13 Tokoh Ulama Bawean Yang Dikenal Masyarakat

Tahun kelahiran ulama Bawean yag satu ini juga tidak diketahui, begitu pun tahun wafatnya. Dari silsilahya, Syekh Khalid merupakan putra dari Syekh Khalil bin Khalifah. Ayahnya, Syekh Khalil kemudian menginjakkan kakinya di Pulau Bawean. Dia tinggal di Desa Tambak hingga tutup usia, sebelum kembali ke Makkah.
Syekh Khalid tercatat memiliki hubungan dengan para ulama asal Pulau Bawean yang tinggal di Singapura. Karena itu, dia pun berkeinginan untuk mengunjungi Pulau Bawean. Dia juga ingin mengunjungi pusara sang ayah, Syekh Khalil yang terletak di Desa Tambak. Hingga pada akhirnya, takdir membawa Syekh Khalid ke Bawean dan menetap di Desa Tambak hingga akhir hayatnya.
- KH Abdul Hamid Satrean (Mas Doel)

KH Abdul Hamid Satren juga merupakan seorang ulama keturunan Pulau Bawean. Dia adalah putra dari KH Ramli asal Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura. KH Abdul Hamid kemudian menikahi seorang wanita asal Desa Diponggo, Kecamatan Tambak dan ikut tinggal bersama istrinya.
Di Desa Diponggo, Kiai Abdul Hamid atau yang dikenal dengan Mas Doel, kemudian merintis pesantren. Akan tetapi, takdir berkata lain, ia harus hijrah ke Pulau Jawa, tepatnya di sebuah perkampungan bernama Satrean di Probolinggo, Jawa Timur. Karena itu lah dia dikenal sebagai Kiai Abdul Hamid Satrean.
Mas Doel dikenal sebagai ulama alumni Hijaz yang aktif sebagai guru di Makkah. Namanya juga dikenang sebagai Rijal al-Makkah. Hingga akhir hayatnya, Mas Doel tidak dikaruniai anak. Dia dimakamkan di Satrean.
- Kiai Muhammad Amin

Kiai Muhammad Amin bin Sawar merupakan tokoh kunci perkembangan kehidupan intelektual di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik. Pada masanya, Kiai Amin pun menjadi ulama karismatik dan disegani oleh masyarakat Bawean.
Dia dikenal tegas menjalankan fikih dalam kesehariannya. Kiai Amin juga selalu mengajarkan keikhlasan dalam mengabdi kepada masyarakat, serta dikenal gigih dalam memperjuangkan pendidikan dan pengetahuan keagamaan.
Hingga memasuki masa tuanya, Kiai Muhammad Amin masih terlihat intensitasnya menjalin hubungan dengan ulama di Pulau Bawean dan para sahabatnya yang tinggal di Singapura dan Malaysia. Aktivitas intelektual dan pemikiran keagamaannya ia buktikan pula dengan melahirkan karta tulis.
- KH Khatib bin Syahar

Nama lengkapknya adalah KH Khatib bin Ahmad Syahar. Dia adalah ulama karismatik yang lahri pada 1886 di Kampung Kolpo, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Bawean. Dia berhasil mendidik dan menghimpun ulama-ulama sekitarnya dalam membangun dinamika intelektual melalu dakwah di langgar atau mushalla.
Di kampung Kolpo ini pula Kiai Khatib merintis Madrasah Awwaliyah pada 1927. Dia juga dikenal sebagai inspirator terbitnya kitab klasik tiga bahasa, yaitu bahasa Bawean, bahasa Jawa, dan bahasa Malaysia. Namun, tahun wafatnya belum diketahui.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Salam dari malaysia mohon bantuan untuk dicarikan maklumat seorang kiai asal desa suwari kecamatan sangkapura bawean jika ada ada yg kenal atau pernah berlajar dengannya dahulu