Israel Terus Menerus Bombardir Beirut

Beirut — 1miliarsantri.net : Israel melakukan pemboman besar-besaran terhadap wilayah Dahiyeh di ibu kota Lebanon, Beirut, pada Jumat (27/9/2024) malam waktu setempat. Ini menandakan kian dalamnya serangan Israel ke Lebanon setelah sebelumnya hanya membombardir wilayah selatan Lebanon. TV Al-Manar dari Lebanon melaporkan serangan udara di distrik Haret Hreik menghancurkan sejumlah bangunan, menjadikannya tumpukan puing. Stasiun tersebut mengatakan lebih dari 15 rudal menghantam daerah tersebut pada saat yang bersamaan. Serangan itu juga meluluhlantakkan seluruh blok, sekitar enam hingga sembilan bangunan hancur seluruhnya atau sebagian. Blok perumahan itu dekat dengan bandara internasional Beirut. Rekaman menunjukkan setidaknya satu kawah membara di lokasi serangan. Serangkaian serangan udara Israel yang intens menghantam salah satu pinggiran selatan Beirut yang padat penduduknya ketika ledakan terdengar di seluruh ibu kota Lebanon. Serangkaian ledakan di Beirut selatan itu menyebabkan awan asap berwarna oranye dan hitam mengepul di langit ibu kota. Ambulans menuju ke lokasi ledakan, sirene meraung-raung. Tak lama sebelum ledakan, ribuan orang berkumpul di pinggiran kota untuk menghadiri pemakaman tiga anggota Hizbullah, termasuk seorang komandan senior, yang tewas dalam serangan sebelumnya. “Saya terkejut saat ini. Saya pulang kerja, dan tiba-tiba seperti dikelilingi oleh ribuan tabung gas, semuanya meledak sekaligus,” Hiba al-Ashkar, yang tinggal di kamp pengungsi Burj el-Barajneh, mengatakan kepada Aljazirah. “Orang-orang berteriak, wanita-wanita berteriak. Benar-benar kekacauan. Ada asap dan api dimana-mana. Ibuku juga hancur. Pada saat itu, Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan atau apa yang seharusnya saya lakukan. Apakah saya akan mati sekarang? Ini mengerikan.” Serangan di Dahiyeh, pinggiran kota Beirut, terjadi tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di depan PBB, menjanjikan kampanye Israel melawan Hizbullah akan terus berlanjut. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan, mereka menyerang “pusat komando” Hizbullah yang terletak jauh di dalam wilayah sipil. Badan pertahanan sipil Lebanon mengatakan timnya sedang berupaya memadamkan beberapa kebakaran yang terjadi di distrik Dahiyeh, dan dua jenazah ditarik dari bawah reruntuhan menyusul serangkaian ledakan.

Read More

Houthi Luncurkan Misil Balistik Targetkan Tel Aviv

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Raungan sirene terdengar dan warga berlarian dalam kepanikan di beberapa wilayah metropolitan Tel Aviv, Israel usai militan Houthi seperti dilaporkan meluncurkan serangan misil balistik. Laporan Ynet pada Jumat (27/9/2024) mengklaim, misil-misil kiriman Houthi itu berhasil diintersep oleh Israel, sehingga tak menimbulkan korban jiwa atau luka dari kalangan warga sipil atau militer. Sebuah laporan PBB mengungkapkan, bahwa pejuang Houthi telah berkembang dari “sebuah kelompok bersenjata lokal dengan kemampuan terbatas menjadi organisasi militer yang kuat” dengan bantuan dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hizbullah, dan tentara elite Irak. Ini adalah serangan kedua misil Houthi ke daratan Israel setelah pada awal September, kirim misil dari Yaman menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam wilayah Israel tengah. Pada Juli, sebuah serangan drone Houthi ke Tel Aviv menewaskan satu orang dan melukai beberapa warga Israel lainnya yang dibalas kemudian oleh IDF lewat serangkaian serangan bom ke Pelabuhan Hodeidah. Pada Rabu (25/9/2024), Hizbullah mengumumkan telah menembakkan rudal ke Tel Aviv untuk pertama kalinya dan menyasar markas badan intelijen Israel, Mossad. Dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan Anadolu, kelompok itu mengatakan mereka menembakkan rudal balistik “Qader-1” ke fasilitas Mossad, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas gelombang pembunuhan komandan Hizbullah baru-baru ini dan ribuan ledakan perangkat komunikasi yang digunakan anggotanya, yang menewaskan puluhan orang. Media Israel, termasuk situs berita Times of Israel, mengutip pernyataan militer yang mengeklaim bahwa rudal Hizbullah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel, David’s Sling, sebuah sistem pencegat rudal jarak menengah hingga jauh, saat rudal itu mendekati sasaran di pinggiran Tel Aviv.

Read More

Rencana Israel Bisa Hancurkan Ekonomi Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemerintahan Presiden AS Joe Biden menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich untuk memutus hubungan antara bank-bank Palestina dan sistem keuangan Israel bulan depan. Langkah ini bisa mengakibatkan kehancuran ekonomi di Tepi Barat. Pemerintah AS khawatir bahwa: “Runtuhnya sistem perbankan Palestina bisa menjatuhkan Otoritas Palestina, menciptakan kekosongan kekuasaan yang bisa menjerumuskan Tepi Barat ke dalam kekacauan dan memperburuk konflik di kawasan.” Sementara itu, Smotrich melanjutkan rencananya untuk melemahkan Otoritas Palestina (PA) sebagai bagian dari ideologinya untuk menganeksasi Tepi Barat. Smotrich, yang juga menjabat sebagai menteri di Kementerian Pertahanan dan diberi banyak kekuasaan sipil terkait Tepi Barat yang diduduki, sebelumnya menyatakan bahwa PA merupakan ancaman bagi Israel dan mengatakan bahwa Hamas adalah “aset” karena membagi kepemimpinan Palestina, mengurangi peluang pembentukan negara Palestina. Sebagai menteri keuangan dan menteri di Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab atas urusan sipil di Tepi Barat, Smotrich memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina. Dia memiliki kekuasaan untuk mengizinkan bank-bank Israel melakukan transaksi keuangan dengan bank-bank Palestina tanpa risiko didakwa melakukan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Tanpa persetujuan tersebut, bank-bank Palestina akan terputus dari sistem keuangan Israel dan runtuh. Persetujuan ini memberikan perlindungan hukum dan ekonomi kepada Bank Hapoalim dan Israel Discount Bank. Kedua bank sentral ini menawarkan layanan perbankan kepada bank-bank Palestina dan mencegah mereka dituduh “pencucian uang” dan “pendanaan terorisme”. Pada bulan Juni, Smotrich mengancam tidak akan memperpanjang izin bagi bank-bank Israel untuk berbisnis dengan bank-bank Palestina, ancaman yang digunakannya untuk menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar menyetujui ribuan rumah pemukiman di Tepi Barat dan melegalkan lima pos terdepan ilegal. Smotrich hanya memperpanjang izin selama empat bulan, dibandingkan dengan perpanjangan satu tahun sebelumnya. Karena izin untuk bank-bank Israel berakhir pada Oktober, Smotrich menuntut audit pihak ketiga terhadap sistem perbankan Palestina sebagai syarat untuk memperpanjang izin selama setahun. Namun, menurut pejabat senior G7, pemerintahan Biden dan sekutu G7-nya khawatir bahwa saat tenggat waktu mendekat dan syarat-syarat Smotrich terpenuhi, dia bisa datang dengan tuntutan baru yang tidak ada hubungannya dengan sistem perbankan tetapi lebih banyak berhubungan dengan perluasan permukiman di Tepi Barat.

Read More

Presiden Turki Bongkar Kebusukan Israel di Gaza

New York — 1miliarsantri.net : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam PBB atas ketidakaktifannya di Gaza. Dia menuduh Israel mengubah wilayah Palestina itu menjadi “kuburan terbesar anak-anak dan wanita di dunia”. Erdogan juga mendukung Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel terhadap Hizbullah. Dia mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyeret kawasan Timur Tengah lebih dalam ke arah perang. “Bukan hanya anak-anak, tapi sistem PBB juga sekarat di Gaza. Kebenaran dan nilai-nilai yang diklaim Barat untuk dipertahankan sedang mati… Saya bertanya terus terang: Hai organisasi hak asasi manusia, bukankah mereka yang ada di Gaza dan Tepi Barat juga manusia? ,” terang Erdogan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York. Erdogan mengkritik Dewan Keamanan PBB yang gagal menghentikan pertempuran. Dia berulang kali mengatakan “dunia lebih besar dari lima”, merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan, termasuk sekutu terkuat Israel yaitu Amerika Serikat. “Dewan Keamanan PBB, apa lagi yang kalian tunggu untuk mencegah genosida di Gaza dan mengatakan ‘hentikan’ kekejaman dan kebiadaban ini?” tanyanya. Sebagai kritikus vokal terhadap ofensif Israel di Gaza, Erdogan mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan “Netanyahu dan jaringan pembunuhnya”. Dia membandingkan perdana menteri Israel itu dengan Adolf Hitler dari Nazi Jerman. “Sama seperti Hitler dihentikan oleh aliansi kemanusiaan 70 tahun lalu, Netanyahu dan jaringan pembunuhnya harus dihentikan oleh ‘aliansi kemanusiaan’,” ujarnya.

Read More

Tentara Israel Tutup Kantor TV Aljazirah di Ramallah

Ramallah — 1miliarsantri.net : Tentara Israel menyerbu dan menutup kantor TV Aljazirah di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Ahad (22/9/2024) pagi, dalam tindakan yang digambarkan sebagai keputusan militer yang sewenang-wenang. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan pemerintah Israel memerintahkan staf Aljazirah untuk meninggalkan lokasi sebelum kemudian menutup kantor media tersebut. Penyerbuan terjadi di tengah peningkatan ketegangan di kawasan maupun pengawasan terhadap organisasi media yang meliput perang Israel di Gaza. Menurut Wafa, tentara-tentara Israel menyita dokumen dan perlengkapan dari kantor Aljazirah. Mereka juga memberlakukan larangan berkegiatan selama 45 hari terhadap saluran Aljazirah di wilayah tersebut dengan alasan masalah keamanan. Dilansir laman Anadolu, Serikat Jurnalis Palestina mengecam penggerebekan dan penutupan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan baru terhadap jurnalisme dan kebebasan media. Serikat tersebut mendesak organisasi dan lembaga internasional pembela hak dan keselamatan jurnalis agar mengambil tindakan segera untuk mengecam dan memastikan keputusan tersebut dibatalkan. Serikat Jurnalis Palestina juga menyatakan solidaritas dengan Aljazirah dan beserta para jurnalisnya dengan menawarkan kantor pusat dan sumber daya untuk membantu kegiatan staf media tersebut selama masa penutupan paksa.

Read More

Spanyol Siapkan Pertemuan Bilateral dengan Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, melakukan percakapan dengan rekan Bahrain-nya, Abdullatif bin Rashid Alzayani, membahas situasi di Palestina dan solusi dua negara sebagai langkah menuju perdamaian definitif di Timur Tengah. “Saya telah berbicara dengan rekan Bahrain saya, Abdullatif bin Rashid Alzayani, tentang hubungan bilateral yang erat dan situasi di Palestina. Spanyol berkomitmen pada solusi dua negara untuk mencapai perdamaian yang nyata di Timur Tengah,” ungkap Albares melalui akun resmi di media sosial X. Percakapan telepon ini terjadi beberapa hari sebelum Madrid menjadi tuan rumah pertemuan antara perwakilan negara-negara Eropa dan Arab yang membahas solusi untuk mengakhiri perang antara Israel dan Palestina. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang, dengan para menteri luar negeri dari berbagai negara Eropa dan Arab telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang diadakan pada 29 April di Riyadh, yang memanfaatkan acara Forum Ekonomi Dunia di ibu kota Saudi tersebut. Pertemuan sebelumnya dihadiri oleh menteri-menteri dari Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, serta beberapa menteri Eropa, termasuk Spanyol, Inggris, dan Norwegia, bersama Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan.

Read More

Erdogan Siap ‘Gempur’ PBB demi Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan akan terbang ke New York akhir pekan ini untuk berbicara di Sidang Umum PBB ke-79. Dalam pidatonya, dia diperkirakan akan menyerukan keadilan bagi Palestina, terutama Gaza yang tengah diserang Israel. Sidang tahunan ini akan menjadi panggung bagi para pemimpin negara dari berbagai penjuru dunia untuk menyuarakan pendapat mereka. Erdogan sendiri sudah 14 kali hadir dalam forum bergengsi ini. Presiden Turki itu terkenal dengan slogannya “Dunia lebih besar dari lima”, merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Dia kerap menekankan perlunya reformasi di lembaga internasional tersebut. Dalam pidatonya, Erdogan akan mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB serta pengakuan dari lebih banyak negara. Dia juga akan mendesak komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait serangan brutalnya di Gaza yang hampir genap setahun. Erdogan akan menegaskan pentingnya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya demi perdamaian dan stabilitas kawasan. Turki selama ini memang vokal mengkritik Israel. Erdogan bahkan pernah menyamakan PM Benjamin Netanyahu dengan Adolf Hitler dan menuduh Tel Aviv melakukan genosida. Pada Mei lalu, Turki menghentikan perdagangan dengan Israel sebagai protes atas serangan di Gaza. Bulan Agustus, Ankara secara resmi bergabung dengan inisiatif Afrika Selatan untuk membawa Israel ke Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida. Di forum PBB nanti, Erdogan akan mengajak negara-negara dunia mendukung upaya meminta pertanggungjawaban Israel atas “kejahatan terhadap kemanusiaan” yang dilakukannya. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB 2019 lalu, Erdogan sudah memperingatkan bahwa Israel berupaya “mengambil sisa-sisa Palestina”. Dia mengkritik ketidakmampuan PBB merealisasikan keputusan-keputusan yang diambil untuk menghentikan pelanggaran Israel di Palestina. Sambil menunjukkan peta perubahan wilayah Palestina sejak 1947, Erdogan menjelaskan bagaimana Palestina terus menyusut seiring ekspansi Israel selama puluhan tahun. “Israel tidak akan puas,” katanya saat itu.

Read More

Serangan Israel Bikin Gempar, Pemimpin Hizbullah Ngamuk

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengecam keras tindakan Israel yang menurutnya telah “melanggar semua garis merah”. Pada Kamis lalu, Nasrallah mengakui bahwa kelompoknya menerima “pukulan telak yang belum pernah terjadi sebelumnya” akibat peledakan ribuan alat komunikasi oleh Israel. Nasrallah menyatakan bahwa Israel bermaksud membunuh setidaknya 5.000 orang dalam waktu dua menit dengan meledakkan ribuan pager pada Selasa dan perangkat walkie-talkie pada Rabu. “Musuh menggunakan metode sipil yang dipakai banyak orang, tanpa peduli siapa yang membawanya,” ucap Nasrallah dalam pidato televisi, sementara pesawat tempur Israel memecahkan kecepatan suara di atas Beirut. Meskipun Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, Hizbullah menuduh mereka telah meledakkan perangkat komunikasi nirkabel yang menewaskan 37 orang dan melukai ribuan lainnya. Laporan media dan sumber keamanan menyebutkan bahwa serangan itu kemungkinan dilakukan oleh agen mata-mata Mossad. “Tak diragukan lagi, kami telah menerima pukulan keamanan dan kemanusiaan yang besar, belum pernah terjadi dalam sejarah perlawanan di Lebanon,” kata Nasrallah, bersumpah bahwa kelompoknya akan membalas serangan Israel. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bisa disebut sebagai “deklarasi perang”. Pemimpin kelompok yang didukung Iran itu mengungkapkan bahwa mereka menerima “pesan melalui saluran resmi dan tidak resmi yang menyatakan bahwa tujuan serangan adalah untuk menghentikan dukungan terhadap Gaza”. Meski demikian, Nasrallah tetap bersikukuh bahwa “perlawanan” di front Lebanon tidak akan berhenti kecuali perang di Gaza dihentikan.

Read More

Visi Arab 2030 Tentang Pelayanan Haji Menyiapkan Fasilitas Berkelas

Jeddah — 1miliarsantri.net : Sepanjang transformasi Arab Saudi, satu hal tetap sama: dedikasi dan layanan Kerajaan terhadap Dua Masjid Suci dan para peziarah. Program Pengalaman Peziarah berupaya untuk memperkaya perjalanan spiritual para peziarah. Di jantung dunia Arab dan Islam, Arab Saudi memiliki hak istimewa untuk melayani Dua Masjid Suci. Jutaan peziarah dari seluruh dunia dan di Kerajaan ini mengikuti ibadah haji dan umrah setiap tahun. Program Pengalaman Peziarah menyediakan fasilitas kelas dunia, infrastruktur yang lebih baik, dan layanan digital bagi para peziarah untuk memastikan setiap individu diberkati dengan pengalaman spiritual istimewa yang tidak akan pernah mereka lupakan. Diluncurkan pada tahun 2019, Program Pengalaman Haji merasa terhormat untuk melayani jutaan jamaah haji di Arab Saudi dan menyambut mereka yang bepergian ke Kerajaan dari seluruh penjuru dunia. Melalui analisis mendalam tentang perjalanan, kebutuhan, dan harapan jamaah haji, Program ini telah bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan bahwa jamaah haji dan umrah dapat mengalami perjalanan iman mereka yang sepenuhnya transformatif. Program ini telah mendigitalkan dan menyederhanakan layanan di semua titik ziarah, mulai dari visa elektronik yang tersedia bagi jamaah haji asing hingga peluncuran kereta cepat Haramain yang memudahkan dan membuat transportasi antara Bandara Jeddah dan Tempat-Tempat Suci menjadi mudah dan nyaman. Program ini tidak hanya bekerja untuk memastikan logistik yang lancar, tetapi juga sangat bangga dalam menyediakan pengalaman budaya yang mendalam. Inisiatif yang memulihkan dan mengembangkan situs-situs Islam bersejarah memainkan peran penting dalam perjalanan spiritual jamaah haji dengan memungkinkan mereka untuk mengunjungi dan menikmati tempat-tempat yang sangat penting.

Read More

Jerman Stop Pengiriman Senjata ke Israel

Berlin — 1miliarsantri.net : Jerman telah menghentikan ekspor senjata baru ke Israel di tengah kekhawatiran humanitarian yang meningkat. Berdasarkan analisis data dan sumber dekat Kementerian Ekonomi, keputusan ini diambil saat Jerman menghadapi tantangan hukum terkait ekspor senjata. Pada tahun lalu, Jerman menyetujui ekspor senjata senilai 326,5 juta euro ke Israel, termasuk peralatan militer dan senjata perang. Angka ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun 2022. Namun, persetujuan ekspor tahun ini mengalami penurunan drastis. Dari Januari hingga 21 Agustus, hanya 14,5 juta euro yang disetujui, dengan kategori “senjata perang” hanya mencapai 32.449 euro. Seorang sumber dekat kementerian mengutip pejabat senior pemerintah yang menyatakan bahwa mereka telah menghentikan proses persetujuan lisensi ekspor senjata ke Israel. Hal ini dilakukan sambil menunggu penyelesaian kasus hukum yang menyatakan bahwa ekspor tersebut melanggar hukum humanitarian. Kementerian Ekonomi Jerman belum menanggapi permintaan komentar terkait hal ini. Dalam pembelaan terhadap dua kasus hukum, satu di Mahkamah Internasional dan satu di Berlin yang diajukan oleh European Center for Constitutional and Human Rights (ECCHR), pemerintah Jerman menyatakan bahwa tidak ada senjata perang yang diekspor di bawah lisensi yang dikeluarkan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, kecuali suku cadang untuk kontrak jangka panjang. Serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina sejak 7 Oktober, menurut kementerian kesehatan Gaza. Konflik ini juga mengakibatkan pengungsian sebagian besar populasi yang berjumlah 2,3 juta jiwa, menyebabkan krisis kelaparan, dan memunculkan tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, yang dibantah oleh Israel. Masalah ekspor senjata telah menciptakan ketegangan dalam pemerintahan Jerman. Kanselir tetap mendukung Israel, sementara Kementerian Ekonomi dan Luar Negeri yang dipimpin Partai Hijau semakin mengkritik pemerintahan Netanyahu. Tantangan hukum di seluruh Eropa juga menyebabkan sekutu Israel lainnya menghentikan atau menangguhkan ekspor senjata.

Read More