Iran Ancam Balas Dendam Setelah Kematian Pemimpin Hamas

Teheran — 1miliarsantri.net : Iran menyatakan bahwa semangat perlawanan akan semakin kuat setelah tewasnya Yahya Sinwar. Pernyataan ini disampaikan oleh misi Iran untuk PBB pada Kamis, beberapa jam setelah Israel mengumumkan telah membunuh pemimpin Hamas tersebut. “Semangat perlawanan akan semakin menguat. Dia akan menjadi teladan bagi para pemuda dan anak-anak yang akan melanjutkan perjuangannya demi pembebasan Palestina,” tulis misi tersebut dalam sebuah postingan di media sosial X. Selama pendudukan dan agresi masih ada, perlawanan akan terus berlanjut, karena sang syuhada tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi.” Sebelumnyanya, militer Israel mengumumkan bahwa pasukan mereka telah membunuh pemimpin Hamas Sinwar di Rafah, Gaza selatan, setelah baku tembak dengan pemimpin militan tersebut dan dua pejuang lainnya sehari sebelumnya. “Kemarin di Tel Sultan di Rafah, Yahya Sinwar telah disingkirkan oleh pasukan tentara,” kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari. “Pembunuh massal Yahya Sinwar, yang bertanggung jawab atas pembantaian dan kekejaman 7 Oktober, telah disingkirkan… oleh tentara [Israel],” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam sebuah pernyataan.

Read More

Tanggapan Andrew Garfield soal Palestina

New York — 1miliarsantri.net : Aktor Andrew Garfield menarik perhatian publik dalam sebuah wawancara ketika mempromosikan film terbarunya We Live in Time. Kala itu, dia vokal membahas soal Gaza, Palestina. Selama tampil di podcast “Happy Sad Confused” yang direkam secara langsung pada Kamis lalu di 92nd Street Y di New York, Garfield ditanya oleh pembawa acara Josh Horowitz “Apa yang bisa 500 orang yang bertepuk tangan ini lakukan untuk kamu?”. Aktor tersebut lantas menjawab dengan memfokuskan perhatian kepada warga Palestina di Gaza. “Saya tidak membutuhkan, saya tidak tahu, saya sangat bahagia. Kita harus mencurahkan energi kita untuk sesuatu yang benar-benar penting,” kata dia dikutip dari laman Huffington Post. Sang pembawa acara kembali bertanya, “Apa yang mungkin lebih penting saat ini?”. Garfield pun menjawab, “Mungkin nyawa warga Palestina di Gaza saat ini. Mungkin di situlah kita mencurahkan hati dan energi kita, dan siapa pun yang menderita, siapa pun yang tertindas, siapa pun yang menderita di bawah beban kengerian dunia kita saat ini, siapa pun yang tidak punya pilihan dalam menjalani kehidupan yang bermartabat. Di situlah energi kita seharusnya tersalurkan saat ini,” kata Garfield menegaskan. Tanggapan Garfield disambut tepuk tangan dari penonton saat rekaman langsung. Pada tahun lalu, aktor tersebut merupakan salah satu dari banyak pesohor yang menandatangani surat Artists4Ceasefire yang mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk memfasilitasi gencatan senjata di Gaza. Sejak Oktober 2023, lebih dari 41 ribu warga Palestina telah tewas dalam perang di Gaza.

