Unesa Berikan Apresiasi Kepada Penyandang Disabilitas dengan Menggelar Edufair 2023

Surabaya — 1miliarsantri.net : Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Edufair 2023 bertema “Inclusive Horizons: Bridging Abilities, Expanding Possibilities!”. Edufair ini menampilkan talenta-talenta terbaik siswa disabilitas dan menjadi wadah interaksi berbagai pihak dalam dunia inklusi melalui berbagai agenda seperti Launching Sheltered Workshop and Training Center Disability, Disability Got Talent, Bazar UMKM Disabilitas Nusantara, Payung Fantasi, Jalan Sehat, hingga Lomba Catur Tunanetra. Ketua Panitia, Diah Anggraeny, S.Pd. M.Pd menuturkan acara ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembeda yang utama adalah pada tahun ini terdapat sejumlah kolaborasi dengan lembaga mitra. “Kegiatan ini menekankan kembali bahwa individu disabilitas dengan berbagai kemampuan tidak hanya digerakkan tetapi juga difasilitasi. Ada 1500 anak-anak disabilitas dari 80 sekolah baik SLB maupun sekolah inklusi. Dengan kegiatan ini, mereka terfasilitasi bakatnya dengan mengikuti Disability Got Talent, Lomba Payung Fantasi, dan Lomba Catur Tunanetra Nasional yang pertama diselenggarakan,” terangnya dalam siaran tertulis yang diterima 1miliarsantri.net. Senada, President Junior Chamber International (JCI) Jatim, Herman Limbono mengungkapkan bahwa JCI terus menggabungkan kesetaraan disabilitas salah satunya dengan memberikan beasiswa dan mendorong terciptanya awareness kepada penyandang disabilitas. Tahun ini, Unesa juga membuka Sheltered Workshop and Training Center Disability yang turut di launching pada kegiatan tersebut. Dr. Wagino, M.Pd., Direktur Disabilitas Unesa mengatakan bahwa Shelter Workshop merupakan inovasi berkelanjutan dari UNESA yang ditujukan bagi penyandang disabilitas dan berlokasi di Kampus 4 Unesa, Gedangan, Sidoarjo. “Shelter workshop yang kita inisiasi adalah sebuah lembaga pelatihan dimana tidak hanya mahasiswa disabilitas dari UNESA tetapi juga dapat diikuti mahasiswa disabilitas lain serta menjadi ajang mahasiswa PLB UNESA untuk menerapkan ilmunya,” ungkapnya. Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd guru besar di bidang disabilitas FIP Unesa menambahkan dengan dibentuknya lembaga Shelter Workshop akan memberikan pelatihan dari praktisi-praktisi Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri) sehingga mahasiswa disabilitas juga bisa mengetahui apa yang ada di lapangan. “Mereka juga bisa mendapat sertifikasi kompetensi yang terukur terutama dari Balai Diklat Industri Surabaya, sehingga kemampuan mereka memang benar-benar terukur dan diakui” ujarnya. Kedepan, mahasiswa UNESA dapat menjalankan magang dan MBKM di Shelter Workshop tersebut yang akan menunjang IKU Unesa juga. Dalam Edufair Disability 2023 juga dilaksanakan penandatangan MoU bersama sejumlah mitra, mulai dari PT. Rafatex Indo Garment, PT. Kekean Primanda Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Balai Diklat Industri Surabaya, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur, Junior Chamber International (JCI) Jatim, Wismilak Foundation, dan Ketua DPD Indonesia Maju. Apresiasi dan harapan juga disampaikan oleh pihak mitra, seperti Ketua Aprisindo Jatim, Winyoto Gunawan yang menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen menggandeng para disabilitas untuk menciptakan lingkungan kerja industri yang lebih inklusif. (har) Baca juga :

Read More

Ust Bachtiar Nasir : Tanda-tanda Kekalahan Zionis Israel Sudah Dijelaskan Dalam Al Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, Allah SWT sudah mengabarkan tentang kekalahan tentara zionis Israel di dalam Al-Qur’an. Informasi tersebut bisa didapatkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 5. فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا “Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.” (QS Al-Isra: 5) Kehancuran Israel karena akibat perbuatan mereka sendiri. Seperti yang disaksikan saat ini, Israel membuat kerusakan di bumi dengan menyerang Gaza membabi buta. Anak-anak dan orang tua, rumah sakit-rumah sakit, dan pemukiman sipil semua diserang. “Banyak syuhada gugur tak terbilang jumlahnya. Bukan hanya ratusan tapi sudah puluhan ribu syuhada dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak” terang UBN dalam kajian di AQL Islamic Center, dikutip Minggu (19/11/2023). Israel membunuh anak-anak dan remaja karena takut jika mereka besar nanti akan melakukan perlawanan hebat. Bahkan, kata UBN, orang-orang Israel lebih kejam dari Fir’aun. Kalau Fir’aun membunuh sehari satu anak, Israel membunuh banyak anak dalam satu hari. “Israel pasti hancur. Kabar terakhir mengatakan sudah 160 tank milik Israel yang hancur di tangan tentara Hamas. Bahkan ketika Hamas siap untuk head to head, tentara Israel tidak berani langsung head to head. Mereka hanya berani di balik benteng dan melakukan serangan udara,” imbuh UBN. Dalam Surah Al-Isra ayat 5, ada empat informasi yang bisa didapatkan. Di antaranya: Pertama, Allah datangkan karakteristik kekalahan mereka, yang putus asa menghadapi pasukan Gaza. Lihat pasukan Gaza yang tidak gentar sama sekali menghadapi tentara Israel yang dikenal dengan perlengkapan perang yang sangat canggih. Kedua, bagaimana tentara Gaza? Allah yang akan urus hamba-hamba di bawah kendali-Nya, dan pasukan ini adalah hamba-hamba yang sepenuhnya di bawah kendali-Nya. Ketiga, kriteria pasukan Gaza yang dalam kendali Allah ini memiliki kekuatan yang sangat kuat. Pasukan ini sopan, memegang adab peperangan. Bahkan satu peluru yang dituju kepada satu nyawa diperhitungkan, semua berdasarkan peraturan etika perang. Mereka tidak takut meski satu orang harus melawan satu tank. “Keempat, kondisi sekarang Israel muram wajah ekonominya, muram wajah sosialnya akibat perang yang belum mereke hantikan. Boikot terhadap produk Israel sudah mendunia dan ini sangat berdampak pada kondisi ekonomi mereka,” pungkas UBN. (wink) Baca juga :

Read More

KH Marsudi Syuhud Berbagi Tips Menjadi Muslim yang Unggul, Mandiri dan Berdaya Saing

