Jika Hizbullah Berulah, Menhan Israel Ancam Akan Jadikan Lebanon Seperti Gaza

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperingatkan Hizbullah bahwa melancarkan perang akan mengakibatkan kehancuran yang luas di Lebanon. Kondisi serupa dengan yang terjadi di Gaza bisa terjadi pula di Lebanon. “Jika Hizbullah melakukan kesalahan seperti ini di sini, pihak yang akan menanggung dampaknya adalah warga Lebanon yang pertama dan terutama. Apa yang kami lakukan di Gaza, juga bisa kami lakukan di Beirut,” ujar Gallant kepada tentara di perbatasan utara Israel dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantornya. Pemimpin Hizbullah yang berkuasa di Lebanon Hassan Nasrallah mengatakan sebelumnya, kelompok bersenjatanya telah menggunakan senjata jenis baru dan menyerang sasaran baru di Israel dalam beberapa hari terakhir. Hizbullah telah menggunakan rudal yang dikenal sebagai Burkan, yang menggambarkan muatan bahan peledaknya antara 300 hingga 500 kilogram. Dia juga mengonfirmasi bahwa kelompok tersebut telah menggunakan senjata drone untuk pertama kalinya. “Hizbullah berjanji bahwa front di selatan melawan musuh bebuyutannya akan tetap aktif. Nasrallah sebelumnya mengatakan, ada kemungkinan pertempuran di front Lebanon berubah menjadi perang besar-besaran. Front ini akan tetap aktif,” janjinya. Dalam penyataan terbaru, Nasrallah menegaskan ada peningkatan dalam operasi Hizbullah di sepanjang garis depan dengan Israel. “Terdapat peningkatan kuantitatif dalam jumlah operasi, ukuran dan jumlah sasaran, serta peningkatan jenis senjata,” kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi.

Read More

Astronom Temukan Benua Tertua di Bima Sakti

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bumi diduga bukan satu-satunya pemilik benua dan konsekuensinya; kehidupan, di galaksi Bima Sakti. Menurut penelitian baru, benua tertua berpotensi telah muncul 5 miliar tahun sebelum bumi. Artinya, ada banyak dunia di Bima Sakti yang menampung kehidupan alien yang lebih maju dari kita. Hipotesisnya berasal dari pendapat umum para ahli astrobiologi, bahwa sebuah planet perlu memiliki ciri-ciri tertentu untuk mendukung kehidupan. Di antaranya, oksigen di atmosfernya yang melindungi organisme dari radiasi berbahaya, dan air cair sebagai permulaan kehidupan. Meskipun kehidupan tidak sepenuhnya memerlukan daratan yang luas, sejarah bumi menunjukkan bahwa daratan penting agar kehidupan bisa berkembang dan bertahan dalam jangka waktu lama. Jadi, jika sebuah planet ekstrasurya memiliki benua sebelum Bumi, maka kemungkinan ada kehidupan yang lebih tua dan lebih maju di dunia tersebut. Hipotesis itu mengarahkan Jane Greaves, astronom Universitas Cardiff di Inggris untuk menjawab pertanyaan penting; Kapan benua pertama kali muncul di sebuah planet di galaksi kita? Melalui penelitiannya, Greaves menemukan benua dan kehidupan mungkin telah muncul 4 – 5 miliar tahun sebelum Bumi di dua planet ekstrasurya. “Jika kehidupan di planet lain memiliki permulaan 5 miliar tahun, maka ia berpotensi menampung kehidupan yang lebih berevolusi daripada kita,” tulis Greaves dalam hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Research Notes of the American Astronomical Society edisi September 2023. Begini ceritanya. Benua terbentuk akibat lempeng tektonik, yaitu pergerakan lempeng batuan yang mengapung di atas lelehan bagian dalam suatu planet. Panas dari inti planet mencegah magma mengeras dan menghentikan pergerakan benua. Panas tersebut berasal dari unsur-unsur radioaktif seperti uranium-238, thorium-232, dan potasium-40 di inti planet, yang terus mengeluarkan energi. Sebagian besar unsur radioaktif tersebut berasal dari peristiwa bencana kosmik, seperti ledakan supernova dan tabrakan antara bintang raksasa yang mati atau bintang neutron. Jejak unsur-unsur tersebut bisa dideteksi dalam panjang gelombang cahaya yang dipancarkan bintang. Dalam penelitian barunya, Greaves menggunakan tingkat uranium-238 dan potasium yang ada di bintang-bintang terdekat, ditambah usia bintang yang diukur oleh satelit Gaia Badan Antariksa Eropa (ESA). Dengan unsur tersebut, Greaves memperkirakan kapan sebuah planet berbatu di sekitar masing-masing bintang itu cukup panas untuk munculnya lempeng tektonik. Dia menemukan, benua pertama harusnya terbentuk di sekitar bintang mirip matahari pada 2 miliar tahun sebelum lempeng tektonik bumi muncul. Benua tertua dari bintang terdekat berada di sekitar bintang HD 4614, yang berjarak 20 tahun cahaya dari Bumi.

Read More

Ingin Kuasai Jagad Maya, Israel Bangun Digital Dome untuk Perang di Sosial Media

Tel aviv — 1miliarsantri.net : Ribuan sukarelawan di Israel menjaring akun daring dan media sosial untuk mencari berita palsu dan misinformasi seputar perang negara tersebut dengan Hamas. Mereka ini yang menghadapi pertempuran lain dengan berada di dalam Digital Dome. Sejak konflik meningkat sebulan yang lalu, kebohongan, ketidakbenaran, dan disinformasi telah memicu konflik di seluruh dunia. Misinformasi dan gambar fotorealistik palsu yang dibuat oleh AI mengenai perang tersebut diedarkan dan dibagikan kembali di media sosial, memicu emosi dan kemarahan yang kuat dari kedua sisi. Untuk melawan perang informasi di dunia maya, sebuah organisasi pemantau disinformasi yang berbasis di Israel yang bernama FakeReporter menjalankan ruang perang yang dikelola oleh 2.500 sukarelawan di seluruh Israel. Tim ini didirikan oleh tim peneliti, aktivis, dan pakar Open Source Intelligence (OSINT). Para relawan menandai dan melaporkan konten yang dinilai mencurigakan, jahat, dan vulgar ke platform itu sendiri. FakeReporter juga membantah narasi yang menyesatkan di media sosial. Kepala komunikasi FakeReporter Yotam Frost mengatakan, perang antara Israel dan Hamas melampaui medan pertempuran, itu terungkap setiap hari di media sosial. “FakeReporter telah mengamati peningkatan disinformasi yang mengkhawatirkan, khususnya di X. Saat ini, melatih pemikiran kritis sangatlah penting untuk membedakan antara fakta dan opini,” ungkapnya dikutip dari AlArabiyah. Saat ini, organisasi itu telah melihat banyak contoh dengan beredarnya postingan palsu dan penuh kekerasan di X. Dalam banyak kasus, komunitas memberikan konteks yang tepat melalui catatan komunitas. “Hanya saja, meskipun sudah jelas bahwa postingan tersebut palsu, postingan tersebut tidak akan dihapus. Keputusan ini mencerminkan pilihan strategis X dan platform sosial lainnya,” kata Frost. Kondisi itu yang membuat FakeReporter dan pejabat senior di komunitas teknologi tinggi Israel menciptakan “Digital Dome” atau sebuah platform digital untuk melindungi publik dari konten berbahaya. “Inovasi ini bergantung pada kombinasi teknologi Kecerdasan Buatan dan laporan dari pengguna di semua platform, yang bertindak sebagai ‘mata di lapangan’,” ujarnya. Frost menyatakan, konsekuensi dari disinformasi dan misinformasi sangat besar. “Mereka menimbulkan ancaman serius terhadap demokrasi, melemahkan ketahanan sosial dan meningkatkan stres, kecemasan, kebencian, dan ekstremisme,” imbuhnya. Menurut Frost, perputaran informasi dapat dengan mudah mempengaruhi proses militer, politik, dan diplomatik serta pengambilan keputusan yang sebenarnya. Ancaman tersebut lebih dari sekedar disinformasi karena menyerang fondasi masyarakat demokratis dan kemampuan individu untuk melakukan debat yang rasional dan berdasarkan fakta.

