Lantunan Ayat Al-Qur’an Bergema di Gereja Belanda

Amsterdam — 1miliarsantri.net : Gereja Dominicus di Amsterdam, Belanda menjadi tuan rumah upacara peringatan satu tahun serangan Israel di Gaza, Palestina, pada Ahad (6/10/2024) lalu. Peringatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Mengutip Anadolu Agency, Rabu (9/10/2024), acara yang dihadiri Walikota Amsterdam Femke Halsema dan Duta Besar Palestina untuk Belanda Ammar Hijazi ini bertujuan untuk memberikan ruang duka dan refleksi komunal. Selain itu, acara peringatan menghadirkan pembicara dari komunitas Muslim, Yahudi, dan Kristen, yang menekankan bagaimana genosida di Gaza mengganggu umat dari semua agama. “Kami merasa perlu untuk menawarkan tempat di mana orang dapat mengekspresikan emosi dan berduka bersama.” kata pendeta Gereja Dominicus, Janneke Stegman. Stegman memuji keberagaman pada acara tersebut dan mengatakan genosida di Gaza mengganggu orang-orang dari berbagai agama. Stegman menekankan sangat sulit memahami situasi yang sedang berlangsung di Gaza. “Tidak ada cukup empati terhadap para korban di Gaza. Sangat menantang untuk menjadi saksi genosida ini.” ucap Stegmen. Serangan Israel memasuki tahun ke-2

Read More

Hamas Hujani Tel Aviv dengan Roket

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok perjuangan Palestina, Hamas, belum menyerah. Perlawanan terus dilakukan meskipun Israel tak henti-henti menyerang Jalur Gaza. Kelompok Brigade Qassam, menyatakan telah menembakkan rentetan roket Maqadmeh M-90 ke arah Tel Aviv, Israel tengah. Tentara Israel mengonfirmasi serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa lima roket ditembakkan dari Khan Younis di Gaza. Dua orang dilaporkan terluka dalam serangan roket tersebut. Suara sirine sempat terdengar di Tel Aviv menyusul serangan Hamas yang digelar satu tahun sejak perang dimulai. Sementara itu, pihak militer Israel telah mengumumkan kematian seorang tentara dalam pertempuran di perbatasan Lebanon. Ini adalah kematian tentara kedua yang diumumkan hari ini. Sebelumnya bahwa seorang tentara cadangan berusia 25 tahun telah terbunuh dalam pertempuran di perbatasan, sementara dua orang lainnya terluka parah. Angkatan Darat Israel, menyatakan telah mengerahkan satu divisi baru untuk operasi darat di Lebanon selatan yaitu Divisi Galilee ke-91, yang meliputi Brigade Cadangan ke-3 dan ke-8 dan Brigade Nahal Utara 228. Sejak pecah perang, Divisi ke-91 telah melancarkan sejumlah operasi ofensif dan defensif untuk melemahkan Hizbullah dan infrastrukturnya di Lebanon selatan, melalui serangan darat dan udara, kata pernyataan militer Israel. Baru-baru ini, militer Israel menyatakan telah mengerahkan divisi ke-98 dan ke-36 di Lebanon selatan untuk memperluas serangan.

Read More

Tandai Satu Tahun Serangan 7 Oktober, Roket-Roket Hamas Hantam Tel Aviv

Gaza — 1miliarsantri.net : Militan Hamas di Gaza pada hari ini mengirim roket-roket ke Israel menandai satu tahun serangan 7 Oktober. Militer Israel seperti dikutip Associated Press, mengeklalim berhasil mengintersep tiga roket kirim Hamas, sementara satu roket lainnya berhasil menghantam area terbuka di Tel Aviv. Militer Israel menyebut tidak ada korban jiwa atau kerusakan akibat hantaman roket Hamas. Namun, berdasarkan video-video yang beredar di media sosial X, roket yang gagal di intersep Iron Dome berhasil mengakibatkan kerusakan dan kebakaran sebuah gedung di daerah Kfar Habad. Dua warga Israel dilaporkan mengalami luka-luka. “Brigade Al-Qassam membombardir kota Tel Aviv dengan serangkaian roket Maqadma M90 sebagai bagian dari perang dan respons atas pembantaian oleh zionis terhadap warga sipil dan upaya pengusiran terhadap rakyat kami (Palestina),” demikian keterangan resmi Brigade Al-Qassam dikutip media lokal. (zul/AP)

