Siapakah Sosok Ayatullah Ali Khamenei

Teheran — 1miliarsantri.net : Baru-baru ini Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel sebagai serangan balasan atas serangan Israel terhadap kompleks diplomatik Suriah. Kini, semua mata tertuju pada Pemimpin Tertinggi Iran yang terkenal yakni Ayatullah Ali Khamenei. Segera setelah serangan Israel menargetkan kedutaan Iran di Damaskus pada 1 April 2024, Ayatullah Ali Khamenei telah memperingatkan bahwa Israel “harus dihukum dan akan dihukum”. Ia menyatakan akan membalas serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah itu. Lalu siapa Ali Khamenei dan bagaimana pengaruhnya? Ayatullah Ali Khamenei telah menjadi pemimpin paling berpengaruh di negara ini sejak 1989. Ia adalah panglima tertinggi dan kepala negara, yang mengawasi polisi moral dan polisi nasional. Ali Khamenei juga mengelola Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri, dan cabang sukarelawannya, Pasukan Perlawanan Basij. Ali Khamenei merupakan seorang ulama dan politisi Iran yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang, terutama di bidang kemiliteran Iran. Sejak menjadi pemimpin tertingi di sana, ia memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dari seorang presiden. Ulama berusia 85 tahun ini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah kematian bapak pendiri Republik Islam, Ayatullah Ruhullah Khomeini. Sejak saat itu, ia mempertahankan kendali kuat atas politik Iran dan angkatan bersenjatanya, serta menekan perlawanan terhadap rezim yang berkuasa, terkadang dengan kekerasan. Alo Khamenei juga secara konsisten mengambil sikap garis keras terhadap masalah-masalah eksternal, termasuk konfrontasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Dilansir laman ndtv, Ayatullah Ali Khamenei lahir pada 16 Juli 1939, di Masyhad, provinsi Khorasan, Iran. Ia adalah anak kedua dari cendekiawan Islam Sayyed Javad Khamenei, yang mengajari anggota keluarganya untuk menjalani hidup sederhana. Ali Khamenei melanjutkan pendidikannya di seminari teologi di Masyhad mengikuti pendidikan sekolah dasar tersebut. Dalam kurun waktu lima tahun yang luar biasa, ia mempelajari setiap mata pelajaran yang tercakup dalam kurikulum “tingkat menengah”, termasuk logika, filsafat, dan hukum Islam. Memulai studinya dalam bidang agama tingkat lanjut di Qom, Ali Khamenei tumbuh di bawah bimbingan beberapa profesor Syiah paling terkenal seperti Ruhullah Khomeini. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, dia ditahan beberapa kali dan dipenjara selama bertahun-tahun, di mana dia diduga menjadi sasaran penyiksaan oleh polisi rahasia Savak. Setelah dibebaskan, Ali Khamenei mulai mengajar filsafat Islam, hadits, dan tafsir Alquran di Masyhad dan Teheran. Pemuda revolusioner Iran pun banyak yang mengikuti pengajiannya ini. Khamenei tetap berhubungan dekat dengan Khomeini yang diasingkan selama masa ini dan segera setelah Khomeini kembali ke Iran pada 1979, ia diangkat menjadi anggota Dewan Revolusi. Setelah pembubarannya, ia menjadi wakil menteri pertahanan dan wakil pribadi Khomeini di Dewan Pertahanan Tertinggi. Untuk waktu yang singkat ia memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menjadi negosiator utama dalam perundingan krisis penyanderaan Iran. Khamenei tenggelam dalam politik republik baru tersebut sejak awal. Seorang orator yang berapi-api mendukung Khomeini dan pendukung kuat konsep wilayatul faqih (pemerintahan oleh ahli hukum agama/fuqaha), Khamenei termasuk di antara anggota pendiri loyalis Partai Republik Islam (IRP). Pada bulan Juni 1981, dia terluka parah dalam serangan bom di sebuah masjid di Teheran yang dituduh dilakukan oleh kelompok pemberontak sayap kiri. Kejadian tersebut menyebabkan lengan kanannya lumpuh. Setelah kematian Presiden Mohammad Ali Rajaʾi dan sekretaris jenderal IRP dalam ledakan serupa lainnya pada akhir tahun itu, Khamenei diangkat sebagai sekretaris jenderal IRP. Atas desakan elit revolusioner, Ali Khamenei kemudian mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada 1981. Dia pun berhasil menjabat sebagai presiden Iran dari 1981 hingga 1989, di mana perang Iran-Irak menjadi terkenal. Setelah kematian Khomeini pada Juni 1989, Majelis Ahli (majelis ulama) memilih Ali Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi yang baru, meskipun ia belum mencapai pangkat yang disyaratkan di antara ulama Syiah yang ditetapkan oleh konstitusi. Untuk memperbaiki situasi ini, konstitusi diamandemen yang menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi harus menunjukkan “ilmuwan Islam”, yang memungkinkan Ali Khamenei terpilih. Dia juga diangkat dalam semalam dari pangkat ulama Hujjatul Islam menjadi ayatullah. Konstitusi Iran juga diubah untuk menghapuskan jabatan perdana menteri dan memberikan wewenang yang lebih besar kepada presiden. Keempat presiden yang menjabat di bawah Ayatollah Khamenei sejak saat itu masing-masing mengajukan tantangan terhadap otoritasnya tanpa melemahkan Republik Islam. Sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamanei menjadi otokrat terlama kedua di Timur Tengah, setelah Sultan Qaboos dari Oman. Selain itu, ia menduduki peringkat kedua sebagai pemimpin Iran yang paling lama menjabat pada abad lalu, setelah Shah Mohammed Reza Pahlavi. Dalam perannya sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei memegang otoritas konstitusional atas peradilan, angkatan bersenjata serta elit Garda Revolusi, dan media yang dikendalikan negara. Dilansir dari BBC, Ali Khamenei juga mempunyai keputusan akhir mengenai semua aspek urusan luar negeri Iran. Dia tetap curiga terhadap hubungan dengan Barat, khususnya Amerika Serikat. Pada 1981 ketika menjadi presiden, dia menentukan arah kepemimpinannya dengan bersumpah untuk membasmi “penyimpangan, liberalisme, dan kelompok kiri yang dipengaruhi Amerika”. Ketika AS membunuh jenderal berpengaruh Iran Qasem Soleimani – sekutu dekat dan teman pribadinya – dalam serangan pesawat tak berawak di Irak pada Januari 2020, Ayatullah Khamenei akhirnya menjanjikan “balas dendam yang hebat”. Dia menyebut serangan rudal balistik balasan Iran terhadap dua pangkalan Irak yang menampung pasukan AS merupakan “tamparan di wajah” bagi Amerika. Namun dia menekankan bahwa “aksi militer seperti ini tidak cukup”. “Yang penting adalah mengakhiri kehadiran Amerika yang korup di kawasan ini,” ujarnya. Ayatullah Ali Khamanei juga berulang kali menyerukan penghapusan Negara Israel. Pada 2018, ia menggambarkan negara tersebut sebagai “tumor kanker” yang harus diangkat dari wilayah tersebut. (lik) Baca juga :

Read More

Beberapa Referensi Lokasi Wisata Edukasi Untuk Keluarga

Jakarta — 1miliarsantri.net : Liburan lebaran tahun ini tentu saja ada sebagian orang yang masih merasakan nya. Nah bagi keluarga Anda masih libur Lebaran, berikut ada berbagai tempat wisata yang menarik dikunjungi, termasuk lokasi ikonik museum serta cagar budaya. Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency/IHA) memberikan tiga rekomendasi unit museum dan cagar budaya yang dapat dikunjungi di momen libur lebaran tahun ini. Berkunjung bersama keluarga atau sahabat ke sejumlah tempat berikut akan terasa seru dan menyenangkan. Sebab, kunjungan menjadi bukan sekadar liburan, tapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Dengan menyelami kekayaan budaya dan arkeologi Indonesia, bisa membuat libur Lebaran menjadi pengalaman penuh makna. Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, menawarkan pengalaman rekreasi dan wisata edukatif. Pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur kuno serta mengeksplorasi kawasan sekitar Borobudur yang indah. Diapit oleh Gunung Merapi dan Merbabu di timur, serta Gunung Sindoro dan Sumbing di utara, serta Bukit Menoreh di selatan, Borobudur memiliki lokasi yang memukau. Candi Borobudur pun mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 1991. Jika berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah, pastikan untuk meluangkan waktu mengunjungi Museum Batik Indonesia. Museum ini memperkenalkan keindahan dan koleksi batik Indonesia yang kaya, sangat cocok untuk para pecinta seni dan budaya. Sebagai pusat pelestarian batik, Museum Batik Indonesia tidak hanya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi wadah yang penting dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal maupun internasional. Suasana museum ini amat elegan dan inspiratif. Berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran adalah pengalaman yang memikat, mengingat museum ini adalah penjaga warisan prasejarah dari situs arkeologi Sangiran. Situs arkeologi Sangiran dianggap salah satu situs terpenting untuk penemuan fosil manusia purba. Pengunjung mengamati benda koleksi Museum Sangiran di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/6/2022). Salah satu situs arkeologi terlengkap di Asia tersebut saat ini memiliki sekitar 47 ribu koleksi fosil manusia purba dan telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site) dengan Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site. – Artefak yang dipamerkan di museum ini bukan hanya merupakan yang tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi peninggalan kehidupan di zaman prasejarah. Pengunjung bisa melihat langsung replika Homo erectus Sangiran 17, sebuah fosil Homo erectus unik yang dikenal sebagai satu-satunya fosil di Asia yang masih memiliki “wajah” saat pertama kali ditemukan. Direkomendasikan mengunjungi Museum Manusia Purba dari Klaster Krikilan sebagai titik awal, yang merangkum keseluruhan narasi museum dan memperkenalkan pengunjung kepada Homo erectus Sangiran. Kemudian, berlanjut ke Klaster ke Ngebung, Bukuran, Manyarejo, dan Dayu. Museum yang berada di satu kawasan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL) Paciran, Kabupaten Lamongan ini dikenal juga dengan nama Museum Islamic 3D yang merangkum peradaban sejarah Islam di dunia hingga akhirnya bagaimana Islam sampai ke Nusantara. Tapi, tak sekadar memamerkan benda bersejarah. Menggunakan teknologi augmented reality (AR), yang memasukinya seakan diajak berinteraksi dalam dunia tiga dimensi. Indonesian Islamic Art Museum dibagi menjadi empat zona. Yakni, zona teater, zona galeri peninggalan kerajaan Islam dunia, zona diorama, dan zona 3D. Jika berkunjung ke museum ini, hampir di setiap lorong terdapat semacam papan literasi. Lengkap dengan grafis dan tanda barcode khusus. Itulah yang membedakan museum yang dibuka pada akhir 2016 tersebut dengan museum lain. Sebab, pengalaman interaksi virtual bisa dirasakan secara langsung. Harga tiket masuk tergolong sangat murah, tinggal mengunduh aplikasi nya dan mengikuti petunjuk yang ada disana. Pastikan liburan anda terasa berkesan dan menyenangkan. (Iin) Baca juga :

Read More

Keberanian Adipati Pajang Menunda Penyerahan Hutan di Mataram Kepada Ki Ageng Pemanahan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Adipati Pajang menunda-nunda penyerahan hutan di Mataram kepada Ki Ageng Pemanahan. Akibatnya ayah kakek Sultan Agung itu menyepi untuk bertapa, tapi ia sempat melampiaskan kekecewaannya dengan cara menculik selir-selir Joko Tingkir, sang adipati Pajang. Ia lalu memberikannya kepada penduduk desa. Ia bahkan juga sempat memimpin kelompok perampok yang berjumlah 40 orang dan meningkat menjadi 300 orang. Penulis Belanda Valentijn menyebut, bersama 300 perampok inilah Ki Ageng Pemanahan merebut hutan di Mataram yang tak juga diserahkan kepadanya. JP Coen lantas menilai Pemanahan mendapatkan Mataram karena “keberaniannya dalam menggunakan senjata dan akalnya”. Benarkah catatan orang-orang Barat ini? Cerita babad menyebut Pemanahan membuka hutan Mataram dengan mengerahkan 150 orang Selo, Grobogan. Itu ia lakukan setelah Joko Tingkir menyerahkan hutan Mataram itu. Sunan Kalijaga mendesak Joko Tingkir agar menepati janjinya kepada Ki Ageng Pemanahan. Janji itu diucapkan ketika membuka sayembara: yang bisa mrmbunuh Adipati Jipang Aryo Penangsang akan diberi tanah di Pati dan Mataram. Pati tang sudah me jadi kota dengan penduduk 10 ribu, direlakan oleh Pemanahan untuk Ki Ageng Panjawi. Ia memilih hadiah yang masih berupa hutan. Sudah ada perkampungan, tapi cuma berpenduduk 800 orang. Ki Ageng Pemanahan berasal dari Selo, Grobogan. Ia cucu dari Ki Ageng Selo. Ia kemudian menjadi penasihat Joko Tingkir — yang pernah menjadi santri Ki Ageng Selo– ketika Joko Tingkir menjadi adipati Pajang. Akhirnya Joko Tingkir bersedia menerima permintaan Ratu Kalinyamat untuk menyingkirkan Adipati Jipang Aryo Penangsang, itu terjadi berkat Pemanahan. Awalnya, Joko Tingkir menolak karena merasa kesaktiannya jauh di bawah Aryo Penangsang. Pemanahan laku menyarankan agar Ratu Kalinyamat menghadiahkan janda selir suaminya kepada Joko Tingkir dan Joko Tingkir menerimanya. Bersama Ki Ageng Pemanahan, ada Ki Ageng Panjawi dan Ki Juru Martani. Anak Pemanahan, Sutowijoyo, diangkat anak oleh Joko Tingkir dan tinggal di Pajang. Pemanahan mengikuti sayembara menyingkirkan Aryo Penangsang dengan memajukan Sutowijoyo. Aryo Penangsang harus disingkirkan karena telah membunuh Sultan Demak Prawoto dan iparnya, suami Ratu Kalinyamat. Joko Tingkir yang juga ipar Prawoto selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan orang suruhan Penangsang. Tapi Aryo Penangsang tak berhenti. Karena yang menyuruh membunuh Prawoto adalah Sunan Kudus, maka ia kembali ke Sunan Kudus meminta bantuan. Ia meminta Sunan Kudus memanggil Joko Tingkir sebagai santri. Tujuan pemanggilan untuk membahas ilmu gaib. Ini hanya taktik Penangsang. Ia Joko Yingkir sudah datang, akan mudah baginya unti langung menyjngkirkan Joko Tingkir dengan tangannya sendiri. Joko Tingkir gelisah meneruma undangan itu. Atas saran Pemanahan, ia datang diiringi pasukan terdiri dari 400 orang. Di alun-alun, Aryo Penangsang menyambutnya, sebelum Sunan Kudus menerimanya. Aryo Penangsang berbasa-basi dengan mengajukan keinginannya melihat keris Joko Tingkir. Satu keris lalu ia serahkan kepada Aryo Penangsang, satu keris lagi ia pegang sendiri. Sunan Kudus muncul, melohat dua orang saling memegang keris lalu ia perintahkan untuk menyarungkannya. Untungnya, Aryo Penangsang tidak memahami kode sandi gurunya itu. Kali ini, Joko Tingkir selamat lagi. Aryo Penangsang menyarungkan keris ke sarung keris. Andaikata ia menyarungkannya ke dada atau perut Joko Tingkir, kesudahan cerita pasti menjadi lain. Joko Tingkir membicarakan pertemuan aneh ini dengan Ki Ageng Pemanahan. Ayah kakek Sultan Agung itu menyarankan Joko Tingkir menemui kakak iparnya, Ratu Kalinyamat. Joko Tingkir sebagai satu-satunya laki-laki yang tersisa di keluarga keraton menjadi tumpuan Ratu Kalinyamat. Meski disodori hadiah tanah Kalinyamat dan Demak, Joko Tingkir tetap menolak permintaan jntuk menyingkirkan Aryo Penangsang. Ayah kakek Sultan Agung tahu kelemahan Joko Tungkir. Ia menyarankan Ratu Kalinyamat agar menghadiahi Joko Tingkir dengan dua janda selir suaminya. (mif) Baca juga :

Read More

Suara Kemerdekaan Palestina Sudah Bergaung di Bandung 69 Tahun Lalu

Gaza — 1miliarsantri.net : Perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaan dan menentukan nasib sendiri belum mereda sejak Perang Dunia I. Dalam Pertemuan Paris tahun 1919, rakyat Palestina sudah menuntut kemerdekaan dari penjajah. Namun seperti kebanyakan rakyat terjajah saat itu tuntutan mereka diabaikan. Dalam artikelnya di Middle East Eye, profesor politik Arab modern Columbia University, New York, Joseph Massad mengatakan dukungan negara kolonial atau penjajah pada Zionisme meningkat ketika proyek yang didukung Liga Bangsa-bangsa memasukan Deklarasi Balfour yang meresmikan Palestina diserahkan ke Inggris. Setelah Perang Dunia II perjuangan dan seruan kemerdekaan di seluruh dunia menguat. Selain di dunia Arab gerakan kemerdekaan juga menguat di India, Indonesia dan Vietnam. Pada 1945 gerakan Pan-Afrika dihidupkan kembali dalam kongres kelima yang digelar di Manchester. Gerakan ini menuntut kemerdekaan bagi masyarakat Afrika yang berada di bawah kekuasaan kolonial, termasuk di Afrika Utara dan protektorat Prancis. Indonesia pun menjadi tuan rumah pertemuan Asia-Afrika di Bandung. Pertemuan itu diselenggarakan India, Pakistan, Burma, Indonesia, dan Sri Lanka. Dari 29 negara yang berpartisipasi enam diantaranya negara Afrika: Mesir, Libya, Sudan (yang saat itu belum merdeka), Ethiopia, Gold Coast (yang masih merupakan koloni Inggris), dan koloni pemukim Liberia. Di antara para negara pengamat yang hadir adalah perwakilan dari gerakan kemerdekaan di koloni-koloni di Maroko, Tunisia, dan Aljazair, serta tiga pengamat Kongres Nasional Afrika dan Kongres India Afrika Selatan dari Afrika Selatan. Anggota Kongres Kulit Hitam AS, Adam Clayton Powell, juga datang untuk “membela posisi Amerika Serikat dalam kaitannya dengan masalah warga kulit hitam”. Mantan mufti agung Yerusalem dari Palestina Haji Amin el-Husseini bergabung dengan delegasi Yaman, seperti halnya perwakilan dari Irian Barat yang menginginkan pembebasan dari Belanda. Massad mengatakan apa yang terjadi di Bandung, merupakan perlawanan terhadap hegemoni kekuatan imperialisme, terutama AS yang menentang seruan penentuan nasib sendiri. Negara-negara Asia dan Afrika sudah memperjuangkan dimasukkannya penentuan nasib sendiri di PBB sejak akhir Perang Dunia Kedua. Sejak 1950, perdebatan mengenai penjajah di Komite Ketiga Majelis Umum PBB telah berkecamuk. Dengan negara-negara penjajah bersikeras agar klausul penjajahan tidak dimasukan ke dalam resolusi yang akan datang. Pada 1952, Amerika menolak resolusi Majelis Umum PBB yang menyatakan penentuan nasib sendiri merupakan hak asasi manusia dan “dengan pahit menolak persyaratan yang mengharuskan negara-negara penjajah melaporkan kemajuan wilayah-wilayah yang tidak memiliki pemerintahan sendiri menuju pemerintahan sendiri”. Massad mengatakan delegasi Asia dan Afrika di Konferensi Bandung penentang keras kolonialisme. Di antara mereka terdapat delegasi Arab dari Suriah, Irak, dan Arab Saudi, yang memainkan peran penting dalam mengalahkan klausul kolonial dan mendorong penentuan nasib sendiri sebagai hak asasi manusia. Beberapa bulan setelah Konferensi Bandung, pada bulan November 1955, Komite Ketiga menyepakati perumusan hak untuk menentukan nasib sendiri, yang kemudian diadopsi dalam resolusi 1960 dan Kovenan PBB 1966. Pemungutan suara dilakukan setelah pemerintah dan perusahaan-perusahaan AS selalu bersikap keras terkait isu menentukan nasib sendiri secara ekonomi di PBB. Mereka bersikeras hak tersebut hanya dapat mencakup penentuan nasib sendiri secara politis. Terutama setelah Presiden Guatemala Jacobo Arbenz Guzman melakukanreformasi lahan yang merujuk pada resolusi Majelis Umum PBB tahun 1952 yang mendukung nasionalisasi dan mengancam bisnis-bisnis AS. AS kemudian menggulingkan Arbenz dari kekuasaannya lewat kudeta militer pada tahun 1954. Chili, seperti negara-negara Amerika Latin lainnya, yang secara ekonomi didominasi AS, pada gilirannya berusaha untuk mengubah rancangan perjanjian hak asasi manusia pada tahun yang sama untuk menyatakan “hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri termasuk hak ekonomi untuk mengontrol semua sumber daya alam mereka dan tidak dirampas penggunaannya atau cara hidup mereka oleh tindakan kekuatan luar mana pun.” Dunia imperialis kulit putih takut pada Konferensi Bandung ini dan mengutuknya sebagai komunis, karena konferensi itu mengecam rasialisme di Afrika Selatan dan kolonialisme di Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Konferensi ini juga mendukung hak-hak rakyat Palestina dan klaim Indonesia atas Irian Barat. Koloni pemukim Yahudi Israel, seperti Afrika Selatan, tidak diundang untuk hadir meskipun ada upaya dari Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dan Perdana Menteri Burma U Nu untuk mengundangnya. Namun ditentang keras oleh Indonesia. Indonesia juga menolak dukungan India untuk mengundang koloni Australia dan Selandia Baru. Meskipun tak satupun dari kedua koloni pemukim Oseania tersebut tertarik untuk hadir. “Ini adalah konferensi internasional pertama bagi bangsa-bangsa kulit berwarna dalam sejarah umat manusia,” kata Presiden Sukarno mengumumkan kepada para delegasi dan seluruh dunia. Ia melihat, Konferensi Asia-Afrika ini sebagai tradisi dari Liga Melawan Imperialisme yang telah bertemu di Brussel tiga dekade sebelumnya. Sukarno mengakui pertemuan itu sebagai pendahulu yang membuat Konferensi Bandung menjadi mungkin. Sukarno berbicara tentang kolonialisme dalam “pakaian modern dalam bentuk kontrol ekonomi, kontrol intelektual, kontrol fisik yang nyata oleh komunitas kecil tapi asing di dalam suatu bangsa”. Meskipun Uni Soviet, yang secara substansial berada di Asia, tidak diundang, mereka mengirim pesan dan salam untuk mendukung konferensi tersebut. Zhou Enlai dari Cina menawarkan kerja sama, pengakuan, dan toleransi. Delegasi Cina termasuk seorang pemimpin Cina yang beragama Islam. Pada saat yang sama, CIA mengirim mantan kolaborator Muslim Soviet dengan Nazi (yang usia Perang Dunia II direkrut CIA) ke Konferensi Bandung untuk melakukan propaganda menentang dugaan perlakuan buruk Uni Soviet terhadap Muslim Soviet untuk meruntuhkan posisi Soviet di antara negara-negara non-blok. Seorang pejabat pemerintahan Eisenhower mengidentifikasi operasi CIA di Bandung sebagai langkah “Machiavellian”. Tidak seperti solidaritas besar-besaran yang ditunjukkan beberapa negara Asia yang merdeka di PBB pada 1947 pada Palestina. Pada 1955, propaganda Barat dan Israel yang menyatakan negara Yahudi adalah reparasi adil dari Eropa untuk Holocaust berhasil menyusup ke sejumlah negara Asia dan Afrika yang merdeka. Keberhasilan propaganda ini adalah negara-negara tersebut kini mendukung persamaan hak antara penduduk asli Palestina dan penjajah Yahudi mereka menyamakan antara penjajah dan yang dijajah. Tidak ada negara jajahan pemukim kulit putih di Afrika yang bisa lolos dari kecaman seperti yang dilakukan Israel pada tahun-tahun itu. Komunike akhir yang dikeluarkan Konferensi Bandung mencakup kecaman terhadap kolonialisme pemukim Eropa dan penolakan terhadap penentuan nasib sendiri serta dukungan terhadap hak-hak rakyat Aljazair, Maroko, dan Tunisia untuk merdeka dan menentukan nasib sendiri. Sedangkan untuk rakyat Palestina, komunike tersebut menyatakan “dukungannya terhadap rakyat Arab Palestina dan menyerukan implementasi Resolusi PBB tentang Palestina dan pencapaian penyelesaian damai atas masalah Palestina”. Ini bukanlah seruan yang radikal, namun lebih sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh para delegasi. Sebagai…

Read More

Berdirinya Israel Tak Lepas Dari Gerakan Zionisme Internasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pada tahun 1897 kongres intelektual Yahudi se dunia di Basel, Swiss, melahirkan sejumlah keputusan. Salah satunya keputusan tersebut adalah Protokol Zionisme no 14. “Ketika kita sudah menguasai dunia, kita tidak akan membolehkan adanya satu agama pun kecuali agama kita. Oleh karenanya, kita wajib menggoyahkan sendi-sendi keimanan dan hasil sementara usaha kita ini adalah munculnya kaum ateis.” Dokumen rahasia Zionisme berbahasa Ibrani itu dicuri oleh seorang perempuan Prancis dan sampai ke Rusia. Selanjutnya, dokumen itu diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Rusia oleh Prof Nilus pada 1901. Kemudian, protokol berisi 24 poin tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Ada beberapa isu berkembang di Indonesia yang tidak diketahui pasti apakah merupakan implementasi dari Protokol Zionisme no 14 atau hanya muncul kebetulan. Hanya, apabila dicermati, isu tersebut menyasar penghapusan agama, seperti yang ditulis dalam Protokol Zionisme no14. Isu-isu itu, di antaranya sebagai berikut. Pertama, pluralisme agama. Isu ini sudah muncul di Indonesia dan berbagai negara sejak beberapa tahun terakhir. Pluralisme agama (al-ta’addud al-diniyy/religious pluralism) berbeda dari pluralitas agama (ta’addud al-adyan/plurality of religions). Pluralitas agama merupakan satu fakta di suatu negeri terdapat berbagai agama. Islam mengakui dan menghormati adanya pluralitas agama tanpa mengakui kebenarannya masing-masing, kecuali kebenaran Islam. Prinsip yang dipakai Islam untuk mengakui dan mengormati agama selain Islam, yakni lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Selain itu, pluralisme agama adalah sebuah agama baru yang mengajarkan semua agama itu benar dan semua pemeluk agama akan sama-sama masuk ke surga. Islam tidak mengakui dan tidak membenarkan adanya pluralisme agama. Pluralisme agama memiliki sasaran setiap orang tidak perlu menganut agama tertentu karena setiap hari dapat pindah ke agama lain. Bila ini terjadi, manusia sudah tidak memerlukan agama lagi dan peran agama terhapus. Kedua, pernikahan beda agama. Isu ini sedang diperjuangkan oleh kelompok tertentu untuk dilegalkan. Apabila mereka berhasil, orang Islam tidak perlu lagi membutuhkan ritual akad nikah dengan keharusan wali, saksi, dan sebagainya seperti diatur dalam hukum Islam. Adapun yang bersangkutan cukup datang ke lembaga pencatat nikah untuk mencatat pernikahannya tanpa harus mengikuti ajaran agama. Dampaknya, aturan-aturan agama tentang pernikahan sudah tidak diperlukan dan ajaran agama tentang pernikahan otomatis terhapus. Ketiga, penghapusan kolom agama dalam kartu tanda penduduk (KTP). Ketika kolom agama sudah tidak ada di KTP, pemegang kartu penduduk dilegalkan tidak beragama. Begitu pula ketika kolom agama masih tertulis dalam KTP, namun pemilik KTP tidak diwajibkan untuk menulis agama, berarti pemegang KTP dilegalkan untuk tidak beragama. Ini juga merupakan langkah penghapusan agama sekaligus langkah maju komunisme di Indonesia. Keempat, penghapusan doa menurut agama masing-masing dan diganti dengan doa bersama. Isu ini muncul terakhir di negeri kita. Apabila dimaksudkan sebagai doa bersama-sama dalam satu majelis, yakni tiap-tiap pemeluk agama berdoa menurut ajaran agamanya, doa bersama dibenarkan menurut ajaran Islam. Prinsipnya pluralitas agama di atas, yaitu lakum dinukum waliyadin. Namun, apabila tujuannya berbeda, yakni doa model baru tanpa terkait dengan agama masing-masing maka hal itu merupakan implementasi dari pengapusan agama dan tidak dibenarkan menurut ajaran Islam. Empat isu tersebut sedang berkembang dan tampaknya berkaitan, baik langsung atau tidak langsung dengan Protokol Zionisme no 14 tentang penghapusan agama-agama di dunia selain Yahudi. Semoga Allah menjaga kita dari upaya-upaya penyesatan dan pengafiran. (yan) Baca juga :

Read More

Sebanyak 2,5 Juta Jamaah Berkumpul di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Malam Terakhir Ramadhan

Makkah — 1miliarsantri.net : Sebanyak 2,5 juta jamaah berkumpul di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah untuk bersama-sama membaca Al-Quran selama shalat Tarawih terakhir di malam Ramadhan 29. Kegiatan besar tersebut diselenggarakan oleh Departemen Urusan Agama. Dua Masjid yang paling suci tersebut menandai puncak tertinggi umat muslim untuk melaksanakan ibadah terakhir di bulan Ramadhan. Pihak Departemen telah melakukan persiapan secara menyeluruh dan memastikan suasana sacral dapat ditingkatkan dengan kajian keagamaan dan sesi pendidikan. Majelis untuk belajar Alquran juga diperbanyak untuk menumbuhkan lingkungan yang tenang dan kondusif untuk melaksankan ibadah. Segala kegiatan tersebut dilaksanakan dengan kolaborasi dengan pihak – pihak yang terkait. Departemen memanfaatkan teknologi dan layanan terjemahan untuk melayana para jamaah secara optimal. Kepala Departemen Urusan Agama Arab Saudi, Abdurrahman Al Sudais yang bertanggung jawab atas kedua Masjid paling suci tersebut telah menkordinir para staf untuk siap mengatasi lonjakan jamaah yang akan diperkirakan memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan berkoordinasi penuh dengan badan – badan terkait di kedua lokasi. Komite Pengamatan Bulan dan masyarakat di seluruh negara Muslim telah mencoba untuk melihat perkiraan bulan Syawal. Penampakan hilal menentukan hari pertama Syawal yang menandai Idul Fitri. Kalender Islam menetapkan Ramadhan sebagai bulan kesembilan yang berpuncak pada Idul Fitri untuk merayakan akhir Ramadhan. Arab Saudi mengumumkan bahwa Idul Fitri yang menandai akhir bulan suci Ramadhan akan dimulai pada Rabu, 10 April di kerajaan tersebut. Arab Saudi juga telah mengumumkan bahwa tanggal 9 April akan menjadi hari terakhir Ramadhan dan Rabu akan menjadi hari pertama Syawal yang menandai hari pertama Idul Fitri. Penentuan tanggal Idul Fitri didasari pada perhitungan lahirnya bulan sebelum matahari terbenam, lamanya bulan terbenam setelah matahari terbenam dan kemungkinan terlihatnya bulan. Metode tersebut sejalan dengan pendekatan yang diadopsi oleh dewan ulama global terkemuka. (dul) Baca juga :

Read More

Pertahankan Seni Reog, Kabupaten Ponorogo Bangun Monumen Reog

Ponorogo — 1miliarsantri.net : Seni Tari Reog Ponorogo telah dikenal oleh khalayak sejak dulu dan menjadi milik Ponorogo, sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Namun beriring dengan waktu yang terus berjalan, mobilitas warga Ponorogo yang terus terjadi diberbagai belahan dunia maka kesenian tari itu juga turut terbawa. Di Malaysia, ada keturunan warga Ponorogo yang kemudian menetap disana. Mereka membawa Reog Ponorogo terus eksis dan berkembang. Dan itu menjadi penyebab diakuinya Reog berasal dari Negara Jiran itu. Kemudian di Taiwan, Seni Reog juga berkembang dengan baik yang dibawa oleh orang Ponorogo dan keturunannya. Sehingga juga diyakini menjadi sebab Taiwan mengeklaim budaya itu berasal dari Negara Formosa, sebutan bagi Taiwan. Untuk itu, disetiap Bupati yang memerintah di Ponorogo berusaha meyakinkan bahwa Reog merupakan Seni Tari Asli dari Bumi Wengker Lor, sebutan lain bagi Ponorogo. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Lisdyarita di periode ini, beberapa Langkah dilakukan untuk memastikan hak milik Reog Ponorogo adalah milik Indonesia yang berasal dari Ponorogo. Salah satunya adalah mendaftarkan Seni Tari itu ke UNESCO. Bahkan perjuangannya tinggal satu langkah lagi bagi masyarakat, seniman, dan Pemkab Ponorogo mengantarkan Reog Ponorogo tercatat sebagai intangible cultural heritage (ICH) / warisan budaya tak benda (WBTb) UNESCO mencapai garis finish. Informasinya, pada 2 – 7 Desember 2024 nanti, sidang penetapan Reog Ponorogo sebagai ICH UNESCO bakal digelar di Paraguay. Kemudian Langkah selanjutnya adalah dengan membangun Monumen Reog Ponorogo. Monumen Reog Ponorogo saat ini sedang dibangun di Gunung Gamping, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. Pembangunan monumen setinggi 126 meter itu bakal mengalahkan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali yang punya ketinggian 121 meter. “Selain untuk menciptakan destinasi wisata baru di Ponorogo bagian barat, monument ini adalah upaya kami untuk mengeklaim dan memastikan bahwa Reog Ponorogo adalah milik Indonesia asli dan berasal dari Ponorogo. Desember 2024 ini, Monumen Reog sudah berdiri dan tinggal membangun daerah disekitarnya,” terang Bunda Lisdyarita, Wakil Bupati Ponorogo kepada 1miliarsantri.net, Senin Malam (08/04/2024). Pembangunan Monumen Reog tersebut dilakukan oleh pemenang tender yaitu PT Widya Satria senilai Rp 85 miliar dan didanai dari APBD Ponorogo dari tahun 2022 hingga 2024 (multi years). (mad) Baca juga :

Read More

Pengertian dan Adab-adab Safar Menurut Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengertian safar dalam fiqih Islam adalah keluar dari tempat tinggal untuk melakukan perjalanan jauh. Salah satu contoh safar yang identik dengan masyarakat Indonesia adalah mudik Lebaran. Dalam Islam, ada beberapa adab safar yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu: Jika tidak mendesak, maka bepergianlah pada hari Kamis karena itu sunnah. Disebutkan dalam hadits: Ka’ab Bin Malik Radhiallahu ‘anhu menceritakan “Jarang sekali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai melakukan safar di selain hari kamis” (HR Ahmad dan Ad-Darimi). Sebelum mudik Lebaran, dianjurkan untuk menyelesaikan urusan dengan sesama seperti utang, barang pinjaman, dan lainnya. “Sungguh Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak” (An-Nisa : 58) “Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.” (HR. Al-Bazzar) Ada seseorang yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan “Ya Rasulullah, saya hendak safar. Mohon nasihatilah saya.” Beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, dan bertakbirlah setiap melewati jalan menanjak.” Ketika orang tersebut pergi, beliau berdo’a “Ya Allah, Pendekkanlah jarak bumi untuknya dan mudahkanlah perjalanan safarnya.” (HR. Ahmad dan Turmudzi) “Aku titipkan kepada Allah Agamamu, amanahmu, dan ujung akhir amalmu.” (HR.Ahmad dan Abu Daud) Di antara pesan yang disampaikan Rasulullah kepada orang yang hendak safar. Kemudian yang hendak safar mengatakan kepada orang yang ditinggal “Aku titipkan anda kepada Allah. Ia tidak akan menyia-nyiakan titipan itu” (HR. Ibnu Majah). Saat safar hendaklah teman tidak kurang dari tiga orang. Ini merupakan kesempurnaan adab yang diajarkan Rasulullah. Sebagaimana hadits Nabi, “Satu pengendara (musafir) adalah syaitan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaitan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir”. Kadang-kadang dalam perjalanan timbul perselisihan di antara rombongan, maka dibutuhkan seorang pemimpin rombongan agar perjalanan berjalan lancar. Dari Abu Said Al Khudri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Apabila tiga orang akan berangkat safar hendaklah mereka memilih salah seorang sebagai ketua rombongan.” (HR. Abu Daud). Dari Anas Bin Malik Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda “Hendaklah kalian melakukan perjalanan pada malam hari (tatkala safar) karena bumi ketika itu dilipat (dipendekan) pada malam hari.” (HR Abu Daud) Dari Anas Bin Malik Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tiga do’a yang tidak akan ditolak: do’a orangtua untuk anaknya, do’a orang yang sedang berpuasa, do’a orang yang sedang safar” (HR Al Baihaqi). Saat melakukan mudik Lebaran dianjurkan untuk menqashar shalat, meninggalkan semua shalat rawatib selain qobliyyah subuh. “Maha suci engkau, sesungghnya aku telah mendzolimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain engkau. (HR Ahmad, Abu Daud, Turmudzi) “Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepadamu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang engkau ridhoi dalam safar ini. Ya Allah ringankanlah atas kami safar ini, pendekan perjalanan jauh kami. Ya Allah engkaulah teman safar kami dan pengganti kami dalam mengurus keluarga yag kami tinggal. Ya Allah, seseungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan safar, perubahan hati ketika melihat sesuatu dan dari kejelekan di saat kami kembali mengurus harta, keluarga dan anak kami.” (HR Muslim) Jabir Bin Abdillah mengatakan “Dulu apabila kami berjalan naik, kami bertakbir dan apabila turun kami bertasbih.” (HR Bukhari) “Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh dan apa yang dinaunginya, Tuhan bumi yang tujuh dan apa yag berada di atasnya, Tuhan setan-setan dan makhluk yang disesatkannya, Tuhan angin dan apa yang dibawanya. Aku meminta kepada Mu kebaikan penghuninya serta kebaikan yang ada di dalamnya aku pun berlindung kepada Mu dari keburukannya, keburukan penghuninya dan keburukan yang ada di dalamnya.” (HR Nasa’i dan Hakim) “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang telah dia ciptakan” “Barangsiapa singgah di suatu tempat kemudian mengucapkan do’a di atas, maka tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya sampai dia beranjak dari tempat itu.” (HR Muslim) Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Safar itu bagian dari azab (melelahkan) menghalangi salah seorang di anatara kalian dari makan, minum, dan tidurnya. Maka apabila salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan urusannya, bersegeralah pulang menemui keluarganya.” (HR.Bukhari dan Muslim) Anas Bin Malik Radhiallah ‘anhu menceritakan pada waktu kami pulang safar, ketika kami telah melihat Kota Madinah, Rasulullah membaca “Orang-orang yang kembali, bertaubat, beribadah, dan hanya kepada Rabb kami semua memuji.” Beliau terus membacanya hingga kami memasuki Kota Madinah. (HR Bukhari dan Muslim). (yan) Baca juga :

Read More

Kisah Rakyat Grobogan Iringi Kakek Sultan Agung Tantang Musuh Adipati Pajang

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Gara-gara suami dan kakaknya dibunuh oleh Adipati Jipang Aryo Penangsang, Ratu Kalinyamat bertapa telanjang. Ia akan terus melakukan hal itu selama orang yang kemudian menjadi musuh Adipati Pajang itu masih hidup. Dari Selo, Ki Ageng Pemanahan pergi untuk membunuh Adipati Jipang itu. Ia membawa anaknya, Danang Sutowijoyo yang kelak menjadi kakek Sultan Agung. Saudara-saudara sepupu Ki Ageng Pemanahan –Ki Juru Mertani, Ki Ageng Panjawi– mengiringinya bersama rakyat Grobogan dari Selo. Ki Ageng Pemanahan melakukan hal itu setelah Adipati Pajang Joko Tingkir membuat sayembara untuk membunuh Adipati Jipang. Joko Tingkir adalah adik ipar Ratu Kalinyamat. Ia juga menjadi sasaran pembunuhan Adipati Jipang, tapi ia selamat. Aryo Penangsang rupanya ingin menghabisi keluarga keraton Demak. Alasannya, dirinyalah yang seharusnya menjadi penerus tahta Demak. Joko Tingkir membuat sayembara karena merasa kesaktiannya masih jauh di bawah Aryo Penangsang. Isi sayembaranya: yang dapat membunuh Adipati Jipang akan diberi hadiah wilayah Pati dan hutan Mentaok di Mataram. Kelak, Sutowijoyo menjadi raja Mataram dengan nama Panembahan Senopati. Ia kemudian memiliki cucu yang menjadi raja ketiga Mataram, bernama Sultan Agung. Ki Ageng Pemanahan yang telah berangkat ke Jipang bersama rakyat Grobogan sengaja tak sampai keraton Jipang. Ia menunggu di tepi sungai, lalu mengirim surat tantangan. Ki Ageng Pemanahan memang tak ingin menyeberangi sungai. Ia percaya, orang yang sebelum berperang menyeberangi sungai dipastikan akan kalah. Ki Ageng Pemanahan merupakan cucu Ki Ageng Selo. Joko Tingkir pernah menjadi santri Ki Ageng Selo dan menjadikan Sutowijoyo sebagai anak angkatnya. Meski Ki Ageng Pemanahan mengirim surat tantangan, ia tidak menyebutkan namanya di surat itu. Surat tantangan dibuat seolah-olah itu surat dari Joko Tingkir. Surat itu dikirim dengan cara dikalungkan di leher prajurit Jipang yang telah dilukai. Isi suratnya sebagai berikut: “Permakluman perang. Peringatan bagi Aryo Jipang. Jika engkau memang prajurit dan laki-laki, ayo maju. Aku tunggu di tepi bengawan sore. Menyeberanglah, bertemu satu lawan satu dengan Adipati Pajang. Jangan mengandalkan pasukanmu. Akan aku hadapi satu lawan satu.” Aryo Penangsang mendidih darahnya setelah membaca surat itu. Mengambil kudanya, Gagak Rimang, ini pun segera menuju ke pinggir kali. Begitu Aryo Penangsang terlihat datang, orang-orang Selo pun bersorak menyambutnya. Berhenti di seberang sungai, Aryo Penangsang meminta orang-orang Selo segera menyeberang. Orang-orang Selo menegaskan bahwa yang membuat surat adalah Adipati Pajang. Maka sudah selayaknya Aryo Penangsang yang menyeberang sungai untuk melawan Adipati Pajang. “Bukan pahlawan namanya kalau hanya berhenti di pinggir sungai,” teriak orang-orang Selo meledek Adipati Jipang. Semakin mendidihlah darah Aryo Penangsang. Ia pecut kudanya agar segera mencebur ke sungai untuk sampai di lokasi rakyat Grobogan dari Selo. Namun, setibanya di seberang sungai, ia tak mendapti Adipati Pajang Joko Tingkir. Ia pun mengamuk karena merasa telah diperdaya. Rakyat Grobogan pun makin bergemuruh soraknya kendati banyak yang terkena amukan Aryo Penangsang. Aryo Penangsang makin jumawa melihat banyak yang tewas kena amukannya. Danang Sutowijoyo yang kelak menjadi raja Mataram dengan nama Panembahan Senopati segera menghadapi Adipati Jipang. Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Penjawi mengiringi Sutowijoyo yang membawa tombak Ki Plered. Aryo Penangsang tak bersedia melawan Sutowijoyo. Ia menyuruhnya untuk menyingkir. Diremehkan, Kakek Sultan Agung itu pun marah. Ia lalu menyerang Aryo Penangsang mendadak. Aryo Penangsang tidak mampu mengendalikan kudanya. Kuda betina sengaja dilepas sehingga membuat kuda Aryo Penangsang semakin tidak terkendali. Sutowijoyo yang kelak menjadi kakek Sultan Agung itu berhasil menyarangkan tombaknya ke tubuh Aryo Jipang. Aryo Jipang tersungkur jatuh bersama kudanya. Kabar kematian Aryo Penangsang segera dikirim ke Pajang. Joko Tingkir pun meminta Ki Ageng Pemanahan untuk melaporkannya kepada Ratu Kalinyamat. Maka, Ratu Kalinyamat pun menyudahi tapa telanjang yang ia lakukan. (mif) Baca juga :

Read More

Mengenal Lebih Dekat Siapa Pembuat Doa Kamilin

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ada yang khas dari sejumlah masjid dan mushalla disaat bulan Ramadhan. Salah satunya adalah digunakannya”Doa Kamilin” oleh imam setelah menyelesaikan shalat tarawih. Dan sudah selayaknya, semua mengetahui siapa pengarang dari doa fenomenal tersebut. Sekadar diketahui bahwa doa yang hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air ini juga termaktub dalam kitab-kitab doa ulama Nusantara. Salah satunya Majmû‘ah Maqrûât Yaumiyah wa Usbû‘iyyah karya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, Allahumma yarham, KH. Muhammad bin Abdullah Faqih. Pada lembar pengantar, sang ayah, KH. Abdullah Faqih, mengatakan bahwa doa-doa dalam kitab itu merupakan hasil ijazah dari Kiai Abdul Hadi (Langitan), Kiai Ma’shum (Lasem), Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, dan Syekh Yasin bin Isa al-Fadani. KH. Abdullah Faqih memberikan restu atau ijazah kepada siapa saja yang mengamalkan (dengan ijâzah munâwalah). Sejumlah takmir masjid mencetak secara khusus doa yang hendaknya dibaca usai melaksanakan shalat tarawih. Bacaan sekaligus doa dan permohonan tersebut dikenal dengan istilah Doa Kamilin. Sebagai imam maupun jamaah, ada baiknya mengetahui arti dari doa yang diaminkan dengan sangat antusias tersebut. Dan berikut ini adalah doa yang lazim dibaca para ulama selepas shalat tarawih sekaligus artinya: اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya:“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban. Yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk. Yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat. Yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari. Yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”📚 (Lihat: Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). Tampak bahwa nama “Kâmilîn” diambil dari redaksi pembuka doa ini yang memohon terbentuknya pribadi-pribadi sempurna (kâmilîn) dalam hal keimanan. Substansi doa ini cukup komplet, meliputi aspek duniawi dan ukhrawi, kenikmatan dan kesulitan, meminta keberkahan malam mulia, diterimanya amal, dan lain sebagainya. (yat) Baca juga :

Read More