Kiai Subkhi Dikenal Sebagai Guru Laskar Pejuang Islam Kemerdekaan

Dengarkan Artikel Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakta sejarah tak bisa dibantah bahwa umat Islam adalah pejuang utama kemerdekaan. Apalagi bagi kalangan santri dan pesantren. Dii masa kolonial, para santri selalu punya girah menyala agar kolonial enyah dari Indonesia.

Bahkan kaum Muslim teguh mengikuti sikap ulama yang tak mau sedikitpun mengecap ‘manisnya hidup’ dengan pihak kolonial. Mereka rela hidup miskin karena para ulama selama masa kolonial itu melakukan politik ‘uzlah’ (memisahkan diri) dengan penguasa penjajah.

Tak hanya para santri pesantren saja, para orang tua yang hidup di kampung-kampungg mereka terus mendorong agar putranya yang menuntut ilmu di pesantren ikut berjuang menjaga laskar pejuang melawan tentata kolonial.

Salah satu yang fenomenal pada masa perjuangan kemerdekaan itu adalah ketika kaum santri dari seluruh pelosok Jawa beramai-ramai membuat granggang atau bambu runcing.

Di kawasan Jawa misalnya para santri sebagai bekal senjata perjuangannya akan membawanya ke sebuah pesantren berpengaruh di Temanggung yang kala itu di kenal diasuh oleh KH Moh Subkhi.

Bila nanti pesantren yang sudah dibuat akan dibawanya menghadap Kiai Sublhi untuk akan disuwukan (didoakan). Adanya fenomena itu, maka para kaum lelaki dari umat Islam berbondong-bondong pergi ke pesanstren itu.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca