Palestina Menyatakan Kehadiran Israel di Tepi Barat Seperti di Neraka

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Sumber Palestina mengatakan pasukan Israel menyerbu ibukota administratif Palestina di Ramallah, daerah pendudukan Tepi Barat. Seorang remaja berusia 16 tahun tewas dalam operasi terbesar ke kota itu dalam beberapa tahun terakhir.

Militer Israel mengatakan terjadi kerusuhan antara warga Palestina yang melempar bom molotov dengan tentara yang menembakan peluru tajam. Saksi mata di Ramallah mengatakan pasukan Israel membawa lusinan kendaraan militer ke pusat pemerintah Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel menembak dan membunuh Mustafa Abu Shalbak yang berusia 16 tahun di kamp pengungsian Am’ari. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan konfrontasi pecah saat pasukan Israel menyerbu kamp pengungsian tersebut.

“Di mana peluru tajam ditembakan ke remaja-remaja Palestina (melukai Abu Shalbak di leher dan dada),” terang Wafa dalam laporannya, Rabu (6/3/2024).

Militer Israel mengatakan pasukan keamanannya menggelar operasi kontra-terorisme selama enam jam di kamp pengungsian tersebut. Mereka mencari dua buronan, menginterogasi dan menyitara “bahan-bahan menghasut yang disebarkan Hamas.”

“Selama operasi, berkembang kerusuhan dengan kekerasan, di mana tersangka melempar batu dan bom molotov ke pasukan keamanan Israel yang meresponnya dengan peluru tajam, tembakan teridentifikasi,” kata militer Israel.

Seorang petugas keamanan perbatasan Israel mengalami luka ringan dalam kerusuhan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihak berwenang Israel membuat kehidupan rakyat Palestina di Tepi Barat menjadi “neraka tak tertahankan” dengan tindakan-tindakan seperti penyerbuan, penahanan, dan pembatasan pergerakan. Kementerian memperingatkan “resiko resiko” hal ini memicu “kekerasan dan anarki” di Tepi Barat.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca