Kisah Musailamah Sang Pendusta

Dengarkan Artikel Ini

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba yang senantiasa berdusta dan terbiasa berdusta, akhirnya dicap di sisi Allah SWT sebagai pendusta.”

Kemudian Nabi SAW melanjutkan, “Celakalah bagi orang-orang yang berbicara, kemudian dia berdusta, kemudian dia ditertawakan oleh manusia. Celakalah dia. Celakalah dia.”

Seseorang bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, mungkinkah seorang Mukmin itu berzina? Mungkinkah seorang Mukmin itu mencuri?”

Rasulullah SAW menjawab, “Kadang-kadang bisa terjadi hal yang demikian itu (berzina dan mencuri).”

Kemudian Rasulullah ditanya lagi, “Mungkinkah dia berdusta?” Beliau menjawab, “Tidak. Sesungguhnya dusta itu dibuat oleh orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah SWT.”

Jelas dalam hadis tersebut ditegaskan bahwa pendusta itu disamakan sebagai hamba yang tidak mengimani ayat-ayat-Nya. Sedangkan orang mencuri dan berzina, merupakan tindakan khilaf (maksiat), tapi dia meyakini ayat-ayat-Nya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca