Beberapa Agenda Lomba Hari Santri Nasional 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peringatan Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Lomba tersebut di antaranya fotografi, film pendek, melukis digital wajah kiai, menulis sya’ir dan nadhom bahasa arab, serta lomba mengajar kitab kuning. Rangkaian lomba ini merupakan kolaborasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Umarsyah mengatakan, perlombaan dalam hari santri kali ingin terus mengedepankan semangat generasi muda dalam berkarya dan berkreasi. “Ini perayaan hari yang kesekian kalinya, tahun 2023 ada pemikiran dan keinginan untuk mengedepankan semangat di balik hari santri,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (15/10/2023). Dia menjelaskan, lomba fotografi dengan subjek potret kehidupan pesantren yang ada di Indonesia pengumpulan karya dilakukan pada 12-19 Oktober 2023. Lalu, untuk lomba melukis digital wajah kyai. Batas pengumpulan dan pengiriman karya lomba melukis digital wajah kiai ini dilakukan pada tanggal 12-19 Oktober 2023. Kemudian ada lomba film pendek tentang kehidupan di pesantren. Batas pengumpulan dan pengiriman karya untuk lomba film pendek pada 18-19 Oktober 2023. Sedangkan lomba mengajar kitab kuning pengumpulan karya pada 11-17 Oktober 2023. Lomba yang tak kalah menarik yaitu Musabaqah Qowaid Al-Fiqhiyyah yang bisa diikuti oleh berbagai kalangan. Untuk link pendaftaran yaitu http://bit.ly/Formulirharisantrinasional. Tanggal penting pada lomba ini yaitu pada tanggal 16 Oktober 2023 grand final, 18 Oktober 2023 Musabaqah, 22 Oktober pengumuman pemenang. 10 peserta terbaik yang lolos putaran grand final akan diundang ke acara puncak Hari Santri 2023 di tugu Pahlawan Surabaya. (rid) Baca juga :

Read More

Revitalisasi Masjid Baiturrahman Semarang Diharapkan Dapat Memberikan Kontrobusi Ekonomi Masyarakat

Semarang — 1miliarsantri.net : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengungkapkan revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang dapat memberikan kontribusi ekonomi kepada daerah dan masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah. “Kami berharap peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan sebagai dampak dari revitalisasi bangunan cagar budaya,” terang Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Cakra Nagara dalam seminar daring yang diikuti di Jakarta, Jumat (13/10/2023). Cakra Nagara menambahkan, terkait dengan pembangunan atau penataan cagar budaya tersebut, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil. Seperti penanganan teknis bangunan cagar budaya, pemanfaatan dan pengelolaannya, serta memberikan wawasan mengenai eksistensi bangunan cagar budaya dalam kontribusi ekonomi. “Penataan bangunan cagar budaya besar sekali manfaatnya, ini menelisik sejarah kita di masa lalu karena seperti halnya yang disampaikan oleh para sejarawan adalah jangan melupakan sejarah. Jadi sejarah ini memberikan semangat kepada kita bagaimana melakukan pembangunan di wilayah tersebut,” tandasnya. Masjid Raya Baiturrahman Semarang sudah menjadi bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Renovasi bangunan dan penataan kawasan pusaka Masjid Baiturrahman dilaksanakan sejak Agustus 2021 dan selesai Agustus 2022 dengan biaya sebesar Rp 92,58 miliar. Penataannya menerapkan konsep bangunan gedung hijau yang dinamis dan modern. “Masjid Baiturrahman merupakan ikon Jawa Tengah, khususnya bagi masyarakat Semarang. Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Semarang sebagai pusat ibadah umat dan pusat edukasi seni budaya serta pendidikan,” lanjutnya. Setelah dilakukan penataan, Masjid Raya Baiturrahman Semarang memberikan kemanfaatan antara lain ada lift dan jalur difabel yang memudahkan para penyandang disabilitas. laman masjid yang dimanfaatkan untuk plaza seperti taman dan penghijauan. Kemudian kemanfaatan lainnya yaitu jalur jamaah masuk masjid lebih banyak, masjid lebih tertata, indah dan nyaman, bangunan tidak kalah dengan bangunan di sekitarnya, dan di luar fungsi ibadah dan pusat kajian maka masjid ini juga menjadi magnet bagi wisata religi. Dalam kesempatan sama, Pengamat perkembangan kota Woerjantari Kartidjo dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan bahwa dua magnet daya tarik kota yakni Masjid Raya Baiturrahman Semarang dan Alun-Alun Simpang Lima Kota Semarang boleh dikatakan menjadi city branding bagi Kota Semarang. “Hal ini tentunya menjadi dasar untuk nantinya menjadi kunjungan destinasi wisata di dalam kota sekitarnya,” ucap Woerjantari Kartidjo. (hud) Baca juga :

Read More

Dompet Dhuafa Gandeng Kaum Milenial Untuk Berwakaf

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemajuan teknologi membawa kalangan milenial cepat mengakses dalam sektor keuangan. Investasi, transaksi hingga bisnis cukup mengakses yang dibutuhkannya melalui internet di gawai. Namun dengan gaya hidup yang dinamis ditambah minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan membuat mereka milenial merasa sulit untuk mengatur keuangan. Maka itu pola finansial kaum millenial harus tertata baik sehingga kemampuan millenial untuk berwakaf dapat naik signifikan. Pada agenda talkshow yang berlokasi di Graha Sawala, Kemenko Perekonomian, pada Rabu (11/10/2023). Turut hadir Urip Budiarto selaku Deputi Direktur Dana Sosial Syariah KNEKS, Nugraha Utama Rasyid selaku Islamic Financial Planner Practitioner, Dwi Irianti Hadiningdyah selaku Direktur Pembiayaan Syariah, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dan Chiki Fawzi selaku Volunteer Dompet Dhuafa dan Bobby P Manulang selaku GM Retail Fundraising Wakaf dipandu oleh Elsa Sandria. “Pola Finansial dan literasi wakaf bagi milenial harus terus dimasifkan, seiring kemudahan berwakaf dan pengelolaan wakaf yang telah mencapai kemajuannya. Salah satu Nazhir yang selama ini menerima dan mengelola imbalan CWLS adalah Dompet Dhuafa. Dengan diterbitkannya CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk) merupakan sebuah bukti bahwa pemerintah melalui Kemenkeu, BI, KNEKS, OJK dll., yang menaruh perhatian khusus untuk mengembangkan potensi wakaf melalui instrumen keuangan negara”, terang Bobby Manulang selaku GM Layanan Donatur & Retail Wakaf. Sebagai contoh, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi yang merupakan aset wakaf Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan dikelola secara profesional oleh Dompet Dhuafa dengan pendanaan berbasis CWLS dari bank-bank syariah, sehingga menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi para mauquf alaih. Di waktu yang sama, Direktur Pembiayaan Syariah, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah menjelaskan instansinya juga turut terlibat dalam pengembangan Wakaf melalui penerbitan instrumen Sukuk Wakaf yaitu Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). “CWLS adalah produk investasi SBSN yang disediakan sebagai alternatif investasi bagi Nazhir (Lembaga yang mengelola wakaf) dalam mengelola wakaf uang dan dana sosial lainnya sebagai upaya mendukung program pemberdayaan ekonomi umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” papar Dwi Irianti Hadiningdyah. Dwi menambahkan, bagi anak-anak muda tidak harus mengeluarkan uang untuk berwakaf, tapi dengan cara yang kreatif dan spiritual. “Kalian bisa menjadi agent chance yang menginformasikan berbagai hal, terutama instrumen-instrumen yang juga diterbitkan oleh pemerintah dalam hal ini oleh kementerian keuangan lebih fokusnya lagi oleh DJPPR yang berupa Cash Waqf Linked Sukuk,” imbuh Dwi. Menurutnya, generasi muda bisa membuat konten-konten mengenai instrumen Sukuk Wakaf yang diterbitkan Pemerintah. Opsi lainnya, generasi muda bisa membuat klub atau komunitas yang didalamnya membahas mengenai bagaimana cara melakukan wakaf yang cerdas kepada masyarakat. “Adik-adik semuanya dengan membuat konten-konten yang bisa mengajak masyarakat untuk melakukan wakaf yang cerdas, dengan demikian kalian bisa membuat amal jariyah tanpa harus mengeluarkan dana,” tandas Dwi. Selain gencar dengan gerakan Sejuta Wakif, Dompet Dhuafa terus mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong untuk merampungkan Pesantren Tahfidz Green Lido, yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 2,6 hektar di daerah Lido, Sukabumi. Proses belajar menghafal Al Quran di E-Tahfidz School Dompet Dhuafa menjadi gambaran program belajar di Pesantren Tahfidz Green Lido nanti. Pesantren terpadu ini ditargetkan melahirkan penghafal Quran yang berkompetensi menjadi dai dan pemimpin umat. Hal sama diutarakan oleh Urip Budiarto, Program ini inisiatif yang sangat baik sekali, memperkenalkan wakaf kepada lingkungan ASN khususnya Kementerian Keuangan dan tentunya juga memperkenalkan juga beberapa produk-produk yang sudah menjadi inovasi hari ini seperti Cash Wakaf Linked Sukuf, juga inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Dompet Dhuafa terdapat green house, wakaf masjid, wakaf pesantren hingga wakaf rumah sakit. “Saya pikir itu cukup baik sehungga rekan-rekan ASN di Kementerian Keuangan ini bisa tercerahkan, terinspirasi dan harapannya juga menjadi partisipator aktif dalam pengembangan wakaf khususnya wakaf produktif di Indonesia. Semoga bisa terus membangun perwakafan di Indonesia dan memberikan kemashlahatan yang terbaik kepada umat,” ungkapnya. Guna meningkatkan literasi terkait wakaf, DJPPR bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, dan KNEKS berkolaborasi mengadakan kegiatan Wakaferse untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, sehingga program wakaf dapat bergulir secara cepat serta bermanfaat untuk masyarakat secara luas. (wink) Baca juga :

Read More

KIBBM Serukan Khatib Jumat Perjuangan Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) meminta para khatib untuk menyampaikan khutbah tentang perjuangan kemerdekaan Palestina. Pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina memiliki landasan kuat dalam UUD 45. “Kepada para tokoh, ulama teurtama, di hari Jumat menganjurkan para asatidz agar mengajak umat dalam khutbah-khutbah untuk berdoa qunut nazilah dan melakukan pembelaan apa yagn bisa diberikan kepada Palestina,” ujar Ketua KIBBM, KH Bachtiar Nasir (UBN), dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/10). UBN menegaskan, masyarakat Indonesia tidak perlu takut untuk bersuara dalam membela Palestina. Hal itu sudah tertera dalam UUD 45. Indonesia sudah berkomitmen untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan di muka bumi. “Indoensia masih dalam prinsip dasarnya bahwa hakikatnya Palestina adalah negara merdeka yang harus diakui kemerdekaannya. Karena itu rakyat Indonesia jangan ragu-ragu, karena kita didukung oleh UUD untuk menyatakan keberpihakan kita kepada Palestina dan rakyatnya, serta hak-hak kedaulatan dan kemerdekaannya,” ujar UBN. Selain itu, UBN juga meminta masyarakat untuk memberikan bantuan moral dan moril kepada bangsa Palestina, terkhusus di Gaza. Itu karena Gaza saat ini tengah digempur dengan blokade ekonomi. Zionis Israel memutus pasokan listrik dan air, dan menghalangi segala bentuk bantuan kemanusiaan. “Rumah-rumah mereka sudah rata dengan tanah, sementara mereka dalam embargo ekonomi dan blokade tetorial,” ujar UBN. “Mudah-mudahan kita juga bisa mengekspresikan keberpihakan kita secara konstitusional, apakah itu dalam bentuk media, media sosial, atau dalam bentuk aksi-aksi yang secara konstitusional, maka kita bersama-sama, bersatu membuktikan keberpihakan kepada Palestina,” ungkap UBN. (Iin) Baca juga :

Read More

Sandiaga Uno : Santri Bisa Wujudkan Kedaulatan Pangan Lewat Teknologi

Bekasi — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap Santri turut mewujudkan kedaulatan pangan dengan memanfaatkan teknologi. Santri bisa menjadi ekosistem ekonomi tersendiri untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut. Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat hadir di Pondok Pesantren Babakan, Ciwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Sandiaga dalam sambutan acara Santri Digitalpreneur mengatakan ada sekitar 5 juta santri di seluruh Indonesia. “Santri harus bisa menciptakan solusi, karena ada 5 juta santri, ada 28 ribu pondok pesantren, salah satunya ada di sini,” terangnya. Sandiaga mengajak mencari solusi kedaulatan sehingga tidak perlu banyak mengimpor produk-produk pangan. “Dengan santri digitalpreneur kita harapkan teknologi akan meningkatkan produksi pangan kita sehingga harga-harga akan murah,” ujar Sandiaga. Melalui program Santri Digitalpreneur Indonesia 2023 hadir di Ponpes Babakan untuk mempersiapkan para santri yang ingin berkontribusi dalam membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di bidang ekonomi digital, sehingga nantinya turut serta dalam mengatasi kedaulatan pangan. Tercatat sebanyak 15 ribu santri berkumpul di area aula Ponpes Babakan, Ciwaringin, Cirebon. Mereka kemudian akan mendapat pelatihan konten kreator dalam empat hari ke depan. “Program santri digitalpreneur rencananya berlangsung 4 hari. Dan setelah itu program ini kita bawa ke tingkat nasional lalu ke tingkat internasional. Kita akan terus berikan pembelajaran materi yang bermanfaat untuk para peserta,“ lanjut Menparekraf. Menparekraf melihat para santri memiliki potensi menjadi digitalpreneur. Ia menyebutkan ada salah seorang santri yang sudah punya channel Youtube sendiri dan aktif membuat konten. Menurutnya, dengan menciptakan digitalpreneur di kalangan santri akan membuka peluang usaha baru. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja di sektor digital. “Santri yang sudah punya channel sendiri tinggal dipoles sedikit lagi dengan bantuan supermentor Thariq Halilintar maka akan bisa menjadi youtuber sukses,” imbuhnya. Lebih lanjut Menparekraf juga mengisahkan bahwa 15 tahun lalu, ia pernah mengunjungi Ponpes Babakan untuk bertemu para kyai generasi ke-8 untuk meminta doa dan dukungan dalam pembangunan jalan tol Cikopo–Palimanan atau jalan tol Cipali. Kini dirinya hadir kembali ke Ponpes ini untuk mengembangkan SDM para santri di ponpes tersebut. “Kita hadir bukan lagi untuk membangun fisik, tapi SDM, yang kita harapkan para santri bisa membawa Indonesia maju, sejahtera, dan makmur,” pungkas Sandiaga. (kom) Baca juga :

Read More

Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2023 Akan Diadakan di Surabaya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Muhammad Ali Ramdhani menuturkan Apel Puncak Hari Santri Nasional 2023 akan digelar di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur pada 22 Oktober 2023. Hal tersebut pasca diluncurkan nya logo dan tema Hari Santri Nasional 2023 oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan sekaligus menjadi tanda dimulainya rangkaian hajat tahunan para santri di seluruh Indonesia, hinggga puncaknya pada 22 Oktober 2023. “Peringatan Hari Santri 2023 mengusung tema Jihad Santri Jayakan Negeri. Apel Puncak Hari Santri 2023, akan berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya. Tahun ini akan menjadi apel yang istimewa dan spesial, karena Insya Allah yang akan menjadi inspektur upacara adalah bapak presiden Joko Widodo,” terang Kang Dhani, sapaan akrab nya kepada 1miliarsantri.net, Senin (09/10/2023). Kang Dhani menambahkan, apel tersebut akan dihadiri sekitar 15 ribu peserta. Panitia juga mengundang beberapa pihak, antara lain Wakil Presiden, para menteri Kabinet Indonesia Maju, para duta besar negara tetangga, Jaksa Agung, Kapolri, pimpinan TNI dan tokoh-tokoh Masyarakat. Menuju acara puncak tersebut, Kemenag juga akan menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri 2023. “Setelah launching ini kami akan menyelenggarakan festival seni dan budaya santri yang kami sebut dengan ‘Festival Mahrojan’,” ungkap Kang Dhani. Festival Mahrojan akan berlangsung di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah mulai 14 hingga 22 Oktober. Ada tiga kegiatan yang akan digelar, yaitu: Pameran Seni Rupa, Malam Gebyar Seni Budaya, serta Melukis Bareng Gus Men dan Gus Mus. Selanjutnya, akan digelar juga Kemandirian Pesantren Expo. “Dalam kegiatan ini, akan melibatkan kampus-kampus Islam Negeri, pesantren penerima bantuan inkubasi bisnis pesantren tahun 2021-2023, dan mitra bisnis pesantren,” ungkap Kang Dhani, sapaan akrabnya. Sebagai bagian dari Kemandirian Pesantren Expo, akan dilakukan juga Kopdar Akbar Kemandirian Pesantren. Kegiatan ini akan melibatkan 300 peserta yang terdiri dari pengasuh dan pimpinan pondok pesantren. “Ada lima titik penyelenggaraan Kopdar Akbar Kemandirian Pesantren ini, yaitu di Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten,” imbuh Kang Dhani. Kang Dhani melanjutkan, sebagai pamungkas, di malam 22 Oktober, Kemenag bekerja sama dengan PBNU mengadakan ‘Shalawat Perdamaian’ di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya. “Majelis tersebut akan mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir Solo dan kemungkinan akan dihadiri sekitar 50.000 masyarakat Surabaya dan sekitarnya,” pungkas Kang Dhani. (rid) Baca juga :

Read More

Cak Anam, Tokoh dan Aktivis NU Meninggal Dunia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kabar duka datang dari Jawa Timur. Choirul Anam atau akrab disapa Cak Anam, mantan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sekaligus pendiri Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (09/10/2023). Semasa hidup Cak Anam juga dikenal sebagai aktivis NU dan Ketua PKB Jatim pertama. Cak Anam juga dikenal sebagai penggagas Museum Nahdlatul Ulama (NU) yang kini berdiri di Kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang berhadapan dengan Masjid Nasional Al Akbar kawasan Gayungsari, Surabaya. Pantauan di rumah duka kawasan Kutisari Indah Barat, Surabaya, jenazah disemayamkan dan disalati dua dua tempat yaitu rumah duka dan Masjid Jamin Kibar (Jamaah Muslimin Kutisari Indah Barat). Sebelumnya dikabarkan, Cak Anam sering keluar masuk Rumah Sakit. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di tanah kelahiran, Jombang Jawa Timur. Almarhum dimakamkan di dekat makam ibundanya di Desa Kemirigalih, Sawiji, Jombang, Jawa Timur. Ratusan karangan bunga dari tokoh dan kolega juga tertata rapi di rumah dua. Di antaranya dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, PW Muslimat NU Jatim serta para politisi Senayan maupun kiai dan tokoh agama. Almarhum lahir di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 30 September 1954. Ia wafat pada usia 69 tahun. Kondisi kesehatan almarhum beberapa tahun terakhir memang terlihat menurun, hingga harus mendapatkan perhatian medis. Sejak mahasiswa, almarhum sangat aktif di organisasi intra maupun ekstra kampus. Di organisasi ekstra, ia tercatat sebagai kader PMII. Cak Anam juga dikenal aktif berkhidmah di Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan pernah menjadi ketua PW GP Ansor Jawa Timur. Selain menjadi aktivis NU, almarhum cukup produktif menulis. Pengetahuan terkait jurnalistik ia tekuni sejak tahun 1978, ia kerap mengikuti pelatihan jurnalistik dan pers kampus. Cak Anam juga menjadi Pendiri sekaligus Dewan Kurator Museum NU di Surabaya. Pada April-Juni 1982 diutus oleh KH Achmad Sjaichu untuk mengikuti Course Regional Islamic Da’wah Council of South east Asia and the Pasific di Universitas Teknologi Malaysia di Kuala Lumpur. Dan di akhir 1982 bergabung sebagai wartawan majalah mingguan. Di bidang politik, Cak Anam pernah menakhodai Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) antara kurun waktu 2005-2015. (har) Baca juga :

Read More

Pelatihan Life Savers FIMA Di Masjid Istiqlal, Dihadiri Jusuf Kalla Ketua DMI

JAKARTA – 1miliarsantri.net : Pelatihan Life Savers dalam rangka puncak peringatan Hari Jantung sedunia diselenggarakan oleh FIMA di Masjid Istiqlal Jakarta, dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Jusuf kalla Wakil Presiden ke-X dan XII, selalu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ahad 23 Rabiul Awal 1445 H / Minggu 8 Oktober 2023. dr. Fakhri Haidar Anis, Ketua Panitia Pelaksana Life Savers dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini adalah puncak dari Peringatan Hari Jantung Sedunia Tahun 2023.” Kegiatan ini diikuti oleh 300 peserta, terbuka untuk umum, peserta dari berbagai elemen masyarakat dan profesi. Berlangsung serentak di 22 negara, jelas Fakhri sambil berujar “Save a life” dan dijawab oleh para peserta “save a mankind”. Sementara itu Dr. Mulawarman mewakili Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menegaskan, “Masjid menjadi agen penyelamat bagi seluruh manusia, bahwa Islam itu Rahmatan Lil’alamin”. sesuai Surah Al Maidah ayat 32 yang dibacakan oleh sari tilawah saat acara ini dimulai. Mulawarman menambahkan, acara seperti ini dibutuhkan oleh Masjid Istiqlal, karena banyaknya pengunjung bisa saja terjadi henti jantung atau henti napas. Pelatihan ini terutama untuk para pengelola Masjid khususnya para Satpam dan petugas keamanan lainnya. Sekjen FIMA, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, dalam sambutannya mengungkapkan, “22 Negara terlibat dalam kegiatan ini, dan ada 500 Masjid ikut aktif dalam pelatihan ini.” Yang luar biasa adalah di UK, negeri yang mayoritas non Muslim, terdapat 120 masjid yang berpartisipasi menyelenggarakan pelatihan ini dan mengajarkan Save Life atau bantuan hidup dasar, jelas Ginanjar menambahkan. Jusuf kalla dalam sambutannya sebagai Ketua DMI, “Saya berterima kasih dan bangga dengan segala upaya dari berbagai pihak untuk keamanan dan kenyamanan dalam Masjid.” Masjid banyak pengunjung dan jamaah terutama para orang tua, sehingga merasa nyaman berada di masjid tanpa harus diantar oleh anak atau keluarganya, ujar JK mengakhiri sambutannya sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Life Savers. Prof. dr. Jurnalis Udin, PAK dalam sambutannya dipenghujung acara seremonial pembukaan Pelatihan Life Savers, Founder FIMA & Penasehat IIMA, itu memaparkan tentang awal mula berdirinya FIMA, “10 negara mendirikan FIMA di Orlando AS. “ “Terima kasih atas pelatihan basic life support bagi masyarakat awam”. “Pelajari sebaik-baiknya apa yg diberikan, dengan cara yang baik dan benar dapat menyelamatkan orang lain dan menjadi amal soleh” Tutup Prof Jurnalis. **(thamrin/red)

Read More

Menag Luncurkan Logo Hari Santri Nasional 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan logo peringatan Hari Santri Nasional 2023 dengan mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Rilis logo dan tema ini berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (06/10/2023) Acara tersebut dihadiri perwakilan ormas Islam, beberapa pengasuh dan santri pesantren, para pejabat Eselon I, II, dan III Kementerian Agama, serta para Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama. “Pada peringatan tahun ini, kita usung semangat Jihad Santri Jayakan Negeri. Melalui tema ini, kami ajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual di era transformasi digital,” terang Menag Yaqut. Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan penjajah, hingga memuncak pada perlawanan 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional. Menurut Menag, tema Jihad Santri Jayakan Negeri dapat dimaknai secara historis dan kontekstual. Secara historis, tema ini ingin mengingatkan bahwa para santri memiliki andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober itu mengacu pada Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Kiai Hasyim Asyari. Resolusi Jihad itu berisi seruan kepada seluruh masyarakat agar berjuang menolak dan melawan penjajah. Bahkan dikatakan bahwa berperang melawan penjajah adalah kewajiban setiap individu (fardlu ‘ain) bagi yang berjarak 94 km dari kedudukan musuh,” tegas Yaqut.. Secara kontekstual, “Jihad Santri Jayakan Negeri” menegaskan bahwa santri terus berkontribusi aktif dalam memajukan negeri. Dikatakan Yaqut, makna jihad secara kontekstual tidak selalu identik dengan berperang angkat senjata. “Jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital,” imbuhnya. Santri, lanjut Yaqut, adalah teladan dalam menjalani jihad. Dengan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan, mereka memperdalam ilmu dan menyebarkan cahaya. Mereka juga ikut mengisi ruang-ruang digital untuk penguatan literasi keagamaan yang moderat berdasarkan prinsip Islam rahmatan lil alamin. Ada juga jihad di bidang ekonomi, dan para santri harus berdiri di depan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Termasuk juga jihad politik, di mana para santri harus menjadi teladan dalam momentum demokrasi, memilih pemimpin secara rasional dan terbaik. Jangan memilih pemimpin yang ambisius dan suka menggunakan politik identitas saat kampanye. “Dalam momentum politik tahun depan, saya minta santri harus solid dalam satu barisan. Jaga kesejukan, kerukunan, dan jauhi orang-orang yang menggunakan agama untuk kepentingan praktis,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Tujuh Rekomendasi Mitigasi Risiko Haji Khusus Yang Dihasilkan Kemenag

Jakarta — 1miliarsantri.net : Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji khusus 1445 H/2024 M. Kegiatan bertajuk Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus itu dilaksanakan di Depok, Jawa Barat. Dalam materinya, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin menyampaikan perlunya persiapan ibadah haji khusus lebih awal. Menurut dia, mitigasi ini dipersiapkan karena akan ada kebijakan baru yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi tahun ini. “Saat ini ada banyak kebijakan baru dari Arab Saudi yang harus diketahui. Pemerintah dan PIHK harus segera merespons, menyiapkan diri agar dalam pelaksanaan haji tahun 1445H dapat berjalan dengan lancar,” terang Nur Arifin dalam keterangan yang diterima 1miliarsantri.net, Jumat (06/10/2023) Nur Arifin menegaskan, kegiatan mitigasi risiko penyelenggaraan ibadah haji khusus penting dilaksanakan. Kepada para pimpinan asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), diharap dapat memberikan masukan sebagai bagian dari identifikasi masalah haji khusus. “Potensi masalah yang akan muncul segera kita petakan, agar dapat dipersiapkan alternatif solusinya. Sehingga, mitigasi risiko menjadi bagian penting dari penyelenggaraan ibadah haji khusus,” lanjutnya. Kegiatan tersebut diikuti 11 pimpinan asosiasi PIHK, perwakilan PIHK, kementerian lain terkait, serta peserta internal Kementerian Agama (Kemenag). Adapun narasumber berasal dari Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah yang disampaikan oleh Staf Teknis Haji, Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, serta Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus. Kegiatan diskusi kelompok terarah ini lantas menghasilkan tujuh rekomendasi pokok, yaitu: Surat tersebut lantas dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan antara Kementerian Agama, Asosiasi PIHK, KUH Jeddah dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Baca juga :

Read More