Kisah Musailamah Sang Pendusta
Ada seorang ibu berkata kepada anak kecilnya, “Kemarilah! Nanti aku beri engkau.” Maka Nabi SAW bertanya, “Apa yang akan engkau berikan jika ia datang?” Wanita itu menjawab, “Kurma.”
Nabi SAW berkata, “Jika engkau tidak melakukannya, maka tercatat atasmu sebuah dusta.”
Pada saat kita awal membangun sebuah rumah tangga dengan karunia putra-putri yang rupawan, sering kita berkata saat mau berangkat kerja sambil berpamitan pada anak-anak, “Nanti diberikan oleh-oleh ya.”
Namun sering kita lupa tidak membelikannya saat pulang pada malam harinya. Inilah bentuk dusta yang kita tidak menyadari dan bahayanya jika hal itu terjadi berulang, sehingga berdusta kita anggap hal biasa.
Apalagi jika kebiasaan ini terjadi pada tokoh, dampaknya akan lebih besar daripada seorang ibu yang lupa memenuhi janji pada anaknya. Hendaknya seseorang menghindari perbuatan dusta, termasuk dalam angan-angan dan perkataan hati.
Dalam kehidupan keseharian, sering kita jumpai seseorang berdusta untuk memperoleh tambahan harta dan kehormatan. Jika terdesak untuk berbohong, maka dia mesti mengatur dengan kata-kata kiasan sebisa mungkin hingga dirinya tidak menganggapnya sebagai kebohongan.
Ini merupakan tindakan pembenaran atas dusta yang dilakukannya. Kita bersikap optimistis agar negeri ini bebas dari contoh Musailamah al-Kadzab.
Ada dusta yang diperbolehkan, Ummu Kultsum RA berkata, “Rasulullah SAW tidaklah meringankan (membolehkan) dusta sedikit pun kecuali dalam tiga hal, yaitu seseorang yang berkata-kata untuk mendamaikan, seseorang yang berkata-kata ketika perang, dan seseorang yang memuji istrinya.”
Oleh karena itu, semenjak dini anak-anak kita dan keturunannya dididik untuk bersikap jujur yang jauh dari dusta. (mif)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


