Rusia dan Tiongkok Memveto Sesolusi AS Mengenai Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Rusia dan Tiongkok memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza yang diusulkan Amerika Serikat. Rancangan AS tersebut merupakan “lampu hijau yang efektif bagi Israel untuk melancarkan operasi militer di Rafah. Di Tel Aviv, Menteri Luar Negeri AS Blinken mengatakan para pemimpin Israel berisiko kehilangan dukungan di seluruh dunia, Hal ini jika mereka memerintahkan serangan darat ke Rafah. Setidaknya 32.070 warga Palestina telah terbunuh dan 74.298 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas pada 7 Oktober mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang ditawan. Sementara itu, keluarga tawanan Israel meminta Biden untuk menekan Netanyahu agar mencapai kesepakatan Sebuah surat yang ditandatangani oleh 587 anggota keluarga dari 81 tawanan yang masih ditahan di Gaza menyerukan kepada Presiden AS Joe Biden untuk mendorong perjanjian pertukaran tawanan. “Kami mendorong Anda untuk menggunakan cara yang tersedia untuk menekan dan meyakinkan semua pihak, termasuk perdana menteri Israel, untuk menyetujui kesepakatan yang Anda nilai masuk akal,” tulis mereka. Sebagai sekutu terdekat Israel, kami meminta bantuan Anda untuk mengarahkan perdana menteri Israel ke arah tindakan yang tepat.” Kerabat Israel mengatakan mereka menghubungi Biden secara langsung karena mereka frustrasi dengan “kurangnya komunikasi dan komitmen” dari Benjamin Netanyahu dan kabinet perangnya. “Kami percaya pada kemampuan Anda untuk menegosiasikan kesepakatan yang memprioritaskan keamanan dan kesejahteraan semua orang yang terkena dampak dan ingin membantu Anda dalam memobilisasi dukungan untuk kesepakatan tersebut.”

Read More

Koresponden Aljazirah Dibebaskan Setelah Disiksa Pasukan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Koresponden Aljazirah, berbahasa Arab Ismail al-Ghoul telah dibebaskan setelah ditangkap selama 12 jam dan dipukuli habis-habisan oleh pasukan Israel di Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza. Al-Ghoul berada di sana pada Senin (18/3/2024), pagi bersama krunya dan wartawan lainnya untuk meliput serangan keempat tentara Israel ke rumah sakit tersebut, di mana ribuan warga sipil terjebak, termasuk staf medis, pasien, dan keluarga pengungsi. Saksi mata mengatakan, reporter Aljazirah tersebut diseret oleh pasukan Israel, yang juga menghancurkan kendaraan penyiaran kru berita di fasilitas medis tersebut. Dia kemudian dibebaskan setelah 12 jam ditahan Israel. Al-Ghoul mengatakan kepada Aljazirah, setelah pembebasannya bahwa pasukan Israel telah menghancurkan peralatan media dan menangkap jurnalis yang berkumpul di sebuah ruangan yang digunakan oleh tim media. Dia mengatakan, para jurnalis itu ditelanjangi dan dipaksa tengkurap dengan mata ditutup dan tangan mereka diikat. “Tentara Israel akan melepaskan tembakan untuk menakuti mereka jika ada gerakan,” ungkap al-Ghoul. Ia menambahkan, ia telah mendengar beberapa rekannya juga dibebaskan, namun ia tidak memiliki cukup informasi mengenai keberadaan mereka. Rumah Sakit Al-Shifa, yang terbesar di Jalur Gaza, telah menjadi basis bagi jurnalis untuk melaporkan perang Israel selama lebih dari lima bulan di wilayah kantong Palestina. Hani Mahmoud dari Aljazirah, melaporkan dari Rafah, mengatakan al-Ghoul “disiksa, dipukuli dan ditahan oleh militer Israel bersama dengan anggota krunya di darat”. Mahmoud, mengutip para saksi, mengatakan banyak warga Palestina yang dipukuli dan dicaci-maki, beberapa di antaranya ditutup matanya dan tangan mereka diikat ke belakang. “Mereka kemudian dimasukkan ke dalam truk militer Israel dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui,” bebernya.

Read More

Situasi Mengerikan di Palestina Harus Benar-benar Dapat Dihindari

New York — 1miliarsantri.net : Kepala kantor koordinasi bantuan kemanusiaan PBB (OCHA) Martin Griffiths mengecam kegagalan masyarakat internasional mencegah kelaparan “yang akan segera” terjadi di Gaza. Lembaga amal asal Inggris, Oxfam mengatakan kelaparan itu sengaja diciptakan Israel. “Lebih dari satu juta orang beresiko karena mereka terputus dari bantuan yang dapat menyelamatkan nyawa, pasar-pasar ambruk dan ladang hancur. Masyarakat internasional harus menanggung malu karena gagal menghentikan ini,” ungkap Griffiths di media sosial X seperti dikutip dari Aljazirah, Senin (18/3/2024) lalu. Griffiths mengatakan dunia harus “membanjiri” Gaza dengan makanan dan bantuan. Tidak ada waktu untuk disia-siakan. Direktur kemanusiaan global The Integrated Food Security Phase Classification (IPC) Unni Krishnan mengatakan, berdasarkan analisa IPC bulan Desember lalu kelaparan dapat dicegah bila pertempuran dalam konflik Gaza dihentikan sementara dan bantuan kemanusiaan yang masuk ke kantong pemukiman itu ditingkatkan. Namun dua hal itu tidak terjadi. “Situasi mengerikan ini benar-benar dapat dihindari, dan belum terlalu terlambat untuk mengambil tindakan untuk mencegah lebih banyak anak-anak yang sekarat. Kami sepenuhnya setuju dengan peringatan IPC: Menunggu konfirmasi apakah kelaparan sudah terjadi atau benar-benar terjadi untuk mengambil tindakan radikal sama sekali tidak bisa dipertahankan,” terang Krishnan. Ia menambahkan ‘lebih mendesak dari sebelumnya, organisasinya menyerukan gencatan senjata secepatnya, tanpa syarat dan permanen serta peningkatan besar-besaran bantuan kemanusiaan. “Pembatasan bantuan, taktik pengepungan, dan serangan militer Israel terhadap warga sipil, bantuan kemanusiaan, pekerja kesehatan dan bantuan harus segera dihentikan. Kelaparan terhadap penduduk sipil adalah tindakan ilegal di bawah hukum kemanusiaan internasional,” ujar Krishnan.

Read More

Israel Tembak Mati Polisi Pengaman Konvoi Bantuan Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Salah satu Jenderal Polisi di Palestina ditembak mati oleh pasukan zionis Israel saat bertugas mengamankan masuknya truk bantuan kemanusiaan ke Gaza utara. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (18/3/2024) pagi. Faiq Mabhouh, direktur jenderal operasi polisi Gaza, dikreditkan untuk koordinasi baru-baru ini antara para pemimpin lokal dan badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, untuk mengamankan dan mendistribusikan bantuan yang datang dari selatan. Dilansir dari Middle East Eye pada Rabu (20/3/2024), lebih dari dua lusin truk bantuan memasuki Kota Gaza selama akhir pekan dan mencapai daerah terpencil di utara untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Usahanya menghasilkan masuknya truk bantuan dengan aman selama dua malam berturut-turut. Namun, setelah beberapa pekan, Israel menargetkan konvoi dan pencari bantuan. Menurut militer Israel, Mabhouh tewas dalam baku tembak dengan pasukan selama serangan yang sedang berlangsung di Rumah Sakit al-Shifa dan Kota Gaza barat. Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa sekitar satu dari tiga anak sekarang kekurangan gizi akut dan dua dari 10 ribu meninggal karena kelaparan. Lebih dari setengah populasi yang berada di ambang kelaparan berada di kegubernuran utara, di mana akses kemanusiaan sangat terbatas. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan, pada Senin, bahwa kelaparan diperkirakan terjadi di Gaza utara kapan saja antara sekarang dan Mei. Israel telah membantah membatasi masuknya bantuan ke Gaza, mengklaim bahwa PBB bertanggung jawab untuk memblokir pengiriman bantuan.

Read More

Mossad dan Hamas Akan Bernegoisasi Dengan Mediator dari Qatar dan AS

Gaza — 1miliarsantri.net : Sebuah sumber mengatakan, Kepala intelijen Israel David Barnea diperkirakan akan memimpin perundingan gencatan senjata dengan mediator saat negosiasi dilanjutkan di Qatar untuk merespons proposal gencatan senjata baru Hamas. Sumber tersebut merupakan orang yang mengetahui perundingan tersebut. Perundingan antara Kepala Mossad David Barnea, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dan pejabat pemerintah Mesir akan fokus pada sisa perbedaan antara Israel dan Hamas. Termasuk, mengenai pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (15/3/2024) lalu Israel mengatakan akan mengirim delegasi ke Doha, Qatar, tetapi tidak mengungkapkan kapan atau siapa yang akan terlibat dalam perundingan. Reuters melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengadakan rapat kabinet keamanan sebelum perundingan. Pejabat pemerintah Israel belum dapat dimintai komentar karena Sabtu (16/3/2024) merupakan hari Sabat Yahudi. Barnea terlibat dalam perundingan dalam kesepakatan sebelumnya. Gencatan senjata pada November lalu, disepakati dan berlaku setelah ia berpartisipasi dalam perundingan di Doha. Pertemuan terakhirnya dengan perdana menteri Qatar terjadi pada Januari lalu yang mengarah pada proposal yang ditolak Hamas. Israel mengeklaim dalam serangan mendadak 7 Oktober 2023, Hamas membunuh 1.200 orang dan menculik 253 sandera. Operasi militer Israel di Gaza sudah menewaskan lebih dari 31.500 orang Palestina, kementerian kesehatan Gaza mengatakan 70 persen diantaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Read More

Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Memburuk dan Melampaui Bencana

Gaza — 1miliarsantri.net : Kepala Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jagan Chapagain mengatakan, saat ini warga sipil Gaza menghadapi tingkat penghinaan, kesengsaraan dan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menambahkan situasi kemanusiaan di Gaza melampaui tingkat bencana. “Situasi kesehatan di ambang kehancuran dengan rumah sakit dalam kondisi yang menyedihkan,” ujarnya di media sosial X,, Sabtu (16/3/2024). Chapagin juga mengatakan krisis pangan memperburuk situasi yang sudah sangat mengerikan. Begitu banyak warga Gaza yang tidak memiliki apa-apa untuk berbuka puasa. “Nasib para sandera tetap menjadi keprihatinan kemanusiaan yang serius, membuat keluarga mereka terjebak di antara keputusasaan dan harapan ketika mereka menunggu kabar tentang orang yang mereka cintai,” tambah kepala IFRC. Sebelumnya Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan taktik Israel menciptakan kelaparan di Gaza tidak dapat diterima. Hal ini ia sampaikan saat bertemu kepala lembaga bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarin. “Israel harus memberikan lebih banyak akses bantuan kemanusiaan ke Gaza,” kata De Croo di media sosial X. Dia mengatakan Belgia terus membantu UNRWA yang “menjadi tulang punggung bantuan untuk rakyat di Gaza” dan menyampaikan duka cita pada 160 staf UNRWA yang terbunuh di Gaza. Seorang aktivis Palestina mengunggah video di media sosial Instagram yang menunjukkan seorang anak Palestina meminta makanan pada pasukan Mesir dari tiang listrik di pagar perbatasan selatan Gaza. “Saya ingin mati sekarang. Kami ingin makan, kami ingin hidup, mengatakan tidak ada makanan untuk dimakan saudara-saudara saya, kami ingin makan,” kata anak itu dalam video yang diverifikasi Aljazirah.

Read More

Pemerintah Saudi Siapkan Drone untuk Mempercepat Transfer Darah pada Penyelenggaran Haji 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Kesehatan Pemerintah Kerajaan Saudi akan menggunakan drone untuk mentransfer darah selama penyelenggaran ibadah haji tahun 2024 ini. Drone tersebut secara resmi akan digunakan untuk membawa unit darah dan sampel laboratorium antara rumah sakit di tempat-tempat suci di Mina dan Arafah, tempat puncak ibadah haji. Akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan Saudi dan Saudi Post (SPL) melakukan uji coba transfer darah menggunakan drone di tempat-tempat suci dekat Mekkah. Latihan ini dilakukan untuk memastikan kecepatan dan keamanan layanan rawat jalan yang disiapkan untuk para jamaah haji. Keberhasilan simulasi tersebut membawa lampu hijau dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji sekaligus membantu penanganan keadaan darurat selama ibadah tahunan tersebut. Teknik ini dapat memotong layanan transportasi darah menjadi dua menit lebih cepat dibanding diangkut dengan cara tradisional yang memakan waktu hingga 2,5 jam. Hampir 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun lalu. Angka tersebut menandai kembalinya jumlah jamaah haji ke masa sebelum pandemi. Belum lama ini Arab Saudi juga mengumumkan aturan baru untuk musim haji 2024 yang dijadwalkan pada Juni nanti.

Read More

Israel Tembaki Warga Palestina Yang Kelaparan

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara Israel kembali menembaki orang-orang yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza pada Kamis (14/3/2024), menewaskan 20 orang dan melukai sedikitnya 155 orang lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, insiden tersebut terjadi di sekitar kawasan Bundaran Kuwait. Kantor berita resmi Palestina WAFA. mengonfirmasi puluhan orang tewas dan terluka. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa serangan itu menunjukkan niat Israel yang terencana untuk melakukan aksi pembantaian baru dan mengerikan. Proses evakuasi korban tewas dan luka-luka sedang berlangsung meski kondisi di wilayah itu cukup menantang. “Jumlah korban tewas bisa bertambah karena kondisi serius korban cedera yang kini dirawat di beberapa rumah sakit terdekat,” tambahnya. Israel meluncurkan perangnya di Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 31.300 warga Palestina dan mendorong wilayah itu ke ambang kelaparan. Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina tersebut, menyebabkan penduduknya, khususnya warga di Gaza utara, berada di ambang kelaparan. Perang tersebut juga telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut bahan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara sebagian besar infrastruktur daerah itu telah rusak atau hancur, menurut PBB.

Read More

Israel Kembali Serang Gudang Pusat Bantuan UNRWA

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel kembali serang gudang yang digunakan badan bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) sebagai pusat bantuan kemanusiaan di Rafah. Serangan ke kota paling selatan Jalur Gaza itu menimbulkan bertambahnya korban. Serangan-serangan itu digelar saat Israel berusaha membubarkan lembaga yang mengakui hak pengungsi Palestina yang tersebar di Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon dan Yordania untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan dan layanan lain. Dikutip dari Aljazirah, Jumat (15/3/2024) UNRWA mengatakan, sudah 157 fasilitas yang rusak dalam serangan Israel sejak perang Israel di Gaza pada awal Oktober tahun lalu meski fasilitas-fasilitas itu dilindungi hukum internasional. UNRWA menambahkan selain fasilitas, serangan-serangan itu sudah mengakibatkan meninggal 162 stafnya. Pada akhir Januari 2024, Israel menuduh 12 pegawai UNRWA terlibat dalam serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober lalu. Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB segera meluncurkan penyelidikan, dan 10 dari anggota staf yang dituduh ditangguhkan kontraknya. Sementara dua orang lainnya tewas kemungkinan besar dalam serangan Israel ke Gaza. Para penyelidik PBB belum menerima bukti apapun dari Israel untuk mendukung klaim tersebut. Namun, respon internasional sangat cepat, 16 donor menangguhkan dana mereka untuk badan tersebut. Penarikan dana dapat menimbulkan konsekuensi yang parah bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Di mana sudah puluhan anak meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi. Dalam pertemuan khusus Majelis Umum PBB, Komisaris Jenderal Philippe Lazzarini mengatakan “UNRWA menghadapi upaya yang disengaja dan terpadu untuk melemahkan operasinya, dan pada akhirnya mengakhirinya.”

Read More

Israel Sandera 14 Orang Staf Bulan Sabit Merah Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel menyandera 14 staf Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dan hingga saat ini keberadaan mereka masih belum diketahui. Hal tersebut diungkap PRCS dalam cuitan nya media sosial X, Selasa (12/3/2024) lalu. “Israel masih menyandera 14 anggota PRCS, yang keberadaannya masih belum diketahui. Keluarga dan kolega sangat prihatin dengan keselamatan mereka lantaran ada laporan penyiksaan dan perlakuan tidak senonoh berdasarkan kesaksian dari sejumlah rekan yang telah dibebaskan,” tulis PRCS di media sosial X. PRCS meminta komunitas internasional untuk segera campur tangan dan menekan otoritas Israel agar membebaskan tim mereka yang ditahan. Pada 7 Oktober tahun lalu kelompok perlawanan Palestina Hamas meluncurkan serangan roket besar-besaran terhadap Israel dari Gaza sehingga menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 orang lainnya. Israel kemudian melakukan serangan balasan, memerintahkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza dan mulai melancarkan serangan darat ke daerah kantong Palestina tersebut dengan tujuan melenyapkan para petempur Hamas dan menyelamatkan para sandera. Hingga kini sedikitnya 31.100 orang di Jalur Gaza tewas terbunuh, menurut pemerintah setempat. Pada 24 November, Qatar menjadi mediator antara Israel dan Hamas dalam mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran tahanan dan sandera, juga pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Read More