Melihat Sepak Terjang Ratu Kalinyamat Dalam Melawan Penjajah Portugis
Jepara — 1miliarsantri.net : Putri tercinta Sultan Trenggana, mengalir darah biru pejuang dari leluhur tanah Jawa, yang lahir dari kawah candra dimuka pergolakan tanpa putus.
Ia wanita pemberani yang menentang ketikadilan yang menerpanya dengan mata terbuka, tanpa secuil kekerdilan apalagi tetes air mata, bersumpah ia akan melakukan apapun sampai tumpas tampis.
Pasemon, sanepa menulis, Ia tapa telanjang di Gunung Danaraja menuntut keadilan atas kematian kekasihnya Pangeran Kalinyamat. Sejatinya Ia bersumpah akan berjuang mengorbankan segala yang melekat ditubuhnya tanpa kecuali, Jiwa raga, harta, tahta untuk kemaslahatan Kawula dan negeri yang dipimpinya dengan istikomah dan iklas.
Setelah kematian Harya Penangsang, taktha Jepara diserahkan Hadiwijaya kepada dirinya. Orang menyebutnya Ratu Kali Nyamat, Adipati Jepara melanjutkam tongkat estapet Pati Unus. Menyatakan perang terhadap Portugis.
Pada tahun 1550, Bersama kesultanan Johor dan perserekatan Melayu. 4.000 Laskar Laut Jepara dalam 40 buah kapal Jung Jawa, Beliau kirimkan untuk memerangi Portugis, demi terbebasnya Malaka dari cengkeraman kekuasaan Portugis.
Angin laut dan deburan ombak Sanudera belum perfihak kepada Perserekatan Melayu, merebut Malaka dari kekuasaan GOLD, GOSPEL ,GLORY Bangsa Portugis.
Pada tahun 1565 beliau memenuhi permintaan orang-orang Hitu di Ternate untuk menghadapi gangguan bangsa Portugis dan kaum Hative. Beliau berlapang dada menyerahkan kembali armada lautnya mengempur Portugis yang coba menguasai sumber rempah rempah diujung samudera luas.
Dan di tahun 1573, Ratu Kalinyamat bersama Armada laut kesultanan Aceh, berkolaborasi untuk menyerang portugis untuk merebut Malaka kembali.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


