37 Pusat Kesehatan Lebanon Berhenti Beroperasi
Gaza — 1miliarsantri.net : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa 37 dari 317 pusat kesehatan di Lebanon berhenti beroperasi menyusul serangan udara Israel sejak 23 September. Lewat unggahan di X, organisasi tersebut menekankan pentingnya melindungi fasilitas medis.
WHO melaporkan bahwa kondisi tersebut telah menimbulkan kesenjangan yang signifikan dalam layanan kesehatan di seluruh negeri.
Menurutnya, akses layanan kesehatan sama pentingnya dengan akses makanan, air, dan pengungsian.
Media Lebanon mengindikasikan bahwa mayoritas pusat medis yang terkena dampak berada di Lebanon selatan.
Sejak Senin, Israel meluncurkan serangan terluas sekaligus terparah terhadap Lebanon, yang mengakibatkan lebih dari 728 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas.
Sementara itu, 2.658 orang lainnya juga terluka dan hampir 390.000 orang mengungsi akibat serangan tersebut, menurut data resmi pemerintah Lebanon.
Sebelumnya diberitakan, jumlah korban tewas di Lebanon akibat serangan udara Israel sejak 8 Oktober tahun lalu telah mencapai 1.247 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sekitar 5.278 orang terluka.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