Read More

Iran Ancam Serangan Tak Terduga Jika Israel Berani Menyerang

Gaza — 1miliarsantri.net : Iran telah menyampaikan pesan kepada Amerika Serikat melalui perantara bahwa serangan Israel berikutnya terhadap Iran akan dibalas dengan “respons tak konvensional” yang mencakup serangan terhadap infrastruktur Israel. Dalam pernyataan eksklusif kepada sebuah media internasional, seorang pejabat Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa negaranya telah mengirim pesan kepada AS melalui Qatar, membahas meningkatnya ketegangan regional setelah serangan rudal Iran ke Israel. Dalam pesan tersebut, Tehran memberitahu Washington bahwa “fase pengendalian diri sepihak telah berakhir”, dan menambahkan bahwa “pengendalian diri individual tidak menjamin kebutuhan keamanan nasional kami”. Pesan tidak langsung tersebut juga menekankan bahwa Iran tidak menginginkan perang regional, kata pejabat tersebut. Israel berjanji untuk membalas setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik dua gelombang terhadap target militer dan keamanan di Israel. Iran mengatakan serangan rudal pada hari Selasa itu merupakan tanggapan atas serangan Israel di Jalur Gaza yang terkepung dan Lebanon, serta pembunuhan pejabat kunci Hizbullah dan kelompok Hamas Palestina. Menurut angkatan bersenjata Israel, tembakan sekitar 200 proyektil tidak menimbulkan korban karena sebagian besar rudal berhasil dicegat. AS telah berulang kali berjanji untuk mendukung sekutu dekatnya, Israel. Seorang koresponden internasional, Kimberly Halkett, melaporkan dari Washington bahwa pesan Iran yang dikirim ke AS tampaknya merupakan tanggapan terhadap komentar Presiden Joe Biden pada hari Rabu yang mengatakan Israel berhak merespons serangan rudal tersebut. “Biden mengatakan Israel berhak membalas serangan Iran baru-baru ini, tidak seperti yang terjadi pada April ketika Iran menargetkan Israel dan Gedung Putih memperingatkan Israel untuk tidak merespons,” kata Halkett. Pesan Iran tersebut dapat diartikan dengan dua cara, katanya. “Bisa berarti, ‘Kami tidak ingin Anda melakukan apa pun, kami berusaha mencegah itu,’ atau bisa jadi sebuah peringatan: ‘Anda mengambil tindakan dan respons kami akan lebih besar lagi,’” kata Halkett. Konsekuensi BeratPejabat Iran yang berbicara kepada media internasional mengatakan bahwa dalam pesan kepada AS, Iran menegaskan kembali perlunya mengendalikan Israel “dan kegilaannya yang tak terkendali” di kawasan tersebut. Pekan ini Israel mengirim pasukan darat ke Lebanon selatan dalam apa yang disebutnya sebagai serangan “terbatas” dan terus membombardir negara tersebut, termasuk ibu kota Beirut, selama hampir dua minggu. Serangannya sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan mengungsikan lebih dari 1 juta orang dari rumah mereka, menurut pejabat Lebanon.

Read More

Negara-negara Besar Desak Iran-Israel Tahan Diri

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemimpin dunia menyerukan penurunan ketegangan setelah serangan rudal Iran ke Israel. Serangan ini membuat dunia khawatir akan pecahnya perang besar di Timur Tengah. Tehran menyatakan serangan pada Selasa itu merupakan balasan atas pembunuhan pemimpin militan yang didukung Iran. Sementara itu, Israel mengklaim sedang melakukan ofensif darat melawan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Ini adalah kedua kalinya Iran menyerang Israel secara langsung. Sebelumnya, Iran melancarkan serangan rudal dan drone pada April lalu sebagai pembalasan atas serangan udara Israel yang mematikan ke konsulat Iran di Damaskus. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam “konflik yang meluas di Timur Tengah”. Dengan meluasnya konflik Israel dengan Hizbullah di samping perang yang sedang berlangsung dengan militan Hamas Palestina di Gaza, Guterres mengkritik “eskalasi demi eskalasi” di kawasan tersebut. “Ini harus dihentikan. Kita sangat membutuhkan gencatan senjata,” tegasnya. Presiden AS Joe Biden memerintahkan militer AS untuk “membantu pertahanan Israel terhadap serangan Iran dan menembak jatuh rudal yang menargetkan Israel”. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut serangan itu “sama sekali tidak dapat diterima”. Israel bersumpah akan membalas serangan Iran. “Serangan ini akan ada konsekuensinya. Kami punya rencana, dan kami akan beroperasi di tempat dan waktu yang kami tentukan,” kata juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari. Kelompok Islamis Palestina Hamas memuji serangan Iran ke Israel. Hamas mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas pembunuhan termasuk pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Tehran. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam serangan Iran dan menyerukan penghentian “spiral kekerasan” yang melanda Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares mengatakan Madrid mengeluarkan “seruan baru kepada semua aktor, termasuk Israel, untuk menunjukkan pengendalian diri dan tidak eskalasi”.

Read More

Imbas Perang Iran – Israel, Maskapai UAE Batalkan Penerbangan ke 6 Negara

Dubai — 1miliarsantri.net : Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UAE) telah membatalkan jadwal penerbangan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan roket besar-besaran Iran ke Israel. Dengan ancaman pembalasan Israel yang membuat kawasan ini di ambang eskalasi perang yang sudah menghancurkan, maskapai penerbangan mengambil langkah demi keselamatan penumpang, sekaligus terpaksa merespons penutupan wilayah udara Israel, Irak, dan Yordania. Maskapai Dubai seperti Emirates dan flydubai membatalkan semua penerbangan ke Irak, Iran, dan Yordania yang dijadwalkan pada hari Kamis. Sementara itu, Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi telah membatalkan semua layanan penerbangannya ke Tel Aviv. Emirates juga membatalkan penerbangan ke Inggris, Oman, dan Kuwait di tengah gangguan ini. Ketiga maskapai tersebut memastikan bahwa penumpang yang sudah memesan tiket akan dibantu dengan pengaturan perjalanan. Para penumpang disarankan untuk memeriksa informasi penerbangan terbaru secara online dengan maskapai mereka. Penerbangan ke Beirut juga terganggu. Emirates memperpanjang penangguhan rute ke dan dari ibu kota Lebanon hingga 8 Oktober, sementara flydubai hingga 7 Oktober, seiring dengan dimulainya serangan Israel di selatan negara tersebut. Maskapai Teluk lainnya juga menghentikan penerbangan. Air Arabia menangguhkan penerbangan ke Beirut dari Sharjah dan Abu Dhabi. Egyptair mengumumkan penangguhan penerbangan ke Beirut untuk waktu yang tidak ditentukan. Royal Jordanian menyatakan penerbangan ke Beirut tidak beroperasi “karena situasi saat ini”, tanpa memberikan waktu pasti untuk memulai kembali. Iran Air dan Iraqi Airways juga menangguhkan penerbangan ke ibu kota Lebanon “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, menurut laporan kantor berita lokal akhir pekan lalu. Maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, dan Qatar Airways yang berbasis di Doha mengambil langkah serupa karena kekhawatiran keamanan. Middle East Airlines, maskapai nasional Lebanon, adalah satu-satunya maskapai yang beroperasi dari Beirut. Banyak negara, termasuk Inggris, AS, Prancis, dan Irlandia, meminta warga negara mereka untuk meninggalkan kawasan tersebut. Pada hari Sabtu, Komisi Eropa dan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan buletin informasi zona konflik yang merekomendasikan agar maskapai penerbangan menghindari beroperasi di wilayah udara Lebanon dan Israel “di semua level penerbangan”.

Read More

Iran Akui Tembakkan 200 Rudal ke Israel

Teheran — 1miliarsantri.net : Iran mengakui telah menembakkan hampir 200 rudal balistik ke arah Israel pada hari Selasa. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, kepada wartawan. Pihak Iran menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan atas pembunuhan pejabat tinggi Hizbullah dan Hamas baru-baru ini. Ketika serangan terjadi, sirene peringatan berbunyi di seluruh Israel, membuat warga bergegas mencari perlindungan. Langit malam pun dihiasi oleh kilatan api dari rudal-rudal yang meluncur. Setelah beberapa waktu, pihak berwenang mengumumkan bahwa serangan telah berakhir. Meskipun Iran meluncurkan serangan besar-besaran, sebagian besar rudal berhasil dicegat. Pertahanan Israel mendapat bantuan dari kapal perusak angkatan laut AS yang ikut membantu pencegatan rudal. Namun, juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengakui bahwa ada “beberapa tembakan yang berhasil mendarat”. Akibatnya, beberapa orang dilaporkan mengalami cedera. Serangan ini terjadi tak lama setelah Israel membunuh pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrallah, yang merupakan sekutu penting Iran. Selain itu, Israel juga baru saja memulai invasi darat ke wilayah Lebanon selatan. Kedua peristiwa ini diduga menjadi pemicu serangan balasan Iran.

Read More

Reaksi Ayatollah Khamenei Usai Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Terbunuh

Beirut — 1miliarsantri.net : Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei lewat akun resminya di X, @khamenei_ir mengeluarkan pernyataan usai pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah terkonfirmasi terbunuh dalam serangan udara Israel di Beirut pada Jumat (27/9/2024). Khamenei menyebut Nasrallah wafat dalam keadaan syahid dan arwahnya menuju surga. “Mujahid besar, penentu-standar militan di kawasan, seorang pemuka agama dan pemimpin politik yang bijaksana, Syahid Hassan Nasrallah (semoga Allah meridhoinya), menjadi martir pada perisitwa tragis di Lebanon semalam dan kini menuju ke surga,” kata Khamenei. Menurut Khamenei, Nasrallah telah menerima penghargaan atas beberapa dekade jihad di jalan Allah, penderitaan dan pengorbanan suci. Penghargaan itu adalah menjadi martir dan syahid di jalan Allah. Dunia Islam, kata Ayatollah, kehilangan figur mulia, Front Pejuang kehilangan seorang yang sangat dihormati, dan Hizbullah kehilangan pemimpin yang tiada duanya. “Fondasi yang telah dibangun oleh Syahid Hassan Nasrallah di Lebanon dan arah yang dia tetapkan di kalangan militan pejuang tidak akan bisa dihancurkan lewat kemartirannya, justru akan menguat hasil dari pengorbanannya,” kata Khamenei. “Demi Allah yang maha agung dan maha kuasa, serangan oleh Front Pejuang terhadap rezim Zionis yang berkarat dan memburuk akan semakin menghancurkan. Rezim Zionis yang gagal tidak akan meraih kemenangan lewat aksi kejam ini.” (luc)

Read More

37 Pusat Kesehatan Lebanon Berhenti Beroperasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa 37 dari 317 pusat kesehatan di Lebanon berhenti beroperasi menyusul serangan udara Israel sejak 23 September. Lewat unggahan di X, organisasi tersebut menekankan pentingnya melindungi fasilitas medis. WHO melaporkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan kesenjangan yang signifikan dalam layanan kesehatan di seluruh negeri. Menurutnya, akses layanan kesehatan sama pentingnya dengan akses makanan, air, dan pengungsian. Media Lebanon mengindikasikan bahwa mayoritas pusat medis yang terkena dampak berada di Lebanon selatan. Sejak Senin, Israel meluncurkan serangan terluas sekaligus terparah terhadap Lebanon, yang mengakibatkan lebih dari 728 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas. Sementara itu, 2.658 orang lainnya juga terluka dan hampir 390.000 orang mengungsi akibat serangan tersebut, menurut data resmi pemerintah Lebanon. Sebelumnya diberitakan, jumlah korban tewas di Lebanon akibat serangan udara Israel sejak 8 Oktober tahun lalu telah mencapai 1.247 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sekitar 5.278 orang terluka.

Read More

Genosida Baru Israel di Lebanon, 1.600 Lebih Syahid

Beirut — 1miliarsantri.net : Korban akibat serangan militer Israel ke Lebanon terus menumpuk. Selain lebih dari seribu korban jiwa, ratusan ribu warga Lebanon juga kini sudah mengungsi dari wilayah yang dibombardir Zionis. Menteri Kesehatan Masyarakat Lebanon, Firas Al-Abyad mengumumkan bahwa agresi Israel yang sedang berlangsung di Lebanon pada Oktober 2023 telah mengakibatkan hilangnya 1.640 nyawa secara tragis, termasuk 104 anak-anak dan 194 perempuan. Menurut Kantor Berita Nasional, Menteri Al-Abyad memberikan laporan rinci tentang korban dan cedera akibat serangan Israel, menyoroti situasi kemanusiaan yang mendesak bagi para pengungsi karena jumlah pengungsi terus meningkat akibat serangan udara yang intensif di pinggiran selatan Beirut. Menteri melaporkan total 8.408 orang terluka, dan banyak korban masih terkubur di bawah reruntuhan. Ia juga mencatat adanya orang hilang dan jenazah yang belum teridentifikasi. Al-Abyad juga mengkonfirmasi bahwa 41 personel medis dan darurat telah kehilangan nyawa sejak awal serangan, sementara 111 lainnya menderita berbagai luka. Sejauh ini, Israel terus melakukan pemboman terhadap wilayah Dahiyeh selatan di Beirut, yang merupakan salah satu lingkungan terpadat di Lebanon. Ini adalah rumah bagi sekitar 700.000 orang. Sejak serangan udara dimulai pada hari Jumat, Israel belum berhenti membombardir wilayah itu. Aljazirah melaporkan, kebanyakan orang yang tinggal di sana telah mengungsi, sangat ketakutan dan kehilangan arah, sementara eksodus massal terus berlanjut. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengatakan masyarakat Lebanon adalah target baru dari kebijakan genosida penjajah Israel. Kebijakan itu dimulai tahun lalu ketika negara tersebut memulai perang di Gaza setelah serangan Hamas terhadap Israel selatan pada tanggal 7 Oktober. Pemimpin Turki mengatakan anak-anak termasuk di antara warga sipil Lebanon yang “dibunuh” oleh serangan “brutal” Israel yang dilakukan di Lebanon pekan ini. “Tidak seorang pun yang memiliki hati nurani dapat menerima, memaafkan, atau membenarkan pembantaian semacam itu,” tulisnya dalam postingan di X. “Pemerintah Israel menjadi semakin ceroboh karena dimanjakan oleh negara-negara yang menyediakan senjata dan amunisi untuk melakukan pembantaian; hal ini bertentangan dengan seluruh kemanusiaan, nilai-nilai kemanusiaan, dan hukum internasional.” Erdoğan mengatakan bahwa tergantung pada struktur global, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil tindakan cepat guna menghentikan “serangan tidak manusiawi terhadap Lebanon” yang dilakukan Israel. Dia sebelumnya menuduh Israel melakukan genosida atas perangnya di Gaza, menyerukan agar Israel dihukum di Mahkamah Internasional dan mengkritik negara-negara Barat karena mendukung serangan militer di negara tersebut. Sejauh ini genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 41.500 jiwa dan melukai 90 ribu lainnya. Kebanyakan korban adalah anak-anak. Saat ini sebagian warga Lebanon melarikan diri dari kekerasan melintasi perbatasan ke Suriah. “Lebih dari 50.000 warga Lebanon dan Suriah yang tinggal di Lebanon kini telah menyeberang ke Suriah untuk menghindari serangan udara Israel,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi dalam sebuah postingan di X. “Lebih dari 200.000 orang mengungsi di Lebanon.” Dia menambahkan bahwa operasi bantuan sedang dilakukan di kedua negara. Fatima Chahine, seorang pengungsi Suriah, tidur di pantai umum Ramlet al-Bayda di Beirut bersama keluarganya dan ratusan orang asing. “Kami hanya menginginkan tempat di mana anak-anak kami tidak takut,” katanya dilansir Aljaziah. “Kami melarikan diri dari perang di Suriah pada tahun 2011 karena anak-anak dan kami datang ke sini. Dan sekarang hal yang sama terjadi lagi.” Di pantai, para pengungsi tersebar di trotoar atau di dalam mobil yang diparkir di tepi jalan. Yang lainnya berkemah di pagoda pantai atau di atas selimut di pasir. “Kami menghabiskan lebih dari tiga jam berputar-putar antara sekolah dan tempat penampungan dan kami tidak menemukan satupun tempat yang cukup,” kata Talal Ahmad Jassaf, seorang pria Lebanon yang juga tidur di pantai bersama keluarganya. Dia mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk pergi ke tempat yang relatif aman di Suriah, tetapi khawatir tentang serangan udara di jalan antara Beirut dan Damaskus.

Read More