Gus Kautsar : Tidak Ada Istilah Galau Dalam Islam

Surabaya — 1miliarsantri.net : KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), ulama muda asal Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri mengatakan, dalam Islam tidak ada istilah galau. “Galau itu dilarang dalam Islam dengan dua solusi yakni sabar dan syukur. Apa yang disebut galau itu justru solusi, karena bisa mendekatkan kita kepada mencari Allah,” katanya saat mengisi pengajian Majelis Subuh Gen-ZI di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), dikutip Selasa (08/08/2023). Dalam pengajian bertema “Merdeka dari Galau” di MAS bersama pendakwah ustadzah Haneen Akira (istri ustadz Hanan Attaki) itu, Gus Kautsar menilai galau merupakan solusi bahwa semua yang ada dan terjadi merupakan garis tangan atas izin Tuhan. “Jadi, kalau Islam secara beneran itu, galau itu nggak ada, karena semuanya atas kehendak Allah dengan tujuan yang indah. Misalnya ketangguhan, memaklumi setiap kejadian, memaafkan siapapun, jadi kalau semuanya dikembalikan kepada Allah akan membuka semua pintu solusi. Semuanya indah, kalau gagal nggak benci, nggak menyalahkan, nggak mencari kambing hitam, tapi muhasabah,” katanya. Di hadapan ribuan jamaah dari kalangan generasi Z Islami dari Surabaya dan sekitarnya itu, putra KH Nurul Huda Djazuli itu mengutip pandangan bijak dari Imam Syafi’i. “Kalau ingin baik ya ikuti orang-orang dulu, seperti Imam Syafi’i. Kalau ikut orang-orang masa kini justru bisa nggak baik,” katanya.

Read More

Pernyataan Para Ulama Mengenai Anak Kecil Menjadi Imam Sholat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menjelaskan, para ulama berbeda pendapat tentang orang yang paling utama menjadi imam Sholat Jamaah. Menurut Imam Malik, yang paling utama menjadi imam adalah orang yang paling menguasai pengetahuan ilmu agama dan bukan orang yang paling pandai membaca di antara mereka. Adapun Imam Syafii cenderung pada pendapat bahwa yang paling utama menjadi imam adalah orang yang menguasai ilmu pengetahuan. Namun menurut Imam Abu Hanifah, Ats Tsauri, dan Imam Ahmad, yang lebih utama menjadi imam adalah orang yang paling pandai membaca di antara mereka. Silang pendapat tersebut karena adanya perbedaan pemahaman terhadap sabda Nabi Muhammad SAW, “Yang menjadi imam bagi suatu kaum adalah orang yang paling pandai membaca. Jika dalam bacaan mereka sama, maka yang paling banyak pengetahuannya tentang sunnah di antara mereka. Jika pengetahuan mereka tentang sunnah sama, maka yang paling terdahulu hijrahnya di antara mereka. Dan jika hijrah mereka sama, maka yang paling dahulu masuk Islam di antara mereka. Dan janganlah seorang menjadi imam orang lain di tempat kekeuasaan orang lain tersebut, dan janganlah ia duduk di rumahnya di tempat kehormatannya kecuali dengan izinnya.” Hadits ini telah disepakati kesahihannya tetapi para ulama berbeda pendapat dalam memahaminya. Di antara mereka ada yang memahami hadits tersebut secara lahiriah, yakni Imam Abu Hanifah. Dan ada yang memahami bahwa yang dimaksud dengan orang yang pandai membaca ialah orang yang menguasai pengetahuan agama. Karena dalam masalah yang menyangkut imam itu lebih membutuhkan orang yang menguasai pengetahuan agama daripada orang yang pandai membaca. Lagi pula pada zaman dahulu sahabat-sahabat yang menguasai ilmu agama sekaligus mereka juga pandai membaca. Berbeda dengan orang-orang di zaman sekarang.

Read More

KH Miftachul Akhyar : Allah Akan Mengabulkan Apapun Permohonan Kita

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya sekaligus Rais aam PBNU, KH Miftachul Akhyar menjelaskan, tidak ada istilah gagal sebuah permohonan jika manusia menyandarkannya kepada Allah SWT. Apalagi Allah sudah berjanji ud’uni astajib lakum (mintalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan). “Tidak pernah ada istilah gagal sebuah permohonan kalau kita memohonnya. bersandar, pasrah kepada Allah. Apalagi Allah sudah berjanji ud’uni astajib lakum,” terang Kiai Miftach. Kiai Miftach menegaskan, intinya harus pasrah kepada Allah. Dikabulkan atau tidak, dikabulkan dalam waktu cepat atau lambat, itu hak Allah. Sebab, Allah itu mutlak. “Jangan kalau minta sekarang harus sekarang, kok Gusti Allah diatur-atur. Ya sudah minta, pasrahkan kepada Allah. Allah tahu yang terbaik. Kalau Allah memandang baik diberi hari ini, akan diberi hari ini. Kalau besok akan diberikan besok, kalau lusa ya lusa, pasti itu. Jadi sebuah permohonan tidak akan pernah gagal kalau disandarkan, dipasrahkan kepada Allah,” jelasnya. Kiai yang pernah menjabat Ketua MUI dalam waktu singkat ini mengungkapkan, sebaliknya permohonan akan mengalami kegagalan atau tidak menghasilkan, jika dipasrahkan kepada selain Allah.

Read More

Tonggak Kemandirian Bangsa, Bisa Dimulai Dari Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kombes Pol (Purn) Zainul Anwar mengungkapkan, santri memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka, semangat tersebut harus dibawa pada era saat ini. “Saat ini kita tidak lagi berada di era penjajahan fisik. Saat ini kita berada di zaman globalisasi. Kita sekarang dihadapkan oleh berbagai tantangan baru, sekaligus peluang baru,” terang Zainul sesaat setelah menunaikan sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, (04/08/2023). Menurut Zainul, wajah kebangsaan Indonesia dihadapkan banyak tantangan, baik ideologi, politik, sosial maupun budaya serta masalah pertahanan bangsa yang akan menggeser budaya dan peradaban bangsa. Eksistensi pesantren berdasarkan UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 paling tidak memiliki tiga cakupan wilayah pengabdian dalam konteks pembangunan bangsa. Pertama adalah pendidikan, kedua dakwah, dan ketiga pemberdayaan. Dalam konteks menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan, pesantren dalam konteks kekinian menghadapi tantangan besar. Beragam tantangan dan intensitas perubahan zaman. “Dalam posisi inilah santri dituntut mampu berkiprah untuk menghadapi tantangan tersebut, terutama menjadi garda terdepan dalam menguatkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, guna menjaga keutuhan dan kemandirian bangsa,” ujar Zainul. Sejarah mencatat, pesantren meripakan lembaga yang sangat mandiri, terutama dalam mencetak pemikir-pemikir Islam, mencetak sumber daya manusia unggul dan menjadi kekuatan dalam pemberdayaan masyarakat. “Di era sekarang yang sedang berkembang ini, guna penguatan kemandirian, maka pessantren harus mampu belajar dan mentranfers nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh Kiyai Haji Samanhudi dalam mendirikan syarikat dagang Islam, yang bertujuan diantaranya adalah untuk mengembangkan jiwa dagang dan kesejahteraan serta mengembangkan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi (nama Indonesia waktu itu belum ada),” kata Zainul. Maka itu, dengan melihat berbagai tantangan sekaligus peluang, maka pesantren harus bertransformasi dengan memasukkan fungsi sosial ekonomi ke dalam program kegiatan pondok pesantren. Langkah ini mendorong perubahan pengelolaan sistem manajerial kemandirian pesantren, dari pesantren tradisional menuju pesantren moderen, serta menjadikan pesantren berkolaborasi terhadap entitas bisnis maupun kemajuan teknologi.

Read More

Quraish Shihab : Orang Tua Harus Bisa Menjadi Sahabat Bagi Anak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Cendekiawan Muslim Indonesia dan juga mantan Menteri Agama pada tahun 1998, Prof Quraish Shihab, menyebutkan sejumlah prinsip yang harus dilakukan para orang tua dalam mendidik anak, diantaranya yakni mau mendengarkan apa yang disampaikan anak, bisa menjadi sahabat yang baik, dan tidak membentak anak begitu saja. “Jangan membebaninya di luar kemampuan. Jangan pula memaki saat anak salah. Sebaiknya hubungan orang tua dengan anak bagaikan hubungan dengan sahabat,” urai Buya Quraish kepada 1miliarsantri.net, Selasa (01/08/2023) Menurutnya, jika hubungan orang tua dengan anak sudah baik, niscaya anak tidak segan dan canggung dalam menyampaikan rahasia terdalamnya kepada orang tua. Dia tidak akan lagi menyampaikan itu kepada temannya yang bisa saja tidak mengerti persoalan. “Orang tua harus pandai-pandai mendengar pendapat anaknya dan berdiskusi mencari solusi,” tuturnya. Menurut pengarang Tafsir Al-Misbah ini, orang tua harus sadar bahwa sebenarnya anak yang salah itu karena terpengaruh oleh faktor luar. Pada dasarnya seorang anak itu masih bersih, sehingga prinsip dasar dalam mendidik anak adalah jangan sekali-kali memukul anak, baik fisik maupun non fisik seperti memaki. “Sebutkan kesalahannya dan doakan agar Allah menjaga dan melindunginya. Di saat marah yang terjadi jalinan cinta itu tidak terputus dan jalinan dengan Tuhan juga tidak terputus,” tandasnya.

Read More

Santri Harus Siap Menghadapi Tantangan Teknologi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Teknologi yang terus berkembang hingga saat ini memberikan manfaat sekaligus tantangan tersendiri untuk sejumlah kalangan, termasuk bagi kalangan santri. Manfaat yang dimaksud salah satunya kemudahan mengakses aneka kebutuhan secara langsung. Pada dunia santri misalnya, dahulu, para santri di forum bahtsul masail harus membawa puluhan kitab. Namun sekarang cukup dengan membawa laptop (Maktabah Syamilah). Semua dokumen kitab bisa tersimpan di dalamnya. Ini semua merupakan bagian dari fenomena-fenomena teknologi. “Karena salah satu penyebabnya adalah tersedianya instrumen atau alat-alat tujuan di mana semua orang bisa mencari dan mengakses segala informasi dengan cepat,” terang Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa kepada media, Selasa (01/08/2023). Menurutnya, situasi ini di satu sisi tentu akan memaksa seseorang meninggalkan budaya atau tradisi yang dahulu sudah berjalan. Tidak terkecuali budaya di kalangan santri, sebagaimana disinggung sebelumnya. “Bahwa dunia lagi muncul fenomena-fenomena teknologi. Fenomena orang yang sudah mulai satu dari sekian juta meninggalkan tradisi klasik,” imbuhnya.

Read More

UAH : Kekayaan Abdurrahman bin Auf Mencapai Rp 7.200 Triliun

Jakarta — 1miliarsantri.net : Diantara sekian banyak sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Nabi yang dikenal paling kaya di masa tersebut. Ia bisa menjadi kaya karena kepandaian dan kepiawaiannya dalam mengelola bisnis dan berbagai macam usaha nya. Kekayaan Abdurrahman bin Auf yang melimpah, membuat Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebutnya “orang yang kebangetan kaya”. Bahkan, harta Abdurrahman bin Auf bila dikonversikan dengan nilai saat ini bisa mengalahkan kekayaan Elon Musk dan Jeff Bezos. UAH menyampaikan, kekayaan milik Abdurrahman bin Auf jika dikonversi dengan nilai mata uang Indonesia bisa mencapai Rp 72.000 triliun. “Saking kaya bangetnya Abdurrahman bin Auf, kebangetan kayanya. Saya konversi nilai kekayaannya, kalau dulu dikonversi ke sekarang, itu jumlahnya Rp72.000 triliun,” terang UAH.

Read More

KH Nasaruddin Umar : Generasi Muda Sekarang Harusnya Meniru Apa Yang Pernah Dilakukan Nabi Muhammad SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Generasi muda di jaman sekarang ini harusnya bisa mencontoh apa saja yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW saat masih muda. Terlahir sebagai anak Yatim Piatu, namun memiliki pribadi dan sosok yang kuat dan amanah. Kuat dan amanah merupakan dua karakter yang saling berkaitan. Demikian uraian Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH. Nasaruddin Umar dalam dalam sebuah Kajian seusai sholat Subuh di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (30/07/2023) “Sesungguhnya yang paling pantas untuk dipekerjakan adalah orang yang terpercaya (menjaga amanah) dan kuat. Al-amin (orang terpercaya) tanpa Al-Qawiyyu (kuat) tidak menjanjikan, begitupun sebaliknya,” ungkap KH Nasaruddin. KH Nasaruddin menambahkan, antara kejujuran dan kekuatan dapat menimbulkan sinergi, sehingga bisa membentuk suatu kekuatan bagi pemuda dalam memimpin organisasi, ataupun berperan di barisan dakwah. “Sinergi antara al-amin dan al-qawiyyu akan menjanjikan, sehingga jadilah al-amin dan al-qawiyyu, agar memiliki power,” lanjut KH Nasaruddin. Dia mengajak para pemuda untuk meniru Rasulullah SAW yang mendapat gelar Al-amin sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Dia juga memaparkan latar belakang Rasulullah SAW diberi gelar Al-Amin, yaitu saat beliau dimintai pendapatnya terkait pemindahan Hajar Aswad. “Mari kita contoh seorang pemuda yang namanya Muhammad. Beliau sudah mendapat gelar Al-amin saat belum dewasa,” ujarnya. Saat itu terjadi banjir besar di Mekkah. Rasulullah SAW berusia 35 tahun. Kaum Quraisy bermaksud membangun kembali Kabah yang hancur setelah diterjang banjir. Ketika pembangunan Kabah telah selesai, terjadi perselisihan mengenai pihak yang berhak meletakkan Hajar Aswad.

Read More

Zaitun Berkhasiat Cegah Stroke

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Al-Quran menyebut zaitun sebanyak tujuh kali. Dalam surat At-Tin ayat 1-4 disebutkan, “Demi buah ara dan zaitun, demi Gunung Sinai, demi kota keamanan ini. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Rasulullah pun menganjurkan untuk memanfaatkan minyak zaitun karena memiliki banyak khasiat dan dikeluarkan dari pohon yang diberkahi. Dalam sebuah hadist yang diterima dari Abi Darda, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR Abu Dawud). Anjuran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam akan minyak zaitun diamini oleh dunia kedokteran. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialisasi Hematologi Onkologi Medik, Prof dr Zubairi Djoerban, menyebut minyak zaitun atau olive oil memiliki banyak manfaat, di antaranya mencegah stroke dan serangan jantung. Menurut Prof Zubairi, sebuah penelitian ilmiah membuktikan orang yang mengonsumsi minyak zaitun setengah sendok makan per hari risiko Cardiovascular Disease 15 persen lebih rendah dan Coronary Heart Disease 21 persen lebih rendah. “Berkaitan dengan stroke, dari sebuah peninjauan kepada 841.000 orang, terungkap bahwa minyak zaitun adalah satu-satunya sumber lemak tak jenuh tunggal yang berkaitan dengan penurunan risiko stroke dan penyakit jantung,” terang Prof Zubairi, Jumat (28/07/2023) kemarin. Kemudian, dari riset lainnya pada 140.000 peserta, mereka yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko stroke yang jauh lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi.

Read More

Susu Kambing Merupakan Minuman Favourite Rasulullah SAW Konon Bisa Atasi Nyeri Persendian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagian besar masyarakat beranggapan penyakit persendian terjadi seiring dengan bertambahnya usia atau penuaan. Faktanya, penyakit sendi atau persendian juga bisa terjadi karena kurangnya konsumsi makanan tinggi kalsium. Penyebab lain dimungkinkan karena banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan purin. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Desca Medika Hertanto, mengungkapkan rahasia meminimalisir terjadinya nyeri sendi dan pegal linu. Tenaga medis sekaligus kreator digital ini menyarankan masyarakat untuk aktif berolahraga, seperti jogging atau angkat beban. Menurut dr Desca, olahraga secara teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi risiko fraktur sebesar 40 persen. Kemudian, selain olahraga, dr Desca juga menganjurkan untuk menjaga asupan makanan. “Kita sangat perlu menjaga asupan gizi tinggi kalsium dan makanan bergizi tinggi protein seperti ikan dan susu, mencukupi vitamin D, hindari merokok dan minuman alkohol, serta kafein berlebih,” ungkap dr Desca kepada 1miliarsantri.net, Kamis (27/07/2023). Ia pun menyarankan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dengan mengonsumsi susu kambing.

Read More