Kisah Bung Karno dan Cecak yang Berharap Sebutir Nasi di Sel Penjara Banceuy yang Gelap dan Lembab

Dengarkan Artikel Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Sepenggal kisah mengenai Presiden Pertama Indonesia Bung Karno yang ditangkap lalu dipenjara di Banceuy, Bandung. Bung Karno menempati sebuah kamar sel yang gelap dan lembab.

“Sesungguhnya tiada yang terlihat selain tembok dan kotoran,” ungkap Bung Karno kala itu.

Di kamar sel Penjara Banceuy itu, cecak-cecak menemani. Bung Karno mengulurkan sebutir nasi setiap hari. Penjara Banceuy, menurut Bung Karno, adalah penjara tingkat rendah.

“Didirikan di abad ke-19, keadaannya kotor, bobrok, dan tua,” terang Bung Karno.

Ada dua jenis tahanan yg disel di sini. Yaitu tahanan politik dan pepetek. Pepetek, kata Bung Karno, adalah julukan untuk rakyat jelata.

Sebenarnya, pepetek adalah nama ikan yang paling murah. Ikan ini dimakan oleh rakyat yang paling miskin.

“Pepetek tidur di atas lantai. Kami tahanan tingkat atas tidur di atas pelbed besi yang dialas dengan tikar rumput setebal karton,” kata Bung Karno.

Tahanan pepetek diberi makan berupa nasi yang masih mentah dengan sambal. Makanan mereka diantarkan ke sel.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca