Sejumlah Fakta Zionisme Israel Ingin Melenyapkan Palestina dari Muka Bumi

Gaza — 1miliarsantri.net : Jalannya berdirinya negara Israel tak lepas dari gerakan zionisme. Zionisme menjadi mesin utama penggerak pendirian negara zionis Israel. Berikut sejumlah fakta tentang zionisme hingga ‘berhasil’ merebut tanah Palestina dan mendirikan Israel : Maknanya, kurang lebih dipahami mereka sebagai ”pendirian kembali” tanah air Yahudi di Palestina atau yang digagas Birnbaum sebagai Eretz-Israel. Mengapa Argentina? Alasannya cukup sederhana. Karena, menurut Herzl, ”kondisi alamnya sebagai salah satu negara terkaya di dunia, wilayahnya yang luas, populasi yang sedikit, dan cuaca yang sedang.” Terjemahan surat itu kurang lebih berbunyi, ”Pemerintahan Yang Mulia bersimpati bagi berdirinya sebuah national home di Palestina bagi bangsa Yahudi dan akan mengerahkan daya upaya untuk mendukung tercapainya tujuan ini, juga jelas dipahami bahwa tidak boleh ada tindakan yang dapat menimbulkan prasangka mengenai hak sipil dan religius bagi masyarakat non-Yahudi yang berada di Palestina ataupun hak dan status politik yang sudah dimiliki kaum Yahudi di negara lain.”

Read More

Sebagian Besar Penduduk Gaza Berisiko Alami Kelaparan

Gaza — 1miliarsantri.net : Utusan Khusus pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Gaza David Satterfield mengatakan “bila tidak semua” sebagian besar dari 2,2 juta populas Gaza terancam segera mengalami kelaparan. Hal ini ia sampaikan dalam forum yang diselenggarakan Komite Yahudi Amerika. “Terdapat risiko kelaparan bila tidak semua, sebagian besar 2,2 juta populasi Gaza. Ini bukan poin perdebatan. Ini merupakan fakta pasti, yang mana pakar Amerika Serikat, masyarakat internasional, (dan) para ahlinya, diyakini sebagai sesuatu yang nyata,” terang Satterfield seperti dikutip media Israel, Haaretz dan The Times of Israel, seperti dikutip Aljazirah, Jumat (12/4/2024). Utusan AS juga menekankan sejak karena Israel dianggap sudah menguasai Gaza maka negara itu memiliki kewajiban untuk membantu warga sipil di sana. “Dehumanisasi yang mengerikan terhadap warga Israel yang terjadi pada tanggal 7 Oktober dan dehumanisasi yang terus berlangsung terhadap para sandera Israel setiap hari mereka ditahan tidak dapat ditandingi oleh dehumanisasi terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdosa,” lanjut Satterfield seperti dikutip dalam acara daring tersebut. Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengakui penderitaan rakyat Palestina dalam pernyataan Idul Fitri yang dirilis Rabu (10/4/2024) kemarin. “Saat keluarga dan komunitas berkumpul, kami memahami bahwa mereka melakukannya di tengah kondisi banyak komunitas Muslim di seluruh dunia sedang mengalami penderitaan. Pikiran kami tertuju pada penderitaan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat, warga sipil di Suriah, perempuan yang menderita di bawah pemerintahan Taliban di Afghanistan, warga Uighur di Republik Rakyat China, warga Rohingya di Burma dan Bangladesh, dan banyak lagi lainnya,” tambahnya.

Read More

Safari Ramadhan MUI Bersama 11 Syekh Palestina Himpun Donasi Rp5,2 Miliar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Safari Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan Baznas RI 1445 H berhasil menghimpun dana Rp 5,2 miliar. Donasi tersebut akan disalurkan untuk Palestina. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, safari Ramadhan ini melibatkan sebelas imam dari Palestina yang merupakan para mufti, akademisi, dan hafiz quran yang tinggal di lima negara yakni Palestina, Mesir, Arab Saudi, Turki dan Yordania. Sebelas Syekh Palestina tersebut bernama Sadeq Yasser Aqlaae, Fayez S. A. Elyaseh, Wesam Hasan Soliman Hassan Zaurob, Ahmad Bilal Hashem Abuzaid, Dr Sameeh KA Hajjaj, Ahmad Mohamad Said Mokalalaty, Ibrahim Mahmoud Mustafa Abu Mahmoud, Ahmad Hassan Muhammad Husain, Hamza Khaled Mahmoud Abdallah, Moutashem Nawaf Harafsheh, dan Belal NS Abujazar. Mereka telah berkeliling selama 20 hari di provinsi Banten, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Selama safari Ramadhan, sebelas imam tersebut menyampaikan informasi tentang Palestina selama ceramah. Mereka juga mendorong jamaah Masjid membantu Palestina dengan berdonasi melalui rekening kemanusiaan BAZNAS. “Semua masuk ke rekening Baznas dan akan segera disalurkan kepada Palestina yang telah dizalimi oleh Israel,” terang Prof Sudarnoto. Prof Sudarnoto mengungkapkan, imam dari Palestina sudah ada yang meninggalkan Indonesia satu orang, malam ini satu orang, kemudian sisanya akan berangkat pada esok hari.

Read More

Para Petinggi Israel Ternyata Pendatang dari Luar Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat-pejabat tinggi yang berada di pemerintah Israel saat ini, ternyata bukanlah keturunan asli Yahudi Palestina, atau dengan kata lain bukanlah orang-orang Yahudi yang disebut dalam kitab Suci Taurat. Pejabat-pejabat Israel saat ini dan para pendahulunya, ternyata merupakan keturunan Yahudi azkhenazi atau Yahudi yang berasal dari negeri Eropa. Di Israel, kelompok Yahudi Ashkenazi dianggap sebagai Yahudi Frist Class, sedangkan Yahudi lainnya dianggap sebagai warga negara kelas dua. Berikut ini daftar siapa saja pejabat-pejabat Israel yang ternyata bukanlah keturunan asli Yahudi Palestina? Pertama, Isaac Herzog. Isaac Herzog merupakan Presiden Israel keturunan Ireland and Eastern Europe. Kakeknya, Isaac Halevi Herzog adalah kepala rabi pertama Irlandia. Ayahnya Chaim Herzog adalah kepala militer Israel pertama (1948–50) dan ibunya, Aura Ambache lahir dari keluarga Eropa Timur yang bermigrasi ke Jaffa. Kedua, Benjamin Netanyahu. Netanyahu merupakan Presiden Israel keturunan Polandia, ibunya, Tzila Segal adalah seorang Yahudi kelahiran Israel dan ayahnya Benzion Mileikowsky yang mengubah namanya menjadi Benzion Netanyahu adalah seorang Yahudi sekuler dari Polandia. Ketiga, Yoav Gallant Gallant adalah Menteri Pertahanan Israel yang lahir di Jaffa pada 1958. Ia putra seorang Yahudi Polandia yang selamat dari Holocaust Nazi. Ibunya, Fruma, berada di kapal SS Exodus, sebuah kapal yang mengangkut pengungsi Yahudi Eropa ke Palestina. Gallant diperkirakan akan menjadi Perdana Menteri masa depan menggantikan Netanyahu. Keempat, Bezazel Smotrich. Smotrich merupakan Menteri Keuangan Israel. Nama belakangnya diambil dari kota Smotrych di Ukraina, tempat nenek moyangnya tinggal. Kakeknya Yaakov berimigrasi ke Palestina sebelum perang dunia II. Jadi Smotrich merupakan Yahudi Israel keturunan Ukraina. Kelima, Itamar Ben Gvir. Ben Gvir merupakan Menteri Keamanan Sayap Kanan Israel. Itamar Ben Gvir merupakan keturunan imigran Yahudi asal Irak, sedangkan ibunya adalah seorang imigran Yahudi Kurdi. Keenam, Menteri Perekonomian dan Industri Israel, Eli Cohen. Ia lahir di Holon dari k eluarga Yahudi imigran dari Maroko. Ketujuh, pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid merupakan seorang Yahudi asal Serbia, sedangkan kakeknya merupakan Yahudi Hongaria. Kedelapan, mantan menteri pertahanan dan kabinet perang, Benny Gantz, merupakan Yahudi keturunan Hungary (ibu) and Romania (ayah). Kesembilan, Duta besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan datang dari keluarga dari Yahudi Rumania dan Yahudi Hungaria Kesepuluh, Diplomat dan penasihat pemerintah Israel, Mark Revege merupakan Yahudi keturunan Australia dan German

Read More

Tentara Israel Mengakui Lebih dari 14.350 anak syahid akibat serangan Israel ke Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel mengakui bahwa memang menembaki beberapa orang yang mereka anggap sebagai ancaman. Dalam insiden tersebut, sejumlah saksi mata menyaksikan kerumunan warga sipil berupaya mendapatkan bantuan dari iring-iringan truk yang telah melewati pos pemeriksaan militer Israel di Kota Gaza. Namun, sesaat kemudian, militer Israel melepaskan tembakan. Truk-truk pembawa bantuan sontak berusaha untuk bergerak maju dan, menurut seorang saksi Palestina mengatakan sebagian korban tewas tertabrak truk-truk tersebut. Sebanyak 760 lainnya luka-luka dalam insiden itu, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza, Ashraf al-Qudra, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Ahad (7/4/2024) sore. Rekaman udara yang dirilis oleh militer Israel menunjukkan ribuan orang berada di dalam dan di sekitar truk. Adapun video setelah kejadian yang diunggah ke media sosial menunjukkan beberapa korban tewas digotong ke dalam kereta keledai serta truk bantuan yang sudah kosong. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas menyalahkan Israel atas insiden yang mereka sebut sebagai “pembantaian”. Pemerintah Prancis mengatakan “penembakan yang dilakukan tentara Israel ke warga sipil yang berupaya mengakses makanan” adalah tindakan yang “tidak dapat dibenarkan”. Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden menyatakan kekhawatirannya bahwa insiden itu akan mempersulit upaya AS dan mediator lain untuk menengahi gencatan senjata sementara dalam perang antara Hamas dan Israel. Insiden itu terjadi beberapa jam sebelum Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengumumkan pemberitahuan bahwa lebih dari 30.000 orang, termasuk 21.000 anak-anak dan perempuan, tewas di Gaza sejak dimulainya konflik. Sekitar 7.000 orang lainnya dilaporkan hilang dan 70.450 orang dirawat karena cedera selama empat bulan terakhir, menurut kementerian itu. “Ini sangat mengejutkan karena jika Anda menambahkan jumlah orang yang terluka dan jumlah orang yang hilang, Anda akan mendapatkan lebih dari 100.000 orang, yang mewakili 5% populasi,” ungkap Philippe Lazzarini, kepala badan PBB yang menangani pengungsi Palestina (Unrwa). PBB juga memperingatkan akan terjadinya kelaparan di bagian utara wilayah Gaza, tempat sekitar 300.000 orang bertahan hidup dengan sedikit makanan dan air bersih. Militer Israel melancarkan serangan udara dan darat skala besar untuk menghancurkan Hamas – yang disebut sebagai organisasi teroris oleh Israel, Inggris dan lainnya. Kelompok tersebut membunuh sekitar 1.200 orang di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober dan membawa kembali 253 orang lainnya ke Gaza sebagai sandera. Insiden penembakan terjadi sesaat setelah pukul 04:00 waktu setempat (02:00 GMT), tak jauh dari pos pemeriksaan militer Israel di Jalan Rashid, yang membentang di sepanjang pantai Mediterania. Sumber-sumber Palestina menyebutkan lokasi penembakan berada di Bundaran Nabulsi, di tepi barat daya Kota Gaza. Insiden bermula ketika iring-iringan kendaraan yang mencakup 18 hingga 30 truk bantuan sepanjang beberapa ratus meter, melewati pos pemeriksaan militer Israel menuju arah utara.

Read More

Biden Meminta Mesir dan Qatar Untuk Menekan Hamas Guna Mempercepat Proses Perundingan Gencatan Senjata

Gaza — 1miliarsantri.net : Negosiasi untuk mengamankan gencatan senjata di Jalur Gaza, setelah sekitar setengah tahun pertempuran antara tentara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, akan dilanjutkan di Kairo pada Ahad (7/4/2024). Kabar tersebut dilaporkan oleh lembaga penyiaran swasta Al-Qahera News pada Sabtu, dengan mengutip “sumber tingkat tinggi Mesir” yang tidak disebutkan namanya, sementara belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh otoritas Mesir pada pukul 13.45 waktu setempat. Sumber tersebut menambahkan bahwa Direktur CIA AS Bill Burns, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman, serta delegasi Israel juga berpartisipasi dalam perundingan tersebut. Delegasi senior dari kelompok Hamas yang berbasis di Gaza juga diperkirakan tiba di Kairo pada Ahad (7/4/2024) atas undangan Mesir guna mendiskusikan perkembangan terkait gencatan senjata di Gaza, menurut laporan itu. Pada Jumat (5/4/2024), pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa Presiden Joe Biden baru-baru ini telah mengirim dua surat khusus kepada Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani terkait dengan percepatan negosiasi gencatan senjata, menurut media AS. Pejabat tersebut mengatakan bahwa Biden melalui suratnya meminta Mesir dan Qatar untuk “menekan Hamas guna mempercepat negosiasi gencatan senjata.”. Belum ada komentar langsung dari Kairo atau Doha terkait isu tersebut. Israel melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada awal Oktober, menewaskan kurang dari 1.200 orang.

Read More

Puluhan Ribu Syahid di Gaza Melalui Pertimbangan Mesin AI

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan Israel menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menargetkan kelompok Hamas. Sejak gencatan senjata berakhir pada 1 Desember lalu, angkatan udara Israel sudah membombardir 3.500 titik di seluruh Gaza. Secara total, sudah lebih dari 18.600 warga Palestina di Gaza yang tewas akibat serangan tanpa henti yang digencarkan militer Israel. Teknologi AI digunakan pasukan Israel untuk menyasar target secara real-time. Dinamai ‘The Gospel’, AI tersebut mampu mengidentifikasi lawan Israel beserta peralatan yang dimiliki. Banyak yang mengkritik pemanfaatan AI pada serangan Israel. Pasalnya, sistem itu telah membantu pembunuhan belasan ribu warga sipil Palestina. “Tampaknya serangan Israel ingin memaksimalkan kehancuran di Gaza. Jika sistem AI diklaim bekerja secara efektif oleh pasukan Israel, lalu bagaimana menjelaskan banyaknya korban sipil?” ,” ungkap antropolog dan profesor emeritus dari Lancaster University, Lucy Suchman, dikutip dari GPB, Sabtu (6/4/2024). Engineering Director AI Assurance di Trail of Bits, Heidy Khlaaf, menyoroti kecanggihan sistem AI untuk membantu manusia. Jika pasukan Israel banyak salah sasaran dan membunuh warga sipil, lantas bagaimana AI bisa efektif untuk hal lain? “Algoritma AI saat ini masih banyak kekurangan dengan tingkat eror yang tinggi. Pemanfaatannya berbahaya untuk sesuatu yang membutuhkan presisi, akurasi, dan keamanan yang mumpuni,” lanjutnya. Menurut para pakar, pemanfaatan AI oleh pasukan Israel menjadi fase pertama penerapan teknologi itu untuk kebutuhan perang. Mantan Kepala Agen Intelijen Pertahanan AS, Robert Ashley, AI berpotensi memberikan perintah yang jauh lebih cepat ketimbang manusia. “Anda bisa membuat keputusan jauh lebih cepat ketimbang musuh. Inilah kegunaan AI,” sambungnya.

Read More

Yahudi Israel Siapkan Ritual Sapi Merah Untuk Menggempur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Kisah mengenai sapi merah kembali mengemuka di tengah perang genosida Israel yang masih berkecamuk di Gaza. Para rabi senior Yahudi mengumumkan bahwa Temple Institute Israel akan mengadakan konferensi untuk membahas persiapan keagamaan terkait penyelenggaraan ritual penyembelihan Sapi merah. Konferensi ini, menurut kepercayaan agama Yahudi, bertujuan untuk menyucikan ribuan orang Yahudi dari najis orang mati. Konferensi penyembelihan sapi merah ini dilakukan setelah lima ekor sapi tersebut mencapai usia yang disyaratkan untuk proses penyucian, yaitu dua tahun. Mereka meyakini bahwa ritual penyucian dengan menyembelih dan membakar lima ekor sapi merah dapat membuka jalan bagi ratusan ribu umat Yahudi untuk menyerbu Masjid Al Aqsa. Artinya, mereka belum bisa menyerbu Masjid Al Aqsa hingga saat ini karena patuh terhadap larangan resmi para rabi Yahudi. Dalam kepercayaan ini juga, begitu sapi merah muncul, maka di saat itulah waktu datangnya juru selamat dan dimulainya pembangunan Kuil Ketiga di atas reruntuhan Masjid Al Aqsa. Kemudian umat Yahudi pun memasukinya. Februari 2024 lalu, ketika Israel memporak-porandakan Gaza, Temple Institute mengeluarkan iklan pengumuman yang meminta para pendeta Yahudi (Kohen) untuk melatih banyak relawan pada ritual penyucian dengan sapi merah. Bahkan telah ditetapkan syarat-syarat khusus bagi para relawan tersebut. Ritual ini dilakukan di sebidang tanah yang sebelumnya dirampas oleh kelompok Yahudi untuk tujuan penyembelihan sapi merah di Bukit Zaitun yang ada di seberang Masjid Al Aqsa. Namun pertanyaannya kemudian, dari mana awal mula munculnya klaim penyembelihan sapi merah ini? Sapi Merah adalah salah satu kepercayaan Yahudi yang diam-diam dikembangkan oleh kaum ekstremis Yahudi, sebagai persiapan untuk penghancuran Masjid Al Aqsa. Kelahiran sapi merah dalam agama Yahudi berawal dari kepercayaan orang Yahudi pada 2000 tahun lalu di era Kerajaan Pertama dan Kedua. Saat itu, berdasarkan klaim Yahudi, abu sapi muda berwarna merah disembelih pada tahun ketiga, lalu darahnya dicampur air, dan digunakan untuk menyucikan orang-orang Yahudi. Dalam kepercayaan orang-orang Yahudi, seekor sapi merah dahulu pernah disembelih pada masa Kuil Pertama. Kemudian pada masa Kuil Kedua, ada delapan ekor sapi merah yang disembelih. Kini mereka sedang mempersiapkan dimulainya Kuil Ketiga yang erat kaitannya dengan kelahiran sapi merah kesepuluh, yang menurut Temple Institute, sudah lahir pada 2018 lalu. Menurut klaim Yahudi, segera setelah sapi itu muncul, juru selamat akan turun, yang diikuti akhir zaman. Sapi merah dalam bahasa Ibrani berarti “bara aduma”, dan sapi tersebut adalah sapi betina. Orang-orang Yahudi menunggu sapi tersebut agar kemudian bisa menghancurkan Masjid Al Aqsa dan membangun Kuil Ketiga. Sapi merah betina ini memiliki bulu berwarna merah sempurna, tidak pernah bunting, tidak pernah diperah, dan tidak pernah diikatkan tali dilehernya. Juga lahir secara alami dan dibesarkan di tempat yang disebut sebagai Tanah Israel. Patut dicatat bahwa tanggal yang tercatat dalam kitab suci agama kelompok ini untuk menyembelih sapi merah dan menyucikan diri dengan abunya adalah hari kedua bulan Ibrani Nisan, yang tahun ini jatuh pada 10 April 2024 mendatang. Ini diperkirakan akan berbarengan dengan hari Idul Fitri. Kelompok ekstremis Kuil mengandalkan fakta bahwa mengadakan ritual penyucian dengan Sapi Merah dapat membuka jalan bagi ratusan ribu umat Yahudi yang religius untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa. Jika hal ini terjadi, maka akan membuka jalan untuk melipatgandakan bahaya yang dihadapi Al-Aqsa dan melipatgandakan jumlah orang yang menyerbu dan melaksanakan ritual di sana.

Read More

Mencari Makan di Gaza Sama Hal nya Dengan Memberikan Nyawa Kepada Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang penduduk Gaza, Omar Deeb hampir terhantam tembakan tank Israel saat mencari makanan di Gaza. Ia melihat orang-orang di sekitar tewas ketika ia kembali keluar untuk mencari makanan bagi keluarganya. Namun seperti banyak orang di Gaza ia dapat segera menghadapi kelaparan bila ia tidak melakukan perjalanan dalam apa yang ia sebut “misi kematian”. Ommar mempertaruhkan nyawanya demi memberi makan enam anaknya yang kini tinggal di tempat penampung di dalam sebuah sekolah. “Bila saya pergi, kami makan. Bila saya tidak pergi, kami tidak makan,” ungkap Deeb yang tinggal di Kota Gaza, Kamis (4/4/2024). Pihak berwenang kesehatan Gaza mengatakan, mengamankan bantuan menjadi persoalan hidup dan aman di Gaza yang dibombardir Israel selama enam bulan terakhir. Serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 32 ribu orang Palestina dan melukai lebih dari 75 ribu lainnya. PBB memperingatkan kelaparan dapat segera terjadi di Gaza. Badan dunia itu juga mengeluhkan sulitnya mengirimkan bantuan dan mendistribusikan ke seluruh Gaza karena pembatasan yang diberlakukan Israel. Amerika Serikat (AS) juga memperkirakan kelaparan dapat segera terjadi. Deeb belum sepenuhnya pulih dari luka akibat serpihan gedung yang meledak menghantamnya ketika ia mencoba mengambil tepung dari truk bantuan yang masuk ke Gaza utara. Ia juga hampir dua kali tewas, pertama pada 29 Februari lalu ketika kementerian kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 100 orang yang mencoba mengambil bantuan dibunuh Israel. Israel berdalih dengan mengatakan orang-orang itu tewas terlindas truk yang membawa bantuan. Deeb mengatakan peristiwa kedua ia hampir tewas terjadi pada 23 Maret lalu ketika Israel melepaskan tembakan ke titik jatuhnya bantuan yang dikirim lewat udara di bundaran Kuwait. Ia mengatakan, beberapa orang di sekitarnya tewas, sebagian besar anggota badan yang terdiri dari klan keluarga tradisional dan faksi untuk mengamankan bantuan yang dikenal sebagai Popular Committees. “Setiap kali saya pergi rasanya seperti terakhir kali saya pergi. Karena itu saya menyampaikan salam perpisahan pada istri dan anak-anak saya. Saya meminta maaf pada istri saya, pada anak-anak saya,” lanjut Deeb. Putra Deeb yang berusia lima tahun tewas dalam serangan udara yang mengenai rumahnya pada bulan Desember lalu. Militer Israel tidak menanggapi permintaan komentar tentang membahayakan pencari bantuan. Pada 23 Maret lalu militer Israel mengatakan pasukannya tidak melepas tembakan ke orang-orang di bundaran Kuwait. Pejabat Israel mengklaim mereka meningkatkan akses bantuan ke Gaza. Israel juga menolak bertanggung jawab atas keterlambatan pengiriman bantuan dan menjatuhkan tanggung jawab bantuan di dalam Gaza pada PBB dan lembaga kemanusiaan. Israel juga menuduh Hamas mencuri bantuan, tuduhan yang dibantah keras Hamas. Warga dari Australia, Inggris dan Polandia juga tewas dalam serangan Israel. Mereka termasuk tujuh orang yang bekerja untuk lembaga chef terkenal Jose Andres, World Central Kitchen, yang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza tengah. “Terakhir kali saya makan daging, daging ayam, satu pekan sebelum perang,” sambung Deeb.

Read More

Tentara Zionis Israel Menghancurkan RS al Shifa dan Membunuh 400 warga Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel meninggalkan Rumah Sakit al-Shifa usai beroperasi di wilayah sana selama dua pekan. Mereka menghancurkan banyak bangunan dan membunuh banyak warga Palestina. Ratusan orang termasuk pengungsi di rumah sakit terbesar di Jalur Gaza itu memeriksa kerusakan yang ditinggalkan pasukan Israel dan mencari barang-barang mereka yang masih tersisa. Militer Israel mengatakan, mereka membunuh atau menahan ratusan orang yang mereka klaim anggota Hamas, di sekitar rumah sakit. Militer juga mengklaim menyita senjata dan dokumen intelijen. Militer mengaku kehilangan dua prajurit selama pertempuran tapi membantah melukai warga sipil, pasien atau staf medis. Hamas dan staf medis membantah adanya senjata di rumah sakit itu. Kantor media Gaza mengatakan, pasukan Israel membunuh 400 warga Palestina di sekitar Al-Shifa termasuk seorang dokter perempuan dan putranya yang juga seorang dokter. Serangan militer Israel juga menghentikan operasi rumah sakit. Israel belum menanggapi laporan tersebut. “Penjajah menghancurkan dan membakar semua bangunan di dalam Kompleks Medis Al-Shifa. Mereka membuldoser halaman, mengubur puluhan jenazah syahid di bawah reruntuhan, mengubah tempat ini menjadi kuburan massal. Ini kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkap direktur kantor media Gaza, Ismail Al-Thawabta, Senin (1/4/2024).” Juru bicara Layanan Kedarurat Sipil Gaza mengatakan pasukan Israel mengeksekusi dua orang yang jenazahnya ditemukan di dalam kompleks Al-Shifa dengan tangan diborgol. Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk menggali kompleks rumah sakit dan mengambil jenazah-jenazah. Militer Israel belum merespon permintaan komentar mengenai pernyataan tersebut. Sepanjang operasi militernya ke Gaza enam bulan terakhir, pasukan Israel kerap menggali kembali kuburan untuk melakukan inspeksi forensik untuk memastikan apakah jenazah yang dikubur merupakan sandera Israel yang diculik Hamas dalam serangan mendadak 7 Oktober 2023. Video yang tersebar di media sosial tapi belum dapat diverifikasi menunjukan, jenazah-jenazah yang ditutupi selimut kotor berserakan di sekitar rumah sakit yang kehilangan banyak dindingnnya. Video itu menunjukkan tanah digali habis-habisan dan bangunan di sekitar Al-Shifa rata dengan tanah atau hangus dibakar. “Saya belum berhenti menangis sejak saya tiba di sini, pembantaian mengerikan dilakukan penjajah di sini. Tempat ini hancur, bangunan dibakar dan dihancurkan, tempat ini perlu dibangun ulang, tidak ada lagi rumah sakit Al-Shifa,” kata Samir Basel melalui aplikasi kirim-pesan selama ia berkeliling Al-Shifa.

Read More