Awal Ramadhan Nasib Ribuan Tahanan Palestina, Dibuat Kelaparan dan Dilarang Ibadah

Gaza — 1miliarsantri.net : Salah satu organisasi Palestina menyebut awal Ramadhan ini, Israel membuat lebih dari 9.100 tahanan Palestina kelaparan di penjara mereka. Otoritas penjara Israel terus membuat lebih dari 9.100 tahanan kelaparan, termasuk wanita, anak-anak dan orang sakit. “Israel juga membatasi kebebasan mereka untuk menjalankan ritual keagamaan mereka,” ungkap salah satu organisasi LSM Palestina. Ketegangan yang terus meningkat di Tepi Barat yang diduduki di tengah serangan mematikan Israel di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada Oktober 2023. Menurut data Palestina, lebih dari 420 orang tewas, 4.600 orang terluka dan lebih dari 7.530 lainnya ditahan. “Kelaparan adalah kebijakan paling berbahaya yang dilakukan pendudukan Israel sejak 7 Oktober 2023, selain penyiksaan dan pelecehan,” ungkap Masyarakat Tahanan Palestina. Israel juga telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Read More

Bukan Hanya Indonesia, Beberapa Negara Juga Mengalami Perbedaan Awal Ramadhan

Riyadh — 1miliarsantri.net : Tahun 2024 ini beberapa negara muslim berbeda dalam menetapkan 1 Ramadhan sebagai awal puasa. Di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah menetapkan 1 Ramadhan pada Senin, sementara negara Asia umumnya berpuasa mulai Selasa. Dilansir laman Aljazirah, para pejabat Saudi telah melihat bulan sabit dan mendeklarasikan Ramadhan bagi 1,8 miliar umat Islam di dunia. Pada Ahad (10/3/2024) malam, televisi pemerintah Saudi melaporkan Senin sebagai hari pertama puasa. Mengikuti Saudi, banyak negara Teluk Arab seperti Irak, Suriah dan Mesir juga menetapkan puasa pada hari Senin (11/3/2024). Namun, beberapa negara di Asia-Pasifik seperti Australia, Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura menyatakan belum berhasil melihat hilal pada Ahad. Mereka mengatakan akan memulai Ramadhan pada Selasa (12/3/2024). Oman yang terletak di ujung paling timur Semenanjung Arab juga mengumumkan Ramadhan pada Selasa. Begitu juga dengan Yordania yang berpuasa pertama pada Selasa.

Read More

Awal Ramadhan Yang Memilukan Bagi Warga Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Mufti Agung Yerusalem dan Palestina, Mohammad Hussein, menyatakan Senin (11/3/2024) menjadi hari pertama bulan suci Ramadhan di Palestina. Bombardir Israel, kehancuran masjid-masjid, dan kelaparan ekstrem merenggut yang seharusnya jadi momen kebahagiaan warga Palestina tersebut. Pada malam Ramadhan pertama, Sejumlah warga sipil Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan beberapa rumah di kamp pengungsi Nusseirat, yang terletak di Jalur Gaza tengah. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel menargetkan beberapa rumah warga sipil di kamp pengungsi, yang menyebabkan terbunuhnya beberapa orang dan melukai beberapa orang lainnya. Sebanyak 85 warga Palestina syahid dalam delapan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel selama 24 jam terakhir sebelum Ramadhan di Jalur Gaza. Sehingga, jumlah korban tewas yang terdokumentasi sejak pecahnya perang genosida Israel menjadi 31.045 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil tak berdosa. Sementara jumlah korban luka yang didokumentasikan sejak awal agresi telah meningkat menjadi 72.654 orang. Beberapa korban masih berada di bawah reruntuhan atau berserakan di jalanan, sementara pasukan Israel terus menghalangi kedatangan ambulans dan tim penyelamat. Oleh karena itu, angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Kelaparan juga masih mendera bernagai wilayah di Gaza. Sehari sebelum Ramadhan, seorang perempuan dan seorang bayi lima bulan syahid di utara Gaza akibat malnutrisi dan dehidrasi. Total 25 warga Gaza syahid akibat kelaparan di Gaza. Pasukan penjajah Israel pada Ahad malam juga menghalangi masuknya ratusan jamaah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur untuk melaksanakan shalat Tarawih. Saksi mata mengatakan bahwa pasukan pendudukan menahan warga di gerbang Masjid al-Aqsa dan menghalangi akses mereka ke sana. Mereka menambahkan bahwa pendudukan memberlakukan pembatasan terhadap laki-laki muda memasuki al-Aqsa untuk melakukan Tarawih, dan mengizinkan perempuan berusia 40 tahun untuk masuk. Patut dicatat bahwa pasukan pendudukan telah melakukan pengepungan ketat terhadap Masjid al-Aqsa selama lima bulan dan melarang masuk ke dalamnya. Mereka juga mengeluarkan lusinan perintah deportasi terhadap warga Yerusalem untuk mencegah mereka melaksanakan shalat selama bulan suci Ramadhan.

Read More

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Lakukan Tarawih 13 Rakaat Termasuk Witir

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Kerajaan Arab Saudi mengumumkan shalat tawarih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Ramadhan 2024 ini berjumlah 10 rakaat serta 3 witir. “Jumlah rakaat Tarawih di dua masjid suci akan terdiri dari 5 taslim yang dilanjutkan dengan salat Witir. 10 rakaat (Tarawih) dan 3 rakaat Witir,” lapor Inside the Haramain (Haramain Sharifain) dalam media sosial X-nya, Senin (4/3/2024). Melansir Islamic Information, Ahad (10/3/2024), shalat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dimulai pada pukul 20.00 dan berakhir pada pukul 22.00 waktu setempat. Presidensi umum juga mengungkapkan adanya pembatasan untuk jamaah tarawih yaitu mereka yang sudah divaksin. Selain itu, pihak masjid juga mengumumkan imam shalat tarawih di Masjidil Haram selama Ramadhan. Disebutkan ada empat imam yang akan memimpin shalat tarawih, yaitu Syekh Abdur Rahman Al Sudais, Syekh Abdullah Awad Al Juhany, Syekh Maher Al Muaiqly, dan Syekh Bandar Baleelah. Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al Sudais akan berpasangan dengan Syekh Juhany. Arab Saudi diperkirakan akan memulai 1 Ramadhan pada 11 maret 2024. Dalam laporan Gulf News, mayoritas negara-negara Islam diprediksi akan melihat hilal pada Ahad, 10 Maret 2024.

Read More

Bayi di Gaza Terpaksa Pakai Popok Kotor Berkali-kali Karena Mahal dan Susah Dicari

Gaza — 1miliarsantri.net : Pada beberapa malam yang dingin tiga pekan yang lalu Aida al-Baawi bergegas keluar dari tendanya menuju Rumah Sakit Syahid AL Aqsa untuk melahirkan putrinya. Proses kelahirannya sulit karena kurangnya tenaga medis untuk merawatnya dan tidak cukup anestesi untuk menutupi rasa sakit saat menerima jahitan. Putrinya lahir dengan sehat tapi perempuan 29 tahun itu menghadapi kesulitan baru. Ia kesulitan mencari kebutuhan dasar yang banyak ibu di tempat lain dapatkan dengan mudah, yaitu popok. Seperti kebanyakan ibu di Gaza bagi al-Baawi mendapatkan popok menjadi sangat menantang. Terutama karena kelangkaan yang disebabkan pengepungan Israel menaikan harga barang-barang. “Setiap hari adalah kesulitan untuk mendapatkan popok untuk bayi perempuan saya, terutama dengan anak lain yang masih membutuhkannya,” ungkap ibu empat anak ini, Sabtu (9/3/2024). Sebelum perang harga dua bungkus popok di bawah 10 dolar AS. Bayangkan perlu 75 sampai 80 dolar AS untuk popok, apakah ini situasi berkelanjutan. Kini ia beralih ke solusi lain. Terkadang ia mendatangi tempat perawatan bayi dekat rumah sakit, berharap mereka memiliki sisa popok. Terkadang ia mengeringkan popok di bawah matahari dengan harapan dapat digunakan lagi meski ada kemungkinan berdampak buruk bagi kebersihan. Terkadang ia terpaksa membiarkan bayinya menggunakan popok kotor sampai ia mendapatkan yang baru. Hal ini tentu berdampak buruk pada kulit bayi. Namun setiap sen yang ia habiskan untuk popok maka berkurang uang yang dibutuhkan untuk membeli kebutuhan lain. “Bila popok ini mahal, bagaimana saya bisa membeli pasokan lain? Anak-anak saya dan baru makan satu kali sejak kemarin sore,” katanya. Popok bukan satu-satunya kebutuhan dasar yang menjadi barang langka. Susu formula juga menjadi sangat mahal. Nariman Abu al-Saud melahirkan putrinya pada 9 Oktober lalu. Dua hari setelah perang Israel di Gaza dimulai. “Di harga saat ini, saya bahkan tidak bisa membeli makanan untuk anak-anak saya, bayi perempuan saya mengalami infeksi kulit parah karena saya tidak bisa mendapatkan popok, bahkan tidak ada susu formula, menyediakan susu dan popok menjadi neraka bagi kami,” lanjutnya. Dia menambahkan, Perang ini adalah perang pada anak-anak kami dan nyawa mereka, Apa yang mereka lakukan hingga harus menanggung kondisi seperti itu? Mayoritas penduduk Gaza menjadi pengungsi dan sangat membutuhkan bantuan. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sudah 20 orang di kantong pemukiman itu meninggal dunia akibat malnutrisi dan dehidrasi. Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan Israel harus mengizinkan akses jalan ke Gaza utara untuk menghindari kelaparan, mereka menekankan betapa buruknya situasi di daerah itu. Masyarakat didorong untuk mencari alternatif selain popok yang langka. Pabrik setempat memproduksi pengganti popok dengan menggunakan bahan-bahan mentah seperti kertas tisu, kapas medis, kain dan nilon. Pekerja pembuat popok, Yousef Darwish menjelaskan harga popok alternatif ini serupa dengan harga popok biasa sebelum perang.

Read More

Gencatan Senjata Menemui Jalan Buntu, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

Gaza — 1miliarsantri.net : Perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas bisa dikatakan mentok alias menemui jalan buntu. Hal ini bisa membuat krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Negosiator dari Hamas, Qatar dan Mesir mencoba mencapai gencatan senjata selama 40 hari sebelum bulan suci Ramadhan yang dimulai awal pekan depan. Namun, negosiasi belum mencapai titik temu. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Hamas untuk menerima penawaran dalam perundingan. Ia mengklaim Israel kooperatif dan sudah ada “tawaran rasional” dalam gencatan senjata dalam pertukaran pembebasan sandera. “Kini kesepakatan sepenuhnya ada di tangan Hamas,” ucap Biden, Jumat (8/3/2024). Ia memperingatkan “sangat berbahaya” pertempuran berlanjut sampai Ramadhan. Israel tidak menghadiri perundingan yang digelar di Kairo, Mesir. Sementara Hamas berjanji untuk terus berpartisipasi dalam perundingan tersebut. Pejabat Hamas menegaskan sebelum para sandera dapat dibebaskan, gencatan senjata sudah harus dilakukan, pasukan Israel harus meninggalkan Gaza dan semua warga Gaza yang terpaksa mengungsi dapat kembali pulang ke rumahnya. “Kami menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan untuk mencapai penghentian agresi yang komprehensif terhadap rakyat kami, tetapi penjajah masih menghindari hak-hak dari perjanjian ini,” kata Hamas dalam pernyataannya. Sebelumnya sumber mengatakan Israel menjauh dari perundingan Kairo karena Hamas menolak untuk memberikan daftar sandera yang masih hidup. Hamas mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa gencatan senjata karena para sandera tersebar di seluruh zona perang.

Read More

Tenda Jamaah Indonesia Kini Dilengkapi Tempat Penyimpanan Air Cadangan

Mina — 1miliarsantri.net : Pelayanan kepada jamaah haji Indonesia tahun ini terlihat adanya perubahan semakin baik. Di antaranya tenda jamaah haji di Mina dilengkapi dengan tempat penyimpanan air cadangan. Pihak Saudi menyiapkan ini untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan air saat puncak haji. Pada musim Haji 1444 H/2023 M lalu sempat diwarnai dengan keterlambatan pasokan air di beberapa tenda jamaah. Sebagai langkah mitigasi, pihak Saudi tahun ini menyiapkan tempat penyimpanan air cadangan. “Hari ini kami meninjau tenda yang akan ditempati jamaah haji Indonesia pada operasional 1445 H/2024 M. Kita lihat pihak Saudi sedang siapkan tempat penyimpanan air cadangan untuk para jamaah haji Indonesia. Tempat penyimpanan air cadangan itu berupa tabung-tabung besar yang ditanam pada sejumlah area di sekitar tenda jamaah haji Indonesia di Mina,” terang Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji dan Umrah Ramadan Harisman di Mina, dikutip Kamis (7/3/2024). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kasubdit Siskohat Hasan Afandi, Katim Teknologi dan Sistem Infornasi Irfan Sembiring, serta perwakilan dari Syarikah. Ramadan menjelaskan bahwa jamaah haji Indonesia tahun ini diperkirakan tidak ada yang menempati tenda di Mina Jadid. Sebab, semuanya sedang diupayakan agar bisa menempati tenda di wilayah Mina. Selain tenda jamaah, Ramadan bersama delegasi Indonesia dalam kesempatan itu juga meninjau posko misi haji Indonesia di Mina. Lokasi tenda posko ini cukup strategis karena mudah diakses oleh kendaraan roda empat.

Read More

Palestina Menyatakan Kehadiran Israel di Tepi Barat Seperti di Neraka

Gaza — 1miliarsantri.net : Sumber Palestina mengatakan pasukan Israel menyerbu ibukota administratif Palestina di Ramallah, daerah pendudukan Tepi Barat. Seorang remaja berusia 16 tahun tewas dalam operasi terbesar ke kota itu dalam beberapa tahun terakhir. Militer Israel mengatakan terjadi kerusuhan antara warga Palestina yang melempar bom molotov dengan tentara yang menembakan peluru tajam. Saksi mata di Ramallah mengatakan pasukan Israel membawa lusinan kendaraan militer ke pusat pemerintah Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menembak dan membunuh Mustafa Abu Shalbak yang berusia 16 tahun di kamp pengungsian Am’ari. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan konfrontasi pecah saat pasukan Israel menyerbu kamp pengungsian tersebut. “Di mana peluru tajam ditembakan ke remaja-remaja Palestina (melukai Abu Shalbak di leher dan dada),” terang Wafa dalam laporannya, Rabu (6/3/2024). Militer Israel mengatakan pasukan keamanannya menggelar operasi kontra-terorisme selama enam jam di kamp pengungsian tersebut. Mereka mencari dua buronan, menginterogasi dan menyitara “bahan-bahan menghasut yang disebarkan Hamas.” “Selama operasi, berkembang kerusuhan dengan kekerasan, di mana tersangka melempar batu dan bom molotov ke pasukan keamanan Israel yang meresponnya dengan peluru tajam, tembakan teridentifikasi,” kata militer Israel. Seorang petugas keamanan perbatasan Israel mengalami luka ringan dalam kerusuhan tersebut. Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihak berwenang Israel membuat kehidupan rakyat Palestina di Tepi Barat menjadi “neraka tak tertahankan” dengan tindakan-tindakan seperti penyerbuan, penahanan, dan pembatasan pergerakan. Kementerian memperingatkan “resiko resiko” hal ini memicu “kekerasan dan anarki” di Tepi Barat.

Read More

UNRWA Menyatakan Sebagian Besar Warga Sipil di Gaza Sangat Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan

Gaza — 1miliarsantri.net : Inilah kisah di antara anak-anak yang bermain di jalan di kamp pengungsi Aida dekat Betlehem di daerah pendudukan Tepi Barat, terdapat Ahmad Damaseh, 10 tahun, yang bercita-cita menjadi seorang dokter saat ia besar nanti. Ia generasi keempat dari keluarga Damaseh yang tinggal di kamp pengungsi ini sejak nenek moyangnya melarikan diri dari peristiwa Nakba dari Yerusalem, Deir Aban, 75 tahun yang lalu, ketika sekitar 750 ribu orang Palestina diusir dari rumah mereka untuk membuka jalan bagi pembentukan negara Israel. Pusat dari mimpi Damaseh adalah badan PBB yang telah membantu para pengungsi Palestina di daerah pendudukan dan negara-negara tetangga. Badan Bantuan Pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) menyediakan tenda pertama bagi keluarga Damaseh di Aida. Wakil kepala Departemen Urusan Pengungsi PLO Anwar Hammam mengatakan UNRWA bertanggung jawab atas 702 sekolah yang menyediakan pendidikan bagi 500 ribu anak dan siswa. Badan ini memberikan bantuan kepada 400 ribu orang yang tinggal di kamp pengungsi Aida. Inti dari misi UNRWA adalah membantu pengungsi Palestina sampai mereka dapat kembali ke rumah mereka, sesuatu yang ditolak Israel selama beberapa generasi. Israel juga telah mengarahkan pandangannya pada UNRWA, yang kini berada di ambang kehancuran karena pendanaannya ditarik dan lebih banyak berita utama yang menyiratkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ingin mengakhiri mandatnya. Setelah Israel menuduh UNRWA memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan Brigade Al Qassam dan pejuang Palestina bersenjata lainnya di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober lalu, banyak donor besar dan negara donor yang menyediakan lebih dari 80 persen pendanaan UNRWA menarik dukungan keuangan mereka. Hanya beberapa negara, termasuk Belgia, Norwegia, Irlandia, dan Arab Saudi, yang telah berjanji untuk melanjutkan pendanaan. Donor terbesar, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Spanyol, sudah menghentikan pendanaannya. Untuk saat ini, penduduk Aida mengatakan, impian mereka tertunda dan mungkin akan hilang selamanya. Kamp pengungsi Aida, yang terletak di antara Betlehem, Beit Jala dan Yerusalem, merupakan rumah bagi lebih dari 8.000 pengungsi Palestina, dua sekolah untuk anak laki-laki dan perempuan serta klinik yang melayani para pengungsi dari semua kamp di dekat Betlehem. Selama tujuh setengah dekade, empat generasi keluarga Damaseh telah memegang harapan untuk kembali ke desa asal mereka. Sejak Nakba keluarga Damaseh mengandalkan UNRWA untuk mendapatkan makanan, perawatan kesehatan dan pendidikan selama bertahun-tahun. Kini, mereka takut akan apa yang akan terjadi pada mereka jika badan tersebut dipaksa untuk menghentikan semua operasinya dalam waktu dekat, seperti yang sudah diperingatkan. “Tidak ada entitas Palestina atau internasional yang mampu memikul tanggung jawab atas kamp-kamp tersebut, baik dalam hal pendidikan maupun kesehatan,” ungkap ayah Ahmad, Muhammad seperti dikutip dari Aljazirah, Selasa (5/3/2024). Seperti warga lainnya, ia sangat yakin penghentian pendanaan untuk UNRWA merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk menindas warga Palestina. “Sebagai pengungsi, kami tahu ada rencana politik besar untuk mengakhiri keberadaan UNRWA, mencegah hak untuk kembali. Ini adalah sesuatu yang tidak akan kami biarkan. Anak saya, Ahmed, akan belajar di sekolah kamp Aida sampai dia kembali ke desa asal kami,” tambahnya dengan nada menantang. Keluarga Damesh mengatakan jika UNRWA menghilang maka hilang pula impian mereka untuk kembali ke rumah. Sebaliknya, kemungkinan besar kamp-kamp ini akan diserap sebagai kota di bawah Otoritas Palestina yang lebih luas.

Read More

Media Israel Selalu Kaitkan Indonesia Ada Hubungan Diplomatik dengan Zionis

Gaza — 1miliarsantri.net : Pekan ini, sebuah media Israel membuat kabar menghebohkan. Dilansir dari laman Jewishinsider.com, Israel dan Indonesia dikabarkan berencana mengumumkan pembentukan hubungan diplomatik pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Namun menurut pemberitaan tersebut, rencana pembentukan hubungan diplomatik tertunda karena perang di Gaza. Informasi tersebut berdasarkan sumber yang terlibat dalam negosiasi. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Israel saat itu yakni Eli Cohen dan Presiden Indonesia Joko Widodo telah menyetujui draf final kesepakatan untuk pertukaran kantor dagang. Dari pemberitaan tersebut juga disebutkan bahwa Andi Widjajanto serta Direktur Jenderal Kemenlu dan salah satu pemain kunci Israel, Ronen Levy bertemu di Yerusalem pada September. Pertemuan itu juga dihadiri Dan Shapiro, yang saat itu menjabat sebagai penasihat senior Departemen Luar Negeri AS untuk integrasi regional. Mereka bertemu untuk merampungkan naskah perjanjian tersebut. Istana telah membantah rumor tersebut. Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana menampik kabar bahwa Indonesia berencana menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. “Terkait pemberitaan yang diangkat oleh https://jewishinsider.com/2024/02/israel-indonesia-normalization-state-department/, yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki rencana untuk menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Disampaikan pernyataan sebagai berikut: Informasi yang disampaikan itu sama sekali tidak benar,” kata Ari dalam keterangannya, Senin (4/3/2024). Ari juga membantah kabar bahwa Presiden Jokowi mengirim utusan khusus untuk berbicara dengan Israel terkait rencana tersebut. Ari menyebut bahwa Presiden hanya menugaskan Menteri Luar Negeri untuk semua urusan yang terkait hubungan luar negeri. “Tidak benar Presiden sampai mengirim utusan khusus untuk berbicara dengan Israel. Untuk urusan Luar Negeri, Presiden menugaskan pada Menlu atau atas koordinasi dengan Menlu,” tegasnya. Kabar bahwa Indonesia disebut-disebut akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel buka kali pertama. Pada Desember 2020, media Israel mengaitkan dua negara yakni Oman dan Indonesia akan memperbaiki hubungan diplomatik dengan Israel. Sumber diplomatik mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Indonesia dan Oman adalah negara yang paling mungkin menjalin hubungan dengan Israel. Sumber yang tidak disebutkan jati dirinya itu mencatat bahwa pekerjaan atas nama normalisasi dengan negara-negara tersebut berada pada tahap yang lebih maju daripada dengan negara lain. Oman memiliki hubungan tingkat rendah dengan Israel dari 1994-2000. The Jerusalem Post melaporkan Indonesia tidak pernah memiliki hubungan dengan Israel, meski memiliki hubungan terselubung, kontak perdagangan tingkat rendah, dan hubungan antara para pemimpin negara. Namun kabar tersebut telah dibantah oleh Pemerintah RI. Israel punya alasan tersendiri mengapa ingin memiliki hubungan dengan Indonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting. Karena itu, mereka berkeinginan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Read More