13 Tokoh Ulama Bawean Yang Dikenal Masyarakat

Dengarkan Artikel Ini
  1. KH Abdul Hamid Thabri

KH Abdul Hamid Thabri lahir di Desa Sidogedungbatu pada 20 September 1899 M. Dia adalah putera dari KH Thabri bin Nur bin Abdul Muthallib. Dari segi usia, Kiai Hamid lebih tua dari Syekh Zein. Tetapi, Syekh Zein lebih dahulu tiba di Makkah dan sejak kecil telah menetap di Tanah Suci.

Periode Makkah menjadi catatan penting bagi perjalanan karir Kiai Hamid. Dia berada di Makkah untuk pertama kalinya pada 1921-19-25 dan berguru kepada Syekh Khalid bin Halil, seorang alim asal Makkah yang kelak hijrah ke Desa Tambak, Pulau Bawean.

Selain mendirikan pesantren di Bawean, Kiai Hamid juga pernah menjadi komandan Hizbullah, sebuah badan kelaskaran dari barisan pemuda NU dalam perjuangan kemerdekaan. Kiai Hamid wafat di Dusun Pancor, Desa Sidogedungbatu pada 25 April 1981. Jenazahnya dimakamkan di komplek pesarean keluarga di Pondok Pesantren Nurul Huda Pancor.

  1. KH Subhan bin Rawi

KH Subhan bin Rawi juga termasuk seorang ulama Bawean yang pernah menuntut ilmu hingga ke Makkah. Kiai Subhan lahir di Dusun Iliran, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Bawean. Namun, tidak diketahui tanggal dan tahun kelahirannya.

Nama kecilnya adalah Asrari. Pada 1927, untuk pertama kalinya dia bertolak dari Pulau Bawean menuju Tanah Suci Makkah. Dia berangkat ke Makkah mengikuti neneknya yang bernama Hj Ruqayyah binti Anwar.

Pda 1957, Kiai Subhan kemudian pulang ke Pulau Bawean dan mulai merintis pengajian. Melalui pengajian tradisional, sarjana Hijaz ini terus mengabdikan hidupnya selama lebih dari 20 tahun. Penerusnya, KH Badrus Surur kemudian mendirikan Pondok Pesantren Darussalam Daun.

Kiai Subhan tutup suia pada 1978. Ia menjadi salah seorang ulama penting yang mempengaruhi tradisi keagamaan di Desa Daun dan dikenal sebagai ulama yang pakar dalam bidng ilmu Faraidh.

  1. Syekh Ahmad Hasbillah bin Muhammad al-Baweani

Nama Syekh Ahmad Hasbillah bin Muhammad atau Syekh Ahmad Hasbullah bin Muhammad al-Maduri al-Habsyi ditemukan dalam silsilah tarekat Qadiriyah wan Nasqsyabandiyah. Dia adalah seorang ulama asal Makkah yang hijrah ke Nusantara dan kemudian tinggal untuk beberapa waktu di pulau Bawean. Karena itu lah dia dimasukkan sebagai ulama Bawean.

Namun, dalam penelitiannya, Burhanuddin Asnawi belum berhasil mencatat tahun kelahirannya maupun tahun wafat Syekh Ahmad Hasbillah.

  1. Syekh Khalid bin Khalil

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

One thought on “13 Tokoh Ulama Bawean Yang Dikenal Masyarakat

  1. Salam dari malaysia mohon bantuan untuk dicarikan maklumat seorang kiai asal desa suwari kecamatan sangkapura bawean jika ada ada yg kenal atau pernah berlajar dengannya dahulu

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca