Kisah Musailamah Sang Pendusta
Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Musailamah al-Kadzab mengaku dirinya sebagai nabi pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Awalnya, ia pemeluk Islam dari Yamamah di Jazirah Arab, yang dikenal sebagai orang yang memiliki sifat lemah lembut dalam bertutur, pandai bicara, dan menarik simpati.
Bahkan di lingkungan sekitarnya, Musailamah al-Kadzab didukung oleh Bani Hanifah dan memiliki pengaruh cukup besar. Karena klaimnya sebagai nabi, Musailamah al-Kadzab terlibat dalam Pertempuran Yamamah bersama pasukan Amirul Mukminin Abu Bakar dan tewas di tangan Wahsyi bin Harb.
Wahsyi telah mendapat hidayah sehingga dia menyatakan keimanannya. Dia yang menewaskan paman Nabi SAW, yaitu Hamzah. Adapun Musailamah bin Habib memperoleh julukan al-Kadzab karena dia seorang pembohong atau pendusta.
Perkembangan pengikut Musailamah makin hari makin besar. Dengan kepercayaan diri, dia membuat kitab dengan harapan ada legitimasi. Namun para ahli seni menilai kitab tersebut tidak mempunyai nilai seni.
Ajaran Musailamah al-Kadzab semakin berkembang hingga Nabi Muhammad SAW wafat pada 632 H. Selepas Nabi Muhammad SAW wafat, Musailamah dan pengikutnya makin membuat tidak menyenangkan pemimpin Islam di Madinah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin Abu Bakar. Bahkan Musailamah menyerukan akan memerangi Madinah, yang saat itu menjadi pusat pemerintahan Islam.
Menanggapi hal itu, Amirul Mukminin Abu Bakar kemudian mengutus panglima perangnya, Khalid bin Walid, beserta pasukannya untuk menumpas Musailamah dan pengikutnya.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

