Seni Lebon di Desa Wisata Selasari Pangandaran
Pangandaran — 1miliarsantri.net : Desa Wisata Selasari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Desa Selasari menurut data sekunder dari RPJMDes telah ada sejak jaman penjajahan Jepang. Daerah yang berada pada ketinggian 200-500 mdpl ini memiliki luas wilayah lebih kurang 2.292.500 hektare (ha).
Desa Wisata Selasari menawarkan wisata menjelajah desa dan sungai yang menyenangkan, seperti body rafting dan river tubing. Selain itu ada pula wisata alam seperti Bukit Pepedan Hills dan Goa Sutrareregan. Selain menawarkan wisata menjelajah sungan dan wisata alam, Desa Wisata Selasari juga menawarkan wisata seni dan budaya, yaitu Kesenian Lebon.
Lebon atau yang saat ini dikenal dengan Kesenian Lebon mulai ada pada abad ke-17, yaitu sekitar tahun 1951-1952 dan mulai berkembang di Pangandaran sekitar tahun 1950-an. Lebon yang memiliki arti kubur/dikubur, pada zaman dahulu merupakan satu adat atau tradisi yang sering digunakan untuk menyelesaikan suaru permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan jalan kekeluargaan atau musyawarah, seperti permasalahan sengketa lahan atau sengketa wilayah.
Permasalahan-permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan cara pertarungan antara jawara dari tiap wilayah tersebut sampai mati. Adapun tempat dan waktu pertandingan akan dirundingan terlebih dahulu antar kedua utusan bobotoh dari tiap wilayah tersebut dengan dipimpin oleh sesepuh atau pimpinan daerah setempat.
Sebelum memulai pertandingan biasanya setiap kubu akan melakukan ritual pemberangkatan dengan membakar kemenyan. Selain itu juga menyiapkan sesaji dan do’a bersama untuk keselamatan para jawara dan bobotoh yang akan yang akan ikut ke tempat pertandingan. Selain itu, para jawara juga akan diberikan doa khusus dengan jampi-jampi dan sebagainya untuk keselamatan mereka.
Dalam pertandingan Lebon, jawara yang kalah dalam pertandingan akan langsung dikuburkan di tempat pertandingan oleh bobotohnya. Maka dari itu, setiap pertandingan Lebon, para bobotoh akan membawa peralatan untuk menguburkan jawaranya jikalau gugur dalam pertandingan. Peralatan yang dibawa antara lain: kain kafan, pacul, dan sekop. Selain peralatan untuk mengubur jawaranya yang gugur, para bbotoh juga membawa bunyi-bunyian untuk memberi semangat kepada jawaranya yang sedang bertanding.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


