Benarkah Husni Thamrin Meninggal Setelah Disuntik Dokter yang Dikirim Polisi Belanda

Dengarkan Artikel Ini

Kepemimpinan Kajadoe di Ikatan Dokter Hindia ia akhiri pada 1938. Kongres Ikatan Dokter Hindia pada 24-25 Desember 1938 di Semarang mengubah nama Ikatan Dokter Hindia (Indische Artsenbond) menjadi Ikatan Dokter Indonesia (Bond van Indonesische Geneeskundigen). Kajadoe mengakhiri masa kepemimpinannya yang panjang di kongres ini.

Saat mengikuti pemilihan anggota Volksraad pada 1934 –wakil dari Sarekat Ambon, Kajadoe mengumpulkan 619 suara di Batavia. Jumlah paling banyak untuk kandidat pribumi. Capaian itu disebut Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie edisi 3 Juli 1934, sebagai ‘’bukti popularitas dokter Maluku ini”.

Jika sekarang ini ada yang menganggap ia sebagai dokter yang tidak kompeten, cukup aneh rasanya jika ia bisa menjadi ketua ikatan dokter bertahun-tahun dan bisa mengumpulkan banyak suara untuk menjadi anggota Volksraad. Di pemilihan tahun 1934 untuk Volksraad periode 1935-1939, pemilih pribumi yang mencoblos ada 952 dari total 2.245 pemilih pribumi di Batavia.

Saat itu, Thamrin terancam pencalonannya. Thamrin disebut Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie sebagai sosok yang tidak disukai karena kevokalannya di Volksraad. Bob Hering menulis, Gubernur Jenderal de Jonge tak menginginkan perkembangan Volksraad menguntungkan bagi Indonesia (Hindia).

Untuk pemilihan tahun 1934 ini, nama Thamrin masuk daftar pemilihan di Jawa Barat. Daerah Pemilihan I (Jawa Barat) mendapat jatah tiga kursi di Volksraad. Dua kandidat sudah aman posisinya, yaitu Wiranatakusuma dan Oto Iskandar Dinata. Untuk dapat masuk lagi Volksraad, Thamrin harus memperebutkan kursi ketiga bersama kandidat lainnya.

Maka, Kajadoe pun –bersama Mr Koentjoro– membentuk ‘’Komite Thamrin’’ untuk pemenangan Thamrin. Koran Pemandangan yang dipimpin Saeroen –Tabrani baru bergabung di Pemandangan pada 1936– dan Bintang Timoer –yang dipimpin Paraha Harahap– ikut mendukung Thamrin.

“Dr Kajadoe menyatakan dirinya bersedia untuk mundur demi Thamrin ‘jika susunan daftar itu akan menyebabkan kesulitan’,’’ tulis Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie edisi 9 Mei 1934. Yang dimaksud tentu saja ‘menyebabkan kesulitan bagi Thamrin’.

“Kita harap supaya Pasoendan dan beberapa partai kecil yang tidak dapat membawa kandidatnya lebih jauh ke tengah, memberikan suaranya kepada Tuan Thamrin, sebab sangatlah kurang pantas jika seorang Voorzitter Nationale Fractie itu … mesti mendapat benuman dari Pemerintah Tinggi!” tulis Bintang Timoer, 20 November 1934.

Lewat Komite Thamrin, Kajadoe fokus pada propaganda pemenangan Thamrin dengan menyebarkan brosur ke berbagai daerah. Brosur itu menegaskan bahwa Thamrin adalah seorang nasionalis dan pemimpin. Di Jawa Barat, cukup dengan mendapat 135 suara saja Thamrin bisa lolos ke Volksraad.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca