Pemerintah Arab Saudi akan Gelar Kompetisi Hafalan Alquran Berhadiah Total Rp 17 Miliar

Riyadh — 1miliarsantri.net : Kompetisi Internasional Raja Abdulaziz untuk Hafalan Alquran. Pelafalan, dan Interpretasi Alquran akan dimulai pada awal Agustus 2024. Ini merupakan kompetisi Alquran ke-44 yang akan digelar di Makkah. Ajang bergengsi yang menarik kontestan dari seluruh dunia ini menawarkan total hadiah sebesar 4 juta riyal saudi atau 1,07 juta dolar AS (Rp 17,3 miliar). Kompetisi ini dibagi menjadi lima kategori. Pertama, menghafal seluruh isi Alquran dengan bacaan dan intonasi yang tepat sesuai dengan tujuh kaidah bacaan. Dua, menghafal Alquran beserta tafsir syarat-syaratnya. Tiga, hafalan 15 juz (bagian) dari Alquran dengan bacaan dan intonasi yang tepat. Empat, hafalan lima juz dengan bacaan dan intonasi yang benar. Terakhir, kategori untuk hafalan yang lebih pendek dengan persyaratan pembacaan dan intonasi yang sesuai. Pada kategori pertama, tiga pemenang teratas akan menerima 500 ribu riyal (Rp 2,16 miliar), 450 ribu riyal (Rp 1,94 miliar), dan 400 ribu riyal (Rp 1,73 miliar). Upacara penutupan acara akan diadakan di Masjidil Haram di Makkah.

Read More

Kisah Anak Sultan Agung Bangun Keraton Baru, Terdapat Kejadian Kekurangan Beras

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Keraton yang dibangun kakek Sultan Agung di Kerto sepertinya tidak tahan lama. Sedangkan keraton baru yang dibangun anak Sultan Agung mulai 1648, pada 1826 masih bisa digunakan sebagai benteng pertahanan yang baik. Kakek Sultan Agung, Senopati, menggunakan batu bata untuk membangun tembok. Utusan Kompeni, Jan Vos, pada 1624 mencatat, keraton Mataram di Kerto sebagian besar menggunakan kayu, masih digunakan oleh cucu Senopati, Sultan Agung. Namun, pada masa Mataram dipimpin oleh anak Sultan Agung, Amangkurat I, dibangun keraton baru di Plered sejak 1648, menggunakan batu bata. Para pejabat yang menolak membantu diikat, lalu dijemur, tapi mengapa terjadi dua kali kekurangan beras pada masa pembangunan keraton itu? Pada Juni 1648, utusan Kompeni Van Goens sudah melihat tembok keliling dengan pintu gerbang di alun-alun utara dan di selatan. Plered dan Kerto, keduanya dapat dilihat oleh Van Goens dalam sehari. Artinya, jarak istana baru di Plered dan istana lama di Kerto tidak jauh. Tujuh tahun kemudian, pembangunan keraton di Plered itu belum juga selesai. Pada 1655 Amangkurat I masih disibukkan oleh pembangunan keraton Plered, sehingga tidak menerima utusan Kompeni yang tiba. Pembangunan keraton ini dilakukan secara bertahap. Setelah pembangunan tembok setinggi lima depa dengan tebal dua depa selesai, pada 1650 mulai dibangun Sitinggil. Bagian bawah Sitinggil dibangun dengan batu bata. Di bagian atasnya dibangun apilan. Apilan menggunakan papan-papan kayu yang tebal. Pada 1651 dimulai pembuatan anjungan di Sitinggil. Pembangunan istana raja, Prabayasa, juga dimulai, tetapi sumber Jawa menyebut perbedaan waktu. Ada yang menyebut dimulai tahun 1650, ada juga yang menyebut dimulai 1654. Pada 1653 mulai dibangun kediaman untuk putra mahkota. Tahun 1662 mulai dibangun bangsal di lapangan Srimanganti. Sebelum keraton baru dibangun oleh Amangkurat I, Sultan Agung telah membuat plered (bendungan air) di Kali Opak, pada 1643. Plered inilah yang kemudian dipakai sebagai nama lokasi keraton baru itu. Mulai 1651, Amangkurat I melanjutkan penggalian plered. Penggalian diperluas, sehingga menjadi danau yang besar dan ia beri nama Segarayasa. “Untuk kepentingan pembangunan keraton, dibuatlah sebuah bendungan yang tidak hanya mengendalikan air danau, melainkan juga berfungsi melindungi keraton di sebelah selatan dan timur dari banjir,” kata Dr HJ de Graaf. Pembangunan keraton baru ini memang tidak berjalan mulus. Ada pejabat yang menentangnya, tetapi anak Sultan Agung ini bertangan besi.

Read More

Ki Juru Martani Kakek Sultan Agung Berjalan di Permukaan Laut

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Senopati dan pamannya, Ki Juru Martani berbagi tugas setelah bintang jatuh menimpa Senopati. Kakek Sultan Agung itu disuruh ke laut selatan, Ki Juru Martani ke Gunung Merapi, untuk mengetahui kehendak Allah mengenai bintang jatuh itu. Di laut selatan, kehadiran kakek Sultan Agung itu membuat ombak bergulung-gulung, ikan terlempar ke darat. Badai itu membuat Nyi Roro Kidul keluar dari istana, dan mengajaknya masuk ke istananya. Pulang dari istana Nyi Roro Kidul, Senopati berjalan di atas permukaan laut, tak perlu menunggu datangnya nenu untuk mencapai daratan. Nenek moyang orang Sumba turun dari matahari, dari kaki langit melintasi nenu untuk mencapai daratan. Nenek moyang orang Sumba datang dari matahari. Saat matahari hendak tenggelam, mereka turun ke kaki langit. Dari kaki langit, menuju ke daratan dengan melintas di atas pantulan cahaya matahari yang membentang seperti jalan di permukaan laut, disebut nenu, sehingga tidak salah arah. Orang Barat menyebut matahari hendak tenggelam sebagai sunset. Orang Sumba menyebutnya matalodu. Kilau sinar matahari di permukaan laut itu oleh orang orang Barat disebut sun glitter atau sun reflection, orang Sumba menyebutnya nenu. KBBI belum mencatatnya sebagai kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Pada saat matalodu, jika tidak ada awan, sinar matahari memantul ke permukaan laut, jika dilihat dari daratan membentuk garis lebar seperti jalan di permukaan laut menuju ke matahari di kaki langit. Itulah yang disebut orang Sumba sebagai nenu. Mereka menulis nenu, tetapi mengejanya sebagai ninu. Entah mengapa, huruf e di Indonesia tengah dan timur sering dieja sebagai i. Yang memunculkan nenu tak hanya matahari, melainkan juga rembulan. Orang Swedia menyebutnya mangata. “Mangata is a Swedish word that means the glimmering, road-like reflection that the moon creates on water,” tulis survivaltechniques.co.uk. Memandangi nenu memang tidak ada puas-puasnya. Menurut cerita legenda di Sumba, seperti yang diceritakan oleh penenun Sumba, Karyawati Liwar, nenu adalah ‘jalan’ yang dilewati nenek moyang yang turun dari matahari lalu menuju ke daratan. Bagi orang Sumba penganut agama Marapu, bayi datang dengan perahu dari seberang laut. Persis seperti kedatangan nenek moyang mereka dulu.

Read More

Siapakah Sosok Ayatullah Ali Khamenei

Teheran — 1miliarsantri.net : Baru-baru ini Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel sebagai serangan balasan atas serangan Israel terhadap kompleks diplomatik Suriah. Kini, semua mata tertuju pada Pemimpin Tertinggi Iran yang terkenal yakni Ayatullah Ali Khamenei. Segera setelah serangan Israel menargetkan kedutaan Iran di Damaskus pada 1 April 2024, Ayatullah Ali Khamenei telah memperingatkan bahwa Israel “harus dihukum dan akan dihukum”. Ia menyatakan akan membalas serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah itu. Lalu siapa Ali Khamenei dan bagaimana pengaruhnya? Ayatullah Ali Khamenei telah menjadi pemimpin paling berpengaruh di negara ini sejak 1989. Ia adalah panglima tertinggi dan kepala negara, yang mengawasi polisi moral dan polisi nasional. Ali Khamenei juga mengelola Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri, dan cabang sukarelawannya, Pasukan Perlawanan Basij. Ali Khamenei merupakan seorang ulama dan politisi Iran yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang, terutama di bidang kemiliteran Iran. Sejak menjadi pemimpin tertingi di sana, ia memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dari seorang presiden. Ulama berusia 85 tahun ini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah kematian bapak pendiri Republik Islam, Ayatullah Ruhullah Khomeini. Sejak saat itu, ia mempertahankan kendali kuat atas politik Iran dan angkatan bersenjatanya, serta menekan perlawanan terhadap rezim yang berkuasa, terkadang dengan kekerasan. Alo Khamenei juga secara konsisten mengambil sikap garis keras terhadap masalah-masalah eksternal, termasuk konfrontasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Dilansir laman ndtv, Ayatullah Ali Khamenei lahir pada 16 Juli 1939, di Masyhad, provinsi Khorasan, Iran. Ia adalah anak kedua dari cendekiawan Islam Sayyed Javad Khamenei, yang mengajari anggota keluarganya untuk menjalani hidup sederhana. Ali Khamenei melanjutkan pendidikannya di seminari teologi di Masyhad mengikuti pendidikan sekolah dasar tersebut. Dalam kurun waktu lima tahun yang luar biasa, ia mempelajari setiap mata pelajaran yang tercakup dalam kurikulum “tingkat menengah”, termasuk logika, filsafat, dan hukum Islam. Memulai studinya dalam bidang agama tingkat lanjut di Qom, Ali Khamenei tumbuh di bawah bimbingan beberapa profesor Syiah paling terkenal seperti Ruhullah Khomeini. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, dia ditahan beberapa kali dan dipenjara selama bertahun-tahun, di mana dia diduga menjadi sasaran penyiksaan oleh polisi rahasia Savak. Setelah dibebaskan, Ali Khamenei mulai mengajar filsafat Islam, hadits, dan tafsir Alquran di Masyhad dan Teheran. Pemuda revolusioner Iran pun banyak yang mengikuti pengajiannya ini. Khamenei tetap berhubungan dekat dengan Khomeini yang diasingkan selama masa ini dan segera setelah Khomeini kembali ke Iran pada 1979, ia diangkat menjadi anggota Dewan Revolusi. Setelah pembubarannya, ia menjadi wakil menteri pertahanan dan wakil pribadi Khomeini di Dewan Pertahanan Tertinggi. Untuk waktu yang singkat ia memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menjadi negosiator utama dalam perundingan krisis penyanderaan Iran. Khamenei tenggelam dalam politik republik baru tersebut sejak awal. Seorang orator yang berapi-api mendukung Khomeini dan pendukung kuat konsep wilayatul faqih (pemerintahan oleh ahli hukum agama/fuqaha), Khamenei termasuk di antara anggota pendiri loyalis Partai Republik Islam (IRP). Pada bulan Juni 1981, dia terluka parah dalam serangan bom di sebuah masjid di Teheran yang dituduh dilakukan oleh kelompok pemberontak sayap kiri. Kejadian tersebut menyebabkan lengan kanannya lumpuh. Setelah kematian Presiden Mohammad Ali Rajaʾi dan sekretaris jenderal IRP dalam ledakan serupa lainnya pada akhir tahun itu, Khamenei diangkat sebagai sekretaris jenderal IRP.

Read More

Beberapa Referensi Lokasi Wisata Edukasi Untuk Keluarga

Jakarta — 1miliarsantri.net : Liburan lebaran tahun ini tentu saja ada sebagian orang yang masih merasakan nya. Nah bagi keluarga Anda masih libur Lebaran, berikut ada berbagai tempat wisata yang menarik dikunjungi, termasuk lokasi ikonik museum serta cagar budaya. Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency/IHA) memberikan tiga rekomendasi unit museum dan cagar budaya yang dapat dikunjungi di momen libur lebaran tahun ini. Berkunjung bersama keluarga atau sahabat ke sejumlah tempat berikut akan terasa seru dan menyenangkan. Sebab, kunjungan menjadi bukan sekadar liburan, tapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Dengan menyelami kekayaan budaya dan arkeologi Indonesia, bisa membuat libur Lebaran menjadi pengalaman penuh makna. Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, menawarkan pengalaman rekreasi dan wisata edukatif. Pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur kuno serta mengeksplorasi kawasan sekitar Borobudur yang indah. Diapit oleh Gunung Merapi dan Merbabu di timur, serta Gunung Sindoro dan Sumbing di utara, serta Bukit Menoreh di selatan, Borobudur memiliki lokasi yang memukau. Candi Borobudur pun mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 1991. Jika berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah, pastikan untuk meluangkan waktu mengunjungi Museum Batik Indonesia. Museum ini memperkenalkan keindahan dan koleksi batik Indonesia yang kaya, sangat cocok untuk para pecinta seni dan budaya. Sebagai pusat pelestarian batik, Museum Batik Indonesia tidak hanya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi wadah yang penting dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal maupun internasional. Suasana museum ini amat elegan dan inspiratif. Berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran adalah pengalaman yang memikat, mengingat museum ini adalah penjaga warisan prasejarah dari situs arkeologi Sangiran. Situs arkeologi Sangiran dianggap salah satu situs terpenting untuk penemuan fosil manusia purba.

Read More

Keberanian Adipati Pajang Menunda Penyerahan Hutan di Mataram Kepada Ki Ageng Pemanahan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Adipati Pajang menunda-nunda penyerahan hutan di Mataram kepada Ki Ageng Pemanahan. Akibatnya ayah kakek Sultan Agung itu menyepi untuk bertapa, tapi ia sempat melampiaskan kekecewaannya dengan cara menculik selir-selir Joko Tingkir, sang adipati Pajang. Ia lalu memberikannya kepada penduduk desa. Ia bahkan juga sempat memimpin kelompok perampok yang berjumlah 40 orang dan meningkat menjadi 300 orang. Penulis Belanda Valentijn menyebut, bersama 300 perampok inilah Ki Ageng Pemanahan merebut hutan di Mataram yang tak juga diserahkan kepadanya. JP Coen lantas menilai Pemanahan mendapatkan Mataram karena “keberaniannya dalam menggunakan senjata dan akalnya”. Benarkah catatan orang-orang Barat ini? Cerita babad menyebut Pemanahan membuka hutan Mataram dengan mengerahkan 150 orang Selo, Grobogan. Itu ia lakukan setelah Joko Tingkir menyerahkan hutan Mataram itu. Sunan Kalijaga mendesak Joko Tingkir agar menepati janjinya kepada Ki Ageng Pemanahan. Janji itu diucapkan ketika membuka sayembara: yang bisa mrmbunuh Adipati Jipang Aryo Penangsang akan diberi tanah di Pati dan Mataram. Pati tang sudah me jadi kota dengan penduduk 10 ribu, direlakan oleh Pemanahan untuk Ki Ageng Panjawi. Ia memilih hadiah yang masih berupa hutan. Sudah ada perkampungan, tapi cuma berpenduduk 800 orang. Ki Ageng Pemanahan berasal dari Selo, Grobogan. Ia cucu dari Ki Ageng Selo. Ia kemudian menjadi penasihat Joko Tingkir — yang pernah menjadi santri Ki Ageng Selo– ketika Joko Tingkir menjadi adipati Pajang. Akhirnya Joko Tingkir bersedia menerima permintaan Ratu Kalinyamat untuk menyingkirkan Adipati Jipang Aryo Penangsang, itu terjadi berkat Pemanahan. Awalnya, Joko Tingkir menolak karena merasa kesaktiannya jauh di bawah Aryo Penangsang. Pemanahan laku menyarankan agar Ratu Kalinyamat menghadiahkan janda selir suaminya kepada Joko Tingkir dan Joko Tingkir menerimanya. Bersama Ki Ageng Pemanahan, ada Ki Ageng Panjawi dan Ki Juru Martani. Anak Pemanahan, Sutowijoyo, diangkat anak oleh Joko Tingkir dan tinggal di Pajang. Pemanahan mengikuti sayembara menyingkirkan Aryo Penangsang dengan memajukan Sutowijoyo. Aryo Penangsang harus disingkirkan karena telah membunuh Sultan Demak Prawoto dan iparnya, suami Ratu Kalinyamat. Joko Tingkir yang juga ipar Prawoto selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan orang suruhan Penangsang. Tapi Aryo Penangsang tak berhenti. Karena yang menyuruh membunuh Prawoto adalah Sunan Kudus, maka ia kembali ke Sunan Kudus meminta bantuan. Ia meminta Sunan Kudus memanggil Joko Tingkir sebagai santri. Tujuan pemanggilan untuk membahas ilmu gaib.

Read More

Suara Kemerdekaan Palestina Sudah Bergaung di Bandung 69 Tahun Lalu

Gaza — 1miliarsantri.net : Perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaan dan menentukan nasib sendiri belum mereda sejak Perang Dunia I. Dalam Pertemuan Paris tahun 1919, rakyat Palestina sudah menuntut kemerdekaan dari penjajah. Namun seperti kebanyakan rakyat terjajah saat itu tuntutan mereka diabaikan. Dalam artikelnya di Middle East Eye, profesor politik Arab modern Columbia University, New York, Joseph Massad mengatakan dukungan negara kolonial atau penjajah pada Zionisme meningkat ketika proyek yang didukung Liga Bangsa-bangsa memasukan Deklarasi Balfour yang meresmikan Palestina diserahkan ke Inggris. Setelah Perang Dunia II perjuangan dan seruan kemerdekaan di seluruh dunia menguat. Selain di dunia Arab gerakan kemerdekaan juga menguat di India, Indonesia dan Vietnam. Pada 1945 gerakan Pan-Afrika dihidupkan kembali dalam kongres kelima yang digelar di Manchester. Gerakan ini menuntut kemerdekaan bagi masyarakat Afrika yang berada di bawah kekuasaan kolonial, termasuk di Afrika Utara dan protektorat Prancis. Indonesia pun menjadi tuan rumah pertemuan Asia-Afrika di Bandung. Pertemuan itu diselenggarakan India, Pakistan, Burma, Indonesia, dan Sri Lanka. Dari 29 negara yang berpartisipasi enam diantaranya negara Afrika: Mesir, Libya, Sudan (yang saat itu belum merdeka), Ethiopia, Gold Coast (yang masih merupakan koloni Inggris), dan koloni pemukim Liberia. Di antara para negara pengamat yang hadir adalah perwakilan dari gerakan kemerdekaan di koloni-koloni di Maroko, Tunisia, dan Aljazair, serta tiga pengamat Kongres Nasional Afrika dan Kongres India Afrika Selatan dari Afrika Selatan. Anggota Kongres Kulit Hitam AS, Adam Clayton Powell, juga datang untuk “membela posisi Amerika Serikat dalam kaitannya dengan masalah warga kulit hitam”. Mantan mufti agung Yerusalem dari Palestina Haji Amin el-Husseini bergabung dengan delegasi Yaman, seperti halnya perwakilan dari Irian Barat yang menginginkan pembebasan dari Belanda. Massad mengatakan apa yang terjadi di Bandung, merupakan perlawanan terhadap hegemoni kekuatan imperialisme, terutama AS yang menentang seruan penentuan nasib sendiri. Negara-negara Asia dan Afrika sudah memperjuangkan dimasukkannya penentuan nasib sendiri di PBB sejak akhir Perang Dunia Kedua. Sejak 1950, perdebatan mengenai penjajah di Komite Ketiga Majelis Umum PBB telah berkecamuk. Dengan negara-negara penjajah bersikeras agar klausul penjajahan tidak dimasukan ke dalam resolusi yang akan datang. Pada 1952, Amerika menolak resolusi Majelis Umum PBB yang menyatakan penentuan nasib sendiri merupakan hak asasi manusia dan “dengan pahit menolak persyaratan yang mengharuskan negara-negara penjajah melaporkan kemajuan wilayah-wilayah yang tidak memiliki pemerintahan sendiri menuju pemerintahan sendiri”. Massad mengatakan delegasi Asia dan Afrika di Konferensi Bandung penentang keras kolonialisme. Di antara mereka terdapat delegasi Arab dari Suriah, Irak, dan Arab Saudi, yang memainkan peran penting dalam mengalahkan klausul kolonial dan mendorong penentuan nasib sendiri sebagai hak asasi manusia. Beberapa bulan setelah Konferensi Bandung, pada bulan November 1955, Komite Ketiga menyepakati perumusan hak untuk menentukan nasib sendiri, yang kemudian diadopsi dalam resolusi 1960 dan Kovenan PBB 1966. Pemungutan suara dilakukan setelah pemerintah dan perusahaan-perusahaan AS selalu bersikap keras terkait isu menentukan nasib sendiri secara ekonomi di PBB. Mereka bersikeras hak tersebut hanya dapat mencakup penentuan nasib sendiri secara politis. Terutama setelah Presiden Guatemala Jacobo Arbenz Guzman melakukanreformasi lahan yang merujuk pada resolusi Majelis Umum PBB tahun 1952 yang mendukung nasionalisasi dan mengancam bisnis-bisnis AS. AS kemudian menggulingkan Arbenz dari kekuasaannya lewat kudeta militer pada tahun 1954. Chili, seperti negara-negara Amerika Latin lainnya, yang secara ekonomi didominasi AS, pada gilirannya berusaha untuk mengubah rancangan perjanjian hak asasi manusia pada tahun yang sama untuk menyatakan “hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri termasuk hak ekonomi untuk mengontrol semua sumber daya alam mereka dan tidak dirampas penggunaannya atau cara hidup mereka oleh tindakan kekuatan luar mana pun.” Dunia imperialis kulit putih takut pada Konferensi Bandung ini dan mengutuknya sebagai komunis, karena konferensi itu mengecam rasialisme di Afrika Selatan dan kolonialisme di Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Konferensi ini juga mendukung hak-hak rakyat Palestina dan klaim Indonesia atas Irian Barat. Koloni pemukim Yahudi Israel, seperti Afrika Selatan, tidak diundang untuk hadir meskipun ada upaya dari Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dan Perdana Menteri Burma U Nu untuk mengundangnya. Namun ditentang keras oleh Indonesia. Indonesia juga menolak dukungan India untuk mengundang koloni Australia dan Selandia Baru. Meskipun tak satupun dari kedua koloni pemukim Oseania tersebut tertarik untuk hadir. “Ini adalah konferensi internasional pertama bagi bangsa-bangsa kulit berwarna dalam sejarah umat manusia,” kata Presiden Sukarno mengumumkan kepada para delegasi dan seluruh dunia. Ia melihat, Konferensi Asia-Afrika ini sebagai tradisi dari Liga Melawan Imperialisme yang telah bertemu di Brussel tiga dekade sebelumnya. Sukarno mengakui pertemuan itu sebagai pendahulu yang membuat Konferensi Bandung menjadi mungkin.

Read More

Berdirinya Israel Tak Lepas Dari Gerakan Zionisme Internasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada tahun 1897 kongres intelektual Yahudi se dunia di Basel, Swiss, melahirkan sejumlah keputusan. Salah satunya keputusan tersebut adalah Protokol Zionisme no 14. “Ketika kita sudah menguasai dunia, kita tidak akan membolehkan adanya satu agama pun kecuali agama kita. Oleh karenanya, kita wajib menggoyahkan sendi-sendi keimanan dan hasil sementara usaha kita ini adalah munculnya kaum ateis.” Dokumen rahasia Zionisme berbahasa Ibrani itu dicuri oleh seorang perempuan Prancis dan sampai ke Rusia. Selanjutnya, dokumen itu diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Rusia oleh Prof Nilus pada 1901. Kemudian, protokol berisi 24 poin tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Ada beberapa isu berkembang di Indonesia yang tidak diketahui pasti apakah merupakan implementasi dari Protokol Zionisme no 14 atau hanya muncul kebetulan. Hanya, apabila dicermati, isu tersebut menyasar penghapusan agama, seperti yang ditulis dalam Protokol Zionisme no14. Isu-isu itu, di antaranya sebagai berikut. Pertama, pluralisme agama. Isu ini sudah muncul di Indonesia dan berbagai negara sejak beberapa tahun terakhir. Pluralisme agama (al-ta’addud al-diniyy/religious pluralism) berbeda dari pluralitas agama (ta’addud al-adyan/plurality of religions). Pluralitas agama merupakan satu fakta di suatu negeri terdapat berbagai agama. Islam mengakui dan menghormati adanya pluralitas agama tanpa mengakui kebenarannya masing-masing, kecuali kebenaran Islam. Prinsip yang dipakai Islam untuk mengakui dan mengormati agama selain Islam, yakni lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Selain itu, pluralisme agama adalah sebuah agama baru yang mengajarkan semua agama itu benar dan semua pemeluk agama akan sama-sama masuk ke surga. Islam tidak mengakui dan tidak membenarkan adanya pluralisme agama. Pluralisme agama memiliki sasaran setiap orang tidak perlu menganut agama tertentu karena setiap hari dapat pindah ke agama lain. Bila ini terjadi, manusia sudah tidak memerlukan agama lagi dan peran agama terhapus. Kedua, pernikahan beda agama. Isu ini sedang diperjuangkan oleh kelompok tertentu untuk dilegalkan. Apabila mereka berhasil, orang Islam tidak perlu lagi membutuhkan ritual akad nikah dengan keharusan wali, saksi, dan sebagainya seperti diatur dalam hukum Islam.

Read More

Sebanyak 2,5 Juta Jamaah Berkumpul di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Malam Terakhir Ramadhan

Makkah — 1miliarsantri.net : Sebanyak 2,5 juta jamaah berkumpul di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah untuk bersama-sama membaca Al-Quran selama shalat Tarawih terakhir di malam Ramadhan 29. Kegiatan besar tersebut diselenggarakan oleh Departemen Urusan Agama. Dua Masjid yang paling suci tersebut menandai puncak tertinggi umat muslim untuk melaksanakan ibadah terakhir di bulan Ramadhan. Pihak Departemen telah melakukan persiapan secara menyeluruh dan memastikan suasana sacral dapat ditingkatkan dengan kajian keagamaan dan sesi pendidikan. Majelis untuk belajar Alquran juga diperbanyak untuk menumbuhkan lingkungan yang tenang dan kondusif untuk melaksankan ibadah. Segala kegiatan tersebut dilaksanakan dengan kolaborasi dengan pihak – pihak yang terkait. Departemen memanfaatkan teknologi dan layanan terjemahan untuk melayana para jamaah secara optimal. Kepala Departemen Urusan Agama Arab Saudi, Abdurrahman Al Sudais yang bertanggung jawab atas kedua Masjid paling suci tersebut telah menkordinir para staf untuk siap mengatasi lonjakan jamaah yang akan diperkirakan memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan berkoordinasi penuh dengan badan – badan terkait di kedua lokasi. Komite Pengamatan Bulan dan masyarakat di seluruh negara Muslim telah mencoba untuk melihat perkiraan bulan Syawal. Penampakan hilal menentukan hari pertama Syawal yang menandai Idul Fitri. Kalender Islam menetapkan Ramadhan sebagai bulan kesembilan yang berpuncak pada Idul Fitri untuk merayakan akhir Ramadhan. Arab Saudi mengumumkan bahwa Idul Fitri yang menandai akhir bulan suci Ramadhan akan dimulai pada Rabu, 10 April di kerajaan tersebut. Arab Saudi juga telah mengumumkan bahwa tanggal 9 April akan menjadi hari terakhir Ramadhan dan Rabu akan menjadi hari pertama Syawal yang menandai hari pertama Idul Fitri.

Read More

Pertahankan Seni Reog, Kabupaten Ponorogo Bangun Monumen Reog

Ponorogo — 1miliarsantri.net : Seni Tari Reog Ponorogo telah dikenal oleh khalayak sejak dulu dan menjadi milik Ponorogo, sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Namun beriring dengan waktu yang terus berjalan, mobilitas warga Ponorogo yang terus terjadi diberbagai belahan dunia maka kesenian tari itu juga turut terbawa. Di Malaysia, ada keturunan warga Ponorogo yang kemudian menetap disana. Mereka membawa Reog Ponorogo terus eksis dan berkembang. Dan itu menjadi penyebab diakuinya Reog berasal dari Negara Jiran itu. Kemudian di Taiwan, Seni Reog juga berkembang dengan baik yang dibawa oleh orang Ponorogo dan keturunannya. Sehingga juga diyakini menjadi sebab Taiwan mengeklaim budaya itu berasal dari Negara Formosa, sebutan bagi Taiwan. Untuk itu, disetiap Bupati yang memerintah di Ponorogo berusaha meyakinkan bahwa Reog merupakan Seni Tari Asli dari Bumi Wengker Lor, sebutan lain bagi Ponorogo. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Lisdyarita di periode ini, beberapa Langkah dilakukan untuk memastikan hak milik Reog Ponorogo adalah milik Indonesia yang berasal dari Ponorogo. Salah satunya adalah mendaftarkan Seni Tari itu ke UNESCO. Bahkan perjuangannya tinggal satu langkah lagi bagi masyarakat, seniman, dan Pemkab Ponorogo mengantarkan Reog Ponorogo tercatat sebagai intangible cultural heritage (ICH) / warisan budaya tak benda (WBTb) UNESCO mencapai garis finish. Informasinya, pada 2 – 7 Desember 2024 nanti, sidang penetapan Reog Ponorogo sebagai ICH UNESCO bakal digelar di Paraguay. Kemudian Langkah selanjutnya adalah dengan membangun Monumen Reog Ponorogo.

Read More