Benarkah Husni Thamrin Meninggal Setelah Disuntik Dokter yang Dikirim Polisi Belanda
Kajadoe sudah menjadi kolega Thamrin sejak awal 1920-an. Kajadoe –seperti dikutip Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche Pers edisi Nomor 35, 15 Januari 1920– adalah sosok yang dianggap kompeten mewakili orang-orang Ambon duduk di Volksraad pada awal 1920-an itu. Thamrin menjadi anggota Volksraad pada tahunn 1927, sebelumnya menjadi anggota Gemeenteraad van Batavia sejak tahun 1919.
Di buku Mohammad Hoesni Thamrin, Bob Hering memberi catatan bahwa laporan HJ Levelt dan HJA Vermijs kepada Jaksa Agung mengenai kasus Thamrin hanya berdasarkan kabar angin dan laporan berat sebelah dari aparat spion pribumi ARD. Vermijs adalah wakil kepala ARD yang ikut menggeledah rumah Thamrin.
Levelt adalah Wakil Pemerintah untuk Urusan Umum di Volksraad (Regeerings Gemachtide voor Algemeene Zaken, RGAZ) dan Vermijs adalah Wakil Kepala Jawatan Investigasi Umum (Algemeene Recherche Dienst, ARD). Dalam laporannya itu, HJ Levelt dan HJA Vermijs yang menyebut Thamrin, Ratulangi, perlu terus diawasi.
Levelt juga menyebut mulai 10 Mei 1940 Thamrin terlihat sangat berhati-hati dan menutupi kegiatannya. Vermijs menyebut surat van der Plas 6 Mei 1940 yang ditujukan kepada Jaksa Agung AS Block tentang kegiatan sejumlah tokoh yang pro-Jepang berdasarkan laporan polisi 18 April 1940.
Nota setebal 103 halaman khusus tentang Thamrin, dijadikan dasar oleh AS Block untuk menempatkan Thamrin sebagai tokoh yang ‘’tidak setia dan mempengaruhi yang lain untuk mengikutinya”. Kepada Gubernur Jenderal AWL Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, Block membuat laporan bahwa Thamrin telah bertindak ilegal, tidak berbeda dengan perlawanan orang Eropa terhadap rezim Nazi.
Bob Hering memberi catatan bahwa laporan Levelt dan Vermijs kepada Jaksa Agung hanya berdasarkan kabar angin dan laporan berat sebelah dari aparat spion pribumi dari ARD. (yan)
Baca juga :
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