Read More

Begini Cara Warga Gaza Atasi Krisis Air dan Bahan Bakar

Gaza — 1miliarsantri.net : Terlihat salah satu warga bernama Basma Adwan duduk di depan tungku kayu buatan sang suami, Abd Rabbo, di rumah mereka di kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Tungku kayu itu merupakan alternatif yang dibuat Abd Rabbo untuk mengakali krisis bahan bakar dan gas untuk memasak. Kompor yang terbuat dari setengah tong (wadah besi) dan kompor tradisional menjadi alternatif yang digunakan mayoritas masyarakat Gaza saat ini. Mereka tidak kehilangan akal untuk tetap bertahan di Tanah Gaza. Hari Basma dimulai dengan sinar pertama hari itu. Usai salat subuh, suaminya menyalakan potongan kayu bakar dari pohon zaitun dan jeruk di bawah kompor, siap menyiapkan sarapan untuk sekitar 25 penyintas dari utara Jalur Gaza, seperti halnya mayoritas rumah di bagian selatan. Basma dan suaminya adalah kepala sekolah. Pembantaian di Jalur Gaza membuat mereka kehilangan pekerjaan. Sekitar 215 sekolah telah diubah menjadi pusat penyintas, yang sebagian besar berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Mayoritas rumah dan sekitar 128 pusat penyintas di Kota Rafah serta Khan Yunis, Gaza Selatan dipenuhi ratusan ribu penyintas. Abd Rabbo mendaur ulang tong bekas menjadi kompor. Dia memanfaatkan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk kompor tersebut dan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti memasak dan sekadar minum the hangat. Kompor itu juga digunakan untuk menyediakan roti. Para penyintas juga tak kehilangan akal untuk mengatasi krisis air bersih. Misalnya Abu Ayoub. Dia memompa air asin di sebuah sumur dekat untuk didesalinasi. Dia memanfaatkan sebuah truk sebagai mesin agar proses pengubahan air asin menjadi tawar bisa dilakukan.

Read More

Beberapa Pihak Yang Mendukung Benjamin Netanyahu

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Pada Desember 2022, Benjamin Netanyahu kembali naik ke tampuk kekuasaan dalam pemerintahan Israel. Kali ini, Netanyahu menggandeng partai-partai sayap kanan garis keras untuk membentuk koalisi pemerintah. Pemerintahan Netanyahu kali ini dianggap sebagai pemerintahan sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel. Ketika membentuk kabinet, Netanyahu menempatkan tokoh-tokoh ekstremis pro-pemukim Yahudi. Hal ini menyebabkan para pemukim ilegal Yahudi seperti mendapatkan angin segar untuk memperluas permukiman dan menindas warga Palestina. Ada beberapa menteri kabinet Netanyahu yang menjadi biang kerok atas meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. Jajaran menteri biang kerok tersebut antara lain Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich yang bernaung di bawah Kementerian Pertahanan. Dilansir Times of Israel, posisi Smotrich di Kementerian Pertahanan akan memberinya wewenang atas urusan sipil di Tepi Barat, termasuk pembangunan pemukiman. Sebagai pendukung setia permukiman, Smotrich mendesak untuk memperluas kedaulatan Israel atas Tepi Barat, sejalan dengan ideologi agama dan keamanan yang berpusat pada mempertahankan kendali Yahudi atas Tanah Israel yang disebutkan dalam kitab suci mereka. Kemudian ada Menteri Misi Nasional, Orit Strock. Kementerian yang baru dibentuk ini memiliki sejumlah kekuasaan atas permukiman di Tepi Barat, dinas nasional, dan akademi pra-militer. Menteri ini juga memisahkan departemen-departemen dari kementerian lain yang menangani identitas Yahudi dan budaya Yahudi, dengan seorang pejabat kementerian juga bertugas sebagai anggota panel perencanaan nasional dan lokal. Netanyahu menunjuk Meir Porush sebagai menteri Yerusalem, tradisi dan Gunung Meron. Kementerian tersebut diubah namanya dari Kementerian Yerusalem dan Warisan dengan kesepakatan koalisi yang menyatakan kementerian tersebut sekarang fokus pada penguatan tradisi Yahudi, memperdalam pengetahuan dan hubungan seluruh bagian masyarakat Israel dengan tradisi dan memajukan proyek-proyek terkait. Porush sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri perumahan dan pendidikan. Tokoh politis yang paling kontroversial, Itamar Ben-Gvir juga bergabung dalam jajaran kabinet Netanyahu sebagai menteri keamanan nasional. Kementerian Keamanan Nasional yang baru dibentuk memiliki kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya atas Kepolisian Israel. Kesepakatan koalisi partai Ben-Gvir dengan Likud juga memberinya wewenang untuk mengambil alih pengawasan langsung seluruh Polisi Perbatasan, termasuk unit-unit di Tepi Barat yang saat ini berada di bawah wewenang Kementerian Pertahanan. Koalisi pemerintahan sayap kanan Netanyahu telah menyebabkan peningkatan kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. Pada Agustus 2023, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, kasus yang melibatkan pemukim Israel di wilayah pendudukan Palestina tahun ini meningkat cukup tajam, yakni sebesar 39 persen. Dalam enam bulan terakhir, PBB mendokumentasikan 591 kasus. “Itu rata-rata 99 insiden setiap bulan dan meningkat 39 persen dibandingkan dengan rata-rata bulanan sepanjang tahun 2022, yaitu 71 (kasus),” kata Juru Bicara OCHA Jens Laerke. Laerke mengungkapkan, jumlah kasus kekerasan yang dilakukan pemukim Israel pada 2022 sebenarnya menjadi yang tertinggi sejak OCHA mulai melakukan pencatatan pada 2006. Laerke mengatakan, dalam dua tahun terakhir, setidaknya 399 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat kekerasan pemukim. Para pemukim menargetkan tujuh komunitas yang terlibat dalam penggembalaan melintasi wilayah Palestina yang diduduki. Laerke menyebut, tiga dari tujuh komunitas tersebut, yakni Al Baqa’a, Khirbet Bir al’Idd, dan Wedadiye, telah benar-benar dikosongkan karena kekerasan. Sementara komunitas lainnya hanya memiliki beberapa keluarga tersisa.

Read More

RS Al Quds Terpaksa Menghentikan Operasional Pelayanan nya

Gaza — 1miliarsantri.net : Rumah sakit Al-Quds di Kota Gaza menghentikan “sebagian besar operasinya” setelah kehabisan bahan bakar dan pengeboman Israel setiap hari di sekitar kompleks rumah sakit. Rumah sakit yang terletak di Tal al-Hawa itu dikelola Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS). PRCS mengatakan rumah sakit tersebut terpaksa menghentikan sebagian besar layanannya. “Untuk menjatah bahan bakar dan memastikan layanan tingkat dasar dalam beberapa hari ke depan,” terang PRCS seperti dikutip dari Aljazirah, Kamis (9/11/2023). Rumah sakit itu mematikan generator utamanya dan kini hanya beroperasi dengan generator yang lebih kecil agar bisa memberikan layanan dasar dan listrik selama dua jam per hari untuk pasien dan 14 ribu orang yang terpaksa mengungsi ke sana. Bangsal operasi dan pabrik oksigen telah ditutup. “Kami membicarakan tentang peluru sekitar 15 meter dari gedung rumah sakit. Sebagian besar gedung di sekitar rumah sakit hampir hancur seluruhnya. Pengeboman semakin dekat ke rumah sakit, dan kami khawatir serangan langsung ke rumah sakit,” kata juru bicara PRCS Nebal Farsakh. Sebagian besar jalan menuju Rumah Sakit Al-Quds ditutup, memaksa petugas medis dengan ambulans mengambil satu rute yang terjal dan tidak beraspal untuk menjangkau para korban. “Kami memiliki sekitar 500 pasien di dalam rumah sakit. Kami memiliki 15 pasien di ICU. Mereka terluka dan menggunakan alat bantu pernapasan. Kami memiliki bayi yang baru lahir di inkubator. Kami memiliki 14.000 orang yang mengungsi, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak,” kata Farsakh. Ia mengatakan PRCS “kehabisan pilihan.” Farsakh menambahkan selama dua pekan mereka berulang kali memperingatkan “pasokan bahan bakar akan habis jika pasukan pendudukan Israel terus menolak untuk mengizinkan bahan bakar masuk ke Jalur Gaza”. Israel memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza dua hari setelah perang dimulai pada 7 Oktober, memperketat blokade yang sudah berlangsung sejak 2007 dan sangat membatasi masuknya bantuan, makanan, air, listrik dan bahan bakar.