Read More

Presiden Kuba Pimpin Aksi Bela Palestina

Havana — 1miliarsantri.net : Sebanyak 10 ribu orang berunjuk rasa di Havana untuk mendukung warga Palestina untuk menuntut pengakhiran agresi Israel. Mereka menyuarakan dalam sebuah aksi yang dipelopori oleh Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, menurut seorang koresponden Sputnik. “Lawan genosida di Gaza dan Lebanon, lawan upaya Israel untuk memusnahkan rakyat Palestina yang mulia, lawan impunitas kekaisaran bagi para pelaku genosida. Kuba menyampaikan tuntutan bersejarah kami, ‘Tolak filosofi penjajahan, dan filosofi perang akan berhenti,” tulis Diaz-Canel dalam unggahan di platform X. Selain presiden, aksi yang dihadiri 10 ribu orang tersebut juga dihadiri oleh Perdana Menteri Kuba Manuel Marrero dan Ketua Parlemen Esteban Lazo, serta para menteri dan pejabat tinggi pemerintah lainnya. Para peserta aksi berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana, sambil mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Bebaskan Palestina,” lapor koresponden Sputnik. “Kuba dan seluruh dunia menuntut pengakhiran genosida, yang tidak mungkin terjadi tanpa dukungan Pemerintah AS, dan hal ini harus diakui dan dikutuk. Tanpa dukungan AS, tidak akan pernah ada impunitas terhadap pembantaian masyarakat, anak-anak, perempuan dan para lansia serta penghancuran rumah sakit,” kata ketua Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat, Fernando Gonzalez, kepada Sputnik. Gonzalez meyakini bahwa AS mendorong Israel untuk “menginternasionalisasi genosida di Jalur Gaza yang sudah meluas ke Lebanon dan wilayah lain.”

Read More

Andrew Garfield ‘Spider-Man’ Berani Bela Palestina

New York — 1miliarsantri.net : Andrew Garfield, aktor terkenal pemeran Spider-Man, baru-baru ini menyuarakan dukungannya untuk rakyat Palestina di Gaza. Dalam sebuah podcast, Garfield menegaskan bahwa “hati dan energi kita” harus berpihak pada mereka yang menderita di tengah perang Israel-Hamas yang mematikan di Timur Tengah, serta “siapa pun yang menderita dan tertindas.” Komentar Garfield menjadi viral di media sosial pekan ini setelah ditayangkan dalam episode terbaru podcast “Happy Sad Confused” yang dipandu Josh Horowitz pada Kamis (10/10/2024). Garfield, yang saat ini sedang mempromosikan film drama romantisnya “We Live in Time” bersama Florence Pugh, melakukan perbincangan panjang dengan Horowitz di 92nd Street Y, New York. Ini bukan pertama kalinya Garfield menunjukkan dukungan untuk Palestina. Namun, minggu ini dia mempertegas sikapnya dengan menekankan simpatinya pada mereka yang terkena dampak konflik di Palestina. Menurut AP News, konflik terkini di Gaza merupakan fase paling mematikan bagi warga Palestina dalam sejarah perselisihan Israel-Palestina. Pada Agustus lalu, PBB melaporkan bahwa 40.000 warga Palestina telah tewas selama setahun terakhir, berdasarkan data dari kementerian kesehatan Gaza. Meski sukses di Hollywood, Garfield tetap peka terhadap isu-isu global. Dalam wawancara podcast Kamis lalu, Horowitz mengajukan pertanyaan terbuka tentang kebutuhan pribadi Garfield. Garfield menjawab dengan mendesak orang-orang untuk fokus pada penderitaan warga Palestina di Gaza, menyatakan bahwa kebahagiaan pribadinya sudah lebih dari cukup.

Read More

Norwegia Evakuasi Diplomatnya dari Lebanon

Beirut — 1miliarsantri.net : Kementerian Luar Negeri Norwegia mengumumkan evakuasi sebagian diplomatnya dari Lebanon, setelah pengeboman terjadi di dekat kedutaan besarnya di Beirut, di tengah meningkatnya serangan udara Israel dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. “Situasi keamanan di Lebanon masih sangat tegang dan tidak jelas. Telah terjadi pengeboman di dekat Kedutaan Besar Norwegia di Beirut. Oleh karena itu, beberapa diplomat Norwegia yang ditugaskan akan melakukan perjalanan keluar Lebanon untuk sementara waktu,” ungkap kementerian tersebut. Kantor kedutaan kini hanya memiliki kapasitas terbatas untuk membantu warga Norwegia yang masih berada di Lebanon. Pemerintah Norwegia menyarankan semua warga negaranya untuk meninggalkan Lebanon selagi masih memungkinkan, dan memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah tersebut. Duta Besar Norwegia untuk Lebanon akan tetap berada di Beirut, bersama dengan sejumlah kecil diplomat, untuk memantau situasi. Pengumuman tersebut muncul saat Israel mengintensifkan serangan militernya di Lebanon, yang menargetkan kelompok Hizbullah. Israel juga telah menyerang lokasi pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang menyebabkan jatuhnya korban di antara pasukan penjaga perdamaian.

Read More

Menteri Israel Picu Kontroversi

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, menuai kritik setelah menyerukan ekspansi wilayah Israel hingga ke Damaskus dalam sebuah film dokumenter baru-baru ini. Dalam wawancara untuk dokumenter berjudul “In Israel: Ministers of Chaos” yang diproduksi oleh saluran layanan publik Eropa, Arte, Smotrich mengklaim bahwa Israel akan melakukan ekspansi “sedikit demi sedikit” hingga akhirnya mencakup seluruh wilayah Palestina serta Yordania, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, dan Arab Saudi. “Tertulis bahwa masa depan Yerusalem adalah untuk meluas hingga Damaskus,” ujarnya, mengutip ideologi “Israel Raya” yang membayangkan perluasan negara ke seluruh Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam pernyataan provokatif tersebut, menyebutnya sebagai cerminan ideologi berbahaya dan “rasis” Smotrich. Sebelumnya, Smotrich juga menyinggung konsep serupa dalam acara peringatan untuk seorang aktivis Likud di Paris. Saat berpidato di podium yang dihiasi peta Israel termasuk Yordania, dia menyatakan bahwa rakyat Palestina “tidak ada”. Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa perwakilan pemerintah di Paris tidak berencana untuk bertemu dengan Smotrich selama kunjungannya ke negara tersebut.

Read More

PBB Dorong Israel Hentikan Agresi Militer

Gaza — 1miliarsantri.net : Operasi militer Israel di Gaza utara telah membuat setidaknya 400.000 warga Palestina terjebak di wilayah tersebut, kata kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Tentara Israel melancarkan serangan baru di Gaza utara pada Minggu (6/10), dengan alasan bahwa operasi itu bertujuan untuk mencegah Hamas mendapatkan kembali kekuatan di wilayah tersebut. Menurut saksi mata, tubuh-tubuh korban terlihat di jalanan di seluruh kamp pengungsi Jabalia, sementara pasukan Israel menghalangi tim medis untuk mencapai area tersebut. “Setidaknya 400.000 orang terjebak di wilayah tersebut,” kata Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah unggahan di platform X. Ia juga mengatakan bahwa perintah evakuasi Israel yang terbaru “memaksa orang-orang untuk terus melarikan diri berulang kali, terutama dari Kamp Jabalia.” “Banyak yang menolak karena mereka tahu tidak ada tempat yang aman di Gaza.” Kepala UNRWA itu memperingatkan bahwa persediaan dasar di Gaza utara hampir habis. “Kelaparan semakin meluas dan mendalam kembali. Tempat perlindungan dan layanan UNRWA terpaksa ditutup. Beberapa untuk pertama kalinya sejak perang dimulai,” katanya. Lazzarini juga memperingatkan bahwa serangan Israel mengancam pelaksanaan tahap kedua kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di Gaza utara. “Anak-anak seperti biasa, adalah yang pertama dan paling menderita,” katanya. “Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik, mereka pantas mendapatkan gencatan senjata sekarang, mereka pantas mendapatkan masa depan.”

Read More

Tentara IDF Bertumbangan di Perbatasan Lebanon

Gaza — 1miliarsantri.net : Lagi dan lagi markas pasukan penjajahan Israel (IDF) mengumumkan kematian prajuritnya saat mencoba memasuki wilayah Lebanon. Sejauh ini, sudah 12 terbunuh akibat upaya Hizbullah mengadang masuknya tentara Israel ke lebanon. IDF pada Kamis pagi mengumumkan bahwa Sersan. Mayor Ronny Ganizate (36), dari Batalyon 5030 Brigade Alon, terbunuh saat melawan Hizbullah di Lebanon selatan. Prajurit cadangan lainnya dari Batalyon 5030 terluka parah dalam insiden yang sama dan dibawa ke rumah sakit, tambah militer. Menurut the Times of Israel, Ganizate adalah tentara Israel ke-12 yang tewas dalam serangan darat melawan Hizbullah di Lebanon dan selama operasi di perbatasan. Israel melancarkan serangan pada tanggal 23 September yang bertujuan untuk mengusir kelompok teror tersebut dari Lebanon selatan setelah setahun melakukan serangan lintas batas yang hampir terjadi setiap hari. Media Israel juga melaporkan pada Rabu bahwa pasukan penjajahan Israel mengumumkan cederanya 38 tentara mereka dalam 24 jam di sepanjang front utara di perbatasan antara Lebanon dan Palestina yang diduduki. Di lapangan, Perlawanan Islam di Lebanon berhasil menggagalkan berbagai upaya infiltrasi pasukan pendudukan Israel di berbagai titik di Lebanon Selatan sejak Selasa dini hari. Pada Rabu pukul 19.20, koresponden Al Mayadeen di Lebanon Selatan melaporkan bahwa pejuang Perlawanan berhasil menggagalkan 14 upaya serangan pasukan pendudukan Israel. Hizbullah telah melontarkan lebih dari 3.000 roket ke wilayah utara Israel – dan dalam beberapa kasus bahkan lebih jauh lagi – sejak Israel melancarkan serangannya pada tanggal 23 September. Israel mengatakan pihaknya berusaha untuk membuat situasi aman bagi sekitar 60.000 orang yang mengungsi akibat serangan Hizbullah yang sedang berlangsung sejak Oktober 2023 untuk kembali ke rumah mereka. Militer Israel mengatakan telah membongkar infrastruktur Hizbullah di sepanjang perbatasan dan membunuh ratusan pejuang Hizbullah. Mereka juga telah melakukan serangan udara lebih jauh ke wilayah Lebanon, termasuk serangan terhadap kota pesisir dekat Sidon yang menurut Lebanon menewaskan empat orang pada hari Rabu. Namun tidak disebutkan apakah keempat orang tersebut adalah warga sipil atau kombatan. Serangan terhadap Israel utara selama setahun terakhir telah mengakibatkan kematian 28 warga sipil. Selain itu, 34 tentara dan pasukan cadangan IDF tewas dalam pertempuran lintas batas dan dalam operasi darat yang dilancarkan di Lebanon selatan pada akhir September. Dua tentara tewas dalam serangan pesawat tak berawak dari Irak, dan ada juga beberapa serangan dari Suriah, tanpa ada korban luka. Hizbullah telah menyebutkan 516 anggotanya yang dibunuh oleh Israel selama pertempuran yang sedang berlangsung, sebagian besar di Lebanon tetapi beberapa juga di Suriah. 94 anggota lainnya, seorang tentara Lebanon, dan puluhan warga sipil juga tewas. Sementara itu, media Israel telah mengungkapkan bahwa meskipun Israel telah berbicara selama berminggu-minggu tentang “pengurangan” sistematis kemampuan gerakan Hizbullah, namun tentara tidak berbicara tentang sejauh mana “pengurangan” kemampuan mereka sendiri selama setahun terakhir di Gaza dan dengan di utara Israel, Middle East Monitor (MEMO) melaporkan pada hari Rabu. Menulis di surat kabar ekonomi Israel Calcalist, pakar urusan militer Yuval Azoulay menjelaskan bahwa pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah telah menempatkan Israel semakin dekat dengan perang komprehensif dengan tentara Israel yang kelelahan setelah perang terpanjang yang berkelanjutan dalam sejarahnya. Laporan Azoulay mengkonfirmasi bahwa dalam satu tahun terakhir, tentara kehilangan lebih dari 700 tentara di Gaza, dengan jumlah korban luka yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam berbagai tingkat, tulis MEMO.

Read More

Israel Kembali Bombardir Sekolah di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Israel terus melakukan serangan brutal ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Setidaknya 28 warga sipil syahid dan 54 lainnya terluka pada hari Kamis dalam pemboman pendudukan Israel terhadap sebuah sekolah yang menampung pengungsi di sebelah barat kota Rafah. Sebnyak 28 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, syahid, dan beberapa lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, akibat pemboman pendudukan di Sekolah Rafidah, yang menampung para pengungsi. Sekolah yang terkena dampak di sisi barat Deir el-Balah itu menampung ribuan keluarga Palestina yang terpaksa mengungsi dari wilayah tengah dan melintasi Jalur Gaza. Banyak dari korbannya adalah perempuan dan anak-anak setelah pasukan Israel mengebom tempat penampungan sekolah. Puluhan korban dibawa ke rumah sakit di Deir el-Balah, Gaza tengah. Terlihat adegan berdarah dan meresahkan dari para korban yang dipindahkan dari lokasi serangan ke Rumah Sakit Al-Aqsa. Di bagian gawat darurat rumah sakit terlihat anak-anak terbakar habis, dan banyak perempuan juga terbunuh atau terluka parah. Sumber-sumber medis mengatakan mereka menghadapi kesulitan dalam mengatasi situasi ini karena kekurangan pasokan medis penting yang kronis. Beberapa korban luka kini dirawat di lantai rumah sakit. Ini adalah kesekian kalinya Israel menyerang sekolah penuh pengungsi di Gaza. Pada 1 Agustus, setidaknya 15 orang syahid dalam serangan Israel terhadap Sekolah Dalal al-Mughrabi di utara Kota Gaza. Sementara pada tanggal 3 Agustus 16 orang lainnya syahid dalam pemboman Sekolah Hamama, juga di Kota Gaza. Seorang warga sipil juga syahid dan lainnya terluka akibat pesawat pendudukan yang membom sekelompok warga di wilayah Saftawi di utara wilayah Jalaa barat laut Kota Gaza. Lima warga sipil Palestina dari satu keluarga juga syahid dalam pemboman pendudukan Israel di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada Rabu. Pendudukan mengebom rumah warga setempat Saqr Al-Amour di daerah Al-Fakhari sebelah timur Khan Yunis, yang menyebabkan pembunuhannya, istri dan ketiga anaknya, yang bungsu berusia tujuh bulan. bayi perempuan tua.

Read More

Kelompok Pro-Palestina AS Pilih Harris Ketimbang Trump

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelompok Uncommitted, yang mewakili warga Amerika keturunan Arab, Muslim, dan aktivis hak-hak Palestina, mengambil langkah besar pada hari Selasa untuk mendorong pendukungnya memilih Wakil Presiden Kamala Harris. Kelompok ini awalnya muncul dari pemilih yang memprotes kebijakan Timur Tengah Presiden Biden selama musim pemilihan pendahuluan. Dalam sebuah video yang menjelaskan rencana dan saran penasihat Trump untuk mengusir atau memindahkan warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza, Lexi Zeidan, warga Dearborn, Michigan dan salah satu pendiri kelompok tersebut, tidak secara langsung mendukung Harris. Namun, dia menyimpulkan, “Kita harus lebih fokus pada pendekatan anti-perang yang lebih baik dalam membangun kekuatan kolektif kita, bukan pada siapa kandidat yang lebih baik.” Pesan ini, yang diunggah di semua platform media sosial utama, menandai pergeseran signifikan bagi kelompok tersebut. Sebelumnya, mereka telah mengajukan tuntutan besar kepada Harris dengan hasil yang minim. Tuntutan tersebut termasuk embargo senjata terhadap Israel, slot berbicara utama untuk kelompok hak-hak Palestina dalam konvensi Demokrat, dan perubahan platform partai yang akan menggeser kebijakan luar negeri AS menjauh dari Israel. Namun dalam video tersebut, Zeidan, seorang warga Amerika keturunan Palestina, secara tegas menyatakan bahwa masa jabatan kedua mantan Presiden Donald J. Trump akan lebih buruk daripada kemenangan Harris. Dia menjelaskan bagaimana Trump sangat condong ke arah pemerintah Israel dalam masa jabatan pertamanya dan mengusulkan rencana yang “secara efektif menghancurkan jalan menuju penentuan nasib sendiri Palestina.” Video tersebut secara khusus menyoroti Project 2025, cetak biru Heritage Foundation untuk kepresidenan Republik yang sebagian disusun oleh sekutu Trump. Trump sendiri telah berusaha menjauhkan diri dari proposal tersebut, yang mencakup penghapusan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan Tepi Barat serta pembungkaman protes pro-Palestina di dalam negeri.

Read More