Kisah Musailamah Sang Pendusta
Ada seorang ibu berkata kepada anak kecilnya, “Kemarilah! Nanti aku beri engkau.” Maka Nabi SAW bertanya, “Apa yang akan engkau berikan jika ia datang?” Wanita itu menjawab, “Kurma.”
Nabi SAW berkata, “Jika engkau tidak melakukannya, maka tercatat atasmu sebuah dusta.”
Pada saat kita awal membangun sebuah rumah tangga dengan karunia putra-putri yang rupawan, sering kita berkata saat mau berangkat kerja sambil berpamitan pada anak-anak, “Nanti diberikan oleh-oleh ya.”
Namun sering kita lupa tidak membelikannya saat pulang pada malam harinya. Inilah bentuk dusta yang kita tidak menyadari dan bahayanya jika hal itu terjadi berulang, sehingga berdusta kita anggap hal biasa.
Apalagi jika kebiasaan ini terjadi pada tokoh, dampaknya akan lebih besar daripada seorang ibu yang lupa memenuhi janji pada anaknya. Hendaknya seseorang menghindari perbuatan dusta, termasuk dalam angan-angan dan perkataan hati.
Dalam kehidupan keseharian, sering kita jumpai seseorang berdusta untuk memperoleh tambahan harta dan kehormatan. Jika terdesak untuk berbohong, maka dia mesti mengatur dengan kata-kata kiasan sebisa mungkin hingga dirinya tidak menganggapnya sebagai kebohongan.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