Read More

Tercatat Sebanyak 526 Truk Bantuan Masuki Gaza, Namun tak Diizinkan Bawa Bahan Bakar

Rafah — 1miliarsantri.net : Sebanyak 526 truk yang membawa sejumlah bahan dan bantuan kemanusiaan telah memasuki wilayah Gaza melalui penyeberangan perbatasan Rafah. Namun dari total bantuan, masih belum ada bahan bakar di antara kargo tersebut. Hal tersebur disampaikan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam sebuah taklimat. “Ini menjadikan jumlah truk yang masuk ke Gaza melalui Rafah sejak 21 Oktober mencapai 526 truk, sekaligus menjadi pengingat bahwa sampai hari ini belum ada bahan bakar yang masuk ke Gaza melalui Rafah,” terangnya. Dujarric juga mengatakan bahwa pihak berwenang Mesir setuju untuk mengerahkan unit teknis PBB, yang akan bertindak dalam kapasitas kemanusiaan dan memberikan dukungan penasihat kepada Bulan Sabit Merah Mesir. Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Zeid mengatakan hambatan yang diciptakan oleh Israel dan aktivitas pihak Israel terkait pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza menyulitkan bantuan tersebut untuk sampai ke daerah kantong Palestina tersebut.

Read More

Setidaknya Jumlah Warga di Wilayah Gaza Yang Meninggal diangka 10ribu

Gaza — 1miliarsantri.net : Pengeboman Israel di Jalur Gaza telah berlangsung selama hampir satu bulan. Pejabat kesehatan di Gaza pada Senin mengatakan, setidaknya 10.022 warga Palestina, termasuk 4.104 anak-anak telah gugur akibat pengeboman Israel. Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan, puluhan orang gugur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza dan lebih jauh ke selatan di lingkungan Gaza seperti Zawaida dan Deir Al-Balah pada Ahad (5/11/2023) malam. Televisi Al-Aqsa yang mengutip sumber-sumber medis mengatakan, sedikitnya 75 warga Palestina tewas dan 106 luka-luka dalam serangan itu. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan, delapan orang wafat dalam serangan udara semalam di rumah sakit kanker Rantissi di Kota Gaza. Para pemimpin badan PBB menuntut gencatan senjata kemanusiaan ketika perang di Gaza telah berlangsung selama hampir sebulan. Seluruh penduduk di Gaza terkepung, dan mereka tidak memiliki akses terhadap kebutuhan penting. “Seluruh penduduk terkepung dan diserang, tidak diberi akses terhadap kebutuhan penting untuk bertahan hidup, rumah, tempat penampungan, rumah sakit, dan tempat ibadah mereka dibom. Ini tidak bisa diterima,” kata para pemimpin PBB dalam pernyataan bersama. Ke-18 badan PBB yang mendesak gencatan senjata antara lain Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths. Seorang jurnalis Reuters di Jalur Gaza menggambarkan pengeboman dari udara, darat dan laut pada Ahad (5/11/2023) malam. Ini adalah salah satu pengeboman yang paling intens sejak Israel melancarkan serangannya. Perang Palestina-Israel terbaru dimulai pada 7 Oktober 2023 ketika Hamas memulai Operasi Badai Al-Aqsa terhadap Israel. Hamas melancarkan serangan mengejutkan dengan menembakkan ribuan roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara. Hamas mengatakan, serangan ini merupakan tanggapan keras atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur oleh pemukim Yahudi, dan meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Israel dibuat kewalahan dengan operasi mendadak Hamas yang menggunakan taktik jenius.

Read More

Sebagian Besar Wilayah Gaza Tak Ubahnya Berubah Menjadi Kuburan Anak-anak

Gaza — 1miliarsantri.net : The Washington Post melaporkan kisah Youssef Sharaf (38 tahun) yang tetap memilih bertahan di Jalur Gaza. Dia sedang membagikan makanan kepada para pengungsi dari Gaza pada 25 Oktober ketika menerima panggilan telepon tentang serangan Israel terhadap menara tempat tinggal keluarganya. Sejak saat itu hingga saat ini, dia telah berusaha untuk menemukan jenazah keempat anaknya yang terkubur di bawah rumahnya yang hancur di Kota Gaza, tempat orang tua dan istrinya terbunuh, begitu pula ketiga saudara laki-laki, dua saudara perempuan, dan paman. Sharaf kehilangan ketiga putrinya di bawah reruntuhan, Malak (11 tahun), Yasmine (6 tahun), dan Nour (3 tahun), serta putra satu-satunya Malik (10 tahun). Dia mengatakan kepada Washintong Post, sekitar 30 kerabatnya tinggal bersama dengan harapan mendapatkan keselamatan. “Semua keluarga adalah warga sipil dan mencari kehidupan sederhana. Kami pikir kami tinggal di tempat yang aman. Dapatkah Anda membayangkan rasa sakit saya?” Kakak laki-laki Sharaf yang baru saja melahirkan seorang anak setelah 16 tahun menunggu, dibunuh bersama istri dan anaknya, begitu pula 13 keponakan, termasuk Lana (16 tahun), Hala (11 tahun), Jana (9 tahun), Juri (6 tahun), dan Tulin (4 tahun), Karim (2 tahun), dan Obaida yang usianya tidak lebih dari satu tahun. Komite Hak Anak PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyerukan gencatan senjata bahwa “tidak ada pemenang dalam perang yang menewaskan ribuan anak.” James Elder, juru bicara UNICEF, mengatakan dalam sebuah konferensi pers, “Gaza telah menjadi kuburan bagi anak-anak. Semua orang di sana hidup di neraka.” Ahmed Al-Farra, kepala departemen pediatrik di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis di Gaza selatan, menegaskan, apa yang dapat dilakukan dokter untuk menyelamatkan nyawa anak-anak ketika mereka mengangkut orang yang terluka ke rumah sakit semakin berkurang setiap hari. Anak-anak tiba dari lokasi penyerangan dengan luka yang mengerikan, luka di bagian tubuh yang terpotong, luka pecahan peluru, luka bakar parah, dan pendarahan dalam akibat kekuatan ledakan. Di tiga rumah sakit di berbagai wilayah Gaza, para dokter mengaku belum pernah melihat anak-anak menderita luka yang begitu mengerikan sebelumnya. Hossam Abu Safiya, seorang dokter di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, mengatakan, “Saya telah bekerja di sini lebih lama lagi. dari 25 tahun dan saya telah melihat semua perang tersebut. Namun perang ini berbeda,” jelasnya.

Read More

RS Indonesia di Gaza Tak luput Dari Serangan Zionis Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Puluhan korban gugur dan luka-luka akibat pemboman Israel masih terus dilakukan dan dibawa ke Rumah Sakit Indonesia, walau RS yang pembangunannya diinisiasi MER-C ini sudah tak bisa beroperasi karena kehabisan bahan bakar dan energi akibat serangan beruntun yang dilakukan zionis Israel. “Kami memiliki beberapa informasi baru mengenai terhentinya kegiatan operasional yang terjadi di dekat Rumah Sakit Indonesia. Kami menerima lebih dari 50 orang tewas dan terluka dalam pemboman Israel baru-baru ini. 40 persen dari mereka yang terbunuh dan terluka dalam pengeboman tersebut adalah anak-anak,” terang Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Atef al-Kahlout, berbicara kepada Aljazirah, Jumat (4/11/2023) dini hari. Al-Kahlout menambahkan generator utama rumah sakit Indonesia telah berhenti 48 jam yang lalu. Kini pihaknya mengalami kekurangan tenaga medis yang parah. “Karena itu, saya memohon kepada masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan kepada konvoi medis yang dijadwalkan berangkat besok menuju penyeberangan Rafah,” harapnya. Sementara itu, pihak militer Israel telah mengkonfirmasi bahwa “pesawatnya telah menghantam sebuah ambulans” di Gaza. Militer mengklaim bahwa pesawat itu digunakan oleh pejuang Hamas. Sementara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan konvoi ambulans tersebut, akan sedang mengangkut pasien warga sipil yang terluka ke perbatasan Rafah dengan Mesir. Seorang juru bicara Kementerian juga mengatakan sebelumnya bahwa Palang Merah telah diberitahu bahwa konvoi medis ambulans akan meninggalkan Rumah Sakit al-Shifa, sebelum diserang. Namun akhirnya konvoi ambulance membawa pasien luka ke perbatasan Rafah tersebut, harus hancur terkena bom Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Jumat (03/11/2023) menyerukan “penghormatan penuh terhadap hukum internasional,” menekankan bahwa rumah sakit tidak boleh dijadikan sasaran serangan, menyusul laporan serangan Israel di gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Saat menanggapi pertanyaan wartawan tentang kemungkinan PBB menyusun rencana menegakkan hukum internasional dan mencegah serangan Israel ke fasilitas kesehatan, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan pihaknya akani terus menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional.

Read More