouTube Adi Hidayat Official, beberapa waktu lalu. Khusus kepada Jokowi, UAH menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang diberikan selama 10 tahun masa kepemimpinannya sebagai Presiden Indonesia. Dia menyoroti bahwa selama menjabat, Joko Widodo telah memberikan berbagai kontribusi penting bagi bangsa, salah satunya adalah penetapan Hari Santri. Hari Santri, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, merupakan salah satu warisan yang ditinggalkan oleh Jokowi selama masa jabatannya. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menandai peringatan ini diresmikan pada 22 Oktober 2015, dan hingga hari ini, santri di seluruh pelosok negeri merayakan hari tersebut dengan penuh kebanggaan. Selain apresiasi, Ustadz Adi Hidayat juga mengakui bahwa setiap kepemimpinan pasti memiliki kekurangan. “Saya memohon maaf jika selama masa kepemimpinan Joko Widodo ada hal-hal dari masyarakat, termasuk dirinya, yang mungkin dirasa kurang pantas atau kurang layak dilakukan,” sambungnya. Ustadz Adi berharap Joko Widodo dapat memaafkan setiap kesalahan tersebut dan melapangkan hatinya. Dalam bagian refleksinya, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan sebuah pesan penting yang mungkin jarang disampaikan kepada seorang mantan pemimpin, yaitu mengenai evaluasi diri setelah menjalankan amanah besar. Menurut Ustadz Adi, meski tugas sebagai presiden telah usai, namun tanggung jawab baru dimulai, yaitu persiapan untuk mempertanggungjawabkan segala hal di hadapan Allah SWT.

Read More

Apa Makna Nasihat kepada Allah dan Rasul

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam bahasa Arab, nasihat (nashihah) berarti ajaran, pelajaran, atau anjuran yang baik. An-nashaha juga bermakna `murni’. Para ulama mengibaratkan nasihat seperti menyaring madu agar terpisah dari lilinnya sehingga menghasilkan madu yang murni. Perumpamaan itu bermakna, seseorang memilih kata-kata yang tepat agar pesan kebaikan bisa sampai kepada pendengar atau pembaca dengan baik. عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رضي اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ Dari Abu Ruqayyah Tamim ad-Dari radhiyallahu an’hu, sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ad-diinu an-nashiihah. Artinya, Agama ini (Islam) adalah nasihat.” Lantas, para sahabat bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjelaskan, “Nasihat yang dimaksud adalah untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan manusia pada umumnya.” Hadis di atas sesungguhnya menyampaikan, nasihat merupakan tiang agama Islam. Dengan adanya pokok ajaran itu, Islam senantiasa dihayati oleh setiap mukmin. Apabila kaum Muslimin enggan memberi atau menerima nasihat, kekurangan akan menimpa mereka dalam setiap aspek kehidupan. Hadis tersebut juga menerangkan lima peruntukan nasihat. Adapun nasihat yang ditujukan kepada Allah SWT berarti mengikuti apa-apa yang Dia cintai. Seorang Muslim yang menyadari hal itu akan selalu berupaya melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Nasihat kepada Allah juga bermakna ikhlas, yakni seorang hamba meyakini bahwa Allah Maha-Esa. Tidak ada satu pun yang sebanding dengan- Nya. Tiada pula yang bisa menandingi-Nya. Selanjutnya, nasihat ditujukan kepada kitab Allah dan Rasul-Nya. Manifestasi hal itu ialah beriman kepada semua kitab yang diturunkan dari sisi Allah kepada para utusan- Nya.

Read More

Tidak Tepat Memberi Nasihat Saat Anak Perempuan Haid

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menstruasi adalah fase alami yang dialami oleh setiap perempuan, tetapi sering kali disertai tantangan emosional yang signifikan. Pakar parenting dan konsultan penanggulangan narkoba dokter Aisah Dahlan mengingatkan saat anak perempuan mengalami haid, khususnya pada hari-hari pertama hingga kelima, orang tua perlu lebih bijaksana dalam memberikan nasihat. Dia mengatakan bagi yang memiliki anak perempuan yang sudah baligh, sangat penting untuk tidak memberikan nasihat yang berat saat mereka sedang haid. Anak perempuan yang baru memasuki masa pubertas sering kali sulit menerima nasihat dari ibunya pada waktu-waktu tersebut. “Inilah sebabnya mengapa sering terjadi ketegangan antara anak perempuan remaja dan ibunya karena kita memberikan nasihat di waktu yang keliru,” ujar Aisah dalam kajian ‘Indahnya Cinta Aisyah’, Ahad (27/10/2024). Dia juga menjelaskan secara biologis, perempuan memiliki corpus callosum jaringan yang menghubungkan dua belahan otak yang 30 persen lebih tebal daripada laki-laki. Kondisi ini dapat mempengaruhi cara perempuan mengelola emosi dan berpikir. Ketika emosi memblokir akal, situasi ini dapat diperburuk oleh fluktuasi hormon, terutama saat haid ketika kadar estrogen dan progesteron menurun. “Banyak perempuan mengalami kesulitan berpikir dengan baik saat menstruasi, karena ketidakseimbangan hormon ini dapat mempengaruhi suasana hati dan konsentrasi mereka,” kata Aisah.

Read More

Lima Hal Terlarang yang Bikin Rezeki Anda Tersendat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang selalu menjamin ketersediaan rezeki tidak hanya bagi manusia tetapi kepada setiap makhluk-Nya, termasuk binatang. Allah SWT mengatur segala aspek kehidupan, termasuk rezeki, sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang sempurna. Pandangan ini memberikan penghiburan dan kepercayaan bagi umat Islam bahwa tidak perlu khawatir atau cemas terhadap kecukupan rezeki. Meskipun manusia memiliki tanggung jawab untuk bekerja dan berusaha, namun pada akhirnya rezeki datang atas kehendak dan kebaikan Allah SWT. Dalam Alquran, Allah SWT mengingatkan manusia untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya serta menjalankan kewajiban berbagi kepada sesama sebagai tanda terima kasih atas nikmat yang telah diberikan. Dalam Surat Hud ayat 6, Allah SWT berfirman, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” Riwayat hadits juga menjelaskan soal kepastian rezeki bagi setiap hamba. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili, Nabi Muhammad SAW bersabda: (إنَّ رُوحَ القُدُسِ نفثَ في رُوعِي، أنَّ نفسًا لَن تموتَ حتَّى تستكمِلَ أجلَها، وتستوعِبَ رزقَها، فاتَّقوا اللهَ، وأجمِلُوا في الطَّلَبِ، ولا يَحمِلَنَّ أحدَكم استبطاءُ الرِّزقِ أن يطلُبَه بمَعصيةِ اللهِ، فإنَّ اللهَ تعالى لا يُنالُ ما عندَه إلَّا بِطاعَتِهِ) “Sungguh ruh qudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai telah sempurna rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara menjemput rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Abu Nu’aim, tercantum dalam Shahih Al Jami’) Meski demikian terdapat beberapa hal yang patut menjadi perhatian, karena bisa mencegah atau mempersempit turunnya rezeki kepada seorang hamba. Alquran dan hadits telah memberi pesan terkait perbuatan yang bisa mencegah rezeki turun. Berikut penjelasannya. Suatu hari Nabi Muhammad SAW memasuki masjid dan menemukan Abu Umamah sendirian dan tampak cemas dan tertekan. Dia mengatakan kepada Rasul, “Kecemasan dan utang membebani aku.” Lalu Nabi SAW mengajarkan kepadanya tentang doa agar dijauhkan berbagai hal yang buruk. Rasulullah SAW memintanya untuk mengucapkan doa berikut ini di saat mau tidur dan selepas bangun tidur: اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن ، وأعوذ بك من العجز والكسل ، ومن الجبن والبخل ، وأعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال ، “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan dari ketakutan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari penindasan.” (HR. Abu Daud) Putusnya ikatan silaturahim, dalam hal ini ikatan kekerabatan keluarga, juga menjadi salah satu penyebab yang mencegah rezeki turun. Seperti sulit mencari nafkah dan sulit dalam berwirausaha. Karena itu, faktor ini perlu direnungi oleh setiap Muslim yang sedang dirundung kesulitan. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: (مَن سَرَّهُ أنْ يُبْسَطَ عليه رِزْقُهُ، أوْ يُنْسَأَ في أثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ) “Siapa yang ingin dilapangkan pintu rizeki untuknya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung tali silaturrahim.” (HR. Bukhari) Ketika seorang Muslim selalu gelisah dalam hidup, maka tidak menutup kemungkinan ini karena dia bersikap kikir atas apa yang dimilikinya. Padahal Alquran telah mengabadikan janji Allah SWT bagi para hamba yang menafkahkan hartanya di jalan kebaikan.

Read More

UAH Ungkap 2 Sifat yang Jadi Penyebabnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan peringatan penting kepada umat Muslim tentang dua sifat yang bisa membuat sholat dan ibadah menjadi sia-sia. Hal ini disampaikan dalam ceramahnya yang disiarkan melalui channel YouTube Audio Dakwah. Dalam ceramah tersebut, UAH menyebutkan dua sifat yang telah dijelaskan dalam Al-Quran sebagai perusak amal ibadah, yaitu fahsya dan munkar. “Mohon izin kalau kata Quran orang yang tidak baik itu cirinya ada dua sumbernya. Pertama fahsya atau yang kedua munkar,” ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip Kamis (24/10/2024). UAH menjelaskan bahwa fahsya adalah sifat buruk yang berasal dari hawa nafsu dan syahwat. “Fahsya itu keburukan yang diingkari oleh hati sumbernya dari syahwat ya, seperti kata-kata jorok kotor, pornografi, pornoaksi, LGBT itu fahsya,” sambungnya. Sementara sifat kedua, munkar, dijelaskan sebagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. “Munkar keburukan yang diingkari oleh hati sumber dari perut dan akal, kaya mencuri, munkar juga korupsi, temannya berselisih itu munkar, merampok itu munkar,” lanjutnya. UAH menekankan bahwa seseorang yang sholatnya benar-benar khusyuk tidak mungkin memiliki kedua sifat tersebut.

Read More

Ini Rahasia Sholat Malam ala Buya Yahya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menghidupkan malam dengan beribadah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama dengan melaksanakan sholat malam. Sholat sunnah malam biasanya dilakukan setelah Isya hingga menjelang waktu Subuh. Keutamaan sholat malam ini telah disebutkan dalam hadis dan Al-Qur’an. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat malam adalah sholat yang paling utama setelah sholat wajib. Hal ini juga diperkuat oleh firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra’ ayat 79 yang menyebutkan bahwa sholat tahajud bisa mengangkat derajat seseorang ke tempat yang terpuji. Meski banyak muslim yang menyadari keutamaan sholat malam, tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Namun, jika mengetahui besarnya pahala yang dijanjikan, tentu banyak yang akan tertarik untuk mendapatkannya. Buya Yahya, seorang ulama terkenal, memberikan tips bagaimana mendapatkan pahala setara dengan sholat semalam suntuk. Beliau mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidina Utsman radhiyallahu anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang melaksanakan sholat Isya berjamaah, maka pahalanya seperti menghidupkan setengah malam. Jika orang tersebut kemudian melanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah, maka pahalanya seperti menghidupkan semalam penuh.

Read More

Legacy vs Money

Jakarta — 1miliarsantri.net : Prof Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI. Bagi penggemar Mixed Martial Art (MMA) atau olah raga tarung dengan menggabungkan berbagai jenis aliran, nama Khabib Nurmagomedov bukanlah nama asing. Nama lengkapnyanya adalah Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov. Dia adalah salah satu petarung MMA terbesar dalam ajang UFC. Dia dikenal sebagai seorang Muslim taat dari Dagestan, Rusia. Dia adalah orang Rusia pertama dan Muslim pertama yang memenangkan gelar UFC. Sangat kontras dengan para petarung MMA lain, dia dikenal sebagai pribadi santun dan tidak pernah mau terpancing dengan olokan kasar lawannya yang biasanya disemburkan saat trash talk session. Dalam sejarah pertarungannya di dunia MMA, dia tak terkalahkan. Dalam 29 pertarungannya, dia mencatatkan kemenangan KO sebanyak 8 kali, lawan menyerah sebanyak 11 kali, dan keputusan juri sebanyak 10 kali. Pertarungan terbesarnya adalah saat dia melawan Conor McGregor, jagoan Ultimate Fighting Championship (UFC) dari Irlandia yang dikenal sangat kasar dan brutal. Pertarungan yang dihelat di Las Vegas, 6 Oktober 2018 itu ditonton 2.4 juta orang di seluruh dunia melalui saluran berbayar. Ini adalah jumlah penonton terbanyak dalam sejarah MMA. Khabib mengakhiri karier gemilangnya dalam pertarungannya melawan Justin Gaethje. Pertarungan yang dimenangkan Khabib melalui kuncian triangle choke ini diselenggarakan di Abu Dhabi, pada Minggu 20 Oktober 2020. Seperti biasanya, setelah pertarungan itu, Khabib melepas sarung tangannya, lalu bersujud syukur. Tulisan ini tentu saja tidak akan mengulas biografi dan sejarah karier Khabib di dunia MMA. Yang ingin disorot dalam tulisan ini adalah salah satu kalimat yang pernah diucapkan Khabib saat press conference menjelang pertarungannya melawan Max Holloway, yang rencananya akan digelar pada 7 April 2018. Pertarungan itu sendiri akhirnya gagal karena Holloway dilarang bertanding oleh Komisi Atletik New York, dengan alasan terlalu berisiko bagi Holloway karena mepetnya waktu untuk menurunkan berat badan. Kalimat Khabib yang hingga kini banyak dikenang itu adalah sebagai berikut: “I want to explain to you guys the difference between money and legacy. He fights for money. I fight for legacy. It’s different.” Arti bebasnya kurang lebih seperti ini: “Saya akan jelaskan pada Anda sekalian perbedaan antara uang dan legacy. Dia bertarung demi uang, sedang saya bertarung untuk legacy (menciptakan sejarah yang akan terus dikenang dan diteladani dalam jangka waktu lama). Itu jelas berbeda.”

Read More