Marbot Academy Angkatan 6: Oase Pembinaan Generasi Muda Islam

Malang — 1miliarsantri.net : Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman, Marbot Academy Angkatan ke-6 hadir sebagai oase pembinaan generasi muda Islam. Sebanyak 31 peserta utusan masjid dan pribadi yang tergabung dalam program Marbot Academy Angkatan ke-6 mengikuti program ini selama liburan sekolah. Agenda yang dimulai sejak Kamis (26/06) ini, bukan sekadar pelatihan, tapi ruang tumbuh bagi generasi muda Islam untuk belajar mencintai masjid, membentuk karakter, dan mengasah kepemimpinan. Beragam materi kemasjidan disampaikan pemateri dengan pembelajaran bermakna dan suasana yang serius tapi santai. Mulai dari pembinaan ibadah, pelatihan keterampilan sosial hingga pelayanan umat. Bertempat di Lagzis Peduli-Rumah Relawan Sahabat Muda, Gadang, Kota Malang, kegiatan ini diselenggarakan oleh pasangan suami istri, Ustadz Deddy Wahyudi dan Ustadzah Tinto Dewi. Peserta menjalani kegiatan harian yang padat namun bermakna: dari shalat tahajud berjama’ah, ODOJ (One Day One Juz), kelas kajian, muroja’ah, hingga hafalan dan kelas keterampilan. Materi utama dikemas dalam bentuk Marbot Daily Activity (MDA) yang berlangsung selama dua pekan. Tampil sebagai salah satu pemateri Ustadz Deddy menekankan bahwa durasi dua pekan saja, tidaklah cukup untuk menyerap seluruh materi kemasjidan dan soft skill yang harus dimiliki seorang marbot masa kini.  “Karena selama 2 pekan itu kalian hanya menguasai MDA (Marbot Daily Activity), belum menguasai kompetensi penunjang yang lain. Oleh karena itu, perlu ditambah durasi waktunya menjadi 1 bulan hingga 3 bulan, agar kalian bisa menguasai semua materi seputar kemasjidan,” ujar beliau memotivasi para peserta. Beberapa program unggulan seperti Hidroponik, Pasar Bahagia, dan Gerakan Beras Masjid (GBM) memperkuat semangat sosial peserta. Pasar Bahagia yang digelar setiap Kamis dan Jumat pagi menjadi momen berbagi sayur hasil tanam hidroponik kepada ibu-ibu jamaah masjid, dan cukup dibayar dengan doa. Sementara itu, GBM melibatkan para peserta untuk mengemas dan menyalurkan sembako ke masyarakat sekitar. Peserta juga dilatih melaksanakan aktivitas galang dana atau fundraising. Sembari melakukan aktivitas seperti memasak, mengajar, hingga jurnalistik, sesuai pilihan masing-masing. Puncak pengalaman mereka terjadi pada tanggal 10 Juli 2025, saat 28 peserta Marbot Academy dipercaya menjadi panitia volunteer dalam Tabligh Akbar Internasional bersama Dr. Zakir Naik di Stadion Gajayana, Malang. Mereka ditugaskan dalam berbagai jobdesk, seperti registrasi, logistik, dokumentasi, medis, runner, tenant, konsumsi, crowd, parkir, keamanan, hingga kebersihan. Keterlibatan ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis dalam event berskala besar, tetapi juga membuka wawasan keislaman lintas dunia. Meski sempat diwarnai penolakan oleh sebagian kelompok masyarakat dan sikap kritis dari sejumlah tokoh, kehadiran Dr. Zakir Naik tetap disambut antusias oleh ribuan jamaah. Kekhawatiran kalau ceramah beliau akan provokatif dan mengganggu ketentraman umat beragama di Kota Malang tidak terbukti. Beberapa organisasi seperti Muhammadiyah menyambut secara terbuka dan menjadikannya momen dakwah internasional, sementara kalangan Nahdlatul Ulama (NU) memberi catatan kritis terkait gaya dakwah perbandingan agama yang dinilai bisa menimbulkan polemik jika tidak kontekstual. Namun dalam pandangan peserta Marbot Academy, acara tersebut menjadi ruang belajar, baik dalam hal keilmuan, akhlak berdakwah, maupun manajemen kerelawanan umat. Salah satu peserta yang menginspirasi adalah Muhammad Isma’il, karna Marbot Academy belum pernah menangani peserta tuna netra di angkatan-angkatan sebelumnya. Muhammad Isma’il (31 thn) adalah seorang penyandang disabilitas tuna netra yang ikut aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Berangkat dari rumahnya di daerah Ampel Kejeron, Ismail panggilan akrabnya terlihat senang dan antusias mengikuti rangkaian acara.

Read More

Penguatan UMKM dan Tata Kelola Koperasi: Tim BPKP Dan Dinas Terkait Sambangi PRIMKOPTI Jakarta Timur

Jakarta – 1miliarsantri.net: Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta ke Kantor PRIMKOPTI (Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia) Jakarta Timur, yang dilanjutkan dengan inspeksi lapangan di dua lokasi sentra produksi olahan kedelai. Dalam agenda tersebut, rombongan yang berjumlah sekitar 14 orang turut didampingi oleh perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DKI Jakarta serta Suku Dinas PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Timur. Rombongan meninjau langsung proses produksi tempe anggota PRIMKOPTI Jakarta Timur, di pabrik milik Munawir di kawasan Cipinang–Pulogadung dan pabrik tahu milik Rahmat di Gang Jeruk, Utan Kayu–Matraman. Baca juga : Tidak Ada Riba Dalam Koperasi Simpan Pinjam, Jika Dijalankan Sesuai Nilai Dan Prinsip Koperasi Kehadiran tim disambut langsung oleh Ketua PRIMKOPTI Jakarta Timur, Suyanto, SE.,MSi, didamping Bendahara Koperasi, Zaeni. Suyanto yang saat ini menjabat sebagai Penasehat GAKOPTINDO periode 2025-2030 menyambut baik kunjungan tersebut. Suyanto mengakui ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia “KOPTI” dan UMKM. “Gerakan koperasi, khususnya koperasi produsen seperti PRIMKOPTI, membutuhkan sinergi nyata dengan pemerintah. Tidak hanya dalam hal pengawasan, tapi juga pembinaan, edukasi, dan solusi atas tantangan produksi, termasuk ketersediaan bahan baku dan pemenuhan standar keamanan pangan,” ujar Suyanto. Sementara itu, Suko Widodo, BPKP Perwakilan DKI Jakarta menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap sistem tata kelola produksi tahu dan tempe. Fokus utamanya adalah pada standar mutu, higienitas, dan keamanan pangan yang menyentuh kebutuhan pokok masyarakat luas.

Read More

Lebih dari Sekadar Tradisi! Sejarah Makan Bubur Asyura Ternyata Penuh Makna

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Saat tanggal 10 Muharram tiba, banyak masyarakat Indonesia, terutama umat Muslim, mempersiapkan sebuah hidangan spesial bernama bubur Asyura. Namun, tahukah Anda bahwa makan bubur Asyura bukan sekadar soal menyantap makanan tradisional? Di balik kelezatannya yang khas, tersimpan nilai-nilai historis, spiritual, dan sosial yang begitu dalam. Makan bubur Asyura ternyata merupakan bagian dari ritual penuh makna yang diwariskan sejak zaman Nabi Nuh AS dan terus dilestarikan hingga kini. Apa sebenarnya yang membuat bubur ini begitu istimewa? Mari kita telusuri lebih jauh sejarah dan filosofi di balik tradisi makan bubur Asyura, melalui penjelasan berikut. Asal Usul dan Sejarah Makan Bubur Asyura Makan bubur Asyura tidak muncul begitu saja. Tradisi ini bermula dari kisah luar biasa Nabi Nuh AS saat menghadapi banjir besar yang melanda seluruh bumi. Setelah air surut dan kapal Nabi Nuh bersandar di atas Gunung Judi, beliau bersama para pengikutnya mengumpulkan sisa bahan makanan yang ada di kapal. Semua bahan itu dimasak bersama menjadi bubur sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Allah SWT. Sejak saat itu, umat Islam mengenang momen penting ini setiap tanggal 10 Muharram dengan membuat dan makan bubur Asyura. Di Indonesia, tradisi makan bubur Asyura berkembang seiring dengan masuknya Islam ke berbagai wilayah. Di Aceh, misalnya, ulama-ulama pada abad ke-16 menyebarkan ajaran Islam sekaligus memperkenalkan nilai sosial melalui kegiatan memasak dan berbagi bubur Asyura. Bubur ini bukan hanya makanan, melainkan simbol ajaran Islam yang menekankan pentingnya syukur, berbagi, dan kebersamaan. Makna yang Terkandung dalam Tradisi Makan Bubur Asyura Makan bubur Asyura bukan hanya urusan perut. Tradisi ini memuat banyak nilai dan pelajaran berharga yang dapat memperkuat spiritualitas serta hubungan sosial antarindividu dalam masyarakat. 1. Simbol Rasa Syukur Momen makan bubur Asyura adalah kesempatan bagi umat Muslim untuk mengingat dan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat hidup, keselamatan, dan rezeki yang diberikan. Seperti halnya Nabi Nuh dan para pengikutnya yang bersyukur setelah selamat dari banjir besar, tradisi ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap cobaan selalu ada berkah yang patut disyukuri. 2. Menjalin Kebersamaan Proses pembuatan bubur Asyura biasanya melibatkan banyak orang. Di sinilah tercipta kebersamaan yang erat antar anggota keluarga, tetangga, bahkan komunitas. Makan bubur Asyura secara bersama-sama menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan harmonis. Kegiatan ini pun sering kali disertai dengan doa bersama atau pengajian, menambah nilai spiritual dalam kebersamaan tersebut. 3. Semangat Gotong Royong Nilai gotong royong sangat terasa dalam tradisi makan bubur Asyura. Setiap orang membawa bahan makanan, ikut serta dalam proses memasak, hingga membagikannya kepada orang lain. Ini mencerminkan kuatnya rasa kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Makan bubur Asyura menjadi momen untuk saling membantu, mempererat persaudaraan, dan menciptakan solidaritas sosial. 4. Wujud Kepedulian dan Berbagi

Read More

Potret Sejarah Yahudi di bawah Kekuasaan Islam yang Penuh dengan Toleransi

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Bayangkan sebuah masa ketika dua agama besar dunia hidup berdampingan, bukan dalam konflik, tetapi dalam bingkai saling menghormati dan bekerja sama. Itulah gambaran singkat dari Sejarah Yahudi di bawah kekuasaan Muslim. Dalam berbagai catatan sejarah, hubungan antara umat Muslim dan Yahudi tidak selalu dipenuhi ketegangan seperti yang sering kita dengar hari ini. Justru pada masa awal kekuasaan Islam, Yahudi mengalami masa toleransi, bahkan kemajuan intelektual dan budaya yang luar biasa. Namun, sejarah ini tidak hanya berbicara soal harmoni, tapi juga tentang dinamika, diskriminasi, dan perubahan sosial yang kompleks. Kabar baiknya, dalam kesempatan kali ini, kami  akan mengulas lebih dalam tentang bagaimana Sejarah Yahudi di bawah kekuasaan Muslim menjadi potret penuh warna, dari masa keemasan hingga masa-masa sulit. Siapkah Anda menyelami kisah sejarah yang sering kali terlupakan ini? Baik, mari kita sama-sama perhatikan penjelasannya di bawah ini. Awal Hubungan Toleransi dan Koeksistensi yang Nyata Masa awal Islam menandai titik balik dalam hubungan antara umat Muslim dan Yahudi. Di berbagai wilayah kekuasaan Islam, umat Yahudi diperlakukan dengan pendekatan yang lebih inklusif dibandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya. Beberapa bentuk pendekatan tersebut, seperti: 1. Status Dhimmi (Perlindungan dengan Syarat) Dalam sistem pemerintahan Islam klasik, Yahudi digolongkan sebagai ahl al-kitab dan diberikan status dhimmi. Artinya, mereka adalah kelompok non-Muslim yang mendapat perlindungan hukum dari negara Islam, selama memenuhi kewajiban tertentu, dan yang paling utama adalah membayar pajak khusus yang disebut jizya. Meskipun menjadi warga negara kelas dua secara administratif, status ini memungkinkan umat Yahudi untuk hidup damai dalam komunitas mereka sendiri. 2. Kebebasan Beragama dan Tradisi Sejarah Yahudi di bawah kekuasaan Muslim mencatat bahwa dalam banyak kasus, komunitas Yahudi bebas menjalankan ajaran agamanya. Mereka diperbolehkan membangun dan memelihara sinagoge, menjalankan hukum mereka sendiri dalam urusan internal, serta melestarikan budaya dan bahasa mereka tanpa paksaan untuk memeluk Islam. Peran dalam Pemerintahan dan Masyarakat Tak hanya hidup berdampingan, beberapa tokoh Yahudi bahkan dipercaya untuk mengisi jabatan penting di pemerintahan Islam. Mereka dikenal sebagai penasehat, dokter kerajaan, penerjemah naskah klasik, hingga ekonom istana. Kepercayaan ini menunjukkan tingkat keterbukaan masyarakat Islam terhadap kompetensi intelektual dan profesional umat Yahudi. 1. Zaman Keemasan di Andalusia dan Baghdad Wilayah Andalusia, di bawah kekuasaan Islam di Spanyol, menjadi saksi dari masa keemasan komunitas Yahudi. Awalnya komunitas Yahudi di bawah kekuasaan Muslim mencatat bahwa ini adalah periode ketika ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, dan seni berkembang pesat di kalangan Yahudi. Sejarah mencatat bahwa kejayaan Islam di Andalusia dan Baghdad bukan sekadar dongeng keemasan. Keduanya pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan toleransi yang memukau dunia. Namun, yang jarang disorot adalah bagaimana peradaban yang begitu megah itu runtuh dan berakhir dengan tragedi pembantaian terhadap komunitas Muslim yang pernah berjaya di dalamnya. Peradaban tanpa kekuatan & solidaritas tidak akan bertahan. Ilmu, seni, dan toleransi memang penting, tapi tanpa perlindungan politik, militer, dan persatuan umat, semua bisa hancur seketika. Maka, menjaga identitas keislaman dan kekuatan ukhuwah (persaudaraan) menjadi bagian penting dari pertahanan peradaban.  2. Hasdai bin Shaprut dan Penerjemahan Ilmu Pengetahuan Hasdai bin Shaprut adalah tokoh Yahudi terkemuka yang menjabat sebagai penasihat Khalifah Abdurrahman III. Ia memainkan peran penting dalam pengembangan pusat penerjemahan naskah ilmiah, yang menjembatani pengetahuan dari dunia Islam ke Eropa.

Read More

Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia Melalui Jalur Perdagangan

Surabaya – 1miliarsantri.net : Saat mendengar kata “penyebaran agama”, yang terbayang di benak banyak orang sering kali adalah perang atau kekuasaan. Namun, sejarah Islam di Indonesia justru menyuguhkan kisah yang jauh lebih damai dan mengakar. Agama ini tersebar luas bukan melalui pedang, melainkan melalui perniagaan dan pertemuan budaya. Para saudagar muslim dari Gujarat, Persia, dan Arab membawa bukan hanya barang dagangan, tetapi juga akhlak, ilmu, dan nilai-nilai Islam yang bersinar di tengah masyarakat Nusantara. Jalur-jalur perdagangan maritim di pesisir pantai pun menjadi ladang subur bagi tumbuhnya dakwah yang santun dan penuh hikmah. Sejarah penyebaran Islam tidak tentang perubahan keyakinan saja, melainkan perjalanan peradaban yang penuh makna. Islam datang bukan sebagai penakluk, tapi sebagai sahabat, menyapa pelan, masuk ke hati lewat perdagangan, budaya, dan pergaulan sehari-hari. Yang membuat perjalanan ini begitu istimewa adalah cara Islam menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal tanpa merusak akar budaya yang sudah ada. Ia hadir sebagai cahaya, bukan bara. Sebuah kisah damai yang perlu untuk dikenang, dipahami, dan diwariskan. Kalau kamu penasaran bagaimana awal mula Islam bisa masuk dan menyebar ke seluruh pelosok Nusantara hanya lewat aktivitas perdagangan, yuk simak pembahasan ini sampai habis. Di sini kita akan kupas tuntas sejarah penyebaran Islam. Bagaimana Perdagangan Bisa Menjadi Pintu Masuk Islam ke Nusantara? Mengingat tentang sejarah penyebaran Islam, jalur perdagangan menjadi bagian hal yang tak bisa dilewatkan. Sejak abad ke-7 Masehi, para pedagang yang Muslim dari Arab, Persia, dan India mulai menjalin hubungan perdagangan dengan wilayah-wilayah pesisir di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mereka datang dengan membawa beberapa barang dagangan, seperti rempah-rempah, kain, logam, hingga perhiasan. Tapi lebih dari itu, mereka juga membawa ajaran Islam yang mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejarah penyebaran Islam melalui perdagangan ini begitu efektif karena pendekatannya yang damai dan bersifat persuasif. Para pedagang Muslim tidak serta-merta memaksa masyarakat lokal untuk masuk Islam. Justru, mereka menjadi teladan dalam kejujuran berdagang, etika pergaulan, dan sikap sosial yang terbuka. Dengan seiring waktu, masyarakat lokal mulai tertarik belajar tentang ajaran Islam, bahkan ada yang kemudian memeluk agama ini secara sukarela. Di sepanjang pesisir Sumatera, seperti di Barus, Aceh, hingga ke daerah pesisir Jawa dan Sulawesi, jejak penyebaran Islam ini sangat kentara. Banyak dari kerajaan lokal pada akhirnya menjalin hubungan lebih erat dengan para pedagang Muslim. Contohnya Kerajaan Samudera Pasai yang menjadi kerajaan Islam pertama kali di Indonesia sekitar abad ke-13. Selain membawa barang dagangan, para pedagang yang Muslim juga ikut memberikan sumbangan pada perkembangan budaya dan sosial masyarakat lokal. Dalam sejarah penyebaran Islam hal ini menjadi sangat penting karena proses Islamisasi tidak terjadi secara kaku atau memaksa, melainkan berjalan seiring dengan interaksi budaya.

Read More

Makna Hijrah di Era Digital, Hijrah Fisik atau Hati?

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di era digital dan hiruk pikuk media sosial seperti sekarang, istilah hijrah kembali menggema. Hijrah tidak hanya soal tempat, seperti saat Rasulullah SAW berpindah dari Mekkah ke Madinah. Tetapi lebih pada perubahan sikap, hati, dan arah hidup menuju yang lebih baik. Dimaknai sebagai perjalanan batin dari gelap menuju terang, dari lalai menuju taat.  Fenomena hijrah kini semakin populer di kalangan anak muda. Banyak yang sudah mulai tertarik menggali nilai-nilai Islam, memperbaiki diri, dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang dianggap kurang bermanfaat. Namun muncul pertanyaan kritis, apakah hijrah cukup dilakukan lewat unggahan di sosmed, gaya busana, dan berkumpul bersama komunitas hijrah? Masa kini kita hidup di zaman yang serba canggih. Semua hal bisa diakses dari genggaman tangan lewat smartphone. Informasi agama, ceramah, kajian, bahkan komunitas hijrah bisa ditemukan dengan mudah di media sosial. Tapi di balik kemudahan itu, ada juga tantangan yang besar. Makna hijrah di era digital tidak hanya soal memulai pakai pakaian syar’i atau follow akun dakwah. Lebih dari itu, hijrah hari ini berarti bagaimana kamu bisa menjaga hati dan niat di tengah derasnya arus informasi. Tak jarang hijrah sejati justru terletak pada perubahan hati dan komitmen yang tersembunyi di balik layar. Terkadang kita semangat belajar agama, tapi di waktu yang sama, kita juga tergoda scroll video yang tidak bermanfaat berjam-jam lamanya hingga tak terasa. Itulah kenapa sangat penting bagi kita untuk memahami makna hijrah secara menyeluruh. Hijrah di era digital seperti sekarang ini merupakan perjalanan spiritual yang penuh dengan tantangan. Mungkin kamu tidak berjalan kaki dari satu kota ke kota lain, tapi kamu sedang berjalan dari zona nyaman ke jalan kebaikan yang baru. Mengendalikan jari untuk tidak mengetik komentar yang buruk, menjaga waktu agar lebih produktif, dan menggunakan media sosial untuk menyebar kebaikan. Hal itu semua merupakan bentuk dari hijrah. Jadi, ketika kamu merasa lelah atau kehilangan arah, harus selalu ingat bahwa setiap perubahan yang kecil ke arah yang lebih baik, itu merupakan bagian dari hijrah. Dan semua itu bernilai besar di sisi Allah, asal niatnya lurus. Hijrah Fisik atau Hati? Mana yang Lebih Penting? Ketika balik ke sejarah, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah tidak hanya soal pindah tempat. Tapi merupakan langkah besar untuk menyelamatkan iman dan menata kehidupan baru yang lebih Islami. Di sinilah pentingnya memahami bahwa makna hijrah tidak selalu soal fisik. Justru, hijrah hati bisa menjadi lebih menantang. Misalnya, kamu bisa saja tampil Islami di luar, tapi masih menyimpan iri, dengki, atau sombong di dalam hati. Sebaliknya, ada juga yang belum berubah penampilan, tapi hatinya terus berusaha dekat dengan Allah. Hijrah hati berarti meniatkan dari hati, pikiran, dan perasaan ke jalan yang benar. Kamu belajar memaafkan kesalahan, belajar sabar, dan mulai menghindari dari hal-hal yang menjauhkan dari Allah. Hal tersebut suatu proses yang tak terlihat, tapi dampaknya luar biasa besar. Makna hijrah yang sesungguhnya adalah ketika fisik dan hati berjalan beriringan. Perubahan dari dhohiriyah tentunya juga penting, tapi akan jauh lebih bermakna jika dibarengi dengan perubahan dari batiniyah.

Read More

Biadab! Israel Menembakan Rudal Ke Arah Anak-Anak Gaza Yang Sedang Mengambil Air

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Serangan udara militer zionis Israel menghantam lokasi titik distribusi air di kamp pengungsi Nuseirat, menewaskan enam anak dan melukai 17 lainnya, pada hari Ahad (Minggu-red). Militer Israel berdalih rudal itu “ditujukan untuk mengenai sasaran seorang militan Jihad Islam di daerah tersebut tetapi terjadi malfungsi yang menyebabkannya jatuh “puluhan meter dari sasaran.” Baca juga : Gadis Kecil Gaza: ‘Kembalikan Ibuku Dari Surga’ Mengutip arabnews.com, “IDF menyesalkan kerugian apa pun terhadap warga sipil yang tidak terlibat,” katanya dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa insiden itu sedang diselidiki. Ahmed Abu Saifan, seorang dokter gawat darurat di Rumah Sakit Al-Awda, mengatakan “serangan yang menghantam titik distribusi air di Kamp Nuseirat, menewaskan 6 orang dan melukai 17 lainnya.” Krisis Air Memburuk Dan Minimnya Bahan Bakar Di Gaza Menurut laporan arabnews.com, krisis air yang terjadi di Gaza makin memburuk dalam beberapa pekan terakhir, begitu juga dengan minimnya bahan bakar membuat fasilitas desalinasi dan sanitasi ditutup. Baca juga : Konvoi Solidaritas Untuk Gaza Kembali Ke Tunisia, Dan Menyerukan Pembebasan Tahanan Di Libya Timur

Read More

Chelsea Juara Dunia FIFA 2025, Bungkam Paris Saint-Germain 3-0 Disaksikan Presiden AS

New Jersey, USA – 1miliarsantri.net: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi saksi pertandingan Final Perdana FIFA Club World Cup 2025 yang mempertemukan Chelsea FC asal Inggris dengan Paris Saint-Germain, di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu 13/7/2025 waktu setempat. Chelsea yang diasuh coach Enzo Maresca langsung tancap gas mengejutkan PSG. Gempuran pasukan London Biru itu menyulitkan pembunuh raksasa Real Madrid di Final perdana Piala Dunia Antar Klub FIFA 2025, yang disaksikan Presiden FIFA dan Presiden AS. Brace Palmer Bukti Solidnya Skuad Chelsea Bermain luar biasa sejak peluit dibunyikan, skuad Chelsea yang dimotori Cole Palmer, didukung Defender: Marc Cucurella, Levi Colwill, Trevoh Chalobah, Rece James dan Malo Gusto. Kemudian Lini Tengah ada Enzo Fernandez dan Moises Caicedo menjadi trio creator mematikan bersama Palmer. Serta Ujung Tombak Pedro Neto dan Joao Pedro yang menyumbang satu gol kemenangan Chelsea. Palmer kejutkan seisi MetLife Stadium dengan 2 gol dalam interval delapan menit, dengan proses dan penempatan yang sama di sudut sempit kanan gawang Paris Saint-Germain, yang sulit dijangkau Gianluigi Donnarumma. Gol-Gol Chelsea Dalam Laga Final

Read More

Dengan Perkembangan Teknologi, Belajar Kini Lebih Menyenangkan

Surabaya – 1miliarsantri.net :  Zaman sekarang, suasana belajar nggak lagi seserem dulu. Nggak cuma monoton soal buku seabrek atau duduk diam berjam-jam di kelas. Berkat teknologi yang makin canggih, belajar jadi seru kayak main game! Mau ngejelajah sejarah? Tinggal nyalain VR headset, terus ‘jalan-jalan’ virtual ke zaman kerajaan. Mau ngerti rumus matematika? Ada video animasi kocak yang bikin nggak ngantuk. Bahkan, ujian pun bisa jadi challenge seru kayak kuis online. Dari anak TK sampai yang udah kuliah, semua bisa belajar dengan cara yang asyik dan nggak bikin stres. Pokoknya, edukasi teknologi udah ngubah belajar dari ‘uh, lagi?’ jadi ‘yuk, lanjut lagi! Teknologi tidak hanya mempermudah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar dengan cara yang sebelumnya tak terbayangkan!” Hmm.. Apa sih itu Edukasi Teknologi?Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI), edukasi adalah proses pengajaran atau pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilai dan, karakter seseorang.Seperti pentingnya pembinaan terhadap anak tentang sopan santun, empati, rasa tanggung-jawab, toleransi, dan karakter-karakter yang membangun lainnya secara langsung. Sedangkan Teknologi adalah alat yang digunakan atau metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan praktis dalam ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang industri dan pendidikan. Alat-alat pendukung edukasi teknologi tersebut mencakup antara lain :1. Perangkat Lunak Belajar : Aplikasi dan program yang dirancang untuk membantu siswa belajar, seperti platform pembelajaran daring (e-learning), aplikasi edukasi, dan simulasi pembelajaran.2. Perangkat Keras Belajar : Alat fisik seperti komputer, tablet, handphone, dan proyektor yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.3. Sumber Daya Digital : Konten digital seperti video, modul interaktif, dan sumber daya multimedia yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep-konsep pembelajaran tertentu.4. Metode Pengajaran : Pendekatan dan strategi yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik.5. Analisis Data Pembelajaran : Penggunaan data untuk memahami efektivitas proses pembelajaran dan untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Contohnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring yang memudahkan siswa untuk belajar dari rumah, seperti yang terjadi saat pandemi covid-19 di di tahun 2019 hingga 2022 silam. Jadi Eduteknologi, atau teknologi pendidikan, merujuk pada penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran dan pengajaran yang mencakup berbagai alat, metode, dan sumber daya yang digunakan untuk meningkatkan pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dengan tujuan untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik, efisien, menyenangkan, serta untuk membantu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di era digital. Tapi jangan salah lhooo, hal ini bisa berdampak negatif jika tidak digunakan dengan seimbang, kok bisa yaa?? Hmmm.. mari kita dalami lebih dalam lagi Edukasi Teknologi.Zaman ini, bisa dikatakan zaman teknologi, karena hampir semua penduduk dunia menggunakan teknologi, mereka menggunakan teknologi ini untuk mempermudah  pekerjaan, menyelesaikan tugas, berkomunikasi dengan sesama yang tinggal di negara yang berbeda, menemukan jawaban yang tidak diketahui, dan masih banyak lagi kegunaan dari teknologi ini.Dari data statista.com, Oberlo, demandsage, datareportal, dan forbes menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang di dunia kini sangat aktif dalam menggunakan teknologi. Dan data penggunaan internet ini meningkat dari tahun ke tahun seperti yang terlihat dalam tabel di bawah. Data ini menunjukkan bahwa ruang lingkup teknologi sudah semakin besar dan banyak pengguna. Mereka menggunakan ini untuk beragam sektor dan membuat satu pekerjaan lebih mudah dan menjangkau banyak hal. Seperti dalam sektor bisnis, industri, distributor, suplier, dan pendidikan.Dalam dunia pendidikan, kemajuan teknologi bisa membuat anak-anak bangsa dari latar belakang manapun bisa bersaing hingga tingkat Internasional. Karena setiap orang memiliki akses mudah untuk bisa mencari tahu informasi-informasi yang berkaitan dengan pendididikan. Misalnya jika seseorang mengalami kendala dalam mengerjakan tugas untuk menemukan jawaban, maka bisa mendapatkan bantuan yang ingin diketahui melalui teknologi.Dan jika seseorang ingin belajar sesuatu hal baru, seperti belajar bahasa asing yang mungkin tidak diajarkan di sekolah pada umumnya. Dengan bantuan teknologi dia bisa belajar secara ototidak, dengan mengunduh aplikasi yang dibutuhkan dan belajar sesuai minatnya.Seseorang yang ingin mengikuti ajang-ajang perlombaan pendidikan, dengan bantuan teknologi bisa mengakses atau mencari info pelombaan yang sedang berlangsung. Saat ini banyak pendaftaran perlombaan, sudah dilakukan secara online dengan mempromosikannya di media sosial atau melalui website. Termasuk seseorang yang terkendala biaya melanjutkan pendidikan, dia dapat mencoba program-program beasiswa yang tersedia dan tentunya dengan bantuan teknologi juga. Dampak Penggunaan Teknologi

Read More

Tidak Ada Riba Dalam Koperasi Simpan Pinjam, Jika Dijalankan Sesuai Nilai Dan Prinsip Koperasi

Jakarta – 1miliarsantri.net: Di tengah kegelisahan umat terhadap sistem keuangan berbasis riba, muncul harapan besar pada sistem koperasi simpan pinjam sebagai alternatif lembaga keuangan yang lebih adil, bersih, dan sesuai nilai-nilai Islam. Namun, seringkali muncul keraguan: Apakah koperasi benar-benar bebas riba? Jawaban atas keraguan ini bergantung pada bagaimana koperasi tersebut dijalankan. Jika koperasi simpan pinjam dikelola dengan benar, sesuai prinsip dan nilai-nilai dasar koperasi, maka ia bebas dari praktik riba. Bahkan, koperasi bisa menjadi instrumen ekonomi yang menyelamatkan umat dari jeratan sistem keuangan ribawi yang merusak. Prinsip “Dari, Oleh, dan Untuk Anggota”: Uang Kita, Kembali kepada Kita Salah satu keistimewaan koperasi dibandingkan lembaga keuangan lainnya adalah prinsip utamanya: Artinya, dana yang dikelola dalam koperasi adalah hasil simpanan para anggota sendiri, bukan dana investor luar, bukan dari sistem perbankan ribawi. Kegiatan pinjam meminjam dalam koperasi bukanlah hubungan antara pihak luar yang mencari keuntungan, melainkan bentuk solidaritas antar anggota untuk saling bantu dan memberdayakan. Baca juga : Koperasi Menjadi Ladang Amal Jariyah Yang Tak Terputus Dalam Islam, dasar hubungan keuangan seperti ini sangat kuat. Al-Qur’an mengajarkan prinsip: Prinsip saling ridho inilah yang menjadikan transaksi keuangan dalam koperasi bukan riba, melainkan akad tolong-menolong yang disepakati secara sukarela. Kenapa Koperasi Tidak Riba? Ini Pertimbangannya: 1. Uang Dikelola secara Kolektif dan Transparan Dalam koperasi, tidak ada pemilik modal tunggal yang mengambil keuntungan dari bunga. Dana adalah milik kolektif anggota. Ketika dana disalurkan dalam bentuk pinjaman, itu merupakan bentuk pelayanan kepada anggota yang membutuhkan. Keuntungan yang dihasilkan pun bukan untuk memperkaya segelintir orang, tetapi untuk kesejahteraan semua anggota. 2. Akad Berdasarkan Musyawarah dan Kesepakatan Bersama Besaran jasa pinjaman atau biaya administrasi dalam koperasi disepakati melalui forum demokratis seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT). Tidak ada pemaksaan, tidak ada ketidakjelasan. Semua terang, terbuka, dan disepakati bersama. Hal ini berbeda dengan riba yang mengandung unsur kezaliman dan penindasan. 3. Bukan Transaksi Eksploitatif, Tapi Saling Bantu Riba muncul ketika ada pihak yang memanfaatkan kebutuhan orang lain untuk meraup keuntungan berlebih. Dalam koperasi, semangatnya adalah tolong menolong—anggota yang lebih mampu membantu yang sedang membutuhkan. Itulah yang disebut dengan ta’awun dalam ajaran Islam. 4. Keuntungan Kembali ke Anggota Jika ada kelebihan dari hasil usaha simpan pinjam (dikenal sebagai Sisa Hasil Usaha/SHU), maka kelebihan itu dibagikan kepada anggota sesuai partisipasi, bukan disedot oleh investor atau pemilik modal. Ini sangat sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam. Baca juga : Semangat Koperasi Membangun Dunia yang Lebih Baik Antara Bunga dan Jasa Pinjaman: Jangan Disamakan Salah satu kesalahan umum dalam menilai koperasi adalah menyamakan “jasa pinjaman” dengan “bunga bank”. Padahal secara filosofi dan struktur, keduanya sangat berbeda: Bunga Bank bersifat mengikat, ditentukan sepihak oleh lembaga keuangan, tidak transparan, dan mengejar keuntungan maksimal. Jika terlambat, bunganya bertambah. Unsur gharar (ketidakjelasan) dan riba (penambahan atas pinjaman tanpa dasar) sangat kental di sini. Jasa Pinjaman Koperasi adalah kesepakatan bersama, tidak ditentukan sepihak, digunakan untuk menutup biaya operasional dan menjaga keberlanjutan koperasi.

Read More