Abdullah bin Salam, Kepala Pendeta Yang Mengakui Kenabian Rasulullah SAW
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Abdullah bin Salam merupakan kepala pendeta Yahudi di Madinah. Dia terkenal di kalangan masyarakat dengan ketakwaan dan kesalehannya, tersohor dengan sikap istikamah dan kejujurannya.
Setiap hari, Abdullah bin Salam mendalami isi Taurat. Saat mendapati penjelasan tentang kelahiran seorang Nabi di Makkah untuk menyempurnakan risalah para nabi terdahulu, dia tertegun.
Pria yang dikenal dengan panggilan Al-Hushain bin Salam ini berharap kepada Allah SWT agar memanjangkan umurnya sehingga bisa menyaksikan kemunculan Nabi tersebut. Allah mengabulkan permohonannya.
Allah SWT menunda ajal Abdullah bin Salam sampai Nabi Muhammad datang. Dalam buku Jejak Perjuangan dan Keteladanan Sahabat-sahabat Nabi yang ditulis Abdurrahman Ra’fat Al-Basya, Abdullah bin Salam menceritakan pertama kali dia mendengar kabar kedatangan Nabi Muhammad.
Saat itu, Rasulullah meninggalkan Makkah menuju Madinah. Setiba di Yastrib, Rasulullah singgah di Quba.
“Seseorang laki-laki datang kepada kami, dia mengumumkan kedatangannya (Rasulullah) kepada semua orang. Saat itu aku sedang berada di pucuk pohon kurma milikku. Bibiku Khalidah binti al-Harits sedang duduk di bawah pohon. Begitu aku mendengar berita, maka aku langsung berucap Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ujarnya.
Bibinya yang mendengar ucapan tersebut langsung berdoa agar Allah menggagalkan rencana Abdullah bin Salam masuk Islam.
“Demi Allah, seandainya kamu mendengar kehadiran Musa bin Imran, niscaya kami tidak akan melakukan lebih dari itu,” kata sang bibi.
“Bibiku, sesungguhnya dia demi Allah adalah saudara Musa bin Imran dan berada di atas agamanya. Dia diutus dengan apa yang Musa diutus dengannya,” timpal Abdullah bin Salam.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


