Pertemuan Arab-Eropa Serukan Kemerdekaan Palestina di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pertemuan Arab-Eropa membahas dan menyerukan pembentukan pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Pertemuan koordinasi negara-negara Arab dan Eropa tersebut membahas situasi di Jalur Gaza. Pertemuan berakhir di Riyadh pada awal pekan ini. Pertemuan ini menyerukan pembentukan pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada akhir pertemuan, para menteri luar negeri dan perwakilan negara-negara Arab dan Eropa berjanji memberikan dukungan penuh terhadap upaya untuk segera mencapai gencatan senjata, pembebasan sandera, dan mengakhiri perang di Gaza. Pertemuan tersebut juga menyerukan diakhirinya semua tindakan dan pelanggaran sepihak ilegal di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur. Pertemuan juga membahas bagaimana mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide memimpin pertemuan antara Komite Menteri, yang ditugaskan oleh KTT Luar Biasa Arab-Islam tentang Perkembangan di Jalur Gaza, dan para menteri luar negeri serta perwakilan Eropa, untuk membahas kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perang di Gaza dan mengambil langkah-langkah untuk menerapkan solusi dua negara. Pertemuan tersebut menekankan perlunya mengintensifkan dukungan terhadap upaya pembangunan negara, mendukung pemerintahan baru Palestina, dan pentingnya memiliki pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza. Pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya memindahkan konflik ke jalur politik sehingga memungkinkan adanya solusi politik terhadap konflik Israel-Palestina. Langkah-langkah konkrit menuju terwujudnya Negara Palestina dalam konteks solusi dua negara dikemukakan dalam pertemuan tersebut. Meningkatnya urgensi untuk mengambil langkah-langkah tersebut dan pentingnya posisi koordinasi ditekankan. Pertemuan tersebut juga membahas soal pengakuan Negara Palestina oleh negara-negara yang belum melakukannya, serta waktu dan konteks pengakuan tersebut.

Read More

Banyak Bermunculan Foto Tentara Israel Memakai Abaya

Gaza — 1miliarsantri.net : Banyaknya foto-foto baru muncul di media sosial menampilkan para tentara Israel menggunakan pakaian wanita Palestina. Foto tersebut dibagikan di X oleh akun tentara pro-Israel “Torat IDF” pada Senin (29/4/2024). Gambar tersebut menunjukkan ada tujuh orang tentara Israel yang memakai abaya. Mereka terlihat menyeringai saat berpose memegang senjata. Akun Torat IDF menyebutkan tentara tersebut menandai Maimouna, sebuah perayaan yang diadakan di akhir Paskah oleh komunitas Yahudi asal Afrika Utara. Bulan lalu, gambar serupa muncul saat tiga tentara Israel mengenakan pakaian wanita Palestina, termasuk pakaian dalam. Seorang warga Palestina dari Kota Gaza, Samiha Al-Ashqar, mengatakan bahwa dia merasa jijik saat melihat gambar-gambar itu sengaja dibagikan oleh tentara Israel. “Tindakan tersebut bukan sekedar bercanda atau mengejek warga Palestina, tapi bertujuan untuk menghina harkat dan martabat perempuan Palestina dan mengungkap rahasia rumah tangga dengan mengenakan pakaian seperti itu. Seolah-olah mereka ingin memberi tahu kami bahwa mereka menduduki tanah dan kehormatan kami selamanya dan kami tidak akan pernah kembali ke rumah kami lagi,” terang Samiha Al-Ashqar, dikutip dari Arab News pada Kamis (2/5/2024). Seorang pengungsi Palestina lainnya, Rawaa Hassouna, mengatakan gambar-gambar tersebut adalah bukti Israel menargetkan warga sipil Palestina. “Jelas perang ini tidak hanya melawan Hamas tetapi juga seluruh keberadaan Palestina. Mereka melakukan aksi balas dendam terhadap masyarakat Palestina, khususnya perempuan Palestina yang membesarkan generasi (baru),” katanya kepada The New Arab. Perang Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan seluruh wilayah permukiman rata dengan tanah dan sebagian besar rumah di wilayah kantong tersebut hancur. Lebih dari 34 ribu warga Palestina telah terbunuh dan sebagian besar penduduk daerah kantong tersebut mengungsi ke Rafah di selatan, yang kini menghadapi invasi.

Read More

Israel Racuni Air Minum Warga Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu (27/4/2024) mengatakan setiap orang yang tinggal di Jalur Gaza meminum air yang tidak aman karena Israel melarang penggunaan klorin atau alternatif apa pun untuk mengolah air minum. “Karena penutupan laboratorium kesehatan masyarakat dan ketidakmampuan untuk menguji air minum, maka semua warga Jalur Gaza meminum air yang tidak aman dan membahayakan nyawa mereka,” terang kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Rabu (1/5/2024). Kementerian tersebut mengaitkan hal ini dengan penolakan Israel untuk mengizinkan penggunaan klorin atau alternatif apa pun untuk mengolah air minum. Selain itu, Kemenkes memperingatkan penumpukan sampah di jalan-jalan dan kamp-kamp juga dapat menyebabkan penyebaran penyakit. Pihak Kemenkes pada Rabu (24/4/2024) mendeteksi adanya kasus meningitis dan hepatitis. Israel telah melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023, yang menurut Tel Aviv menewaskan kurang dari 1.200 orang. Hampir 34.400 warga Palestina telah terbunuh dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, lebih dari 77.400 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Read More

Dibutuhkan Waktu Cukup Lama Untuk Membersihkan Puing-puing Bangunan di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat, (26/4/2024), mengatakan bahwa dibutuhkan 14 tahun untuk membersihkan reruntuhan dalam jumlah besar di Jalur Gaza yang ditinggalkan akibat perang Israel. Pehr Lodhammar, seorang pejabat pada Layanan Pekerjaan Ranjau PBB melalui keterangan di Jenewa mengatakan bahwa perang tersebut telah meninggalkan sekitar 37 juta ton puing di wilayah padat penduduk. Menurut kantor media di Gaza mengatakan, serangan Israel telah menghancurkan sebanyak 70 ribu rumah, dan merusak 290 ribu lainnya, membuatnya tidak bisa dihuni. Bangunan lain yang juga terdampak mencakup gedung pemerintah, rumah sakit, sekolah, masjid, gereja, dan situs bersejarah. Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Read More

Al Azhar Al Sharif Kutuk Keras Kejahatan Teroris Israel Terhadap Warga Sipil Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pusat Pembelajaran Islam Sunni tertua dan terkemuka di dunia, Al-Azhar Al-Sharif mengutuk keras kejahatan teroris yang dilakukan terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Al-Azhar mengecam keras setelah terungkap adanya kuburan massal ratusan jenazah anak-anak, wanita, orang tua dan petugas medis di Kompleks Medis sekitar RS Nasser dan Al-Shifa. Selain itu, juga ditemukan puluhan mayat tersebar di tempat penampungan, pusat pengungsian, tenda-tenda, dan lingkungan permukiman di seluruh Jalur Gaza. Al-Azhar menegaskan kepada dunia kuburan massal ini adalah bukti nyata kekejaman Israel dan pemandangan mengerikan ini telah menjadi perilaku normal sehari-hari bagi Israel. Al-Azhar mendesak masyarakat dunia harus bersatu untuk melakukan protes untuk menghalangi rezim yang mendukung kejahatan ini. Al-Azhar menuntut adanya pengadilan internasional yang mendesak terhadap kekejaman yang dilakukan Israel. Mereka dipandang tidak lagi memahami apa arti kemanusiaan dan hak hidup sehingga melakukan genosida setiap hari. Al-Azhar mendorong komunitas internasional merasakan tanggung jawab bersama untuk menghentikannya. Kejahatan yang mengerikan ini, menurut Al-Azhar, harus direspons serius oleh dunia. “Menghentikan agresi besar-besaran terhadap rakyat Gaza dan penderitaan yang diakibatkannya serta bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan memastikan perlindungan warga sipil dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cukup dan berkelanjutan ke seluruh penjuru dari Jalur Gaza,” demikian pernyataan Al-Azhar dikutip dari Arab News, Senin (29/4/2024)