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Marsudi Syuhud, mengatakan, untuk bisa menjadi seorang muslim atau organisasi yang unggul, mandiri dan berdaya saing harus memiliki semangat perubahan. Perubahan dari baik menjadi luar biasa, atau dari baik menjadi hebat. Perubahan tersebut bukan sekadar perubahan, melainkan perubahan yang mempunyai arah, tujuan dan sasaran. Perubahan secara individu maupun organisasi dari baik menjadi hebat akan mempengaruhi seseorang sebagai organisasi keluarga, masyarakat atau organisasi bisnis. “Untuk perubahannya bisa dimulai dari individu masing-masing, orangnya dulu, bukan fasilitasnya dulu. Pilih dulu orang yang tepat sebelum mengerjakan tugas yang diberikan,” kata Marsudi kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (18/11/2023). Transformasi tersebut dapat melalui tiga tahapan, antara lain sebagai berikut: “Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba-Ku. (Hadits qudsi diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim) Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyira ayat 7 yang artinya sebagai berikut. “Maka ketika kamu sudah selesai (dari suatu bisnis), teruslah bekerja keras (untuk bisnis yang lain).” (QS. Al-Insyrah: 7). “Jika kita mempunyai orang yang bisa berkomitmen pada tiga hal di atas maka itulah orang yang tepat. Orang yang tepat adalah aset terpenting Anda. Karena orang itulah yang mampu membawa perubahan dari baik menjadi hebat. Katakan pada orang yang tepat lalu ‘apa’.” Ujar Marsudi. Untuk mendapatkan orang yang tepat, maka lakukan tiga hal berikut: “Ketika kita sudah menjadi orang yang tepat dan mempunyai orang yang tepat untuk jabatan tersebut, maka untuk menjadi pribadi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing kita harus mempunyai kompas dalam menjalankan kehidupan,” kata Marsudi. Menurut dia, untuk berjalan menuju titik kesuksesan, kemandirian, dan keunggulan, ada tiga persimpangan jalan yang harus kita waspadai, di antaranya sebagai berikut: Pertama, hal yang membuat Anda lebih baik daripada organisasi atau orang lain mana pun, temukan itu lalu jalankan dan laksanakan apa yang terbaik menurut Anda. Kedua, menyadari motif mendalam yang menggerakkanmu, dan membangun sistem berdasarkan motif ini. Istiqomah dalam sebuah tujuan itu adalah modalnya, jangan berubah terus. Ketiga, gairah. Gairah merupakan komponen internal yang tidak perlu dirangsang lagi. Gairah harus sudah otomatis kalau kita sudah menentukan tujuan yang tepat, sehingga ketika kita melaksanakan, kita dapat melaluinya dengan senang hati. “Dari sini insyaallah kita dapat menjadi orang ataupun organisasi yang kuat, unggul, mandiri, dan berdaya saing, serta menjadi hamba-Nya yang diharap-harapkan dan dicintai Allah SWT,” pungkas Marsudi. (rid) Baca juga :

Read More

Abdul Mu’ti: Jangan Hilangkan Nilai Utamanya Beribadah Dengan Memanfaatkan Teknologi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pesatnya kemajuan teknologi menuntut manusia untuk mengikuti perubahan itu. Tak hanya urusan pekerjaan saja, bahkan dalam urusan ibadah juga tidak lepas dari intervensi teknologi. Kreasi dilakukan oleh umat beragama, cara umat beragama menjalankan perintah Tuhan mengalami perubahan, dengan nilai-nilai dasar yang tetap sama. Seperti jamaah haji atau umroh yang memanfaatkan travelator untuk melakukan tawaf. Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, penggunaan travelator bagi jemaah haji untuk tawaf adalah sebuah hal yang dibolehkan. Yang tidak boleh menurutnya adalah nilai utamanya, yaitu jumlah putaran tawaf berjumlah tujuh kali itu. “Tetapi kalau enggak kuat jalan kaki kemudian juga memang secara fisik sangat lemah, ternyata kan boleh dengan duduk manis begitu, kemudian mengelilingi Ka’bah tujuh kali,” ungkap Mu’ti. Bahkan, karena memanfaatkan teknologi ada ulama yang mewacanakan ibadah haji dengan metaverse. Akan tetapi wacana itu tidak sesuai dengan ayat perintah berhaji, dan Abdul Mu’ti juga tidak setuju dengan wacana itu. Di sisi lain, penguasaan teknologi ini menurutnya juga diperlukan untuk merawat lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Sebab, AUM tidak boleh hanya sekadar bertahan, melainkan mengikuti segala dinamika dengan capaian yang diinginkan. “Kita tidak boleh sekadar bertahan, tetapi juga mungkin bertengger. Kalau bertahan kan sekadara bertahan saja, kalau bertengger itu mesti di atas,….. Karena itu kuncinya agar kita ini bisa bertengger tidak sekadar bertahan maka memang harus ada inovasi, kreasi,” ungkapnya. Kebaruan menurut Mu’ti, tidak harus sama sekali baru dan belum ada di tempat lain. Tetapi kebaruan tersebut menjadi baru karena dia unik, sehingga keunikan tersebut menjadi menonjol dan pembeda dengan yang lain. (Iin)

Read More

Proses Islamisasi Bentuk Kebudayaan di Minangkabau

Jakarta — 1miliarsantri.net : Doktor ilmu sejarah Universitas Indonesia (UI), Akmal Sjafril, menjelaskan, dakwah Islam sejak berabad-abad silam sudah membentuk kebudayaan masyarakat Minangkabau. Dia membangi proses islamisasi di Minangkabau dalam empat babak. “Setiap babak tersebut memiliki kontribusi yang penting bagi terwujudnya Alam Minangkabau sebagaimana yang kita saksikan pada masa kini,” kata Akmal dalam INSISTS Saturday Forum (INSAF), dikutip Jumat (17/11/2023). Meski demikian, masuknya Islam ke Alam Minangkabau dengan sengaja tidak dimasukkan ke dalam empat babak di atas. Ada faktor hal itu tidak dimasukkan. Pertama, sulit menentukan waktu pasti kapan proses dakwah Islam menyebar di Minangkabau. Kedua, nyaris mustahil memastikan tokoh pembawa Islam untuk pertama kalinya ke wilayah itu. “Pergaulan internasional sudah merupakan kelaziman sejak dahulu, dan para pedagang dari berbagai wilayah, dari India sampai Malaka, telah memasuki wilayah Minangkabau sejak dahulu,” ujar Akmal. “Dengan demikian, dapat dipastikan tak seorang pun pemuda Minangkabau yang tidak mengenal Islam,” ujar Akmal. “Meski demikian, Kaum Paderi belum menyentuh persoalan-persoalan adat,” ucap Akmal. Setelah banyak berkenalan dengan dunia luar, para pemuda tampil mengkritisi adat Minangkabau yang belum sejalan dengan Islam, praktik keagamaan yang belum tepat, dan juga memperbaharui sistem pendidikan. “Hasilnya, Alam Minangkabau menjadi lahan subur pergerakan, dan di masa Revolusi Fisik, Sumatera Barat berhasil memberikan kontribusi yang sangat signifikan,” ungkap Akmal. “Yang signifikan dari babak ini adalah semangatnya, sebab penyesuaian adat dengan ajaran agama itu terjadi secara alamiah, tanpa didahului oleh konflik. Dengan demikian, komitmen yang telah dinyatakan di awal telah menemukan kemantapannya pada babak ini,” jelas Akmal. Maka itu, dapat dipahami alasan Minang begitu kuat membela Islam. Itu karena Minang adalah Islam; jika tak berkomitmen pada Islam, maka bukan orang Minang. Sejak dahulu, Alam Minangkabau telah menerima kenyataan bahwa agama ditempatkan di atas adat, dan adat hendaknya menyesuaikan diri dengan agama. Betapa pun orang Minang mencintai adat, semestinya lebih mencintai Islam. “Bagi orang Minang, tidaklah lazim untuk menjadikan adat sebagai sesuatu yang sakral dan tak boleh berubah, bahkan justru adat itulah yang wajib disesuaikan dengan agama, dan bukan sebaliknya. (mik) Baca juga :

Read More

Begini Cara Rasulullah SAW Bermesraan dengan Istri yang Sedang Haid

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW adalah sosok yang paling baik untuk keluarganya, paling baik hati dan paling penyayang. Beliau Rasulullah SAW juga adalah sosok yang paling baik kepada istri. Rasulullah SAW juga pernah berpesan untuk bersikap dengan sebaik-baiknya kepada keluarga. Sebagaimana hadits berikut: عن عائشة، قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي Diriwayatkan dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarga. Dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi) Contoh baiknya Rasulullah SAW kepada keluarganya juga ditunjukkan melalui sikap mesra beliau kepada Aisyah RA yang sedang haid. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, yang berkata: كُنْتُ أشْرَبُ وأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ علَى مَوْضِعِ فِيَّ، فَيَشْرَبُ، وأَتَعَرَّقُ العَرْقَ وأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ علَى مَوْضِعِ فِيَّ. وَلَمْ يَذْكُرْ زُهَيْرٌ فَيَشْرَبُ. “Aku minum ketika sedang haid, lalu memberikan minum itu kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau meletakkan mulutnya di bagian bekas bibirku pada gelas tersebut, lalu meminumnya. Aku juga pernah menggigit daging ketika sedang haid, kemudian aku menyuapkannya kepada Rasulullah SAW, dan beliau SAW meletakkan mulutnya di bagian bekas bibirku.” (HR. Muslim) Dalam hadits tersebut, Aisyah RA menceritakan tentang apa yang dilakukan Rasulullah SAW kepadanya ketika dia sedang haid. Aisyah minum dengan bejana (semacam gelas), dan Rasulullah SAW juga meminumnya di bagian bekas bibir Aisyah pada bejana tersebut. Begitu pun pada saat Aisyah makan daging dalam kondisi haid. Daging yang tersisa setelah dimakan Aisyah, diambil Rasulullah SAW, lalu dimakan beliau pada bagian bekas gigitan Aisyah. Hal itu bertujuan untuk menyenangkan istri yang sedang haid. Juga untuk menghilangkan rasa sedih yang sering kali hinggap pada istri yang haid. Ini juga merupakan bentuk perilaku yang baik antara suami dengan istri yang sedang haid. Apa yang ditunjukkan Rasulullah SAW itu berlawanan dengan sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang pada masa sebelum Islam. Ketika itu, jika ada wanita yang haid, maka orang-orang tidak akan memakan atau meminum dari bekas perempuan yang haid. (yus) Baca juga :

Read More

KH Ali Mujib: Ada Doa Orang Tua dalam Kesuksesan Anak

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hasanah Tulungagung Jawa Timur, KH Ali Mujib mengingatkan, kesuksesan seorang anak tak bisa dilepaskan dari doa orang tua. “Siapa pun kita bisa sukses itu pasti di belakang kita ada orang-orang hebat yang harus kita akui keberadaannya,” ujar Kiai Mujib. Orang-orang tersebut adalah orang tua. Tidak ada seorang anak yang sukses tanpa doa orang tua utamanya doa seorang ibu. Kiai Mujib menambahkan, bagi seorang murid yang paling berjasa dalam hidupnya adalah seorang guru. Bagi seorang suami yang berjasa dalam hidupnya tentu istrinya. “Sehebat-hebatnya kita sebagai suami pasti ada doa istri yang istimewa makanya seorang suami tidak boleh bangga diri ketika sukses. Dia harus ingat betapa besar pengaruh istrinya yang sangat luar biasa dalam menentukan keberhasilan seorang suami, sehingga nama suami harus berada di dalam doa seorang istri. Makanya suami yang paham itu akan tahu kalau di balik kesuksesannya ada doa istri yang tulus di belakanganya,” bebernya. Kiai Mujib menerangkan, ada beberapa kewajiban yang dilakukan oleh anak semasa kedua orang tua masih hidup, yaitu mentaati semua perintahnya. Dengan catatan perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Menurutnya, hukum mentaati kedua orang tua adalah wajib atas setiap Muslim dan haram hukumnya mendurhakai keduanya. Tidak diperbolehkan sedikit pun mendurhakai dan menyakiti mereka berdua. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh mendurhakai apa saja yang diperintahkan oleh kedua orang tua. “Barangsiapa yang menomorsatukan orang tuanya maka Allah akan menomorsatukan anak-anaknya. Tidak hanya rezeki yang berkah, anak kita pun akan disukseskan oleh Allah. Cukup kita berbuat baik kepada orang tua maka Allah akan memberikan balasan kebaikan kepada anak keturunan kita,” imbuhnya. Di akhir penyampaiannya KH Ali Mujib mengingatkan tentang larangan bagi seorang ibu berbicara kasar atau seenaknya kepada anak-anaknya karena ucapan yang keluar dari seorang ibu jadi doa untuk anak-anaknya. “Sehingga diusahakan meski sedang dalam keadaan marah tetap membiasakan diri untuk berbicara yang baik-baik saja terhadap anak-anaknya,” pungkasnya. (don) Baca juga :

Read More

Menstruasi Bisa Berpengaruh pada Gangguan dan Pola Tidur

Jakarta — 1miliarsantri.net : Psikolog klinis anak dan remaja dari Universitas Indonesia Melissa Magdalena mengatakan bahwa menstruasi berpengaruh pada gangguan tidur. Salah satunya, menyebabkan kurang tidur maupun kelebihan tidur. “Kenapa? Karena pada beberapa orang, masa menstruasi itu menyebabkan kesakitan, nyeri, atau tidak nyaman. Itu membuat kita kelelahan,” terang Melissa kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Senin (13/11/2023). Melissa melanjutkan, akibatnya terdapat dua dampak gangguan tidur, yakni menjadi susah tidur akibat rasa nyeri tersebut, atau memaksakan diri untuk tidur lebih panjang untuk menghilangkan rasa nyeri. Selain tubuh yang kelelahan, Melissa menjelaskan bahwa gangguan tidur juga bisa diakibatkan oleh perubahan hormon estrogen menjelang dan saat menstruasi. Hal tersebut, kata dia, berpengaruh pada metabolisme tubuh, sehingga menjadi lebih sulit untuk tidur. “Ketiga, karena ada kecemasan. Takut bocor, takut kena, hal tersebut memang membuat menstruasi menyebabkan gangguan tidur,” kata Melissa. Adapun dampak dari gangguan tidur ini adalah sulitnya seseorang untuk berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, bahkan dapat membahayakan keamanan diri dalam aktivitas sehari-hari. “Tentunya, gangguan tidur juga berpengaruh pada produktivitas juga,” ucap Melissa. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk mengatasi gangguan tidur, terlebih untuk gangguan tidur yang dialami saat menstruasi. Melissa menganjurkan untuk melakukan sleep hygiene atau menjaga kebersihan menjelang tidur untuk aktivitas sehari-hari, terutama ketika sedang menstruasi, agar tidur menjadi lebih nyaman. “Sleep hygiene ini bisa dilakukan agar kita juga lebih nyaman dan lebih percaya untuk tidur, karena tahu tempat tidur kita bersih,” pungkas Melissa. (Iin) Baca juga :

Read More

KH Abdul Chalim Beserta Enam Tokoh Pejuang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2023 kepada enam tokoh dari berbagai daerah yang telah berjasa bagi bangsa dan negara, di Istana Negara, Jakarta. Salah satu tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yakni almarhum KH Abdul Chalim dari Jawa Barat. KH Asep Saifuddin Chalim, putra almarhum KH Abdul Chalim mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah menunjuk ayahnya sebagai Pahlawan Nasional. “Terima kasih kepada negara terutama kepada Presiden Jokowi karena beliau yang menandatangani sekaligus menganugerahkan gelar pahlawan nasional tersebut,” terang Asep di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/11/2023). Kiai Asep menjelaskan, KH Abdul Chalim merupakan seorang tokoh dalam kajian ilmiah pada peristiwa 10 November. KH Abdul Chalim, katanya, juga merupakan tokoh moderasi dan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). “Beliau ketika mendirikan Nahdlatul Ulama sebagai yang mengundang para ulama untuk mendirikan Nahdlatul Ulama, beliau yang menjadi komunikator kepada para ulama tetapi yang lebih penting dari itu beliaulah penggagas bahwa pertemuan para ulama itu agenda utamanya adalah kemerdekaan Indonesia dalam resolusi jihad,” tutur kiau Asep. Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menilai, KH Abdul Chalim layak dijadikan pahlawan nasional karena rekam jejak dan fakta-fakta yang mendukung. Menurutnya, KH Abdul Chalim ikut langsung berperang dan berdakwah serta memiliki perannya sangat strategis di Nahdlatul Ulama. “Tidak banyak yang sesempurna Kiai Abdul Halim. Istilah saya ada tiga di beliau yaitu politisi, pejuang, dan ulama. Kenapa politisi dia pernah menjadi anggota MP. Kenapa dia pejuang karena dia yang ikut dalam Resolusi Jihad, dia mendirikan Nahdlatul Ulama. Kenapa dia ulama karena dia mendakwah dan tokoh di Indonesia,” tandas Yandri. (rid) Baca juga :

Read More

Ponpes Miftahul Ulum Diajari Budidaya Maggot

Pamekasan — 1miliarsantri.net : Santri-santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sekar Anyar, Pamekasan, Madura mendapat edukasi untuk mendukung pemberdayaan ekonomi pesantren. Edukasi ini berupa budidaya maggot dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Para santri memanfaatkan solusi berbasis Internet of Things (IoT). Dalam program ini, XL Axiata menggandeng mitra Yayasan Benihbaik di acara Peresmian atas beroperasinya fasilitas budi daya Maggot tersebut berlangsung Kamis, (9/11). Menurut Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir, elalui program Pesantren Digital, XL Axiata turut menyediakan sejumlah solusi digital yang bisa dimanfaatkan pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia. “Pemanfaatan solusi IoT adalah salah satu implementasinya, dapat dipakai untuk meningkatkan produktivitas di pesantren, termasuk dalam kegiatan ekonomi dan kewirausahaan.” ujarnya kepada media, Jumat (10/11/2023) Solusi budidaya maggot ini lahir dari hasil program inkubasi IoT di Laboratorium XCamp milik XL Axiata. Di tempat ini dipilih sejumlah solusi IoT yang cocok dan dapat diterapkan di lingkungan pesantren, terutama yang dapat mendukung upaya pemberdayaan ekonomi. Secara teknis, solusi ini sendiri memiliki sejumlah fitur pemantauan lingkungan dan kontrol suhu atau kelembaban di lokasi peternakan Black Soldier Fly (BSF). BSF ini adalah jenis lalat yang telurnya kemudian menjadi larva maggot. Untuk bisa menghasilkan maggot yang bisa menjadi pakan ternak berkualitas tinggi, dibutuhkan suhu dan kelembapan yang optimal, dengan rentang 20-25 derajat celcius. Selain itu, dibutuhkan juga kelembaban yang ideal dalam beternak maggot, yaitu 50-70%. Penggunaan solusi IoT akan membantu mempermudah mengukur suhu dan kelembaban terbaik secara real time. Selain untuk meningkatkan produktivitas, manfaat dari pemanfaatan solusi IoT terutama adalah dapat untuk mengurangi biaya operasional, sebagai sumber data untuk keperluan Big Data dan Artificial Intelligent. Selain itu teknologi ini juga bisa untuk mempermudah perencanaan, proyeksi, hingga perawatan. Nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari budi daya maggot pun terbilang cukup tinggi. Maggot dibutuhkan untuk pakan ternak seperti unggas dan lele. Maggot bisa menjadi pakan ternak berkualitas tinggi yang dapat mempercepat pertumbuhan hewan ternak. Dengan demikian, budidaya maggot ini juga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Budidaya maggot pun terbilang cukup mudah karena pakannya berasal dari limbah rumah tangga atau sampah organik yang mudah didapatkan. Karena itu, budidaya maggot juga mendukung program pengolahan dan pemberdayaan sampah organik di pesantren, serta diharapkan turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Marwan menambahkan, solusi IoT untuk budidaya maggot juga telah diterapkan di Pesantren Hidayatulloh, Depok, Jawa Barat, Ponpes Pesantren Al Idrisiyah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Ponpes KH Mas Mansur Madrasah Boarding School (MBS), Brebes, Jawa Tengah. Regional Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto berharap, program pemberdayaan ini bisa menjadi solusi sampah. Selain itu, katanya, diharapkan memberi dampak ekonomi bagi pesantren khususnya dan masyarakat di Pamekasan umumnya. “Program ini menjadi percontohan dan semoga bisa berjalan dengan baik. Selain menjadi solusi sampah, program ini diharapkan mempunyai nilai ekonomi,” kata Dodik. Pengasuh PP Miftahul Ulum KH Afifurrahman menyambut baik program ini. Pihakmya berkomitmen untuk menjalankan untuk mewujudkan lingkungan pondok yang bersih dan sehat. (har) Baca juga :

Read More