Benarkah Tanggal 15 Agustus 1950 Ada Proklamasi Kedua, Ini Maksudnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kita mengenal Sukarno-Hatta menyebut pernyataan kemerdekaan Indonesia dengan kata “proklamasi”. Istilah yang kita pahami yakni Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di naskahnya, hanya ditulis: Proklamasi. Dalam bahasa Belanda, proclamatie. Artinya pengumuman, pemakluman, pemberitahuan, pernyataan. Kita pernah mengenal proklamir. Pidato-pidato sering menyebut memproklamirkan, diproklamirkan. Dalam bahasa Belanda, proclameren. Artinya menyatakan. Tentu saja, ketika orang-orang tua kita menyebut proklamir, mereka mengambilnya dari proclameren. Lahirlah kata memproklamirkan, diproklamirkan, berasal dari proklameerd, geproclameerd. Tapi proklamir sejak 1988 dicatat KBBI sebagai bentuk tidak baku dari proklamasi. Arti proklamasi menurut KBBI: pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; pemakluman; pengumuman. Piagam Pembentukan NKRI yang ditandatangani Sukarno pada 15 Agustus 1950, oleh pers berbahasa Belanda juga disebut proklamasi. “De proclamatie van President Soekarno over de vorming der eenheidsstaat luidt als volgt,” tulis Preangerbode edisi 15 Agustus 1950. Artinya: Pernyataan dari Presiden Sukarno mengenai pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hatta menyebut pembentukan NKRI ini sebagai Proklamasi Kedua. Mengawali beritanya, Preangerbode menggunakan geproclameerd: Hedenmorgen te 8 u. 40 heeft President Soekarno in een gezamenlijke zitting van het voorlopige parlement en Senaat van de RIS de vorming van de eenheidsstaat Republiek Indonesia geproclameerd. Artinya: Pagi ini pukul 8.40 dalam Rapat Gabungan Parlemen Sementara dan Senat RIS, Presiden Sukarno memproklamasikan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Preangerbode menulis lengkap pernyataan Sukarno: Hierbij delen wij de gezamenlijke vergadering van het voorlopige Parlement en de Senaat van de RIS mede, dat de ontwerpgrondwet ter verandering van de voorlopige grondwet der RIS in de voorlopige ‘grondwet van de eenheidsstaat Republiek Indonesia, welke samengesteld is door de Regering met de regeringen van de deelgebieden in de RIS, goedgekeurd is door het Parlement en de Senaat van de RIS in hun zitting van 14 Augustus 1950. Heden, 15 Augustus 1950 hebben wij de tekst van de nieuwe grondwet ondertekend. Deze tekst is tevens voorzien van de handtekeningen van de Minister President en de Minister van Justitie, terwijl deze laatste de inhoud daarvan reeds heeft bekendgemaakt.

Read More

Mengenang dan Mengenal Sepak Terjang HR Rasuna Said

Jakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tidak kenal dengan Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau kita kenal dengan HR Rasuna Said. Terlahir di Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910. Beliau adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang telah menerima penghargaan sebagai pahlawan nasional Indonesia dari pemerintah. Ia merupakan pejuang yang dengan gigih memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, sama seperti perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Kartini. HR Rasuna Said dikenal sebagai sosok yang berkemauan keras dan memiliki pengetahuan yang luas. Pada masa kecilnya, ia telah mengenyam pendidikan Islam di pesantren. Sejak kecil ia sudah aktif di berbagai pengajian. Setelah lulus SD, ia meneruskan ke pondok pesantren Ar-Rasyidiyah di dekat kota kelahirannya. Rasuna Said satu-satunya santri perempuan yang mondok di pesantren tersebut. Ia sangat tertantang dan antusiasme dalam belajar ilmu agama di sini. Memasuki usia remaja, ia pindah ke sekolah agama khusus perempuan di Diniyah Putri Padang Panjang. Namun, ia tak lama menjadi guru. Pada tahun 1930, saat usia 20 tahun, ia keluar dari Diniyah Putri. Rasuna Said merasa kurang cukup untuk malakukan perubahan hanya dengan menjadi guru atau mendirikan sekolah. Ia pun mulai mengikuti organisasi pergerakan untuk memperjuangkan nasib kaum wanita yang saat itu masih terbelakang. Rasuna Said aktif sebagai sekretaris di Sarekat Rakyat (SR). Ia juga terlibat dengan gerakan Islam modern Soematra Thawalib dan mendirikan Persatoean Moeslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930. Ia mulai berorasi di setiap kegiatan soal hak-hak perempuan yang mulai dilupakan. Rasuna Said tak jarang mengritik pemerintah Belanda yang menyebabkan sistem dan budaya perempuan menjadi lemah. Ajakan Rasuna Said mendapatkan dukungan dari pribumi, namun dapat perlawanan dari penjajah Belanda. Merasa terancam akan ada gejolak di masyarakat, pemerintah Belanda mengasingkan Rasuna Said ke Semarang, Jawa Tengah, pada 1932. Saat itu, Rasuna berusia 22 tahun. Meski ditahan di Semarang, semangat perjuangan dan perlawanan Rasuna Said terus menggebu. Ia tetap rajin menulis sebagai kritik kepada penguasa saat itu. Pada tahun 1935, ia berjuang sekaligus sebagai jurnalis. Ia menjadi pemimpin redaksi di majalah Raya. Di Semarang, ia merasa kurang puas dengan sikap tokoh-tokoh PERMI dalam melakukan perlawanan Belanda. Rasuna akhirnya memutuskan pindah ke Medan.

Read More

Menristekbud Menerima Kedatangan 4 Arca Kerajaan Singasari dari Belanda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kembalinya empat arca peninggalan Kerajaan Singasari dari Belanda ke Indonesia disambut bahagia oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menyambut kedatangan empat arca peninggalan Kerajaan Singasari tersebut di Museum Nasional Indonesia, Selasa (22/08/2023). Keempat arca tersebut merupakan bagian dari 472 artefak berharga hasil proses pemulangan kembali atau repatriasi benda sejarah dan budaya dari Belanda ke Indonesia. “Masih dalam semangat kemerdekaan, masyarakat Indonesia patut berbangga atas hasil perjuangan kita bersama selama kurang lebih dua setengah tahun untuk mengembalikan benda sejarah dan budaya milik bangsa ini kembali ke Tanah Air,” kata Nadiem. Upaya repatriasi ini telah dimulai Kemendikbudristek sejak tahun 2021 dan secara resmi disepakati kedua negara pada 10 Juli 2023 lalu. Pemerintah Indonesia dalam seremoni kesepakatan tersebut diwakili oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid. Arca Durga, Mahakala, Nandishvara, dan Ganesha yang telah tiga abad disimpan di Belanda tersebut adalah tahap pertama artefak yang tiba di Indonesia. Kemendikbudristek kini tengah memproses pengembalian satu keris Puputan Klungkung, 132 karya seni Pita Maha, dan 335 koleksi khasanah Puri Cakranegara Lombok. “Pemulangan ratusan benda yang membentuk sejarah peradaban bangsa ini saya harap dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan menambah khazanah ilmu pengetahuan kita. Hal ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya yang senantiasa kita dorong,” sambung Nadiem. Nadiem menambahkan, pihaknya sudah cek langsung kondisi keempat arca Singasari dan mengarahkan tim agar menjaga dan merawatnya dengan baik. Begitupun dengan ratusan benda hasil repatriasi yang secara bergelombang akan dibawa kembali ke tanah air.

Read More

Pelecehan Muslimah Oleh Yahudi Qainuqa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bani Qainuqa merupakan salah satu suku Yahudi yang hidup di perkampungan khusus mereka di Madinah. Perang ini berawal dari kebencian kaum Yahudi atas kemenangan kaum Muslimin terhadap orang kafir Quraisy. Seperti dikutip dari buku Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah ﷺ, dengan berbagai macam cara mereka menghembuskan perpecahan dan fitnah di kalangan kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ berulang kali menasehati mereka dan menyerukan mereka kepada Islam. Namun hal tersebut justru semakin membuat mereka angkuh dan mengejek kaum Muslimin . Namun Rasulullah ﷺ tetap bersabar atas ulah mereka. Hingga suatu saat, ketika seorang Muslimah belanja di pasar mereka, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya. Tentu saja wanita tersebut menolaknya. Kemudian seorang penjual perhiasan mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui, sehingga ketika dia berdiri, tersingkaplah aurat wanita tersebut diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya. Wanita itu berteriak, kemudian salah seorang sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuhnya. Ketika berita ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau langsung mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera kepada Hamzah bin Abdul Muththalib. Lalu mereka menuju Bani Qainuqa’. Ketika melihat kedatangan kaum Muslimin, orang-orang Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka. Pasukan Rasulullah ﷺ mengepung mereka dengan rapat selama 15 hari pada bulan Syawal hingga awal Dzul Qa’idah tahun ke-2 Hijriyah.

Read More

Terdapat 6 Peristiwa Penting Dalam Bulan Safar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa awal bulan Safar 1445 H mulai Jumat (18/8/2023). Hal ini disampaikan melalui surat tertulis yang dikeluarkan pada Rabu (16/08/2023). “Awal bulan Shafar 1445 H bertepatan dengan Jumat Legi 18 Agustus 2023 M (mulai malam Jumat) atas dasar istikmal,” sebagaimana tertulis dalam Pengumuman Nomor : 040/LF–PBNU/VIII/2023 yang dikeluarkan pada Rabu (16/8/2023). Ustadz Amien Nurhakim menguraikan, di bulan kedua dalam tahun Qamariah ini, setidaknya terdapat enam (6) peristiwa penting dalam sejarah Islam di Bulan Safar. Ia mengutip dari kitab Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar (hal 9) yang ditulis Habib Abu Bakar al-‘Adni. Adapun 6 peristiwa penting tersebut adalah :

Read More

Laskar Hizbullah Memiliki Andil Besar Dalam Kemerdekaan Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai laskar kesatuan perjuangan semi militer umat Islam yang dilandasi dengan niat jihad fi sabilillah, Laskar Hizbullah juga memiliki semangat kebangsaan dan perannya cukup besar dalam melawan tentara sekutu yang ingin kembali menduduki Indonesia. Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan, para Tentara Allah yang tergabung dalam Hizbullah memainkan peran yang cukup besar dalam perang kemerdekan, baik dalam merebut maupun mempertahankan kemerdekaan. “Perannya sangat besar itu. Hizbullah itu dapat dikatakan pada saat itu memberikan kekuatan yang sangat besar untuk menghadapi Belanda. Nah itu yang sering dilupakan orang,” urai Anhar kepada 1miliarsantri.net, Kamis (17/08/2023). Menurut Anhar, sebagai panglima besar pertama di Tentara Indonesia, Jenderal Soedirman juga memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh Hizbullah. “Soedirman itu kan juga Islam. Gak ada yang bisa menyangkal. Soedirman itu adalah tokoh Muhammadiyah dan tentu saja mempunyai arti tertentu dalam posisinya sebagai seorang panglima. Jadi hubunganya dengan tokoh-tokoh Hizbullah itu sangat erat, tidak bisa disangkal. itu yg tidak pernah ditampilkan itu,” ungkap Anhar. Dia menambahkan, salah satu peran besar Laskar Hizbullah dalam perang kemerdekaan adalah pertempuran 10 November 1945. Saat itu, sekitar seribuan Laskar Hizbullah datang dari berbagai daerah menuju Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan. “Di dalam 10 November, laskar Hizbullah punya peranan tertentu. Dan waktu mempertahankan agresi I dan Agresi II itu Hizbullah sangat besar peranannya. Cuma orang tidak pernah menampilkan. Dan tidak pernah ada yang menyebutkan, padahal perannya besar sekali,” jelas Anhar. Dalam mekakukan perang gerilya, menurut dia, para Laskar Hizbullah juga memiliki peranan yang tak kalah besar. “Perang gerilya itu Hizbullah tidak bisa dilepaskan begitu saja. Hanya, yang selalu ditampilkan seakan-akan hanya perannya daripada TNI. Padahal Hizbullah punya peran penting dalam mempertahankan darerah-daerah di mana mereka berada,” imbuhnya. Dengan perannya yang besar itu, Laskar Hizbullah pada perkembangannya akhirnya diajak untuk bergabung dengan TNI. “Karena itu, sebenarnya harus ada semacam penulisan sejarah di mana menampakkan peranan dari macam-macam kekuatan, tidak hanya didominasi oleh kekuatan tertentu,” jelas Anhar. Sementara itu, dalam buku “Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad Garda Depan Menegakkan Indonesia”, Zainul Milal Bizawie menjelaskan, Laskar Hizbullah dan Sabilillah menjadi bukti historis yang tidak terbantahkan dalam membela Republik Indonesia. Namun, setelah pasukan Belanda semakin banyak yang masuk ke Indonesia, pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap yang lebih militan. Pada 1 Januari 1946, Kementerian Keamanan diganti namanya menjadi Kementerian Pertahanan dengan mendapatkan tanggung jawab yang luas. Pada saat bersamaan, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga diubah namanya menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Namun, ternyata nama ini belum final. Pada 24 Januari 1946, nama itu diganti lagi menjadi Tentara Republika Indonesia (TRI).

Read More

Indonesia Negara Yang Dibangun oleh Para Cendikiawan Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemerdekaan serta pembangunan yang diraih Republik Indonesia merupakan kerja keras dari para pejuang, termasuk diantaranya para cendekia, aktivis muslim dan hal ini berbeda dengan negara-negara di Timur Tengah yang punya kecenderungan dibangun oleh politisi lama dan para raja. Hal ini disampaikan Pakar Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Tiar Anwar Bachtiar. “Sebetulnya Indonesia sendiri memiliki potensi ke arah sana (sebagaimana Timur Tengah), dalam hal ini, Van Mook selaku Gubernur Jenderal di wilayah Hindia-Belanda saat itu mendirikan negara bagian. Konteksnya saat itu memanfaatkan politisi-politisi lama. Meski tidak semua bangsawa pro-Belanda, misalnya Sultan Yogyakarta ini kan masuk kategori pro-republik,” ungkap Tiar kepada 1miliarsantri.net, Kamis (17/08/2023). Tiar mengutip Plato, filosof Yunani klasik, yang menyatakan tampuk pimpinan harus diberikan pada kaum intelegensi, atau pemikir. Memang sejarah Indonesia berpihak ke arah tersebut. Tiar menyebut mencontohkan KH Agus Salim atau H.O.S Cokroaminoto, yang merupakan pemikir sekaligus aktivis. “Dalam hal ini, misalnya, H.O.S Cokroaminoto kan kita tahu berwacana mengenai bentuk ideal bagi Indonesia ke depannya yang menurutnya Islam dan sosialisme,” tuturnya. Sejarah mencatat, Soekarno tampil dalam rumusannya mengenai NASAKOM. Rumusan itu nantinya direalisasikan saat diri Bung Karno berada di tampuk kekuasaan. Itu menandakan Indonesia sangat didominasi oleh pemikir dan aktivis. “Jadi artinya, Indonesia ini sangat didominasi oleh para pemikir, aktivis. Gagasan keindonesiaan ini bukan dilahirkan dari pragmatisme politik yang hanya sekadar ingin mengambil keuntungan sesaat,” katanya. Tiar memaparkan, memang terdapat ketegangan yang mewarnai cakrawala perpolitikan Tanah Air. Hingga kemudian, para pemikir bersepakat dengan rumusan yang dikenal dengan Pancasila. Dalam konteks ini, para pemikir berkontestasi menawarkan hasil perenungan dan penghayatan, yang kemudian disepakati Pancasila. “Inilah hasil dari keprihatinan, dan kegelisahan para pemikir terdahulu akan kenyataan. Bukan dari pesanan, tapi bersama merumuskan visi ideal,” ucapnya. Tiar menekankan perihal relevansi Pancasila yang masih terasa bagi rakyat Indonesia. Itu karena Pancasila dirumuskan dari berbagai gagasan ideal. Maka itu, Tiar menekankan ihwal sila pertama, yakni nilai-nilai agama.

Read More

Kiai Subkhi Dikenal Sebagai Guru Laskar Pejuang Islam Kemerdekaan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakta sejarah tak bisa dibantah bahwa umat Islam adalah pejuang utama kemerdekaan. Apalagi bagi kalangan santri dan pesantren. Dii masa kolonial, para santri selalu punya girah menyala agar kolonial enyah dari Indonesia. Bahkan kaum Muslim teguh mengikuti sikap ulama yang tak mau sedikitpun mengecap ‘manisnya hidup’ dengan pihak kolonial. Mereka rela hidup miskin karena para ulama selama masa kolonial itu melakukan politik ‘uzlah’ (memisahkan diri) dengan penguasa penjajah. Tak hanya para santri pesantren saja, para orang tua yang hidup di kampung-kampungg mereka terus mendorong agar putranya yang menuntut ilmu di pesantren ikut berjuang menjaga laskar pejuang melawan tentata kolonial. Salah satu yang fenomenal pada masa perjuangan kemerdekaan itu adalah ketika kaum santri dari seluruh pelosok Jawa beramai-ramai membuat granggang atau bambu runcing. Di kawasan Jawa misalnya para santri sebagai bekal senjata perjuangannya akan membawanya ke sebuah pesantren berpengaruh di Temanggung yang kala itu di kenal diasuh oleh KH Moh Subkhi. Bila nanti pesantren yang sudah dibuat akan dibawanya menghadap Kiai Sublhi untuk akan disuwukan (didoakan). Adanya fenomena itu, maka para kaum lelaki dari umat Islam berbondong-bondong pergi ke pesanstren itu. Akibatnya, stasiun kereta api Temanggung penumpang yang (kini sudah tidak beroperasi) kala itu selalu dipenuhi penumpang yang turun dari kereta dengan membawa bambu runcing yang dibungkus dengan kain mori (kain putih). Dan tak hanya meminta suwuk untuk bambu runcingnya, para santri di antaranya tak lupa juga meminta agar tubuhnya kebal tusukan dan sabetan senjata tajam, hingga tak mempan bila terkena terjangan peluru. Dari kisah yang beredar dari orang tua yang merupakan para mantan pejuang lasykar Hizbullah, ‘karomah’ bambu runcing Kiai Subkhi mulai terkenal saat menjelang pertempuran Ambarawa. Pada suatu pagi, seusai mengajar santrinya, Kiai Subkhi langsung ke luar rumah pergi ke tengah halaman dan menodongkan bambu runcing ke arah pesawat pengebom belanda yang dikenal dengan sebutanan ‘cocor merah’ yang tengah melintas di atas pesantrennya. Entah karena apa, akibat pesawat cocor merah diacungi bambu runcing dan teriakan ‘Allahu Akbar’ oleh Kiai Subkhi, sesaat kemudian pesawat oleng. Mesin pesawat kemudian mati dan pesawat meluncur jatuh ke area danau yang berada tak jauh dari kawasan itu yang dikenal dengan nama Rawa Pening, Pilotnya menyelematkan diri dengan cara keluar dari pesawat menggunakan kursi lontar yang dilengkapi parasut.

Read More

Raja Airlangga Rela Membagi Wilayah Kekuasaan Untuk Kedua Putranya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Raja Airlangga membagi wilayah kerajaannya kepada kedua putranya. Dari sanalah akhirnya muncul dua kerajaan yakni Kerajaan Janggala dan Kerajaan Panjalu, dari hasil pembagian wilayah warisan Airlangga. Menariknya kedua kerajaan awalnya sempat tarik ulur mengenai perbatasan di antaranya keduanya. Prasasti Mahasokbhya menggambarkan bagaimana Airlangga meminta tolong penasihat spiritualnya sekaligus pendeta agung bernama Mpu Bharadauntuk menetapkan batas kerajaan. Konon batas ini muncul dari air yang dituang Bharada dari kendi saktinya. Prof. Slamet Muljana pada “Tafsir Nagarakretagama” menuturkan, uraian agak jelas tentang batas Janggala dengan Panjalu ialah Nagarakretagama Pupuh 68. Cerita tentang Mpu Bharada dari Lemah Citra dengan air kendinya mirip sekali dengan cerita Arya Bharada pada prasasti Mahaksobhya, dengan tambahan bahwa penetapan batas itu dilakukan dari barat ke timur sampai laut. Beberapa sejarawan akhirnya mencoba menerka – nerka batas wilayah yang ditetapkan oleh Bharada. Sejarawan Krom menetapkan Sungai Brantas dan Pegunungan Kendeng sebagai batas kerajaan Janggala dengan Panjalu. Bahwa batas kedua kerajaan itu adalah sungai, dapat diketahui dari uraian tentang Arya Bharada dengan air kendinya. Sedangkan Berg menetapkan bahwa batas kerajaan Janggala dan Panjalu ialah Sungai Widas dan Sungai Porong, yang mengalir dari barat ke timur menuju Selat Madura.

Read More

Inilah Sejarah Telur Asin dan Oreg Tempe Menjadi Bekal Makanan Pasukan Mataram Melawan VOC

Brebes — 1miliarsantri.net : Di Indonesia, terutama di pulau Jawa tentu sudah tidak asing lagi dengan telur asin, makanan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberi garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak) dan biasanya diproduksi dari telur bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) atau tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain dan memiliki ciri khas cangkang telur yang berwarna kebiru-biruan. Makanan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan lain, misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal. Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas dihampir seluruh wilayah di Brebes, terutama bagian utara. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, “kering” (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat. Telur asin merupakan lauk pauk yang wajib disediakan oleh Warung Tegal (Warteg). Bisa dikata kurang sempurna dan kehilangan ciri khas Warteg nya jika tidak menyediakan telur asin dan oreg tempe. Dua makanan ini memang awet, telur asin bisa tahan hingga kurun waktu mingguan dan oreg tempe juga demikian, karena tempe yang banyak dikonsumsi penduduk Indonesia dimasak kering sehingga bisa tahan mingguan juga. Dan 2 jenis lauk makanan ini yang dikaitkan dengan makanan lunsum prajurit mataram ketika menyerang VOC di Batavia, yang sekarang menjadi Jakarta. Hal ini berawal dengan ditunjuknya Bupati Tegal Kyai Rangga oleh Sultan Agung Adi Prabu Anyakrakusuma, Sultan Mataram ketiga yang memerintah dari tahun 1613-1645 sebagai diplomat. Ditunjuknya Kyai Rangga di tahun 1628 M oleh Sultan Agung untuk berdiplomasi ke Batavia dengan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) sempat mengalami kegagalan dan akhirnya terjadi peperangan antara Kesultanan Mataram dengan VOC.

Read More