Read More

Maroko Kutuk Keras Serbuan Ekstremis Yahudi ke Masjid Al Aqsa

Gaza — 1miliarsantri.net : Maroko mengutuk penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur oleh pemukim ilegal Israel yang merayakan Paskah Yahudi pada Kamis (25/4/2024) lalu. Apa yang dilakukan penjajah Israel provokatif dan melanggar kesucian Masjid Al Aqsa. “Maroko mengecam keras terhadap penyerangan ke halaman Masjid Al-Aqsa yang diberkahi oleh beberapa ekstremis dan pengikut mereka, dan keterlibatan mereka dalam praktik provokatif yang melanggar kesuciannya,” terang Kementerian Luar Negeri Maroko dalam sebuah pernyataan dikutip Ahad (28/4/2024). Pernyataan tersebut menegaskan kembali penolakan kerajaan Maroko terhadap tindakan apa pun yang mengubah status hukum dan sejarah Yerusalem dan tempat-tempat sucinya, termasuk Masjid Al-Aqsa. Kementerian tersebut mengatakan untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang adil dan menyeluruh di kawasan memerlukan pembentukan negara Palestina merdeka di sepanjang perbatasan sebelum tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Ini mengikuti solusi dua negara yang diakui secara internasional. Sebelumnya, pada Kamis, setidaknya 1.679 pemukim ilegal Israel secara berkelompok memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa untuk merayakan hari raya Paskah Yahudi, kata Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem. Pihak berwenang menambahkan bahwa serangan pemukim terjadi di bawah tindakan ketat dan pembatasan masuknya jamaah Muslim oleh polisi pendudukan. Sejak Paskah selama seminggu dimulai pada Senin malam, ratusan pemukim ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari di bawah penjagaan ketat polisi, menyebabkan ketegangan parah di berbagai bagian Kota Tua Yerusalem. Paskah, yang memperingati eksodus umat Israel dari Mesir pada masa Nabi Musa, dianggap sebagai salah satu hari raya terpenting dalam kalender agama Yahudi. Sejak 2003, Israel telah mengizinkan pemukim ilegal memasuki kompleks konflik hampir setiap hari kecuali pada hari Jumat dan Sabtu.

Read More

Ratusan Mahasiswa Pro Palestina Ditangkap Pihak Kepolisian Columbia

Columbia — 1miliarsantri.net : Mahasiswa Universitas Columbia mencela Ketua DPR AS, ketika ia mengunjungi tempat demonstrasi mahasiswa nasional mengenai perang Israel di Gaza. Tujuan Johnson berkunjung ke sana adalah untuk mendukung mahasiswa Yahudi yang diintimidasi oleh beberapa demonstran anti-Israel. Hinaan – hinaan vulgar yang diterima Johnson tidak membuatnya tenggelam, meskipun ia sulit didengar karena ia berbicara melalui mikrofon media, bukan melalui pengeras suara. “Ketika (Universitas) Columbia membiarkan kelompok radikal dan agitator yang melanggar hukum ini mengambil alih kekuasaan, virus antisemitisme telah menyebar ke kampus-kampus lain,” kata Kedua DPR AS, Mike Johnson, dikutip Sabtu (27/04/2024). Polisi menangkap lebih dari 100 mahasiswa dari Columbia pada atas tuduhan masuk tanpa izin dan lebih dari 100 staf pengajar di Columbia bergabung dengan mahasiswanya untuk menunjukan solidaritas di perkemahan tersebut. Mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan protes mereka berlangsung damai. Selain itu, kampus lainnya juga yang mengadakan demo seperti di Universitas Texas dan dibubarkan oleh polisi patrol jalan raya negara bagian dengan perlengkapan anti huru – hara. Departemen Keamanan Publik Texas mencatat, terdapat 34 orang yang telah ditangkap pada kejadian tersebut. Bahkan, Universitas California Selatan menyatakan bahwa kampusnya ditutup dan meminta kepada Departemen Kepolisian Los Angeles untuk membubarkan demonstran. Para mahasiswa pun menyerahkan diri secara damai dan polisi menangkap mereka satu per satu beberapa jam setelah polisi kampus membongkar sebuah perkemahan kewalahan menghadapi para pengunjuk rasa.

Read More

Pasukan Israel Semakin Membabi Buta Menyerang Warga Khan Younis

Gaza — 1miliarsantri.net : Warga setempat mengatakan pasukan Israel kembali di daerah timur Khan Younis dalam serangan kejut. Serangan ini memaksa pengungsi yang sempat pulang ke rumah mereka di reruntuhan selatan Jalur Gaza kembali mengungsi. Pihak berwenang Palestina mengatakan mereka menemukan ratusan jenazah di kuburan massal di halaman Rumah Sakit Nasser beberapa pekan setelah pasukan Israel menyerbu rumah sakit tersebut. Israel juga menggelar serangan udara ke Rafah yang menampung lebih dari setengah 2,3 juta populasi Gaza. Israel sempat menarik banyak pasukannya dari selatan Jalur Gaza bulan ini setelah pertempuran paling intens sepanjang perang yang berlangsung selama tujuh bulan. Usai pasukan Israel mulai mundur banyak warga yang pulang ke rumah mereka di lingkungan yang selama pertempuran tidak bisa dimasuki. Tidak hanya menemukan rumah mereka sudah menjadi puing-puing para pengungsi juga menemukan banyak jenazah di jalan-jalan. “Pagi ini banyak keluarga yang pergi dari sini dua pekan lalu untuk pulang ke rumah mereka di Abassan kembali, mereka terlalu ketakutan. Mereka mengatakan tank-tank bergerak ke area utara kota yang dihujani tembakan, dan mereka harus berlari menyelamatkan nyawa,” ungkap Ahmed Rezik lewat aplikasi pesan singkatnya, Jumat (26/4/2024). Kementerian kesehatan Gaza mengatakan Israel yang digelar usai serangan mendadak 7 Oktober 2023 lalu sudah menewaskan lebih dari 34 ribu orang Palestina. Ribuan orang diperkirakan masih terjebak di bawah puing-puing bangunan. Tim penyelamat mengenakan helm putih menggali kuburan massal di halaman Rumah Sakit Nasser dengan cangkul atau truk penggali. Tim penyelamat mengatakan, satu hari terakhir mereka menemukan 73 jenazah sehingga sudah 283 jenazah yang ditemukan di kuburan massal itu. Israel mengatakan mereka menggelar serangan ke dalam rumah sakit karena pejuang Hamas beroperasi di sana. Staf rumah sakit dan Hamas membantah tuduhan tersebut. “Kami memperkirakan akan menemukan 200 jenazah lain di kuburan massal yang sama dalam dua hari ke depan sebelum kami mulai mengerjakan dua kuburan lain,” kata direktur media Gaza Ismail Al-Thawabta. Ia mengatakan Israel melakukan eksekusi di dalam rumah sakit dan menutupi kejahatan itu dengan mengubur jenazah-jenazah korban pembunuhan tanpa peradilan itu dengan bulldozer. Namun, Israel membantah melakukan eksekusi.

Read More

Mufti Besar Arab Saudi Soroti Kemampuan Beradaptasi Hukum Islam Di tengah Kemajuan Teknologi

Riyadh — 1miliarsantri.net : Mufti Agung Arab Saudi Abdulaziz bin Abdullah Al-Sheikh telah menyoroti kemampuan beradaptasi hukum Islam dalam mengatasi masalah kontemporer dan menekankan meningkatnya tanggung jawab para cendekiawan Muslim di tengah kemajuan teknologi. Hal tersebut disampaikan ketika dia berbicara pada pertemuan ke-23 Dewan Fiqh Islam dan Liga Dunia Muslim (MWL) di Riyadh, Arab Saudi. Al-Sheikh menekankan pentingnya para ulama Islam mengatasi tantangan di era modern. Al-Sheikh juga menekankan perlunya penelitian yang ketat, mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan kolaborasi di antara otoritas agama. Majelis tersebut bertujuan mengatasi masalah-masalah kontemporer yang dihadapi oleh umat Muslim dan minoritas dan mengeluarkan putusan mengenai mereka. “Keputusan-keputusan ini akan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibagikan melalui saluran media untuk memperjelas prinsip-prinsip Islam dan menunjukkan kemampuan beradaptasi fiqih Islam,” ungkapnya. Sesi pembukaan menekankan perlunya upaya kolaboratif di antara para cendekiawan dan badan-badan keagamaan untuk mengatasi tantangan-tantangan yang muncul dan meningkatkan stabilitas dan kebahagiaan masyarakat. Sekretaris Jenderal MWL Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa menyoroti fokus majelis pada masalah hukum kontemporer dan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh para ulama terkemuka. Al-Issa menekankan sangat penting bagi para cendekiawan Islam terkemuka untuk mengatasi tantangan baru, sebagai bagian dari tugas ilmiah mereka. “Perlunya penelitian dan interpretasi menyeluruh untuk memperjelas putusan hukum, selaras dengan tanggung jawab agama,” terang Al-Issa. Al-Issa juga menyoroti pentingnya menunjukkan fiqih Islam dapat menangani masalah yang muncul. Dia mencatat Dewan Fiqh Islam adalah yang tertua dari jenisnya dalam sejarah Islam, dan keanggotaan didasarkan pada prestasi akademik. Kepala MWL menegaskan kembali bahwa majelis tersebut telah mendapatkan kepercayaan atas sejarah panjangnya dan kontribusinya sangat dihormati dan dibahas di kalangan akademis dan penelitian.

Read More

Seorang Bayi di Gaza Lahir dari Ibu yang Sudah Meninggal Dunia

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat kesehatan Palestina mengatakan seorang bayi perempuan berhasil dilahirkan dengan selamat dari seorang ibu yang meninggal dunia bersama suami dan putrinya dalam serangan Israel ke Kota Rafah. Sebanyak 19 orang tewas dalam serangan tersebut. Pejabat kesehatan setempat mengatakan, korban tewas dalam serangan pada dua rumah itu termasuk 13 anak dari satu keluarga. Bayi itu lahir dengan berat 1,4 kilogram dan dilahirkan melalui proses sesar. Dokter yang merawatnya Mohammed Salama mengatakan kondisi bayi dalam keadaan stabil dan terus membaik. Ibunya, Sabreen Al-Sakani hamil 30 minggu. Pita yang direkatkan di dada bayi yang ditempatkan di inkubator di rumah sakit Rafah bersama bayi lainnya itu bertuliskan: “Bayi dari syahid Sabreen Al-Sakani.” Pamannya Rami Al-Sheikh mengatakan kakak bayi itu, Malak yang tewas dalam serangan tersebut ingin menamakan adiknya Rouh yang artinya jiwa dalam bahasa Arab. “Gadis kecil Malak bahagia adiknya tiba di dunia,” ungkap Al-Sheik. Dilansir laman Reuters, Salama mengatakan bayi itu akan berada di rumah sakit selama tiga sampai empat pekan. “Setelah itu kami akan melihat kepergiannya, dan ke mana anak ini akan pergi, ke keluarganya, ke bibi atau ke paman atau kakek-neneknya, Ini tragedi terbesar, bahkan bila anak ini selamat, ia lahir yatim-piatu,” terang dokter itu. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan 13 anak tewas dalam serangan ke rumah kedua milik keluarga Abdel Aal. Dua perempuan juga tewas dalam serangan tersebut. Ditanya tentang korban jiwa di Rafah, juru bicara militer Israel mengatakan berbagai target milisi diserang di Gaza termasuk kompleks militer, pos peluncuran dan orang-orang bersenjata. “Semuanya perempuan dan anak-anak, seluruh identitas saya dihapus, bersama istri saya, anak-anak dan semuanya. Apakah anda melihat satu pria pada semua yang tewas ini?” kata seorang pria yang anggota keluarga tewas dalam serangan itu, Saqr Abdel Aal, di samping jenazah yang ditutup kain kafan putih. Mohammad al-Behairi mengatakan putri dan cucunya masih di bawah reruntuhan.

Read More