13 Tokoh Ulama Bawean Yang Dikenal Masyarakat

Dengarkan Artikel Ini
  1. KH Muhammad Yasin

Dia merupakan ulama Bawean yang lahir pada penghujung abad ke-19 sekitar tahun 1890-an di Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak Bawean. Masyarakat kerap memanggilnya dengan Datuk Yasin.

Ia banyak menghabiskan waktunya di Tanah Jawa dengan menuntut ilmu dari satu guru ke guru lainnya. Sebagai alumni pesantren, Datuk Yasin telah mengabdikan dirinya untuk mengembangkan tradisi keilmuan di kampung halamannya.

Datuk Yasin menjadi figure ulama bersahaja. Dia merintis pesantren untuk menampung para santri dan menjalani kehidupannya dengan penuh kesederhanaan. Datuk Yasin wafat pada 1965 M di Desa Kepuh Teluk.

  1. Kiai Hatmin bin Buahdan

Kiai Hatmi bin Buahdan lahir di Dusun Laccar, Desa Kepuhtelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Bawean pada 1904 M. Ayahnya, Buahdan adalah sepupu dari Kiai Abu Kahar atau Kiai Bukkak, ulama dan pejuang dakwah Islamiyah di Desa Daun. Sedangkan ibunya bernama Misri’ah.

Pada 1927, pemuda Hatmin nyantri ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Dalam bidan keilmuan, dia mendalami ilmu falak. Dengan kejenusaannya di bidang ilmu falak, dia pun banyak menjadi rujukan para ulama di Pulau Bawean.

Selain menguasai ilmu agama, Kiai Hatmin juga turut melestarikan pencak silat Bawean. Hingga akhirnya, Kiai Hatmin dipanggil oleh Allah. Dia wafat pada 16 Syawal 1382 Hijriah atau bertepatan dengan 8 September 1961 Masehi.

  1. Kiai Asyiq Mukri

Kiai Muhammad Asyiq atau dikenal sebagai Kiai Asyiq Tua menjadi ulama berpengaruh di Desa Telukjati, Kecamatan Tambak, Bawean. Dia menjadi ulama yang disegani karena kadekatannya dengan masyarakat kecil, khususnya kalangan petani dan nelayan.

Kiai Asyiq Tua kemudian memiliki seorang cucu yang menjadi ulama, yaitu Kiai Asyiq Mukri. Ulama Bawean ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan pendiri NU, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari Jombang. Sebagai santri di Tebuireng, pemuda Asyiq dikenal menguasai kajian hadits.

Ketika di Singapura, Kiai Asyiq Mukri sempat memelopori berdirinya GP Ansor dan Fatayat NU cabang Singapura. Sayangnya, kondisi politik di Singapura kurang menguntungkan organisasi nahdliyin ini, sehingga organisasi tersebut tidak bertahan lama di Negeri Singa.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Kiai Asyiq Mukri juga terlibat aktif dalam setiap gerakan untuk membantu pemerintah mengusir penjajah. Dia wafat pada 1952 di Pulau Bawean. (dil)


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

One thought on “13 Tokoh Ulama Bawean Yang Dikenal Masyarakat

  1. Salam dari malaysia mohon bantuan untuk dicarikan maklumat seorang kiai asal desa suwari kecamatan sangkapura bawean jika ada ada yg kenal atau pernah berlajar dengannya dahulu

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca