Koperasi Menjadi Ladang Amal Jariyah Yang Tak Terputus

Jakarta – 1miliarsantri.net: Di balik konsep ekonomi yang tampak sederhana, koperasi sesungguhnya menyimpan kekuatan spiritual yang dalam. Koperasi bukan sekadar wadah menabung atau tempat berdagang bersama. Koperasi adalah jembatan amal; tempat di mana niat baik dan tindakan kolektif menjadi satu kesatuan yang berbuah pahala, manfaat, dan keberkahan yang terus mengalir – bahkan setelah jasad manusia tiada. Dengan nilai amanah, kejujuran, dan kebersamaan, koperasi menjelma menjadi ladang amal jariyah yang tak terputus. Seperti air yang terus mengalir dari mata air jernih, demikian pula manfaat dari koperasi yang sehat dan dikelola dengan niat suci — terus memberi kemanfaatan, menguatkan ekonomi, dan memperbaiki nasib banyak orang secara kolektif. Di setiap transaksi yang jujur, di setiap musyawarah yang adil, di setiap keuntungan yang dibagikan sesui porsinya kepada anggota, koperasi menghadirkan nilai keadilan sosial yang berakar dari nilai-nilai keimanan. Dalam koperasi yang digerakkan oleh niat suci dan tata kelola yang amanah, kita tidak hanya menjalankan ekonomi, tapi sedang menanam benih amal yang akan tumbuh menjadi pohon pahala yang rindang Rasulullah SAW bersabda: Koperasi yang memberi manfaat berkelanjutan kepada anggota dan masyarakat luas adalah bentuk nyata sedekah jariyah. Bangunan koperasi yang membantu anggota biaya sekolah anaknya, membangun rumah, membantu modal usaha kecil, atau menyejahterakan petani, nelayan pedagang kecil dan buruh — semua itu bukan hanya soal urusan dunia, tapi juga menjadi tabungan akhirat. Koperasi adalah bentuk ibadah sosial, ketika dikelola dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat kebersamaan, maka koperasi bukan hanya alat ekonomi, melainkan juga medan perjuangan spiritual. Dalam koperasi, kita belajar menahan ego, mengedepankan kemaslahatan bersama, dan menunaikan tanggung jawab di hadapan sesama — yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban pula di hadapan Allah SWT. Maka siapa saja yang terlibat dalam koperasi — sebagai penasehat, pengurus, pengawas, anggota, karyawan, maupun simpatisan — hendaknya memandangnya bukan sekadar profesi atau aktivitas rutin, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan ibadah kepada Sang Pencipta.

Read More

Gaya Hidup Muslim di Era Modern: Antara Nilai, Gaya, dan Makna

Surabaya – 1miliarsantri.net: Umat muslim tengah menghadapi tantangan serius di era modern seperti saat ini. Mulai dari derasnya arus informasi digital, gejolak ekonomi global, badai PHK, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, gaya hidup muslim atau muslim lifestyle kini bukan lagi sekadar tentang rutinitas ibadah, tapi telah berkembang menjadi identitas yang mencerminkan prinsip hidup, pilihan konsumsi, cara berpakaian, hingga cara bersosialisasi di era modern. Tantangan untuk menyeimbangkan antara mengikuti perkembangan zaman dan menjaga identitas keislaman, menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Artikel ini mengajak kita menelusuri bagaimana gaya hidup Muslim kini bukan sekadar mengikuti mode, tetapi juga menjadi cerminan nilai dan makna yang lebih dalam. Lebih dari Sekadar Tren Muslim lifestyle kini bukan hanya istilah populer di kalangan anak muda terkhusus Gen Z. Hal itu menjadi wujud dari cara hidup yang seimbang antara nilai spiritual (Akhirat) dan kebutuhan modern (Dunia). Di Indonesia, fenomena ini dapat dilihat dari maraknya komunitas hijrah, berkembangnya bisnis halal, hingga menjamurnya konten-konten dakwah di media sosial. Kini, gaya hidup muslim bahkan merambah ke berbagai aspek: mulai dari pakaian syar’i yang tetap stylish, tren skincare halal, wisata halal, hingga literasi keuangan syariah. Hal tersebut menunjukkan bahwa hidup dengan berpegang teguh pada ajaran Islam tidak harus membatasi ruang gerak, justru membuka jalan baru untuk mengaktualisasi diri secara lebih bermakna. Makanan Halal: Gaya Hidup Konsumtif yang Lebih Etis Konsumen muslim masa kini tidak hanya mencari makanan enak, tetapi juga yang jelas status kehalalannya. Halal tidak lagi diartikan hanya sebagai “boleh dimakan”, tetapi mencakup etika dalam proses produksi, distribusi, hingga niat dalam mengonsumsinya. Tren healthy halal food kini juga sedang tren di masyarakat luas. Banyak muslim-muslimah khususnya anak muda mulai menyadari pentingnya menjaga tubuh sebagai amanah dari Allah S.W.T, sehingga gaya hidup sehat menjadi bagian dari ibadah. Mereka mulai memilih makanan organik, menghindari makanan instan, serta mengatur pola makan berdasarkan anjuran Rasulullah S.A.W seperti makan secukupnya dan tidak berlebihan. Digitalisasi dan Dakwah Online Tak bisa dipungkiri, teknologi terus berkembang dari waktu ke waktu. Namun menariknya, generasi muslim muda justru memanfaatkannya sebagai wadah untuk memperdalam keimanan dan ilmu agama. Sekarang, menyebar kebaikan dan berdakwah dapat dilakukan di media sosial atau online, seperti lewat reels Instagram, thread Twitter, hingga video TikTok. Banyak konten kreator muslim yang membagikan ilmu-ilmu agama Islam dengan unik dan relatable. Topik seperti self-healing dalam Islam, menjaga hati, hingga tips menjadi muslim produktif menjadi favorit. Ini menunjukkan bahwa muslim lifestyle juga menyentuh aspek psikologis dan spiritual, bukan hanya yang tampak di permukaan.

Read More

Rekam Jejak Sejarah 10 Muharram dalam Islam yang Penuh Keagungan Spiritual

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Hari-hari dalam kalender Hijriah memiliki makna tersendiri dalam kehidupan umat Islam, namun ada satu tanggal yang menyimpan jejak sejarah luar biasa dan penuh makna spiritual, yakni tanggal 10 Muharram.  Dan sejarah 10 Muharram dalam Islam bukan sekadar catatan peristiwa, tetapi simbol kemenangan, pengampunan, keselamatan, dan ujian keimanan yang agung. Dikenal sebagai Hari Asyura, momen ini menyimpan jejak sejarah penting yang mencerminkan perjuangan, pengorbanan, dan rahmat Ilahi. Dari kisah penyelamatan Nabi Musa ‘alaihis salam dari kejaran Fir’aun hingga peristiwa tragis di Karbala, 10 Muharram menjadi pengingat bahwa dalam setiap ujian, selalu ada cahaya keteguhan iman dan ketulusan pengabdian kepada Allah. Artikel ini akan mengulas kembali warisan spiritual yang terkandung dalam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada hari istimewa ini. Kira-kira apa yang sebenarnya terjadi pada hari ini hingga dianggap begitu istimewa? Mari kita selami lebih dalam tentang keagungan yang tersimpan dalam tanggal 10 Muharram, melalui penjelasan di bawah ini. Awal Mula Kemuliaan Hari Asyura Hari Asyura telah dikenal bahkan sebelum masa kenabian Muhammad SAW. Dalam berbagai catatan, kaum Yahudi pun dahulu memperingati hari ini sebagai momen di mana Nabi Musa AS dan Bani Israil diselamatkan dari kejaran Fir’aun. Rasulullah SAW sendiri ketika tiba di Madinah melihat kaum Yahudi berpuasa di hari tersebut, lalu beliau mengajarkan umatnya untuk turut berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sejarah 10 Muharram dalam Islam pun terus berkembang menjadi bagian penting dari kalender ibadah umat Muslim di seluruh dunia. Sejarah 10 Muharram dalam Islam: Rangkaian Peristiwa Penuh Makna Seiring waktu, banyak peristiwa besar tercatat terjadi pada tanggal 10 Muharram. Berikut ini adalah beberapa momen penting yang menjadi bagian dari sejarah 10 Muharram dalam Islam dan sarat akan hikmah: 1. Taubat Nabi Adam AS Diterima Allah Setelah diturunkan dari surga karena melanggar perintah Allah, Nabi Adam AS menyesali perbuatannya dan memohon ampun. Doa dan taubat beliau akhirnya diterima oleh Allah pada hari 10 Muharram. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi hamba yang sungguh-sungguh ingin kembali kepada-Nya. 2. Keselamatan Kapal Nabi Nuh AS Kisah banjir besar yang melanda bumi di masa Nabi Nuh AS juga berpuncak pada 10 Muharram, di mana kapal Nabi Nuh akhirnya berlabuh dengan selamat di Bukit Zuhdi. Ini menjadi simbol keselamatan bagi orang-orang yang beriman dan bersabar dalam menghadapi ujian. 3. Nabi Ibrahim AS Selamat dari Api Namrud Nabi Ibrahim AS pernah dilemparkan ke dalam kobaran api oleh Raja Namrud. Namun, dengan kekuasaan Allah, api tersebut menjadi dingin dan menyelamatkan sang nabi. Kejadian ini pun diyakini terjadi pada tanggal 10 Muharram. 4. Pembebasan Nabi Yusuf AS dari Penjara Nabi Yusuf AS yang difitnah dan dipenjara di Mesir akhirnya dibebaskan pada hari yang sama. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa keadilan Allah akan selalu hadir, bahkan ketika manusia merasa ditinggalkan oleh kebenaran. 5. Nabi Yunus AS Keluar dari Perut Ikan Setelah bertahun-tahun berdakwah, Nabi Yunus AS mengalami ujian hingga beliau berada dalam perut ikan. Pada 10 Muharram, beliau dikeluarkan dalam keadaan selamat. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam berdakwah.

Read More

Persib Bandung Lawan Dewa United, Ini Jadwal Lengkap Piala Presiden 2025

Bandung – 1miliarsantri.net: Plala Presiden 2025 telah berlangsung sejak 6 Juli 2025. Pertandingan perdana Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Oxford United berhasil mengalahkan Liga Indonesia All Star (LOA) dengan skor akhir 6-3. Sementara di Grup B, Persib Bandung menjamu FC Port Thailand yang berkesudahan 0-2 untuk kemenangan tim sepak bola asal negeri Gajah Perang yang diperkuat Asnawi Mangkualam. Berikut jadwal lengkap pertandingan Piala Presiden 2025 🏆 Jadwal Lengkap Piala Presiden 2025 Minggu, 6 Juli 2025 Selasa, 8 Juli 2025 Kamis, 10 Juli 2025

Read More

Ole Romeny Bawa Oxford United Menang Lawan LOA di Piala Presiden

Jakarta – 1miliarsantri.net: Tim kasta kedua Liga Inggris, Oxford United membuka Piala Presiden 2025 dengan kemenangan gemilang atas Liga Indonesia All Star (LOA), Minggu (6/7/2025) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dalam pertandingan pembuka grup A, Meski Ole Romeny tak mencetak gol, kontribusinya tetap krusial dalam kemenangan 6-3 yang diraih tim asal Inggris tersebut. Highlights Pertandingan Babak Pertama Oxford United unggul cepat diawal babak pertama lewat Mark Harris (4′), memanfaatkan umpan silang dari Matt Phillips. Tidak mau kehilangan muka di hadapan suporternya LOA menyamakan kedudukan melalui Riko Simanjuntak (14′), setelah blunder lini belakang Oxford. Baca juga: Piala Presiden: Persib Tumbang Di Kandang, Port FC Curi Tiga Angka Namun lagi-lagi Harris tampil brilian, dia kembali mencetak gol di menit ke-30, diikuti oleh sundulan Michal Helik (45′). Skor 3-1 menutup babak pertama. Highlights Babak Kedua, Lima Gol Tercipta Mengawali babak kedua, Oxford menambah rentetan gol lewat Tom Bradshaw (52′), Przemysław Płacheta (56′), dan Brian De Keersmaecker (68′).

Read More

Piala Presiden: Persib Tumbang Di Kandang, Port FC Curi Tiga Angka

Bandung – 1miliarsantri.net: Maung Bandung harus tumbang dari tamunya, tim yang berasal dari negeri Gajah Putih Port FC, kebobolan dua gol tanpa balas. Persib Bandung harus mengakui keunggulan tamunya, Port FC, dalam laga perdana Grup B Piala Presiden 2025 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (6/7/2025). Bermain di hadapan ribuan Bobotoh, Maung Bandung takluk dengan skor 0-2 dari wakil Thailand tersebut. Jalannya Pertandingan Babak Pertama Mengawali paruh pertama, Persib tampil agresif, menciptakan beberapa peluang melalui Zulkifli Lukmansyah dan Uilliam Barros. Port FC tidak mau larut dalam tekanan, mereka mulai menemukan ritme permainan menjelang akhir babak pertama. Hasilnya gol pertama lahir dari kaki Bordin Phala di menit 45+3, memanfaatkan defleksi dari Marc Klok. Babak Kedua, Asnawi Masuk Bawa Petaka Bermain dari bangku cadangan, masuknya Asnawi Mangkualam di pertengahan babak kedua menambah daya gedor Port FC.

Read More

Peran AI (Artificial Intelligence) dalam Pendidikan: Pahlawan atau Musuh Baru?

Surabaya – 1miliarsantri.net : Bayangkan kamu belajar Matematika tapi bukan guru yang ngajar, melainkan aplikasi yang bisa tahu dimana letak kesalahanmu, kasih kamu soal sesuai kemampuanmu dan bahkan bisa memberi penjelasan berulang kali dengan cara yang lebih mudah kamu mengerti. Nah, itulah salah satu bentuk kehadiran AI (Artificial Intelligence) dalam pendidikan. Akhir-akhir ini AI (Artifial Intelligence) atau kecerdasan buatan ini ramai dibicarakan dan diperdebatkan. Kehadirannya dalam di dunia pendidikan menjadi dilema, apakah ini kabar baik atau alarm bahaya? Apakah AI menjadi pahlawan yang memudahkan kita belajar atau musuh baru yang diam-diam merusak semangat belajar kita?   Ketika AI Menjadi Pahlawan di Kelas Bayangkan, kamu punya tutor yang selalu siap sedia 24 jam, tidak pernah lelah dan bisa ngajar sesuai gaya belajarmu. Tidak dapat dipungkiri, AI sudah banyak membantu pelajar (baik siswa dan mahasiswa) zaman sekarang. Mulai dari fitur autocorrect, translate, sampai platform belajar seperti duolingo, chatgpt, deepseek yang menggunakan AI untuk membantu kita belajar dengan cara yang personal. AI bisa menjadi teman belajar pintar yang ngga nge-judge dan selalu siap sedia 24/7. Saat kamu tidak paham konsep trigonometri, AI bisa memberimu penjelasan dengan gaya yang berbeda-beda sampai kamu paham. Tidak perlu menunggu waktu kosong untuk menemui guru dan tidak perlu malu bertanya berulang kali saat kamu masih merasa kurang paham. Menurut laporan UNESCO (2023), dalam dokumen Technology in Education: A Tool on Whose Therms? Implementasi AI dalam pendidikan meningkat pesat. Terutama sejak pandemi COVID-19. AI dianggap sebagai salah satu solusi pembelajaran daring yang adaptif. Menurut organisasi OECD AI tidak hanya memudahkan para pelajar dalam mencerna materi, namun juga memudahkan para guru dalam mencari ide dan bahan ajar. Selain untuk mencari bahan ajar, AI juga membantu guru dalam urusan administrasi, analisis nilai pelajar hingga memberi rekomendasi soal remedial. Dengan begitu guru bisa lebih fokus mendampingi siswa, memimpin diskusi dan membentuk karakter siswa. Istilah mudahnya, AI seperti google yang naik level. Yang tidak hanya bisa membantu memberi informasi, namun juga membantu memproses dan memahami informasinya. Ancaman Ketergantungan Teknologi Meski terdengar sempurna, AI tetap memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah ketergantungan pelajar terhadap AI. Penelitian studi dari Education Week (2024) mengungkapkan bahwa sekitar 22% pelajar di Amerika Serikat menggunakan AI dalam menyelesaikan tugas akademik. Sedangkan, di Indonesia sendiri menurut survei dari Tito dan Jakpat, 87% pelajar di Indonesia menggunakan AI untuk mengerjakan tugas akademik. Indonesia juga menduduki peringkat tiga pengguna AI terbanyak di dunia.  Sebanyak 1,4 milyar kunjungan platform-platform AI. Hal ini menunjukan betapa besar antusiasme dan potensi AI di kalangan masyarakat. Menghambat Kemampuan Berpikir Kritis dan Penurunan Kognitif Pelajar

Read More

Hidup Ala Rasulullah : Sederhana, Produktif, dan Penuh Makna

Surabaya – 1miliarsantri.net: Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, teladan hidup Rasulullah ﷺ menawarkan inspirasi yang tak lekang oleh zaman. Gaya hidup beliau yang sederhana, produktif, dan sarat makna menjadi cermin keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Dengan kesederhanaan, Rasulullah tetap mampu menjalankan peran sebagai pemimpin, pendidik, dan teladan umat, tanpa kehilangan ketenangan batin. Artikel ini akan mengajak kita menelusuri bagaimana prinsip hidup beliau dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki. Tren hidup tenang seperti minimalisme, meditasi, dan self-care semakin populer di kalangan keluarga muslim modern. Namun tahukah kamu bahwa Islam sudah mengajarkan semua itu sejak lebih dari 1.400 tahun lalu? Nabi Muhammad SAW bukan hanya sosok pemimpin agama, tetapi juga teladan kehidupan yang menyeluruh. Gaya hidup beliau bukan hanya spiritual, tetapi juga sangat manusiawi dan seimbang. Dalam keseharian, Rasulullah menunjukkan bahwa hidup bisa sederhana namun tetap produktif, bisa aktif tanpa melupakan istirahat, dan bisa sukses dunia tanpa kehilangan akhirat. Nah berikut ini beberapa prinsip hidup ala Nabi Muhammad SAW yang bisa kita teladani dan praktikkan di era sekarang. Yuk simak! 1. Hidup Sederhana dan Qanaah Rasulullah SAW menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Beliau tidur di atas pelepah kurma, makan secukupnya, dan berpakaian sederhana tanpa berlebihan. Namun kesederhanaan beliau bukan berarti kekurangan. Rasulullah adalah pedagang sukses dan pemimpin umat, tapi tetap rendah hati dan tidak bergaya hidup mewah. Konsep qanaah (merasa cukup) menjadi fondasi dari ketenangan batin. Dalam hidup ala Nabi, kita diajarkan untuk tidak berlomba-lomba dalam urusan dunia, tetapi fokus pada kebermanfaatan dan keberkahan. Di zaman sekarang, ini bisa berarti hidup tanpa terjebak gengsi, tidak mudah tergoda oleh budaya konsumtif, dan mensyukuri apa yang kita punya. 2. Manajemen Waktu yang Seimbang Salah satu kunci produktivitas Rasulullah adalah pembagian waktu yang jelas. Beliau membagi harinya untuk beribadah, berdakwah, bekerja, bersama keluarga, hingga memberi waktu untuk diri sendiri. Pagi hari beliau manfaatkan untuk aktivitas produktif, siang untuk istirahat sejenak, sore dan malam untuk ibadah serta aktivitas sosial. Kita bisa meneladani ini dengan membuat jadwal harian yang proporsional. Tidak hanya mengejar pekerjaan duniawi, tapi juga menyisipkan waktu untuk salat tepat waktu, membaca Al-Quran, berolahraga, hingga waktu berkualitas dengan keluarga. Hidup ala Nabi bukan hanya tentang banyak beribadah, tapi juga mampu mengatur waktu dengan adil dan disiplin. 3. Pola Hidup Sehat dan Teratur Nabi Muhammad SAW sangat menjaga kesehatan tubuh. Beliau makan secukupnya, tidak berlebihan, dan memilih makanan yang bersih serta bergizi seperti kurma, madu, susu, dan air zamzam. Beliau juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa, tidak hanya di bulan Ramadan, tapi juga puasa sunnah yang terbukti memberi manfaat medis. Beliau juga menjaga kebersihan diri, seperti memotong kuku, menjaga wudhu, dan menganjurkan mandi secara rutin. Bahkan, Rasulullah menganjurkan untuk bangun pagi, yang kini terbukti membawa banyak manfaat psikologis dan produktivitas. Pola hidup sehat ini sangat relevan dengan gaya hidup modern yang sering kali tak seimbang. Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil seperti makan tidak berlebihan, tidur yang cukup, bangun pagi, dan menjaga kebersihan. 4. Aktif Berkarya dan Tidak Bergantung Meski diangkat sebagai Rasul, Nabi Muhammad SAW tetap bekerja keras. Sejak muda beliau menggembala kambing, lalu berdagang dengan jujur, dan setelah menjadi pemimpin umat, beliau tetap turun langsung mengatur strategi dan berdakwah.

Read More

Kecerdasan Buatan (AI) Masuk Kurikulum ; Cetak Gen Z yang Memiliki Talenta Digital?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Rencana memasukkan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum pendidikan mulai memantik diskusi di berbagai kalangan. Di tengah laju transformasi digital yang kian pesat, langkah ini dinilai strategis untuk membekali generasi muda dengan pemahaman dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Namun, muncul pula pertanyaan: sejauh mana kesiapan sekolah, pendidik, dan peserta didik dalam mengadopsi materi berbasis AI? Artikel ini akan mengulas peluang, tantangan, dan dampak potensial dari kebijakan tersebut dalam mencetak generasi yang tangguh menghadapi era digital. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengalami perkembangan pesat beberapa tahun terakhir. Dari rumah tangga hingga industrial, AI digunakan untuk berbagai keperluan. Peranan penting teknologi dalam kehidupan mendorong banyak negara mengenalkan pendidikan AI, sepertinya halnya Indonesia yang akan meluncurkan kurikulum AI. Kurikulum AI diwacanakan Kemendikdasmen menyasar peserta didik SD, SMP, SMA/SMK sebagai mata pelajaran pilihan. Rencananya mata pelajaran itu akan direalisasikan pada tahun ajaran 2025/2026. Mengingat pada jenjang pendidikan tersebut masih banyak sekolah yang belum memperkenalkan pendidikan teknologi informasi atau AI. Lantas, apakah kurikulum AI mampu mencetak generasi muda yang siap bersaing di tengah gempuran digitalisasi? Menurut Abbiyu Rafi Eriansyah (22) yang merupakan tenaga pengajar, rencana pemerintah menerapkan kurikulum AI merupakan langkah positif untuk mengenalkan teknologi ke siswa sejak dini. Terlebih mereka akan mendapatkan pengalaman baru mempelajari teknologi. “Kurikulum AI tentunya sangat bermanfaat bagi para siswa, di mana mereka secara tidak langsung bersentuhan dengan teknologi yang canggih. Saya melihat ini seperti jembatan yang dibuat oleh pemerintah agar nantinya siswa berpeluang menciptakan inovasi melalui AI,” kata Rafi saat dihubungi melalui sambungan daring. Ia mengungkapkan saat kurikulum AI terealisasi secara optimal, siswa berpeluang besar menjadi generasi yang dapat bersaing dengan perkembangan teknologi dari dalam maupun luar negeri. Jika menelisik secara jangka panjang, katanya, pendidikan AI menjadi bekal bagi siswa agar bisa mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi. Bukan tanpa sebab, banyak perusahaan berlomba menciptakan produk-produk berbasis sistem AI yang memberikan kemudahan bagi konsumen ketika menggunakannya serta memperoleh pengalaman berbeda. “Bagi saya (kurikulum) AI ini strategi yang tepat mengasah keterampilan siswa memanfaatkan teknologi AI. Apalagi anak-anak zaman sekarang lekat banget sama teknologi. Kita bisa lihat sekarang ini  banyak anak-anak menggunakan gawai atau perangkat elektronik lainnya sejak usia dini,” jelasnya. “Jika digunakan hanya untuk menonton video dan bermain game , maka tidak akan berdampak positif. Namun jika pendekatannya lebih edukatif dalam menggunakan gawai dan semacamnya, maka bukan tidak mungkin anak-anak lebih memahami teknologi dibandingkan orangtuanya,” sambungnya.

Read More

Mengukir Langkah Bersama: Haflah Akhirussanah ke-VI Pondok Tahfidz Modern Al-Imam  

Kediri – 1miliarsantri.net : Semarak Haflah Akhirussanah kembali mewarnai Pondok Tahfidz Modern Al-Imam (PTMA), Gurah-Kediri, dalam gelaran tahunannya yang ke-VI (29/06). Dengan mengusung tema besar “Berjuang Bersama untuk Umat dan Semua Golongan”, acara ini tidak hanya menjadi ajang prosesi kelulusan, tetapi juga momen reflektif, kolaboratif, dan penuh semangat kebersamaan antara para santri, ustadz, wali santri, serta seluruh elemen pondok. Bertempat di lapangan depan pendopo Pondok Tahfidz Modern Al-Imam Gurah, Kediri, acara dimulai pada pukul 07.10 WIB dengan diawali penampilan hadroh dari santri putra. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan syarhil Qur’an, tahfidz, tari piring, hingga lagu-lagu islami dari siswa-siswi SD Islam Plus Al-Imam. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana hangat, khidmat, dan meriah, dipadukan dengan sorakan riang dari para wali santri yang hadir mendampingi putra-putrinya. Dipandu 3 MC (master of ceremony) dari santri dan santriwati PTMA yang bersemangat dan atraktif dengan kepercayaan diri tinggi, audiens dibuat terpukau dengan kepiawaian mereka berbahasa Arab dan Inggris. Sungguh menjadi sebuah catatan prestasi yang perlu diapresiasi, mengingat PTMA baru berdiri kurang lebih 6 tahun. Banyak yang awalnya menyangsikan eksistensi PTMA, mengingat untuk di wilayah Kediri sendiri saja, jumlah pondok pesantren sudah cukup banyak. Menariknya bahkan ada calon wali santri yang rela hadir, hanya sekedar untuk melihat langsung prosesi haflah akhirussanah dan kelulusan tahun ini. Untuk memastikan mereka menitipkan buah hatinya di tempat yang tepat. Dalam sambutan utamanya, Abah Qidam Lubis selaku pimpinan yayasan menegaskan kembali semangat pondok sebagai tempat pemersatu berbagai latar belakang kelompok umat Islam yang beragam.“Kita semua hadir di Al-Imam bukan untuk membawa firqah masing-masing, tapi untuk menyatukan langkah dalam membina generasi Islam ke depan. Wali Santri di PTMA sangat beragam dari berbagai aliran seperti Muhammadiyah, Nahdiyin, Salafi dan lainnya melebur dalam satu niat: membangun peradaban Qur’ani,” ujarnya menegaskan. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri bernama Fauzul dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan prosesi kelulusan santri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Momen tersebut menjadi salah satu titik haru dalam Haflah, ketika nama-nama para wisudawan dipanggil satu per satu dan naik ke atas panggung untuk menerima piagam penghargaan. Total wisudawan tahun ini mencapai puluhan santri yang terdiri dari siswa-siswi SD Islam Plus Al-Imam, SMP PTMA, dan SMA PTMA. Dalam sesi apresiasi, diumumkan juga para siswa berprestasi tahun ajaran 2024/2025. Untuk tingkat SD kelas 6, peringkat pertama diraih oleh Jasmine Ainun Attamamy, peringkat kedua oleh M. Fawwas Nabigh Assyauqi, dan peringkat ketiga oleh Najwa Fatin Nur Rahmah. Sedangkan untuk siswa terbaik dalam bidang akademik tingkat SMP adalah: Muhammad Iqdam Dzakyunnuha (kelas 7), Moch. Hilmy Syauqillah (kelas 8), dan Rama Riezky Rasheedi (kelas 9). Sementara itu, prestasi membanggakan juga datang dari lulusan SMA PTMA. Beberapa santri dinyatakan lulus dan diterima di perguruan tinggi unggulan nasional, antara lain: Jauhar Ramadhan – Universitas Negeri Malang (S1 Manajemen), Melody Salsabilla – UIN Syekh Wasil Kediri (S1 Jurnalistik Islam), Rizkia Nurul Fitri – Universitas Negeri Malang (S1 PGSD) dan Waode Vibry Dwi Marsya – Universitas Muhammadiyah Malang (S1 Ilmu Komunikasi). Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa para lulusan Pondok Tahfidz Modern Al-Imam tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, namun juga mampu bersaing di dunia akademik nasional.

Read More