Mencari Makan di Gaza Sama Hal nya Dengan Memberikan Nyawa Kepada Israel

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang penduduk Gaza, Omar Deeb hampir terhantam tembakan tank Israel saat mencari makanan di Gaza. Ia melihat orang-orang di sekitar tewas ketika ia kembali keluar untuk mencari makanan bagi keluarganya. Namun seperti banyak orang di Gaza ia dapat segera menghadapi kelaparan bila ia tidak melakukan perjalanan dalam apa yang ia sebut “misi kematian”.

Ommar mempertaruhkan nyawanya demi memberi makan enam anaknya yang kini tinggal di tempat penampung di dalam sebuah sekolah.

“Bila saya pergi, kami makan. Bila saya tidak pergi, kami tidak makan,” ungkap Deeb yang tinggal di Kota Gaza, Kamis (4/4/2024).

Pihak berwenang kesehatan Gaza mengatakan, mengamankan bantuan menjadi persoalan hidup dan aman di Gaza yang dibombardir Israel selama enam bulan terakhir. Serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 32 ribu orang Palestina dan melukai lebih dari 75 ribu lainnya.

PBB memperingatkan kelaparan dapat segera terjadi di Gaza. Badan dunia itu juga mengeluhkan sulitnya mengirimkan bantuan dan mendistribusikan ke seluruh Gaza karena pembatasan yang diberlakukan Israel. Amerika Serikat (AS) juga memperkirakan kelaparan dapat segera terjadi.

Deeb belum sepenuhnya pulih dari luka akibat serpihan gedung yang meledak menghantamnya ketika ia mencoba mengambil tepung dari truk bantuan yang masuk ke Gaza utara. Ia juga hampir dua kali tewas, pertama pada 29 Februari lalu ketika kementerian kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 100 orang yang mencoba mengambil bantuan dibunuh Israel.

Israel berdalih dengan mengatakan orang-orang itu tewas terlindas truk yang membawa bantuan. Deeb mengatakan peristiwa kedua ia hampir tewas terjadi pada 23 Maret lalu ketika Israel melepaskan tembakan ke titik jatuhnya bantuan yang dikirim lewat udara di bundaran Kuwait.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca