Sebagian Besar Wilayah Gaza Tak Ubahnya Berubah Menjadi Kuburan Anak-anak

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : The Washington Post melaporkan kisah Youssef Sharaf (38 tahun) yang tetap memilih bertahan di Jalur Gaza. Dia sedang membagikan makanan kepada para pengungsi dari Gaza pada 25 Oktober ketika menerima panggilan telepon tentang serangan Israel terhadap menara tempat tinggal keluarganya.

Sejak saat itu hingga saat ini, dia telah berusaha untuk menemukan jenazah keempat anaknya yang terkubur di bawah rumahnya yang hancur di Kota Gaza, tempat orang tua dan istrinya terbunuh, begitu pula ketiga saudara laki-laki, dua saudara perempuan, dan paman.

Sharaf kehilangan ketiga putrinya di bawah reruntuhan, Malak (11 tahun), Yasmine (6 tahun), dan Nour (3 tahun), serta putra satu-satunya Malik (10 tahun). Dia mengatakan kepada Washintong Post, sekitar 30 kerabatnya tinggal bersama dengan harapan mendapatkan keselamatan.

“Semua keluarga adalah warga sipil dan mencari kehidupan sederhana. Kami pikir kami tinggal di tempat yang aman. Dapatkah Anda membayangkan rasa sakit saya?”


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca